Disbudpar Sleman Adakan Sosialisasi Danais

Sosialisasi DanaisSleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Dana Keistimewaan (Danais) dengan menggelar focus group discussion di ruang rapat Setda B Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (21/7).

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Saya Manusia,  Sri Murni Rahayu SH MM menyambut baik di selenggarakannya kegiatan sosialisasi mengenai alur perencanaan program danais. Sri Murni berharap melalui kegiatan sosialisasi dapat memberikan pemahaman tataran perencanaan program danais. Terlebih perencanaan program danais mengharuskan perspektif yang lebih luas mengingat penggunaan danais diperuntukkan untuk 2 tahun ke depan.

”Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk dapat mengelola danais sebagai konsekuensi dari UU No. 13 Tahun 2012 tentang keistimewaan DIY,” kata Sri Murni.

Senada dengan Sri Murni, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Danais dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesamaan persepsi tentang pengelolaan Danais.

”Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di 5 Kabupaten dan Kota se DIY, dengan pelaksana masing-masing Disbudpar masing-masing Kabupaten dan Kota yang didanai oleh Dinas Kebudayaan DIY,” tutur Ayu.

Ayu menambahkan bahwa Kabupaten Sleman telah mengelola danais sejak tahun 2014 Pada tahun 2015 lalu realisasi fisik danais mencapai 100% sesuai dengan perencanaan. Sedangkan realisasi keuangan tahun 2015 mencapai 86% dari total dana sebesar Rp 7,9 miliar. Dengan demikian Sleman mampu melakukan efisiensi keuangan sebesar Rp 1,1 miliar.

Menurut Ayu, dana tersebut diperuntukkan untuk berbagai program kegiatan seperti pengembangan nilai budaya, pelestarian cagar budaya, dan aktualisasi kesenian tradisional dan budaya kontemporer diantaranya wayang siswa dan wayang kulit.

“Pada tahun ini, Kabupaten Sleman mengelola danais sebesar Rp 3,7 miliar. Hingga bulan ini realisasi danais di Kabupaten Sleman telah mencapai Rp 2,1 miliar,” kata Ayu.

Tahun 2016, Sleman juga telah melakukan misi kebudayaan dengan pengembangan kerjasama seni budaya ke Provinsi Bali. Selanjutnya Pemkab Sleman akan melakukan misi kebudayaan ke Kota Probolinggo dan Kutai Kartanegara.***




Dekranasda Sleman Gelar Lomba Batik Perwarnaan Alam Ramah Lingkungan

Sleman – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman menggelar lomba Batik Pewarna Alam. Ketua Dekranasda Sleman, Ny Kustini Sri Purnomo menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman akan menggelar lomba batik pewarna alam yang ramah lingkungan.

“Lomba ini diharapkan mampu mempromosikan budaya busana batik pada tingkat nasional dan internasional serta memberikan pengetahuan mengenai pewarna alam yang ramah lingkungan dan lebih sehat,” kata Ny Kustini kepada media di Sleman, Kamis (21/7).

Menurut Ny Kustini, lomba batik pewarna alam akan diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2016. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 15 Juli hingga 7 Oktober 2016. Lomba ini merupakan lomba kedua yang akan digelar oleh Dekranasda Sleman. Ke depannya  Batik Sinom Parijotho Salak dengan pewarna alam ini akan menjadi ikon identitas Sleman

Bowo, pengusaha Batik Allusan yang bertindak sebagai ketua panitia lomba batik pewarna alam menambahkan, bahwa kategori lomba ini ada dua macam, yang pertama yaitu kategori pewarna alam Batik Sinom Parijotho Salak dan yang kedua adalah kategori aplikasi batik pewarna alam Sinom Parijotho Salak dalam produk fashion.

Peserta lomba bisa berasal dari pelaku industri batik dan masyarakat umum, akademisi serta para pelaku industri fashion. Peserta lomba batik pewarna alam dapat mendaftarkan diri melalui sekretariat panitia yang berlokasi di Rumah Dinas Bupati Sleman sayap barat atau dapat mendaftarkan di Disperindagkop Sleman dan Kantor Dekranasda DIY, Dekranasda Bantul, Dekranasda Kulonprogo, Dekranasda Gunung Kidul dan Dekranasda Kota Yogyakarta.

Bagi peserta lomba yang berdomisili diluar Daerah Istimewa Yogyakarta dapat mendaftarkan melalui website  Hadiah untuk juara pertama adalah Rp 5 juta dan tropi Bupati Sleman, juara kedua dengan hadiah Rp 3 juta dan tropi GKR Hemas sedangkan juara ketiga dengan hadiah sebesar Rp 2 juta dan tropi Ketua Dekranasda Sleman.

Ny Kustini juga menyampaikan harapannya dengan diselenggarakannya lomba ini, Batik Sinom Parijotho Salak mampu lebih dikenal kalangan luas dengan ciri khas pewarna alamnya.




PMI Sleman Terima Penghargaan Bukti Serius Layani Masyarakat

DSC_1050Sleman – Ketua PMI Cabang Sleman, dr Sunartono MKes menyampaikan bahwa sampai saat ini PMI Cabang Sleman telah memperoleh hasil Audit ekternal tahun 2015 dari auditor independen Inarest Kemalawarta dengan perdikat WTP.

Selain itu juga telah mendapatkan Izin penyelenggaraan UTP-UDD, Sertifikat Penyelenggaraan UTD dari UTP PMI pusat yang diserahkan oleh Sekretaris PMI DIY, dan Sertifikat pemantapan Mutu Ekternal untuk pemeriksaan HBsAG, Anti HCV, HIV dan Sipilis.

