Sleman Tolak Investor yang Tidak Bermanfaat Bagi Masyarakat

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan Kabupaten  Sleman terbuka bagi investor yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan menolak investor yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.  

“Kalau ada investor yang akan masuk ke Kabupaten Sleman dengan ketentuan membuat masyarakat Sleman sejahtera dan maju, juga mampu menyerap tenaga kerja setempat di Kabupaten Sleman tentu akan diterima dengan senang,” kata Sri Purnomo, senin (25/7).

Sebaliknya lanjut Sri Purnomo apabila ada investor yang akan masuk Sleman tetapi tidak akan membawa manfaat bagi masyarakat, bahkan tidak mampu menyerap tenaga kerja satempat tentu akan ditolak.

‪Disampaikan Sri Purnomo bahwa agar iklim investasi di Kabupaten Sleman lebih maju dan baik maka jangan terlalu membebani investor yang akan masuk di Kabupaten Sleman, kalau itu akan membuat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat harus didorong.

Namun Sri Purnomo juga mengingatkan agar investor yang masuk harus sesuai dengan ketentuan, tidak melanggar hukum.‬ Sri Purnomo juga  berharap, Pemerintah Desa (Pemdes) juga mampu memberikan kontribusi lebih baik untuk mendukung program Pemkab untuk menyejahterakan masyarakat.

Hal itu bisa tercapai, kata Sri Purnomo, jika Pemdes memiliki kesamaan persepsi dan memiliki visi dan misi yang sama dengan Pemkab.‬

‪“Dengan begitu, program-program yang dijalankan  Pemkab dan Pemdes bisa membawa kesejahteraan, kemakmuran dan kemajuan bagi masyarakat Sleman,” katanya.‬

‪Struktur investasi di Sleman selama ini banyak datang dari tiga sektor utama. Yakni, pariwisata, perdagangan barang dan jasa, serta industri.‬ ‪Berdasarkan data Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) selama 2015 nilai investasi dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp3,159 triliun. Sementara, Penanam Modal Asing (PMA) mencapai US$233,54 juta.




PMI Sleman Miliki Kewenangan Mengelola Darah Lanjutan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kini memiliki kewenangan sendiri dalam mengelola darah lanjutan.‬

‪”Kewenangan di diperoleh setelah PMI Kabupaten Sleman mengantongi sertifikat pemantapan mutu eksternal dari pemerintah pusat untuk pemeriksaan darah lanjutan,” kata Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes, Senin (25/7).‬

‪Menurut Sunartono, sertifikat pemantapan mutu eksternal diperoleh untuk kategori pemeriksaan darah seperti pemeriksaan HBsAG yang berguna untuk diagnosa virus hepatitis B dan pemeriksaan anti HCV untuk mengetahui keberadaan antibodi terhadap virus hepattis C. Termasuk pemeriksaan HIV dan Sipilis.‬

‪”Kami telah memperbarui alat untuk pengolahan darah hingga ke unsur regen darah,” katanya.‬

‪Sunartono menambahkan , PMI Sleman kini dapat melakukan pemeriksaan hingga mengurai darah berdasarkan regennya, bukan hanya “whole blood” (darah utuh).‬

‪”Dengan kelebihan ini, menjadikan transfusi darah bisa tepat sesuai kebutuhan kasusnya,” katanya.‬

‪Sunartono mengatakan, didapatnya sertifikat pemantapan mutu tersebut berdasarkan hasil uji sampling yang dilakukan PMI pusat. Dimana dalam setiap kasus kebutuhan darah, penerima donor tidak selalu membutuhkan darah utuh melainkan unsur tertentu saja.‬

‪”Seperti pada kasus Demam Berdarah (DB), penderita sebetulnya hanya membutuhkan plasma darah atau trombositnya saja,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, “whole blood” dikhawatirkan justru akan membuat tubuhnya over kapasitas. Dengan alat terbaru yang dimiliki PMI Sleman, pengolahan darah hingga unsur terpisah menjadi lebih mudah dilakukan.‬

‪”Dari sisi kualitas, darah menjadi lebih bagus. Lebih pas sesuai kebutuhan,” katanya.‬




Digagas, Wisata Edukasi Tetenger Merapi

Sleman – Tetenger erupsi Merapi di Dusun Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan akan dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi. Untuk mencapai sasaran itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman  telah menyiapkan rencana pengembangan lahan di sekitar lokasi tetenger.

