Bupati dan Jajaran pejabat Silaturahmi ke Kyai dan Alim Ulama Kabupaten Sleman

IMG_9064Sleman – Bupati dan Wakil Bupati Sleman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah mengadakan silaturahmi di tiga tempat kediaman Kyai dan Alim Ulama,  Selasa (19/7). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengawali silaturahmi di kediaman KH Abdul Chaliq Muchtar di Perum Banteng, Sinduharjo, Ngaglik.

Pada kesempatan tersebut  Abdul Chaliq berpesan pada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Sleman perlu adanya revolusi dalam pembangunan. Menurutnya ada tiga revolusi yang diperlukan yaitu revolusi sistem regulasi untuk membangun pola pikir baru, kedua adalah revolusi Manajeman birokrasi antar lembaga untuk membangun pola sikap terpadu, dan ketiga adalah revolusi strategi eksekusi untuk membangun pola tindakan yang maju.

“Membangun Indonesia yang berkemajuan dengan cara membiasakan kebenaran, bukan dengan cara membenarkan kebiasaan,” ungkapnya.

Kunjungan silaturahmi kedua dilanjutkan di kediaman Ketua MUI Sleman, Drs KH Ma’mum M Muroi LML Klabanan Sinduharjo Ngaglik. Dalam Kesempatan tersebut KH Ma’mum mengungkapkan keprihatinanya pada kondisi kehalalan daging ayam potong dipasaran. KH Ma’mun berharap jajaran Pemkab Sleman melakukan sidak terkait dengan pemotongan ayam agar daging ayam yang beredar dipasaran dapat terjamin kehalalannya.

Terkait dengan masukan KH Ma’mun, Bupati  Sri Purnomo akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Dinas Pasar dan instansi terkait. Kunjungan silaturahmi ditutup di kediaman Alm KH Zamakhsyari Ponpes Mursyidulhadi Plosokuning, Minomartani. Rombongan diterima oleh istri  Alm KH Zamakhsyari beserta pengurus ponpes.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa maksud kunjungan silaturahmi dilakukan adalah agar  kedekatan jajaran pemerintah di Kabupaten Sleman dengan Kyai dan Alim Ulama di Sleman semakin terjalin dengan baik serta dapat meningkatkan Ukuwah Islamiyah. Silaturahmi yang dilakukan menurut Sri Purnomo dibagi menjadi du area yaitu area Sleman timur dan Sleman Barat.  Untuk area Sleman Barat dilaksanakan pada hari Kamis (20/7).




Berbah Terbaik dalam Festival Jathilan

Sleman – Kontingen “Kudho Wiromo” asal Kecamatan Berbah terpilih sebagai penyaji terbaik I dalam Festival Jathilan Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada hari Kamis dan Jumat (14 – 15/7) di Parkir Utara Lapangan Denggung Sleman. 

Atas prestasi tersebut kontingen ini memperoleh tropi dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Senin (18/7).

Sedang penyaji terbaik II adalah Suwito Raharjo dari Kecamatan Sleman mendapat tropi dan uang pembinaan  Rp 6 juta dan Penyaji Terbaik III diraih oleh Kudho Prasetyo dari Kecamatan Gamping yang mendapatkan tropi serta uang pembinaan Rp 5,5 juta.

Sementara untuk kategori Juara harapan, kontingen “Kudho Bramudo” dari kecamatan Kalasan menjadi Juara Harapan I mendapatkan Tropi dan Uang Pembinaan sebesar Rp 4 juta, dilanjutkan dengan Juara Harapan II adalah kontingen dari kecamatan Moyudan ”Kudho Nalendro” yang  mendapatkan Tropi dan hadiah uang Pembinaan Rp 3,5 juta dan Juara Harapan III diraih oleh “Turonggo Satrio Mudo” dari Prambanan yang mendapatkan Tropi serta Uang Pembinaan Rp 3 juta.

Sementara itu untuk Penyaji Terbaik Festival Kesenian Religius yang diselenggarakan Jumat dan Sabtu (15 – 16/7) di desa wisata Grogol Margodadi Seyegan adalah grup Badui Babussalam dari kecamatan Godean, atas prestasi yang diraih Kontingen ini mendapatkan Tropi serta Uang Pembinaan sebesar Rp 7,5 juta.

