Desa Widodomartani Gelar Bedah Buku Kiat Sukses Budidaya Ikan Nila

IMG_6152Sleman – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY (BPAD DIY)  bekerjasama dengan Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman dan Perpustakaan Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Sleman menyelenggarakan bedah buku dengan judul Kiat Sukses Budidaya Ikan Nila di Balai Desa Widodomartani Ngemplak, Selasa (25/10).

Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo SH MM  menyampaikan bahwa melalui bedah buku akan mendekatkan buku langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dan memudahkan penyebaran informasi.

“Melalui bedah buku ini masyarakat akan mendapatkan informasi secara langsung oleh narasumber yang kompeten, dan  buku tersebut dapat diperoleh di Perpustakaan desa. Sehingga perpustakaan desa menjadi  wahana bagi masyarakat dalam pengembangan dan pemberdayaan kreatifitas dan karya masyarakat,” kata Wibowo.

Bedah Buku dengan judul Kiat sukses budidaya ikan nila ini dihadiri oleh sebagian besar komunitas dari Desa Widodomartani yang terdiri dari Kelompok Petani Ikan, Gapoktan, Perpustakaan desa, dusun, pendongeng, GPMB Kab/kec di Sleman, BPAD dan KPD Kabupaten Sleman dan Pemerintah Desa Widodomartani.

Narasumber bedah buku adalah Dr Suwarman Partosuwiryo APi MM (Penulis buku) dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dengan Pembedah R Widyo Satriyo APi dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman dan Kepala Desa Heruyono ST.

Pada saat yang bersamaan diserahkan  juga SK pada 6 Perpustakaan Padukuhan di desa Widodomartani oleh Kepala Desa Widodomartani dan pemberian buku buku terbitan BPAD DIY dari penerbit Citra Aji Parama yang  menerbitkan buku yang dibedah.




Pemkab Kembali Serahkan Bantuan untuk Sertifikat HKI

Sleman – Kabupaten Sleman tahun 2016 ini kembali memberi bantuan penerbitan sertifikasi HKI (Hak Kekayaan Intelektual) kepada pelaku usaha/UMKM di Kabupaten Sleman. Total yang mendapat bantuan berupa pendampingan dan biaya penerbitan sertifikasi tersebut sebanyak 36 pelaku usaha/penerbitan merek.

Ke 36 tersebut berupa 25 penerbitan Merek, 9 Hak Cipta, 1 Hak Paten. Kepala Bagian Perekonomian, Ir CC  Ambarwati MM mengatakan hal tersebut usai – memberikan pengarahan pada pelaku usaha yang mendapat bantuan penerbitan Sertifikasi di ruang rapat Sekda B, Selasa (25/10).

Menurut Ambarwati bantuan berupa pendampingan dan biaya tersebut dimaksudkan agar produk yang dihasilkan tersebut mempunyai kekuatan dan kepastian hukum sebagai perlindungan terhadap Merek. Bantuan untuk penerbitan Merek masing-masing sebesar Rp 1 juta untuk 25 Merek, sedang bantuan untuk sertifikasi Hak Cipta  antara Rp ,- sampai Rp ,- kepada 9 hasil karya berupa karya tulis/buku maupun hasil Tari.

Sementara untuk  bantuan Hak Paten kepada  SMK Diponegoro Sambego Maguwoharjo Depok berupa  Motor Anti Begal  mendapat bantuan biaya Rp 6,3 juta dan bantuan untuk sertifikasi Hak Paten Sederhana kepada Suryadi berupa Mediokres mendapat bantuan sebesar Rp 4,6 juta.




Produksi Daging Sapi Di Sleman Mengalami Surplus

IMG_9924Sleman – Perkembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Sleman sudah semakin menggembirakan.

“Saat ini hasil produksi daging sapi dari peternak di Sleman sudah surplus atau melebihi kebutuhan konsumsi daging sapi Sleman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan daging sapi Sleman hanya mencapai 302 ton,” kata Wakil Bupati Sleman, Drs H Sri Muslimatun MKes ketika menghadiri Tasyakuran Panen Pedet dan Sarasehan Ternak Sapi Potong, Kelompok Ternak Sapi ‘Mergo Andhini Makmur’ di Dusun Bolu, Margokaton Kecamatan Seyegan, Selasa (25/10).