“Kami akan upayakan membeli tanah di sekitar tetenger Merapi. Sekarang masih tahap negosiasi, jika semua proses sudah rampung akan segera dibangun area wisata edukasi,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Disbudpar Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, Jumat (22/7).

Menurut Shavitri, pengembangan ini terutama menyasar lahan yang terletak di sisi barat. Di area ini masih terdapat sejumlah rumah yang terkena lahar saat kejadian erupsi Merapi 2010.

Bekas bangunan itu akan dijadikan destinasi wisata edukasi tentang mitigasi bencana erupsi. Kehadiran spot wisata ini juga  diharapkan bisa menjadi pengingat bagi warga sekitar maupun pengunjung dari luar daerah tentang kedahsyatan letusan Gunung Merapi.

“Luapan laharnya sampai ke daerah Bakalan yang jaraknya belasan kilometer dari puncak Merapi. Ini setidaknya menggambarkan betapa dahyatnya bencana itu sehingga di masa mendatang bisa dilakukan langkah antisipasi,” katanya.

Meski demikian, sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan waktu penyelesaian tahap negosiasi pembelian tanah. Objek tetenger erupsi Merapi 2010 sebelumnya telah diserahterimakan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kepada Pemkab Sleman. Tujuannya untuk dijadikan wisata edukasi.

Sementara itu, Camat Cangkringan, Edy Harmana menilai perlu adanya intervensi pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah lereng Merapi.

“Banyak potensi yang ada di daerah ini yang bisa dijual ke wisatawan, tidak cuma tetenger. Contohnya di lokasi dekat tetenger itu ada bekas jalur lahar panas yang masih alami dan belum tersentuh aktivitas penambangan,” ujarnya.

Namun sayangnya, sisa material erupsi yang terletak di Dusun Bakalan itu belum tertata dengan baik. Karenanya perlu kerjasama lintas sektor termasuk dengan Disbudpar Sleman dan  BPPTKG Jogja.




Goesmart 2016, Bupati Sleman Paparkan Implementasi Smart Sosial dan Edukasi

WhatsApp-Image-20160721Sleman – Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSi turut menjadi pembicara dengan tema Smart Social & Education dalam acara Geosmart 2016 di Grand Convex Surabaya, Rabu (20/7). Sri Purnomo terpilih menjadi salah satu pembicara berkat prestasi Kabupaten Sleman pada ajang IDSA 2015 lalu dalam kategori E-Education terbaik.

Geosmart 2016 sendiri adalah kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan komunitas yang cerdas, masyarakat yang cerdas, desa yang cerdas, kota/kabupaten yang cerdas, provinsi yang cerdas dan Indonesia yang cerdas. Acara ini diselenggarakan oleh e-Indonesia Initiatives (e-II), Forum dan Kelompok Keilmuan Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (KKTI STEI-ITB), serta PT. NAPINDO MEDIA ASHATAMA (NMA).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSi menyampaikan visi Sleman untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya, dan terintegrasinya Sistem E – Goverment menuju Smart Regency (Kabupaten Pintar) pada tahun 2021 mendatang.

Peningkatan kualitas tata kelola birokasi dan penerapan e-gov dalam pelayanan masyarakat, penguatan sistem ekonomi rakyat dan penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sumberdaya alam, dan peningkatan kualitas budaya serta kesetaraan gender yang proporsional menjadi misi Sleman tahun 2016 – 2021, tambahnya.

Hal tersebut diwujudkan dengan Smart Social yang meliputi Smart Security & Safety, Smart Health, Smart Public Services, Smart Transportation, dan Smart Social Digital.

Smart Security & Safety meliputi Disaster Recovery Management tentang pelayananan pengelolaan data, informasi, dan aduan baik kebencanaan atau keamanan yang sudah terintegrasi dengan sistem seperti Merapi Telemetry System, AWS (Automatic Weather Station), EWS (Early Warning System), Seismik Analog, Aplikasi SIKKAS, BPDB SMS Gateway, Geoservice Peta Kebencanaan, dan Monitoring System (CCTV).

Smart Proverty Management seperti pelayanan dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan berdasarkan profil dalam basis data yang menghubungkan dengan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan sesuai kebutuhan.