Selanjutnya kontingen “Badui Sirojan Muniro “dari Kecamatan Mlati sebagai Penyaji Terbaik II mendapatkan Tropi serta Uang Pembinaan Rp 6 juta, lalu Penyaji Terbaik III diperoleh Kontingen dari Kecamatan Seyegan “Kubro Mudo Siswo” yang mendapatkan Tropi dan Uang Pembinaan sebesar Rp 5,5 juta.

Selanjutnya untuk kategori  Juara Harapan, Kontingen asal Kecamatan Minggir “Badui Sabilul Mutaqin” mendapatkan Juara Harapan I dengan mendapatkan hadiah Tropi serta Uang Pembinaan Rp 4 juta.

Dan, kontingen “Badui Tunas Muda” dari Ngemplak mendapatkan Juara Harapan II dengan membawa Hadiah Uang Pembinaan sebesar Rp 3,5 juta dan Tropi Penghargaan, dan Juara Harapan III adalah Kontingen dari Prambanan “Turonggo Satrio Mudo” yang mendapatkan Hadiah Tropi serta Uang Pembinaan Rp 3 juta.

Ayu mengharapkan kepada kontingen yang terpilih sebagai penyaji terbaik agar tetap mempertahankan kualitas tampilannya.

“Kejuaraan bukanlah tujuan akhir akan tetapi merupakan bukti nyata keberhasilan dalam pembinaan kesenian. Sedangkan kepada kontingen yang belum berhasil memperoleh kejuaraan diharapkan tetap bersemangat untuk berkreasi dan berkiprah dalam dunia seni pertunjukan yang merupakan potensi bangsa yang adiluhung,” kata Ayu.




Kerajinan Busur Panah Banyak Diminati‬

IMG_0996Sleman – Seiring maraknya olahraga panahan, piranti busur panah semakin banyak peminat. Salah satu produsen peralatan ini adalah Maskur Asyhari, warga Dusun Plumbon Lor, Desa Mororejo, Kecamatan Tempel, Sleman.‬

‪Setiap minggunya, pria yang akrab disapa Hari ini rata-rata memproduksi dua unit busur panah. Pelanggan kebanyakan berasal dari luar daerah seperti Bekasi, Bogor, Purwokerto, Jember, dan Papua. Mayoritas merupakan sekolah atau klub panah.‬

‪“Permintaan sebenarnya cukup banyak tapi produksi masih terbatas. Baru bisa menghasilkan dua busur tiap minggu,” kata Hari, Selasa (19/7).‬

‪Keterbatasan produksi itu lantaran dia masih menggunakan peralatan manual, dan hanya dibantu seorang asisten.‬

‪Saat ini Hari memproduksi sembilan macam busur panah. Di antaranya untuk kelas profesional seperti jenis recurve yang dibagi menjadi take down bow, classic, dan american classic bow. Selain itu ada pula jenis compound bow, seperti panah tradisional seperti horsebow, snake horsebow, dan gendewa jemparingan.

‪Dari segi harga, produk buatan Hari relatif terjangkau yakni berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta tergantung material yang digunakan. Saat ini yang paling banyak diminati kalangan penghobi maupun atlet panahan adalah busur compound.‬

‪Ke depan, Hari berkeinginan memproduksi busur jenis riser berbahan alumunium. Namun harapan itu belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat karena keterbatasan sarana produksi.‬ ‪Hari juga berharap agar produknya bisa semakin dikenal publik. Di lain sisi sekaligus untuk memasyarakatkan olahraga panahan.




Koperasi AMAN Sleman Masuk Koperasi Berprestasi di Indonesia

Sleman – Berkat kinerja dan pengelolaan manajemen yang baik, Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 memberikan penghargaan koperasi terbaik kategori jasa pada Koperasi AMAN pada Penilaian Koperasi Berprestasi dan Koperasi Award Tahun 2016 yang akan di Selenggarakan di Hotel Novita, Jambi (20/7). 

“Koperasi AMAN masuk dalam 100 Koperasi terpilih dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Indonesia terdiri dari 10 Koperasi Award dan 90 Koperasi Berprestasi setelah sebelumnya berkompetisi dengan 646 koperasi lainnya ditingkat Kabupaten sampai Provinsi hingga akhirnya maju ke tingkat nasional,” kata Drs Pustopo, selaku Wakil Sekertaris Koperasi AMAN di Sleman, Senin (18/7).

