Pemkab Sleman Terus Genjot Sentra Industri Kecil

IMG_0690Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus menggenjot sentra-sentra industri kecil yang berkembang diwilyah Sleman untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengukuhkan beberapa sentra industri UKM di Sleman.

“Pengukuhan Dusun  sebagai sentra industri merupakan wujud komitmen Pemkab Sleman. Ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman No. 57 Tahun 2016 tentang Sentra Industri di Kabupaten Sleman Tahap II. Manfaatnya sangat besar, mampu mengurangi kemiskinan dan menyerap tenaga kerja. Warga  jadi produktif dan bisa meningkatkan taraf ekonomi. Harus dipertahankan dan dikembangkan,’’ kata Dra Sri Winarti, Kabag Humas Sleman dikantornya, Jumat (7/10) terkait digencarkannya pengukuhan sentra-sentra industri kecil di Sleman akhir-akhir ini.

Menurut Sri Winarti beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Dra Hj Sri Muslimatun MKes juga telah mengukuhkan Dusun Brajan Desa Sendangagung Minggir Sleman sebagai sentra industri kerajinan bambu.

Dikatakan Sri Winarti, Sleman memang dikenal dengan potensi bambu yang melimpah. Sayangnya pemanfaatannya sebagai bahan baku produk kreatif belum maksimal. Sehingga diharapkan pemanfaatan potensi bambu untuk kepentingan ekonomi ditingkatkan.

“Karena itu, Wakil Bupati sangat mengapresiasi kreativitas warga Dusun Brajan. Di Brajan mayoritas warganya mampu mengembangkan bambu sebagai potensi ekonomi. Apalagi di Brajan juga sudah berjalan sistematis karena setiap warga memiliki showroom sendiri,’’ kata Sri Winarti

Sri Winarti menambahkan, Wakil Bupati juga  menilai produk Dusun Brajan sudah layak ekspor. Diversifikasi produk sudah memenuhi syarat pasar. Selain itu kualitas dan kerapian penggarapan juga menjadi nilai lebih.

Bahkan Sri Muslimatun juga mengakui mendengar warga Brajan sudah ekspor tapi melalui tengkulak. Ke depan Pemkab akan mendorong agar mereka ekspor secara mandiri. Pemkab Sleman akan membantu melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sleman.

Sementara Kepala Dinas Perindustian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman, Drs Pustopo mengungkapkan persaingan ekonomi dalam MEA sangat terbuka. Setiap produk tentu harus memiliki kompetensi untuk bersaing secara bebas.

Selain itu juga untuk meningkatkan peran serta kelembagaan sentra dalam pemberdayaan ekonomi melalui sentra industri kecil. Menurutnya potensi kerajinan di Sleman sangat besar. Pada tahun 2015 Kabupaten Sleman telah mengukuhkan sepuluh sentra kerajinan.

“Sampai saat ini sudah dikukuhkan enam sentra termasuk Dusun Brajan. Akan digenjot terus untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka,” jelas Pustopo.

Sedang minggu lalu Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dan Asisten Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih MPd telah mengukuhkan sentra industri genteng di Godean dan Seyegan.




Disbudpar Gelar Lomba Mendongeng Bahasa Jawa

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman akan menggelar Lomba Mendongeng Bahasa Jawa yang diperuntukkan bagi guru PAUD/TK/SD/MI dan siswa SD/MI pada hari Sabtu-Minggu 29-30 Oktober 2016 di Museum Gunungapi Merapi (MGM) Jl. Boyong Pakem Sleman. Demikian disampaikan Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Jumat (7/10).

Ayu menambahkan bahwa Lomba Mendongeng Bahasa Jawa tersebut dimaksudkan sebagai salah satu wahana untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan kembali Bahasa dan Sastra Jawa yang pada saat ini dirasa kurang diminati dan kurang diperhatikan. Padahal Bahasa dan Sastra Jawa memiliki peran yang penting untuk menginternalisasikan pola sikap, pola perilaku dan nilai-nilai budaya “ketimuran” yang mengedepankan pada sikap sopan santun dan unggah ungguh yang bermartabat.

“Diharapkan melalui Lomba Mendongeng Bahasa Jawa ini kedepan masyarakat khususnya dikalangan pendidikan dasar dapat lebih memiliki sikap “handarbeni” terhadap kekayaan yang tak ternilai harganya, untuk kemudian meningkatkan kesadaran dalam melestarikan dan memanfaatkan Bahasa Jawa dalam pergaulan sehari-hari,” kata Ayu.

Diharapkan pula mendongeng bahasa Jawa tidak hanya sebatas dilaksanakan untuk mengikuti lomba semata akan tetapi budaya mendongeng lebih dapat menjadi kebiasaan dalam tataran keluarga untuk memberikan keteladanan kepada anak-anak.

Bahkan diera sekarang ini pembelajaran bahasa dan budaya Jawa dapat dikembangkan melalui sarana tehnologi informasi sehingga lebih mudah untuk mendekatkan kepada komunitas anak dan siswa khususnya siswa SD/MI. Sehingga hal-hal tersebut akan turut memberikan kontribusi nyata untuk merealisasikan dan memperkuat keistimewaan DIY.

Pendaftaran peserta dibuka hingga 21 Oktober 2016 di kantor Disbudpar  Sleman. Lomba akan dilaksanakan pada Sabtu 29 Oktober 2016 pukul WIB untuk kategori siswa SD/MI dan Minggu 30 Oktober 2016 pukul  WIB untuk kategori Guru PAUD/TK/SD/MI di Jogja Bay Waterpark Depok Sleman.

Adapun ketentuan lomba kategori siswa SD/MI adalah  peserta merupakan pelajar SD/MI se-KabupatenSleman, setiap sekolah hanya mengirimkan maksimal 2 orang peserta dengan 1  guru pendamping, materi dongeng bebas dengan tema binatang (fabel), naskah dikumpulkan saat mendaftar atau dapat dikirim via email ke disbudparsleman@, durasi mendongeng selama 10 menit.

Sedangkan untuk kategori guru PAUD/TK/SD/MI dengan ketentuan berasal dari guru  PAUD/TK/SD/MI di Kabupaten Sleman, setiap sekolah hanya boleh mengirimkan 1 orang peserta, tiap peserta menyerahkan 1  karya dongeng dengan tema “Upacara Adat dan Tradisi Budaya di Kabupaten Sleman”, naskah merupakan karya sendiri (asli) yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.

Dan, naskah tidak mengandung unsur SARA, naskah diserahkan kepada panitia saat pendaftaran atau dikirim via email ke disbudparsleman@, naskah yang dilombakan menjadi milik panitia dan panitia berhak mempublikasikan kedalam bentuk apapun sesuai dengan program pendidikan dan kebudayaan, alokasi waktu mendongeng 10 menit.

Aspek yang dinilai untuk kedua kategori tersebut meliputi penampilan, kesesuaian tema, ide/ gagasan, teknik mendongeng dan kreativitas. Hadiah diberikan kepada 5 pemenang dimasing-masing kategori berupa tropy, sertifikat dan uang pembinaan.