Menurut Sri Muslimatun saat ini terdapat 521 kelompok ternak sapi potong di Kabupaten Sleman, dengan jumlah peternak lebih dari orang. Sedangkan jumlah sapi potong yang diternakkan di Kabupaten Sleman lebih dari ekor.

“Peternakan sapi potong di Sleman pada tahun 2015 berhasil memproduksi daging sapi lebih dari ton. Sementara  pada tahun 2016 sampai bulan September  produksi daging sapi Sleman sudah mencapai lebih dari ton sehingga saya yakin produksi tahun 2016 akan meningkat dibandingkan dengan tahun 2015,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun berharap kondisi suplus daging sapi tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga Sleman dapat menjadi lumbung daging sapi bagi daerah lain. Banyak program-program pemerintah yang dilaksanakan untuk mendukung peternakan sapi potong di Sleman.

Program-program itu diantaranya melalui kegiatan pengembangan budidaya sapi potong, penguatan pakan induk sapi potong, penguatan pakan sapi penggemukan, inseminasi buatan, penguatan betina produktif dan lain-lain.

“Saya berharap program dan kegiatan pemerintah untuk mendukung peternakan sapi potong benar-benar bermanfaat dan  dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peternak,” tutur Sri Muslimatun.

Pada acara panen pedet tersebut kelompok ternak Mergo Andhini Makmur juga mengalami peningkatan produksi ternak. Paniman Siswosudarsono, selaku ketua kelompok menyampaikan bahwa saat ini kelompoknya memiliki 59 ekor sapi terdiri dari 40 ekor induk, 11 pedet jantan dan 8 ekor pedet betina ditambah 13 pedet yang lahir di 2016. Jumlah produksi ternak tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan 9 ekor pedet.

“Tasyukuran ini sebagai wujud rasa syukur warga atas peningkatan hasil ternak. Saat ini masih ada 10 ekor sapi induk yang sedang bunting, saya berharap kedepan produksi ternak kami akan terus meningkat,” ungkap Paniman.***




Masyarakat Dekat Aliran Sungai Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sleman – Masyarakat di dekat aliran sungai yang berhulu dari Gunung Merapi diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi. Begitu juga masyarakat di kawasan perbukitan yang rawan longsor. Saat hujan turun harus lebih waspada.‬

“Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan juga terkait penetapan Bupati Sleman,  jika selama 40 hari kedepan sejak 21 Oktober 2016 Sleman siaga darurat banjir dan longsor‬,” kata Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Selasa(25/10).

Dikatakan Makwan melalui  Keputusan Bupati Sleman Nomor 64/ tentang Status Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor Bupati tersebut masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan ancaman bencana banjir maupun tanah longsor.‬

Keputusan Bupati Sleman tersebut juga untuk menyikapi datangnya musim hujan dan sebagai antisipasi cuaca ekstrem sehingga dipandang perlu menaikkan status kewaspadaan wilayah setempat ke status siaga darurat banjir dan tanah longsor.‬

‪Selain itu Makwan juga mengingatkan  para penambang pasir liar di sungai berhulu Gunung Merapi juga  meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bencana banjir di hulu sungai Merapi dan tanah longsor.‬ Dalam SK tersebut juga disebutkan wilayah Sleman yang rawan banjir dan longsor adalah Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan dan Prambanan

‪”Masih banyak penambangan yang ada di sekitar aliran sungai di lereng Merapi, kami imbau untuk berhati-hati,” kata Makwan.‬

Makwan mengatakan, penambangan pasir tersebut tersebar di beberapa aliran sungai, seperti Sungai Kuning, Gendol, dan Opak.‬

‪”Bahayanya ketika curah hujan tinggi, menyebabkan banjir. “Kemudian, air hujan membebani tanah di tebing sungai yang labil. Bisa berakibat terjadinya longsor. Karena beban air berat menyebabkan longsor di tebing-tebing sungai,” katanya.‬

‪Warga Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Badi mengatakan penambangan di lereng Merapi tidak hanya memakai manual saja. Namun, alat berat pun sekarang sudah mulai muncul kembali.‬

“Kami hanya ingin agar ada penataaan. Supaya tidak terjadi dampak berkepanjangan. Pemulihannya akibat penambangan ini juga nanti bagaimana,” katanya.