Semua penghargaan tersebut diterima Ketua PMI Cabang Sleman bersamaan dengan  syawalan  PMI Kabupaten Sleman, Rabu (20/6). Menurut Sunartono keempat hal tersebut bukti keseriusan PMI Kabupaten Sleman untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sri Murni Rahayu menyanpaikan  agar moment syawalan tersebut  hendaknya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri secara pribadi maupun kualitas kinerja dalam lembaga. Sehingga harapannya, moment Ramadan dan syawalan ini dapat berperan secara nyata dalam perbaikan dan peningkatan secara keseluruhan.

“Semoga dengan syawalan ini, PMI Kabupaten Sleman dapat terus meningkatkan kinerja maupun perannya,” kata Sri Murni.

Yang jelas lanjut Sri Murni bahwa terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Sleman masih menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Sleman.

Hal ini secara nyata termaktub dalam visi pemerintah yakni “ Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021”.

Indikator tewujudnya kesejahteraan bagi masyarakat diantaranya melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menurunnya ketimpangan ekonomi, menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya kualitas lingkungan hidup, dan pertumbuhan ekonomi.

Jika dilihat dari perolehan IPM yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan dan pendapatan yang terus mengalami peningkatan sebesar 0,47 poin dari 80,26 pada tahun 2013 menjadi 80,73 pada tahun 2014. Hal ini tentu menjadi apresiasi sekaligus motivasi tersendiri bagi jajaran Pemerintah untuk terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dukungan Pemkab Sleman dalam berbagai program tersebut antara lain salah  satunya PMI Kabupaten Sleman. Keberadaan PMI Kabupaten Sleman tentu menjadi penguat langkah bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menghadapi berbagai tantangan di Kabupaten Sleman. Baik tantangan yang muncul dari kondisi wilayah Kabupaten Sleman, kondisi sosial masyarakat dan lainnya.




10 PMR Sleman Ikuti Jumbara di Makasar

Sleman – Sepuluh anggota Palang Merah Remaja (PMR) asal Kabupaten Sleman dikirim mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) tingkat nasional ke-VIII. Acara ini dilaksanakan tanggal 25-31 Juli 2016 di Pangkajene, Kepulauan Sulawesi. Kontingen PMR dari Kabupaten Sleman akan diberangkatkan Minggu (24/7) mendatang dengan dua orang pendamping.

“Tahun ini, kami memberangkatkan 10 personel PMR terbaik untuk mengikuti jumbara. Usianya mulai dari tingkatan mula sampai wira,” kata Ketua PMI Cabang Sleman, dr  Sunartono MKes disela-sela acara syawalan PMI, Rabu (20/7).

Sunartono  menjelaskan, event jumbara ini digelar dalam rangka pembentukan karakter anggota PMR agar peduli terhadap sesama, sekaligus ajang peningkatan ketrampilan. Sunartono mengingatkan kepada kontingen Sleman agar membawa nama baik daerah.

Terlebih pada kegiatan jumbara nantinya, mereka akan bertemu rekan sesama anggota PMR dari banyak daerah. Acara itu bisa dijadikan kesempatan untuk mempererat persaudaraan, dan ajang evaluasi program PMR. Selama berada di arena jumbara, kontingen akan mengikuti serangkaian kegiatan. Diantaranya kunjungan wisata, bakti sosial, pentas seni, dan donor darah.

Yang menggembirakan lanjut Sunartono bahwa Bupati Sleman pada kesempatan tersebut akan mendapatkan penghargaan atas jasanya dalam pengembangan PMR dan sukarelawan, dan itu satu-satunya bupati di Indonesia selain beberapa Gubernur.

Menanggapi hal ini Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sleman Sri Murni Rahayu mengatakan, Pemkab terus mendukung program PMI. Selama ini, keberadaan PMI menjadi langkah penguat bagi Pemkab dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat kondisi wilayah dan sosial masyarakat.

“Kami berharap momen syawalan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri maupun lembaga. Sehingga anggota PMI dapat terus meningkatkan kinerja dan perannya,” kata Murni.




Syawalan Ajang Mempererat Tali Silaturahmi dan Saling Memaafkan

IMG_7534Sleman – Syawalan sudah menjadi tradisi keagamaan dikalangan masyarakat yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Syawalan merupakan momen untuk saling memaafkan, bersilaturahmi, berbagi rizki, dan bertukar informasi.

“Permasalahan dalam berbangsa dan bernegara tidak lepas dari silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama”, kata Kepala Dinas Hubkominfo Kabupaten Sleman, Drs. Agoes Soesilo Endiarto, dalam acara Syawalan di Aula Kantor Dinas Hubkominfo Sleman, Selasa (19/7).

Sedangkan pengisi ceramah, Drs. H. Thoyib Hidayat, MM menyampaikan keluarga sakinah pandai mensyukuri nikmat, berbakti kepada orang tua, segala amal ibadah diniatkan untuk mencari ridho Allat SWT, anak yang soleh, hidup harus ada perubahan, dan berpegang teguh atas nama agama dikutip dari Q.S Al Ahqaf ayat 15.

Syawalan tersebut mengangkat tema mempererat silahturami menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan dihadiri segenap pegawai Dinas Hubkominfo, Darma Wanita, dan Pensiunan. Selain itu, disampaikan pula tali asih kepada Staf Seksi Angkutan dan Terminal Bidang Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishubkominfo, Suwito.