Masih Banyak Usaha Mikro Yang Belum Tersentuh Perbankan

Sleman – Usaha mikro kecil banyak berkembang di Kabupaten Sleman. Namun keberadaan usaha mikro kecil ini kebanyakan belum tersentuh perbankan dalam permodalannya. Melihat hal seperti ini Bank Sleman berkomitmen membantu usaha mikro kecil yang selama ini belum tersentuh perbankan.
“Di Sleman usaha mikro kecil ini jumlahnya sangat banyak dan perlu dibantu untuk mengangkat produk-produk lokal. Kalau usaha dalam skala besar, itu sudah menjadi segmennya bank-bank besar. Kami lebih suka membantu usaha-usaha mikro yang selama ini kesulitan mendapat akses perbankan,” kata Dirut PD BPR Bank Sleman, Muh Sigit di sela-sela kunjungan ke usaha mikro di Sleman, pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut melihat usaha pembuatan kerajinan aksesoris kuda di Ngawen Sidokarto Godean dan usaha anyaman mendong di Dusun Plembon Sendangsari Minggir.
Dikatakan Sigit, usaha kecil mikro di Sleman jumlahnya mencapai lebih dari 26 ribu unit usaha mikro. Namun yang tersentuh perbankan belum ada separohnya. Hal ini bisa terjadi karena mereka sulit mengakses perbankan. Salah satunya terkendala segala macam perizinan, seperti izin usaha dan tidak adanya jaminan kredit.
“Kami memberi solusi dengan memberi kredit khusus dari Bank Sleman yang tidak mensyaratkan banyak perizinan dan jaminan. Para pelaku usaha mikro itu mendapat kredit Rp 1 juta saja sudah bersyukur dan bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Untuk itulah Bank Sleman hadir dan membantu mereka,” tutur Sigit.
Diungkapkan Sigit, Bank Sleman sudah menyalurkan kredit untuk usaha mikro dan kecil menengah sekitar Rp 486 miliar. Kredit tersebut diberikan tidak hanya untuk usaha yang sudah punya izin usaha, tetapi diberikan untuk pelaku usaha yan tak berizin usaha cukup surat keterangan dari desa.
“Dan alhamdulillah, kredit macet dari dana yang kami salurkan tersebeut masih di bawah 1 persen,” kata Sigit.
Hal itu dibenarkan oleh Dwiyanto yang menekuni usaha mendong di Minggir. Melalui kredit murah dari Bank Sleman, produk kerajinan mendong di Dusun Plembon Sendangsari tersebut semakin eksis dan diminati pembeli dari Jerman dan Jepang.

