Sleman Waspadai KLB DBD dan Virus Zika‬

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sudah mengeluarkan surat edaran Sleman untuk mewaspadai terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) dan virus zika. Kedua penyakit itu disebabkan dari nyamuk yang sama, yakni aedes aegepty. Apalagi sekarang ini jumlah penderita DBD di Sleman terus meningkat dibandingkan tahun lalu.‬

‪Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes mengatakan, jumlah kasus DBD di Sleman hingga awal September ini sudah mencapai 611 penderita. Sementara tahun 2015 lalu  hanya mencapai 520 penderita.

“Dengan adanya peningkatan kasus DBD tersebut, Sleman perlu mewaspadai KLB DBD dan virus zika,” kata Linda di Sleman, Jumat (2/9).‬

‪Guna mengantisipasi kasus DBD dan virus zika, Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan sudah membuat Surat edaran sejak beberapa waktu yang lalu.

“Apalagi sekarang ini sudah ada negara yang positif terkena virus zika. Sehingga kami meminta kepada masyarakat untuk waspada KLB DBD dan virus zika karena penyebabnya sama dari nyamuk aedes aegepty, ” kata Linda.

Untuk memberantas sarang nyamuk, Dinas Kesehatan Sleman setiap Jumat mengadakan kegiatan monitoring jentik. ‪Dan Jumat (2/9)  kegiatan pemantauan jentik dilakukan oleh Dinas Kesehatan, petugas Puskesmas Godean I dan satgas kader kesehatan andalan cilik (kancil) Puskesmas Godean I di Kragilan Sidoluhur Godean. Hasil pemantauan tersebut, angka bebas jentik 87, 15 persen, sedangkan idealnya 95 persen.‬

Ditambahkan Linda dalam rangka mencegah mencegah DBD dan virus zika adalah pemberian informasi yang benar tentang penyakit DBD dan virus zika. Khusus penyakit zika, petugas dari Dinas Kesehatan juga memberikan informasi tentang cara penularan, kelompok beresiko dan cara pencegahan penularan.




Sleman Tanam Pohon Buah Bersama ANZI di Cangkringan

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes bersama ANZI Pacific Forum VI dan Lions Clubs mengadakan penanaman 1000 pohon buah (Tree Planting) di Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan Sleman, Jumat (2/9). Pohon buah yang ditanam antara lain Manggis, Mangga Manalagi, Durian, Pala, Jambu Bol ditanam dalam acara tersebut. 

Kegiatan penanaman pohon yang mengangkat tema ‘Protect Our Environmet” tersebut,  dikatakan Ketua Panitia Tree Planting, Jono Koesmo merupakan rangkaian kegiatan ANZI dan Lions Club bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam upaya pelestarian lingkungan.

Acara tersebut menurut Jono juga  dihadiri perwakilan dari berbagai negara seperti Australia, New Zealand, India, Jepang, Indonesia, Malaysia, dan Amerika. Selain sebagai kegiatan pelestarian lingkungan, Jono menjelaskan bahwa dengan kegiatan  yang menghadirkan perwakilan dari negara asing tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Sleman.

“Jogja khususnya Sleman memiliki potensi wisata yang besar, kami berharap kegiatan ini juga dapat menarik minat wisatawan mancanegar,” kata Jono.

Sementara Sri Muslimatun menyampaikan bahwa sebagai Kabupaten yang terletak di bagian hulu, Kabupaten Sleman menjadi kawasan konservasi air bagi Kabupaten-Kabupaten setelahnya. Kualitas lingkungan hidup Kabupaten Sleman tidak hanya berdampak langsung bagi kualitas kehidupan Kabupaten Sleman sendiri namun juga berdampak bagi Kabupaten-kabupaten lainnya.

Untuk itu, Pemkab Sleman beserta seluruh komponen masyarakat memiliki tanggungjawab untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup secara keseluruhan.

Sri Muslimatun juga menyambut baik terlaksananya kegiatan ini, yang tentunya akan menjadi daya dukung bagi terwujudnya kelestarian alam dan lingkungan hidup di Kecamatan Cangkringan. Menurutnya melalui kegiatan penanaman pohon ini, maka fungsi pohon sebagai penahan laju air akan berimplikasi terhadap kuantitas air tanah yang dihasilkan, sehingga keberadaannya akan meningkatkan cadangan air tanah.

