Warga Desa Sendangagung Gelar Merti Desa Ki Ageng Tunggul Wulung

Edan - EdananSleman – Warga Desa Sendangagung Minggir kembali menggelar kirab budaya merti desa Ki Ageng Tunggul Wulung, Jum’at (26/8). 

Kirab diawali dengan pengambilan air 7 sumber di sekitar wilayah Desa Sendangagung, kemudian air tersebut diarak dari Lapangan Sendangagung menuju rumah juru kunci makam Ki Ageng Tunggul Wulung.

Kepala Desa Sendangagung R. Heru Prasetya Wibawa, S.E mengatakan merti desa merupakan wujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan rejeki yang telah diberikan selama ini, dan sekaligus merupakan kesempatan bagi warga Desa Sendangagung untuk melestarikan budaya yang telah berjalan turun temurun.

Sesampainya di rumah juru kunci Ki Ageng Tunggul Wulung, acara kirab dilanjutkan dengan pembagian nasi takir atau nasi gudangan. Nasi takir merupakan wujud syukur atas berkah yang berkelimpahan dan dibagikan kepada seluruh pengunjung yang datang dalam acara kirab. Pada kesempatan tersebut dibagikan nasi takir sejumlah takir (bungkus).

Setelah pembagian nasi takir selesai, Tari Tayuban pun digelar untuk memeriahkan dan menghibur warga desa yang sendang berkumpul. “Dulu, Tayuban merupakan salah satu hiburan kegemaran Ki Ageng Tunggul Wulung,” kata Heru.

Peserta kirab dimeriahkan oleh 15 padukuhan di wilayah Desa Sendangagung. Dan, rangkaian Merti Desa Sendangagung diakhiri dengan pagelaran wayang yang dibawakan oleh dalang Ki Supangat dari Kulonprogo.




Di Kalasan Ditemukan 88 Kasus DBD dan 3 Orang Meninggal

Sleman – Masih banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Kalasan membuat Tim Kelompok Kerja Operasional  Demam Berdarah Dengue (Pokjanal DBD) kembali mengadakan gerakan Jumat bersih Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di  Padukuhan Pundung Klenggukan Desa Tirtomartani Kalasan, Jumat (26/8).

Tim ini terdiri dari gabungan personil  Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappeda, TNI dan Polri dan Desa serta jumantik Dusun. Camat Kalasan, Samsul Bachri menyampaikan bahwa dampak musim penghujan atau kemarau yang tidak menentu menyebabkan tumbuh kembangnya nyamuk meningkat, serta pola menjaga kebersihan lingkungan oleh  masyarakat belum maksimal.

Dikatakan Samsul, kasus DBD di Wilayah Kecamatan Kalasan sampai bulan Agustus  2016 ini tercatat mencapai 88 kasus DBD serta 3 orang meninggal dunia. Karena itu Samsul  berharap kepada setiap orang atau person bisa menjadi Pemberantas Sarang Nyamuk bagi dirinya maupun Kelurganya.

Tim pokjanal dalam melaksanakan Gerakan PSN di Padukuhan Pundung Desa Tirtomartani terbagi dalam 6 Kelompok, setiap kelompok terdiri 7 orang yang beranggotakan dari Kader Jumantik Padukuhan, Desa Kecamatan dan Kabupaten menjalankan pemeriksaan di rumah-rumah penduduk melihat langsung kamar mandi, kulkas, dispenser air minum, tempat minum burung dan lingkungan yang dimungkinkan untuk tumbuh kembangnya jentik.

Dari hasil pantuan 106 rumah warga didapatkan jentik pada 27 titik sehingga Angka Bebas Jentik (ABJ) di kawasan ini terbilang masih rendah yaitu 74,5 %. Tentu saja ini masih memungkinkan sekali untuk berkembangnya penyakit Demam Berdarah di daerah ini, terlebih lagi dalam monitoring Tim Jumantik banyak menjumpai jentik-jentik di bak mandi, ban bekas, dan botol bekas yang ada airnya.

Untuk itu warga diharapkan  melaksanakan bersih lingkungan setiap minggu, dan melakukan 3 M yaitu menguras, menutup dan mengubur barang bekas sehingga tidak ada genangan air yang terlihat, karena genangan air sedikitpun bisa untuk berkembang biak nyamuk Aedes Agepty penular demam berdarah.




Kampung Flory Diminati Wisatawan Minat Khusus‬

Sleman – Minat generasi muda terhadap bidang pertanian semakin menurun dari waktu ke waktu. Alasan inilah yang kemudian mendorong sejumlah anak muda di Pangukan, Tridadi, Sleman membentuk kelompok yang bergerak dalam bidang pertanian.‬

‪Meski bukan merambah langsung pertanian tanaman pangan, namun kelompok Taruna Tani Flory tersebut berhasil meyakinkan generasi muda bahwa sektor pertanian membawa keuntungan yang tak kalah dengan pekerjaan formal, bahkan melebihinya.‬