Menurut Pustopo, aspek penilaian yang dilakukan hingga terpilih menjadi koperasi terbaik kategori jasa diantaranya adalah perkembangan aset, aneka ragam usaha, laporan keuangan, dan audit eksternal. Hasil Audit eksternal selama ini Koperasi AMAN mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Pustopo menambahkan bahwa hingga akhir Desember 2015  total aset Koperasi AMAN Rp 13,912 miliar dan memiliki memiliki 4 jenis usaha yaitu perumahan, pembiayaan kendaraan, rehab rumah, kebutuhan rumah tangga seperti barang elektronoik dan pembayaran listrik bagi anggotanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencatatkan peningkatan jumlah koperasi yang pada akhir tahun 2015 tercatat sebanyak 646 koperasi dari berbagai jenis yang tersebar di berbagai wilayah, instansi dan kelompok masyarakat, dengan 598 di antaranya merupakan koperasi aktif.

Jumlah ini meningkat jika dibanding tahun 2014 yang mencapai 629 koperasi. Sementara itu, jumlah anggota koperasi juga meningkat dari orang di tahun 2014 menjadi orang di tahun 2015. Pada tahun 2015 tercatat aset Koperasi  mencapai Rp 1miliar  lebih dengan modal sendiri sebesar Rp. 349 Milyar lebih,- serta SHU sebesar Rp 29 miliar lebih.

Menanggapi penghargaan ini Bupati Sleman, Drs H  Sri Purnomo MSI dalam  upacara di lapangan Pemda Sleman, Senin (18/7) menyampaikan apresiasi pada seluruh jajaran Koperasi Aman yang telah terpilih sebagai koperasi berprestasi kategori jasa oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

“Diharapkan prestasi tingkat nasional ini dapat semakin memotivasi penguatan koperasi di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo dalam upacara tersebut juga menambahkan terkait dengan Hari anak Nasional pada 23 Juli 2016 mendatang, Pemkab Sleman berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui desa ramah anak yang mana pada saat ini sudah mencapai 39 desa dan dilengkapi pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak di 39 desa tersebut, serta pencanangan sekolah ramah anak yang juga telah mencapai 39 sekolah.




Hari Pertama Masuk Sekolah Ada Yang Nangis, Ada Yang Minta Ditinggal

Sleman – Hari pertama masuk sekolah benar-benar dimanfaatkan orangtua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Bagi orangtua yang mengantar anaknya masuk sekolah TK maupun SD tentu menjadi pengalaman tersendiri, karena ada melihat sikap dan perilaku putra putrinya ketika berada dilingkungan sekolah.

Ada yang nangis dan minta ditunggu selama berada disekolah, namun ada pula yang justru minta ditinggal karena merasa berani masuk sekolah sendiri. Seperti yang dialami Sutadi warga Godean ketika mengantarkan anaknya masuk sekolah TK ABA Dadapan Godean. Ketika dari rumah mau berangkat sekolah, Sandya anak ketiganya  terlihat bersemangat. Namun ketika sampai di sekolahan dan akan ditinggal, anaknya justru menangis tidak mau ditinggal.

“Akhirnya saya harus menunggu di sekolah, dan pihak sekolah mengijinkan ditunggu selama satu minggu agar anaknya bisa. Beradaptasi dengan lingkungan sekolah lebih dulu,” kata Sutadi disela-sela nunggu anaknya, Senin (18/7).

Hari pertama sekolah di TK ABA Dadapan baru diisi perkenalan sesama murid dan nyanyi-nyanyi. Sementara Amelia warga Perumahan Purwomartani Kalasan yang mengantar anaknya masuk sekolah dihari pertama di SDN Sidorejo Kalasan, anaknya Satya tidak mau ditunggu karena merasa berani masuk sekolah sendiri.

“Anak saya tidak mau ditunggu meski baru pertama kali masuk sekolah SD. Katanya dia berani disekolah dan tidak usah ditunggu,” kata Amelia.
Amelia juga merasa tenang meski tidak menunggui anaknya disekolah karena jarak sekolahan dengan rumahnya tidak terlalu jauh.

Amelia mengungkapkan suasana pagi sekolah anaknya memang cukup ramai dan beberapa orangtua ada yang harus menunggui anaknya karena rewel tidak mau ditinggal.