Disamping itu, manfaat secara ekologis, yakni dapat menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah, karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan menggerus bagian tanah yang subur. Selain itu keberadaannya juga dapat berfungsi dalam pelestarian keanekaragaman hayati.

Sri Muslimatun juga berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Sleman khususnya di Kecamatan Cangkringan.

Ditambahkan Sri Muslimatun,  Kabupaten Sleman terbuka untuk kegiatan CSR lainnya, seperti bedah rumah sebagai upaya meminimalisir kemiskinan di Kabupaten Sleman, konservasi lingkungan melalui pelepasan bibit ikan, dan lainnya.




Disbudpar Apresiasi Masyarakat Yang Pertahankan Tradisi

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Sleman yang masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat masyarakat setempat.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat masyarakat setempat. Hal ini tentunya menggambarkan kontribusi positif dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya melestarikan seni budaya lokal serta turut memperkuat jati diri masyarakat dalam konteks keistimewaan DIY,” kata Sekretaris Disbudpar Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA dikantornya, Jumat (2/9).

Menurut Endah, masyarakat di Sleman banyak memiliki tradisi yang sangat menarik untuk terus dilestarikan. Beberapa tradisi itu antara lain selain pentas seni juga ada tradisi Merti Dusun atau Merti Desa. Beberapa Dusun di Sleman sudah memiliki agenda Merti Dusun sehingga agenda tersebut bisa menarik wisatawan.

Seperti yang sedang berlangsung sekarang ini di Dusun  Tlacap – Grojogan Pandowoharjo Sleman yaitu  Merti Dusun selama sepekan lebih mulai 1 – 10 September 2016 di dusun setempat.

Dalam acara merti dusun ini segenap potensi yang ada ditampilkan, mulai dari kesenian rakyat, kesenian tradisional, aneka lomba, karawitan, pentas dolanan anak, upacara adat “Tedun”, upacara adat “Wiwit”, bahkan ada juga pemilihan Dimas Diajeng Desa Pandowoharjo serta pagelaran wayang kulit oleh dalang Bayu Sugati.

Demikian seperti diungkapkan oleh Ketua Panitia Merti Dusun Tlacap – Grojogan, Aditya Nur Salandri dikantor Disbudpar Sleman. Aditya menambahkan bahwa rangkaian kegiatan acara tersebut sudah dimulai sejak Kamis, 1 September 2016  berupa doa bersama dan tabur bunga sebagai kegiatan pembuka.

Sedangkan mulai Sabtu 3 September 2016 pukul WIB berupa Kirab Merti Dusun dan pembukaan acara serta pertunjukan kesenian rakyat Topeng Ireng Cahaya Rimba, Minggu 4 September 2016 pukul WIB Lomba Mewarnai Tingkat Anak di SDN Tlacap.

Kemudian pukul  WIB di Persawahan Timur Dusun berupa Upacara Adat “Tedun” dilanjutkan pada pukul WIB dengan pertunjukan jathilan Sureng Logo Toino.

Hari Selasa 6 September 2016 pukul WIB pertunjukan jathilan – reog Turonggo Seto Manding, Rabu 7 September 2016 pukul WIB penanaman pohon penghijauan, Kamis 8 September 2016 pukul WIB penyuluhan pertanian, Jumat 9 September 2016 pukul WIB di panggung utama berupa Konser Karawitan Sanggar Sasi Kirana dan Pemilihan Dimas Diajeng Desa Pandowoharjo

Sedangkan Sabtu 10 September 2016 pukul WIB merupakan malam puncak kesenian dengan berbagai atraksi yaitu pentas dolanan anak, pertunjukan tari Sanggar Putri Budaya Asri, pertunjukan kesenian Bregada Mego Ngampak, pementasan Ogoh-ogoh Sureng Logo, pentas kolaborasi antara wayang kulit, tarian api, kethoprak, bregada, ogoh-ogoh, dolanan anak yang dikemas oleh Dalang Ki Bayu Sugati dengan tajuk “Tlacap Sumunar”.




Desa Sumberagung Terima Bantuan Rumah Burung Hantu

Burung HantuSleman – Kepala Desa Sumberagung Kecamatan Moyudan Sleman, Drs Duljiman mengatakan kegiatan intensif pengendalian hama tikus sudah dilakukan oleh warga Sumberagung sejak 2012 karena sudah 11 kali gagal panen akibat terserang hama tikus.

