Wabup Pimpin Manasik Haji Kecil

DSC_8892br 2Sleman – Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes memimpin anak-anak TK/RA Masyithoh se Kabupaten Sleman untuk melaksanakan manasik haji kecil dengan memasuki terowongan mina, lempar jumroh serta mengelilingi Ka’bah, dilapangan Denggung Sleman, Sabtu (8/10). Manasik haji kecil ini diikuti oleh 1481 anak, dari 30 TK dan 11 PAUD, 11 pendamping dan 160 guru serta kebanyakan anak-anak didampingi orangtua yang juga ikut melaksanakan manasik haji dengan kesemuanya berpakaian putih-putih.

Dra Hj Karyati Kamal selaku Ketua Panitia mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan sejak dini kepada anak-anak tentang ibadah haji sehingga dapat termemori  kelak untuk dapat menunaikan ibadah haji. Selama ini teori tentang ibadah haji dan manfaatnya telah diajarkan didalam kelas dan inilah saatnya anak-anak untuk melaksanakan prakteknya.

Dikatakan  Karyati, kejgiatan ini juga dimaksudkan untuk menanamkan sejak dini kepada anak untuk senantiasa melaksanakan rukun Iman dan Rukun Islam sehingga menjadi muslim yang sejati.

“Melaksanakan haji tidak harus menunggu tua anak-anak muda pun bisa melaksanakan haji bila orangtuanya memang sudah mampu, hal ini akan sangat bagus menjadi benteng yang kuat terhadap keimanan anak-anak muda,” tutur Karyati.

Sementara  Sri Muslimatun MKes menyambut baik kegiatan yang dilakukan TK/RA Masyithoh yang dapat melaksanakan manasik haji kecil harapannya kegiatan ini dapat memupuk iman dan taqwa anak-anak sejak dini sekaligus sebagai ajang silaturahmi bagi anak-anak, guru serta orangtua. Karena ditempat ini dapat bertemu dan berkumpul ribuan anak dan orangtua serta para pengasuh untuk dapat saling tukar menukar informasi dan pengalaman masing-masing.

Sri Muslimatun juga berpesan kepada para pengasuh disekolah untuk dapat membimbing dan mengajarkan kepada anak-anak tentang budi pekerti yang luhur serta memberikan pelajaran secara tegas mana perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk, sehingga anak anak dapat membedakan dan melakukan yang baik dan meninggalkan perbuatan yang buruk. Bila dirumah Sri Muslimatun menitipkan kepada keluarga terutama para ibu yang setiap hari mengasuh anak-anak dan menjadi kunci kesuksesan anak.




Bupati Sleman Turut Meriahkan Kirab Upacara Adat Suran Mbah Demang

IMG_9982Sleman – Kirab Upacara Adat Mbah Demang kembali digelar oleh warga Desa Banyuraden, Gamping, Sleman pada Sabtu (8/10) atau setiap tanggal 8 Sura sesuai kalender Jawa tiap tahunnya. Kirab dimulai dari Balai Desa Banyuraden melewati Jalan Godean dan berakhir dikediaman Mbah Demang Condrodikromo. 

Kirab dimeriahkan 18 bregada dari seluruh padukuhan se Kecamatan Gamping. Turut dikirab aneka gunungan hasil bumi. Bupati Sri Purnomo beserta istri tampak hadir demgan mengendarai andong.

Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, mengatakan melalui kegiatan ini juga mampu nyengkuyung keistimewaan DIY. Apalagi Upacara Adat Suran Mbah Demang ini sudah menjadi warisan budaya tak benda yang ditetapkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Harapannya ke depan nilai kegiatan ini bisa diserap masyarakat sebagai bekal hidup bermasyarakat dan acara ini menjadi agenda wisata unggulan, Sabtu (8/10).

Pemangku Adat Sanggar Widya Pramono, Murdianto Murda Puspita mengatakan kegiatan rutin tahunan ini sebagai wujud menghormati jasa Mbah Demang Cokrodikromo yang begitu besar, khususnya bagi masyarakat di Desa Banyuraden.

Demang Condrodikromo sendiri ketika remaja bernama Asrah. Asrah mendapat perintah dari seorang demang untuk bertapa. Pertapaan selama sebulan sebagai bentuk laku prihatin bagi Asrah untuk menghilangkan sifat nakal dikala remaja.

Dalam laku prihatin itu, Asrah bertemu dengan figur-figur bijak yang mengajarinya tentang kesejatian hidup. Usai bertapa,  Asrah tumbuh menjelma menjadi seorang yang sakti. Dia lantas diangkat menjadi mandor di perkebunan tebu. Selanjutnya naik pangkat menjadi demang pabrik gula di daerah Demak Ijo, Gamping. Dari situ Asrah berganti nama menjadi Demang Cokrodikromo.***