Bupati Ajak Masyarakat Realisasikan Gerakan Kerja Nyata

Bupati Sleman Terima Jabat TanganSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengajak masyarakat merealisasikan Gerakan Nasional Kerja Nyata dalam momentum peringatan 71 tahun Indonesia Merdeka  dengan berkontribusi dalam proses pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kerja nyata haruslah dilakukan dengan didasari oleh semangat kerja dan semangat perubahan menuju ke arah yang lebih baik lagi,” kata Sri Purnomo dalam resepsi kenegaraan di Pendopo Parasamya, Kamis (18/8) malam.

Menurut Sri Purnomo meskipun kemerdekaan telah diproklamirkan 71 tahun yang lalu, akan tetapi perjuangan belumlah usai. Dalam konteks kekinian, baik pemerintah maupun masyarakat masih harus berjuang untuk tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, dan kemasyarakatan yang lebih baik, baik untuk saat ini dan bahkan juga untuk masa yang datang.

“Tahun 2016 ini merupakan tahun pertama bagi Pemerintah Kabupaten Sleman, untuk melaksanakan pencapaian Visi Kabupaten Sleman. Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya Sistem e-Government menuju Smart Regency pada tahun 2021, melalui misi yang digariskan untuk pengembangan Kabupaten Sleman selama 5 tahun ke depan,” jelas Sri Purnomo.

Kedepannya layanan-layanan pemerintah daerah akan diintegrasikan dalam sebuah sistem, yang dapat secara mudah terpantau untuk memudahkan Pemkab Sleman dalam menemukan permasalahan dalam penyelenggaraan   pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Sistem layanan yang berbasis teknologi informasi dan sudah terintegrasi, diharapkan tidak saja mendukung terciptanya e-government, tetapi juga mendukung  pemerintah Kabupaten Sleman dalam menuju smart people, smart economy, smart mobility, smart environment, dan smart living menuju Sleman Smart Regency.

Sri Purnomo juga menyerahkan piagam dan beasiswa pada 36 Paskibraka Kabupaten Sleman yang telah selesai menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pada upacara 17 Agustus lalu.




PMI Sleman Raih Sertifikat Pemantapan Mutu

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sleman berhasil meraih sertifikat pemantapan mutu eksternal untuk pemeriksaan darah. Sertifikat ini diberikan oleh PMI Pusat setelah melakukan sampling produk darah di PMI Sleman. Hasilnya, dinyatakan sesuai standar yang telah ditetapkan. Sertifikat ini diberikan untuk pemeriksaan HBsAG, anti HCV, HIV, dan sipilis.

“Kami terus berupaya memperbarui peralatan, dan reagen. Contohnya alat yang tadinya hanya bisa menyediakan whole blood (darah utuh), sekarang sudah bisa diurai menjadi komponen,” kata Ketua PMI Sleman, dr Sunartono MKes, Kamis (18/8).

Dengan adanya produk komponen darah ini, masyarakat bisa mengambil manfaat. Pasalnya tidak setiap penderita membutuhkan whole blood. Dicontohkan pasien demam berdarah kadang hanya membutuhkan plasma darah, atau kasus penyakit tertentu yang cuma memerlukan trombosit. Jika dipaksakan mentransfusi darah utuh, justru bisa berdampak negatif karena menjadikan over volume.

“Penyediaan darah di tempat kami sudah bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dari sisi kualitas juga lebih bagus,” ujarnya.

Selain sertifikat pemantapan mutu eksternal, tahun ini PMI Sleman juga mendapatkan izin penyelenggaraan Unit Donor Darah (UDD), dan sertifikat penyelenggaraan Unit Transfusi Darah (UTD) dari pusat. Dari hasil audit eksternal tahun 2015 yang dilakukan oleh tim independen, PMI Sleman juga menyabet predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

Ditambahkan Sunartono, pihaknya terus berupaya menjaring pendonor terutama dari kalangan instansi pemerintah, dan perusahaan. Saat menyelenggarakan event, mereka diminta untuk mengagendakan kegiatan donor darah.

Sosialisasi juga dilakukan melalui jejaring Palang Merah Remaja (PMR), sekolah, dan organisasi sosial. Gencarnya promosi ini salah satunya karena dilatarbelakangi target pendonor yang belum tercapai yakni 1,2 persen dari total jumlah penduduk. Saat ini, baru sekitar 0,8 persen warga yang sudah menjadi pendonor tetap. Mayoritas merupakan usia produktif.

“Sejauh ini respon masyarakat cukup bagus setelah mengetahui manfaat donor,” imbuhnya.

Bahkan tidak jarang PMI sampai kewalahan melayani permintaan donor karena hanya memiliki satu unit mobil untuk layanan keliling. Namun demikian, Sunartono menegaskan pihaknya tidak akan menolak permintaan kegiatan donor darah. Jika jadwal sudah penuh, maka akan dilimpahkan ke jejaring di kabupaten lain.




Pemkab Sleman Dukung Pemeriksaan Dini Kanker‬

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah mencanangkan gerakan masyarakat hidup sehat (germas). Titik fokus gerakan ini salah satunya adalah deteksi dini penyakit tidak menular utamanya kanker leher rahim.‬

‪“Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam tindakan preventif maupun pengobatan dini kanker leher rahim. Apalagi penyakit ini sering kali tidak bergejala pada tahap awal,” kata Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes, Kamis (18/8).‬

‪Pemeriksaan ini diharapkan pula menjadi media sosialisasi bagi masyarakat, yang kebanyakan masih belum paham tentang deteksi dini kanker leher rahim. Saat ini seluruh  Puskesmas di Kabupaten Sleman mampu memberikan layanan pemeriksaan IVA sehingga masyarakat tidak harus ke rumah sakit untuk melakukan tes.‬

‪Dari angka yang kecil itu terdapat 13 wanita yang terindikasi calon kanker leher rahim atau 3,01 persen.

“Jika sudah diketahui indikasinya sejak awal, bisa segera diambil langkah tindak lanjut dan pencegahan agar tidak berkembang menjadi penyakit. Diharapkan adanya momen germas ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes.‬

‪Linda menambahkan, germas dimaksudkan sebagai upaya promotif dan preventif yang bertujuan untuk menurunkan beban penyakit. Disamping deteksi dini penyakit tidak menular, gerakan ini juga difokuskan pada peningkatan aktivitas fisik, serta konsumsi sayur dan buah.‬

‪Pencanangan germas diharapkan meningkatkan derajat kesehatan sekaligus mengubah gaya hidup dan perilaku masyarakat.