“Saat ini areal sawah seluas 440 hektar selayaknya memerlukan rumah burung hantu (Rubuha) sebanyak 220 buah. Saat ini baru terbangun 153 buah akan tetapi sudah banyak yang rusak dan yang masih berfungsi hanya 63 buah,” kata Duljiman disela-sela penyerahan bantuan rubuha dari Mirota Kampus di Balai desa Sumberagung Moyudan, Kamis (1/9).

Menurut Duljiman, Desa melalui APBDes tahun 2016 juga menganggarkan 30 buah. Penyerahan bantuan 4 buah Rubuha ditandai dengan penandatangan Berita acara Ketua Gapoktan Desa Sumberagung Surajiyo dan GM Mirota Kampus Elisa Isnaryati, disaksikan Wakil Bupati, Camat Moyudan dan Kades Sumberagung.

Selanjutnya rombongan menuju bulak Krandon untuk menyaksikan Rubuha dan secara simbolis melepas burung Hantu Jenis Ciko Alba yang makanannya khusus tikus.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes mengatakan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sleman diupayakan untuk terus mampu memantapkan ketahanan pangan masyarakat, bahkan tetap mampu mewujudkan surplus pangan baik bahan pangan nabati maupun hewani.

Pada tahun 2015 produksi padi sawah meningkat dari 314 ribu ton menjadi 328 ribu ton atau naik 4,54% dibanding tahun 2014. Produksi tersebut dapat menghasilkan beras 207 ribu ton meningkat dari 198 ribu ton bila dibandingkan produksi tahun 2014.

“Surplus beras juga mengalami kenaikan  yaitu dari 108 ribu ton lebih tahun 2014 menjadi 115 ribu ton lebih di tahun 2015 atau naik sebesar 6,65%,” kata  Sri Muslimatun.

Dikatakan Sri Muslimatun dengan  bantuan rubuha yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan salah satu wujud kepedulian pihak swasta kepada petani yang patut untuk dicontoh oleh para pengusaha lainnya.

Sri Muslimatun berharap bantuan rubuha dapat bermanfaat dan berkontribusi dalam upaya pemberantasan hama tikus yang selama ini masih menjadi ancaman serius pada tanaman padi. Semoga dengan adanya rubuha-rubuha baru ini burung hantu di tempat ini semakin nyaman dan berkembangbiak semakin banyak sehingga dapat menekan perkembangan hama tikus.

Kepada para petani agar bantuan rubuha ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.




Banyak Kelompok Seni di Sleman Belum Terdaftar‬

Sleman – Kesadaran kelompok seni di Kabupaten Sleman untuk mendaftarkan diri ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, belum maksimal.‬ ‪Sampai saat ini masih banyak kelompok kesenian yang belum teregistrasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman.

Data terakhir, jumlah kelompok yang memiliki nomor induk baru 329 sedangkan lembaga budaya ada 75. Padahal jumlah di lapangan diperkirakan mencapai ribuan.‬

‪Menurut Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Sleman, Edy Winarya, tidak terdaftarnya sebagian besar kelompok itu dimungkinkan karena belum ada kesempatan.

“Mereka bukannya tidak mau. Hanya saja mungkin belum ada waktu dan kesempatan untuk mendaftar,” kata Edy di Sleman, Kamis (1/9).

‪Pihaknya lanjut Edy akan berupaya melakukan sosialisasi ke kelompok sekaligus memberikan fasilitasi kemudahan. Semisal dinas menyediakan contoh format surat permohonan nomor induk, dan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam bentuk softcopy.‬

‪Dengan demikian, kelompok lebih mudah membuat persyaratan. Adapun syarat pendaftaran diantaranya surat permohonan yang dilampiri AD/ART, serta struktur organisasi yang disahkan oleh dukuh, kepala desa, dan camat.‬

‪Sementara Sekretaris Disbudpar Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA menambahkan, salah satu upaya untuk mendukung kecamatan sebagai pusat pengembangan seni dan budaya melalui penyelenggaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Di Sleman, festival ini telah berlangsung selama tanggal 25-27 Agustus lalu.‬

‪“Penyelenggaraan festival kesenian ini juga dimaksudkan sebagai ajang pementasan, dan media kreativitas seniman lokal,” ujarnya.‬

‪Diharapkan kegiatan festival itu bisa memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan, dan pelestarian seni budaya daerah. Untuk lebih mendekatkan kesenian lokal kepada masyarakat, dalam FKY ditampilkan pawai potensi seni dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.