Contohnya pemanfaatan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), pemanfaatan Sistem Informasi Penanggulangan Miskin (Pronangkis), Sistem Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak, dan layanan ketenagakerjaan (Bursa Kerja Online) yang dapat di akses selama 24 jam secara online.

Smart Social Digital seperti pemanfaatan aplikasi Amazing Sleman untuk memudahkan masyarakat dalam mencari tempat wisata, aplikasi Lapor Sleman untuk mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman yang berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang ada di Sleman, yang semuanya mobile online.

Sedangkan untuk Smart Education Kabupaten Sleman telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 secara konsisten akan meningkatkan kualitas manajemen sekolah, pendidikan, dan efiseinsi pengelolaan sumber daya sekolah. Peningkatan kualitas tersebut didukung dengan sistem seperti PPDB (RTO system), eGis peta pendidikan, Portal Web Sekolah, e-learning, UN-CBT dan TKM Online.

Selain pembicara dari dalam negeri, Geosmart 2016 ini diramaikan dengan pembicara dari 3 benua kelas internasional yaitu Iva Bojic dari Senseable in city Lab, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Akihiro Nakao, dari Nakao-Lab. University of Tokyo, dan Bram Reinder Initiator GSC3, technology integrator.***




Paskibraka Kabupaten Sleman Mulai Jalani Latihan

Menyampaikan AmanatSleman – Sebanyak 36 Pasukan Pengibar Bendera yang terdiri dari 18 putra dan 18 putri pelajar SMA/SMK/MA yang telah terpilih melaqlui seleksi Paskibraka beberapa waktu lalu akan mulai menjalani latihan yang dilaksanakan mulai tanggal 25 Juli hingga 19 Agustus 2016.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH pelaksanaan latihan akan dilaksanakan di halaman Disdikpora, Lapangan Stadion Tridadi, dan Lapangan Denggung.

“Untuk karantina kami tempatkan di Balai Besar Latihan Masyarakat Jogja serta melibatkan unsur TNI/Polri, PPI Sleman, Disbudpar, Kompas Muda, Swara FM, BNN Kabupaten Sleman sebagai pelatih dan narasumber pembinaan,” kata Arif disela-sela  pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kabupaten Sleman 2016 di Rumah Dinas Bupati Kamis (21/7).

Menurut Arif tujuan diselenggarakannya pelatihan ini khususnya untuk mempersiapkan Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan detik-detik proklamasi  kemerdekaan ke-71 Pemerintah Kabupaten Sleman pada tanggal 17 Agustus 2016.

“Selain itu pelatihan ini bertujuan untuk memupuk semangat kebangsaan, nasionalisme, patriotisme serta meningkatkan rasa kesadaran nasional, mensyukuri dan mengisi kemerdekaan untuk mempertahankan NKRI,” kata Arif.

Arif menambahkan adapun materi pelatihan dibagi menjadi dua yaitu materi lapangan dan materi pembinaan selama di asrama/karantina. Materi lapangan meliputi teori dan praktik baris berbaris lengkap dengan formasi pelaksanaan pengibaran maupun penurunan bendera.

Untuk materi selama karantinameliputi konsep ‘Desa Bahagia’ dalam pembinaan pemuda, Kepaskibrakaan, kewirausahaan, patriotisme dan nasionalisme, motivasi, bahaya narkoba dan seks bebas, jurnalistik, budaya dan generasi muda, public speaking, leadership, serta purna Paskibraka.

Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MSI yang bertindak sebagai pembina upacara memberikan apresiasi pada Paskibraka Kabupaten Sleman 2016 yang terpilih.

”Prestasi ini patut disyukuri mengingat adik-adik memiliki kesempatan untuk memikul tugas dan tanggung-jawab sebagai pengibar bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-71 RI Tahun 2016 di Kabupaten Sleman,” ungkap Muslimatun.

Menurut Muslimatun Paskibraka merupakan generasi pilihan yang menjadi cerminan keberanian, kedisiplinan, keseragaman dan seni. Muslimatun berpesan agar seluruh peserta Paskibraka harus mengeliminir ego dan merasa lebih tinggi dibanding yang lain dalam pelatihan yang akan dijalani.

“Keluarkan semua daya upaya yang kalian miliki. Patuhilah seluruh arahan yang diberikan oleh instruktur atau pelatih karena arahan-arahan tersebutlah yang akan membentuk karakter kalian sebagai anggota Paskibraka,” tambah Muslimatun.