Prestator DIY dari Sleman Ikut Seleksi Tingkat Nasional

Wabup Foto Bersama PrestatorSleman – Beberapa prestator tingkat DIY dari Kabupaten Sleman tahun 2016 ini akan mengikuti seleksi tingkat nasional yang akan dilaksanakan mulai tanggal 12-19 Agustus 2016. 

Beberapa prestator tingkat DIY yang akan maju seleksi tingkat nasional tersebut   guru berprestasi atas nama Khamnah Munadhiroh SPd (guru SD) dari TK dan SD Model Sleman, Tri Worosetyaningsih MPd (guru SMP) dari SMP Negeri 2 Ngemplak.

Guru berdedikasi daerah terpencil atas nama Dra Sunarti MSi dari SMAN I Cangkringan. Kepala tenaga administrasi berprestasi atas nama Odjie Samroji SE (Kepala tenaga adminstrasi SMA) dari SMA Muhammadiyah Boarding School Prambanan.

Disamping itu Laboran berprestasi atas nama Setyaningrum (laboran SMK) dari SMKN 2 Depok, Kepala Sekolah berprestasi atas nama Asih Hidayatun SAg (Kepala SMK) dari SMK Budi Mulia Dua Ngemplak. Pengawas sekolah berprestasi atas nama Dra Sri Rahayu MPd (pengawas SMK) dari Dikpora Sleman.

Dua lagi prestator yang akan berangkat ke Jakarta mewakili DIY dari Kabupaten Sleman, yaitu Dominique Naura Ilari Namorin dari SD Model Ngemplak yang akan mengikuti lomba cerita dan Susilo Widodo (Kesra Widodomartani Ngemplak)  maju tingkat nasional sebagai kepala Perpustakaan Desa Widodomartani Ngemplak.

Para prestator tersebut berpamitan kepada Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes untuk mohon doa restu dikantornya, Rabu (10/8). Sri Muslimatun  berharap agar prestasi yang telah dicapai di tingkat Provinsi tersebut akan berlanjut di tingkat nasional dengan membawa nama baik DIY dan Sleman pada khususnya.




Sleman Susun Perda Pengelolaan Arsip‬

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman saat ini sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pengelolaan kearsipan. Perda yang masih dalam proses penyelesaian itu mencakup aturan mengenai arsip pemerintah daerah, dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kearsipan.‬

‪Keberadaan Perda itu nantinya diharapkan dapat mendorong peran aktif masyarakat dalam bidang kearsipan.‬

‪“Masyarakat didorong agar lebih aktif menciptakan, menyimpan, dan melindungi arsip. Upaya ini penting untuk melindungi hak keperdataan dan kekayaan intelektual,” terang Kepala Kantor Arsip Daerah Sleman, Retno Susiati SH, Rabu (10/8).‬

‪Menurut Retno, dalam rangka menertibkan kearsipan negara, arsip statis yang berkaitan dengan kepemerintahan, sejarah, dan budaya diminta agar diserahkan kepada lembaga kearsipan daerah. Langkah ini bertujuan untuk menyelamatkan arsip dari kemungkinan hilang atau rusak akibat bencana alam maupun sosial.‬

‪Mengingat, pentingnya arsip sebagai dokumen administrasi, bukti otentik, dan sejarah. Selain itu, lembaga kearsipan daerah memiliki sarana dan prasarana serta standar operasional prosedure (SOP) yang mendukung dalam memperlakukan arsip.‬ ‪Ke depannya, dokumen arsip yang terkait pemerintah daerah akan bermanfaat sebagai referensi dalam proses pengambilan kebijakan ataupun perencanaan pemerintah daerah.‬

‪Di lain sisi, sambung Retno, pengelolaan arsip tidak hanya menjadi tugas negara tapi juga tanggung jawab pihak swasta, organisasi kemasyarakatan bahkan perorangan. Sayangnya, rata-rata masyarakat belum secara serius memperhatikan dan menyimpan dokumen kearsipannya secara baik dan benar. Padahal Sleman merupakan wilayah rawan bencana gunung api maupun tanah longsor.‬

‪“Dibutuhkan langkah nyata dari setiap pemangku kepentingan. Masyarakat perlu dilibatkan sebagai sukarelawan sekaligus menjadi item dalam draft peraturan daerah yang telah disusun,” tandasnya.‬

‪Sejauh ini, eksistensi Pemkab Sleman dalam pengelolaan dan pembinaan arsip mendapat apresiasi dari pusat. Hal ini ditandai dengan diraihnya peringkat pertama Anugerah Kearsipan Tingkat Nasional pada tahun 2015. Tahun ini, Sleman kembali masuk daftar evaluasi oleh Arsip Nasional RI.




Kemarau Basah Menguntungkan Petani Ikan

Sleman – Kemarau basah yang terjadi saat ini memberikan keuntungan bagi para petani ikan. Petani ikan di wilayah Sleman merasa diuntungkan dengan datangnya musim kemarau basah.‬ Pasalnya, dengan kondisi air lebih berlimpah, pembudidayaan ikan bisa lebih optimal.‬ ‪Jika saat musim kemarau daya tahan hidup ikan hanya sekitar 30 persen, pada kemarau basah ini ikan justru berdaya tahan lebih dari 60 persen.‬

“‪Pertumbuhan ikan jadi lebih optimal dan lebih tahan penyakit dengan berlimpahnya air untuk hidup.‬ Kalau musim panas dan cenderung kering, airnya jadi sedikit dan ikan rentan penyakit,” kata Ketua Kelompok Tani Ikan Minaraya Kaliwaru Selomartani, Hartono, Rabu (10/8).

‪Menurut Hartono, dengan kondisi musim kemarau basah, kebutuhan air  jadi berkecukupan. Demikian juga suhu udara dalam kolam yang dirasanya pas untuk mendukung tumbuh kembang ikan.

‪Kondisi cuaca yang menguntungkan pembudidayaan ikan itu juga diikuti dengan harga ikan konsumsi yang terus melonjak.‬ Seperti harga ikan konsumsi jenis nila, kini harganya mencapai Rp 30 ribu per kg.‬

Menanggapi kondisi ini, Kepala Bidang Perikanan, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Sleman, Supramono mengatakan Sekarang, pasaran ikan nila relatif stabil dimana rata-rata harga perkilonya Rp 23-25 ribu.

Diakui Supramono, jika petani ikan sudah memiliki cukup pengalaman, kondisi ketahanan hidup budidaya ikan bisa ditingkatkan hingga 80 persen selama musim kemarau basah ini.‬ ‪Sedangkan saat musim kemarau kering, penyakut jamur rentan menyerang ikan budidaya.

‪Adapun target produksi ikan di Sleman tahun ini mencapai 44 ribu ton. Dari jumlah itu, 90 persen produksi ikan hanya diedarkan di Sleman sedangkan sisanya dipasarkan di luar Sleman.‬ Kawasan budidaya ikan antara lain di Moyudan, Minggir, Ngemplak dan Kalasan. Dan jenis ikan yang paling umum dibudidayakan adalah nila.