‪Bidikan utama mereka adalah pengembangan bibit tanaman hias dan buah-buahan yang masih ramai dicari khalayak.‬ Kampung Flory di Dusun Jugang Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman diminati wisatawan minat khusus yang ingin belajar tentang tanaman hias, perkebunan, dan pertanian.‬

‪”Sejak didirikan dua tahun lalu, minat masyarakat untuk berkunjung ke Kampung Flory terus meningkat, baik yang sekadar `refreshing` satu hari maupun yang ingin belajar,” kata pembina Kampung Flory Sudihartono, Jum’at (26/8).‬

‪Kampung Flori  ini juga rutin dikunjungi peserta magang dari berbagai daerah yang ingin belajar mengenai cara wirausaha di bidang agribisnis pertanian.‬

‪”Kami memiliki rencana menjadikan kawasan ini destinasi wisata edukatif. Berbagai sarana pendukung seperti taman edukatif, tanaman buah/bunga dalam pot (tabulampot), sayur mayur, dan tanaman obat keluarga sudah kami siapkan,” kata Sudihartono.‬

‪Keinginan menjadikan kawasan seluas dua hektar ini sebagai agrowisata tidak lepas dari rasa keprihatinan kelompok taruna tani yang mengelola usaha ini, karena ketertarikan generasi muda terhadap bidang pertanian terus berkurang.‬

‪”Kaum muda, terutama di daerah ini lebih memilih bekerja di sektor nonpertanian karena dirasa lebih menguntungkan dari segi pendapatan,” katanya.‬

‪Sudihartono mengatakan, sesungguhnya agribisnis bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan asalkan dikelola dengan baik. Terlebih kebutuhan tanaman hias dan “landscape” terus meningkat seiring maraknya pembangunan hotel, apartemen, taman kota, perumahan, wahana rekreasi, dan perkantoran.‬

‪”Selama ini, 80 persen kebutuhan taman dipasok dari luar DIY. Ini sebenarnya peluang bagi pelaku agribisnis lokal. Kami selama ini sering menerima order dari hotel dan instansi pemerintah untuk pembuatan taman kota,” katanya.‬

‪Sudihartono menambahkan tahun depan, kelompok tani Flory yang dikelola 20 anggota ini menargetkan menambah beberapa “nursery” (area persemaian bibit).‬ ‪Sekretaris Kelompok Taruna Tani Flory, Surono mengatakan kampung flori saat ini sudah dilengkapi  bangunan museum Omahe Pak Tani sebagai pendukung wisata edukatif yang bersinergi dengan usaha kuliner.

Kampung flory juga telah dilengkapi kolam bermain termasuk untuk terapi ikan dan tiga rumah limasan sebagai tempat pertemuan. Kampung flory memang ditata sebagai obyek wisaya edukasi pertanian supaya menarik generasi muda dan pelajar. Setiap bulannya, pengelola area pembudidayaan tanaman hias dan bibit buah yang berlokasi di kampung flori ini  mampu meraup omset hampir Rp 100 juta.




Sleman Kirim Misi Kebudayaan Ke Probolinggo

Sleman – Kabupaten Sleman akhir pekan ini  akan mengirimkan misi kebudayaan dalam rangka Hari Jadi Kota Probolinggo ke-269, yang dikemas dalam event Semipro ke-8 Tahun 2016 (Seminggu di Probolinggo). Kontingen Kabupaten Sleman akan diwakili oleh Bregada Prajurut Tradisional “Srikandi” dari Dusun Duwet Sendangadi Mlati Sleman.‬

‪Pengiriman misi kebudayaan ini selain untuk ikut menyemarakkan HUT Kota Probolinggo ke-269 juga dimaksudkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi seni budaya Kabupaten Sleman kepada masyarakat luas secara nasional maupun internasional.‬ ‪Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA mengungkapkan hal tersebut dikantornya, Jumat (26/8).

‪Endah menambahkan bahwa kontingen Kabupaten Sleman terdiri atas bregada prajurit wanita yang berjumlah 40 orang, 12 penari dan 9 pengrawit. Diharapkan melalui pengiriman misi kebudayaan ke luar daerah tersebut akan meningkatkan kerjasama antar daerah.

Dalam rangka untuk memajukan sektor pariwisata serta sekaligus untuk mendukung program-program keistimewaan DIY melalui optimalisasi pelestarian dan pemanfaatan potensi seni budaya yang memiliki nilai-nilai yang adiluhung. Selain itu juga sebagai ajang apresiasi bagi para pelaku dan pecinta seni budaya.‬

Dalam kesempatan tersebut Bregada Prajurit Tradisional “Srikandi” dari Dusun Duwet Sendangadi Mlati Sleman akan tampil dalam kirab budaya sepanjang 2 kilometer pada hari Minggu, 28 Agustus 2016 pukul  WIB di Kompleks Walikota Probolinggo Jawa Timur.

Selain mengikuti kirab budaya lanjut Endah, kontingen Kabupaten Sleman juga akan menampilkan display tarian di panggung kehormatan dengan tema “Derap Langkah Sembada”. Tarian ini menggambarkan semangat masyarakat Sleman dalam membangun bangsa. Sebagai penata tari Luvita, penata iringan Dani, dan penata busana Yuliana.