Pemkab Sleman Terus Genjot Sentra Industri Kecil

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus menggenjot sentra-sentra industri kecil yang berkembang diwilyah Sleman untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengukuhkan beberapa sentra industri UKM di Sleman.
“Pengukuhan Dusun sebagai sentra industri merupakan wujud komitmen Pemkab Sleman. Ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman No. 57 Tahun 2016 tentang Sentra Industri di Kabupaten Sleman Tahap II. Manfaatnya sangat besar, mampu mengurangi kemiskinan dan menyerap tenaga kerja. Warga jadi produktif dan bisa meningkatkan taraf ekonomi. Harus dipertahankan dan dikembangkan,’’ kata Dra Sri Winarti, Kabag Humas Sleman dikantornya, Jumat (7/10) terkait digencarkannya pengukuhan sentra-sentra industri kecil di Sleman akhir-akhir ini.
Menurut Sri Winarti beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Dra Hj Sri Muslimatun MKes juga telah mengukuhkan Dusun Brajan Desa Sendangagung Minggir Sleman sebagai sentra industri kerajinan bambu.
Dikatakan Sri Winarti, Sleman memang dikenal dengan potensi bambu yang melimpah. Sayangnya pemanfaatannya sebagai bahan baku produk kreatif belum maksimal. Sehingga diharapkan pemanfaatan potensi bambu untuk kepentingan ekonomi ditingkatkan.
“Karena itu, Wakil Bupati sangat mengapresiasi kreativitas warga Dusun Brajan. Di Brajan mayoritas warganya mampu mengembangkan bambu sebagai potensi ekonomi. Apalagi di Brajan juga sudah berjalan sistematis karena setiap warga memiliki showroom sendiri,’’ kata Sri Winarti
Sri Winarti menambahkan, Wakil Bupati juga menilai produk Dusun Brajan sudah layak ekspor. Diversifikasi produk sudah memenuhi syarat pasar. Selain itu kualitas dan kerapian penggarapan juga menjadi nilai lebih.
Bahkan Sri Muslimatun juga mengakui mendengar warga Brajan sudah ekspor tapi melalui tengkulak. Ke depan Pemkab akan mendorong agar mereka ekspor secara mandiri. Pemkab Sleman akan membantu melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman.
Sementara Kepala Dinas Perindustian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman, Drs Pustopo mengungkapkan persaingan ekonomi dalam MEA sangat terbuka. Setiap produk tentu harus memiliki kompetensi untuk bersaing secara bebas.
Selain itu juga untuk meningkatkan peran serta kelembagaan sentra dalam pemberdayaan ekonomi melalui sentra industri kecil. Menurutnya potensi kerajinan di Sleman sangat besar. Pada tahun 2015 Kabupaten Sleman telah mengukuhkan sepuluh sentra kerajinan.
“Sampai saat ini sudah dikukuhkan enam sentra termasuk Dusun Brajan. Akan digenjot terus untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka,” jelas Pustopo.
Sedang minggu lalu Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dan Asisten Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih MPd telah mengukuhkan sentra industri genteng di Godean dan Seyegan.