Pemkab Sleman Sweeping Siswa Bolos Sekolah

Sleman – Untuk menertibkan siswa yang bolos sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam hal ini Dinas Pendidilkan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) melakukan sweeping siswa. Sweeping yang dilakukan Senin (26/9) melibatkan Disdikpora sebagai leadeng sektor, Polres Sleman, BNNK Sleman, Satpol PP, juga bagian Humas.
“Sweeping terbagi dalam tiga kelompok yaitu kelompok I dengan wilayah sasaran Kecamatan Kalasan, Prambanan dan Berbah, sedang kelompok II dengan sasaran Kecamatan Ngaglik, Ngemplak dan Cangkringan, dan kelompok III dengan lokasi Kecamataan Tempel, Turi dan Pakem,” kata Dra Sri Winarti, Kabag Humas Sleman, Senin (26/9).
Menurut Sri Winarti, dari tiga kelompok tersebut dengan menyusuri lokasi yang disinyalir sebagai tempat nongkrong siswa yang bolos ternyata tidak dijumpai. Hanya saja saat kelompok II dengan menyusuri lokasi sekitar stadion Maguwoharjo, monumen plataran, Obyek wisata Blue Legoon di wilayah Kecamatan Ngemplak juga tidak menjumpai siswa yang bolos sekolah.
Setelah menyusuri beberapa tempat tersebut, di toko kelontong di utara RM Morolejar tim sweeping menjumpai dua siswa sebuah SMK swasta di Pakem sedang berada di toko tersebut dengan alasan sudah pamit, tetapi saat ditanyakan surat izinnya tidak dapat menunjukkan.
Saat itu juga tim memberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya dengan membuat surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh siswa yang bersangkutan dan diketahui oleh Kepala Sekolah dan Orangtua, dan nantinya harus diserahkan ke kantor Disdikpora Sleman.
Sedangkan tim I mendapati 4 anak usia sekolah yang kedapatan mengkomsumsi minuman keras, karena tidak memakai identitas sekolah dan mengaku bukan pelajar maka penanganannya diambil alih oleh Polsek Prambanan.
Sementara kelompok III mendapati 6 siswa , 5 diantaranya dari sebuah SMA Swasta di Pakem berada diluar pada jam sekolah dan telah diberi peringatan, sedang 1 siswa dari sebuah MAN di wilayah Sleman utara kedapatan membawa obat ( kemungkinan obat terlarang) karena didapat secara illegal.

