Pariwisata Jadi Program Unggulan dan Daya Ungkit Perekonomian

Sleman – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM mengatakan sekarang ini pariwisata telah menjadi program unggulan dan menjadi daya ungkit perekonomian.

“Untuk itu kami dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman siap menjalin kerjasama dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Sleman,” kata Ayu di Sleman, Jumat (16/9).

Salah satu contoh, dalam waktu dekat Disbudpar Sleman bersama PT Taman Wisata Canti (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko akan mengadakan Festival Ratu Boko.

Menurut Ayu, Festival Ratu Boko ini bisa menjadi even untuk mengenalkan candi Boko yang memiliki keindahan luar biasa dan sejarah yang menarik.

“Kami sangat mendukung even ini karena diberi kesempatan untuk menggelar seni dan dengan menampilkan kader-kader potensi lokal yg ada di Sleman. Bagi wisata di Sleman even ini bisa jadi luar biasa dan yang penting meningkatkan kunjungan wisatawan,” tutur Ayu.

Situs Keraton Ratu Boko yang berlokasi di Kecamatan Prambanan Sleman memang  belum terlalu dikenal di kalangan wisatawan.‬ Pamor objek wisata sejarah ini masih kalah jika dibandingkan Candi Prambanan yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer.

Untuk mengenalkan keberadaan situs itu, PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko selaku pengelola objek, cukup intens melakukan promosi.‬ ‪Direktur Pemasaran dan Kerjasama PT TWC, Ricky Siahaan mengakui promosi destinasi Ratu Boko masih perlu digenjot.

Terlebih, target kunjungan yang ditetapkan pemerintah di destinasi area Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar), jumlahnya tidak sedikit yakni 2 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.‬

‪Menurutnya, angka target yang tinggi itu bisa dicapai dengan mengoptimalkan potensi yang ada termasuk pihak pemangku kepentingan, dan pengelola destinasi.

“Perlu pula diperhatikan strategi untuk memudahkan wisatawan asing yang ingin berkunjung. Caranya dengan mengagendakan event rutin yang disesuaikan dengan pasar masing-masing negara,” katanya.‬***




Bupati Ajak Masyarakat Gerakkan Olahraga

DSC_0315 brsSleman – Senam massal dan jalan santai dalam rangka Hari Olah Raga  Nasional ke 33 tahun 2016 tingkat Kabupaten Sleman yang berlangsung di lapangan Denggung diikuti oleh PNS dilingkungan Pemkab Sleman dan siswa disekitar Kabupaten Sleman, Jumat (16/9).

Senam massal dan jalan santai diikui pula oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beserta Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo, juga Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes dan Kepala Desa Sendangadi Mlati Drs Damanhuri. Usai senam massal dilajutkan dengan jalan santai diikuti semua peserta senam yang dilepas oleh Bupati Sleman dengan pengibasan bendera.

DiselaI-sela acara jalan sehat, Sri Purnomo mengatakan bahwa untuk menjaga badan tetap bugar tidak perlu dengan biaya yang mahal, yang penting badan bergerak.

Menurut Sri Purnomo, olahraga apapun mulai dari olahraga rekreasi hingga olahraga untuk meraih prestasi dapat membuat tubuh tetap sehat, menjadi hobi yang menyenangkan, dan mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan.

“Olahraga memberikan kita kesehatan, kekuatan, kejujuran, dan kebanggaan. Di badan yang sehat akan terbentuk jiwa kuat,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa budaya berolahraga tidak dapat tumbuh secara instan tapi harus dimulai dari lingkungan terkecil sampai komunitas masyarakat yang lebih besar. Oleh karena itu, sangat diperlukan peran serta keluarga dengan menerapkan pola hidup aktif dalam aktivitas sehari-hari.

Secara institusional dukungan aktivitas dari aparatur pemerintahan mulai dari RT, RW, Desa sampai ketingkat Pemerintahan Kabupaten sangat diperlukan langkah nyata dalam menggerakkan, memfasilitasi, dan mengedukasi masyarakat kita agar memahami arti pentingnya berolahraga dalam kehidupannya sehari-hari.

Karena itu Sri Purnomo mengajak kepada seluruh aparatur sipil yang mengurusi bidang olahraga di Kabupaten Sleman untuk menggelorakan dan menyemarakkan “AYO OLAHRAGA” sampai lingkungan terkecil sehingga tercapai masyarakat yang sehat dan produktif.