Masih Banyak Usaha Mikro Yang Belum Tersentuh Perbankan

IMG_9906Sleman – Usaha mikro kecil banyak berkembang di Kabupaten Sleman. Namun keberadaan usaha mikro kecil ini kebanyakan belum tersentuh perbankan dalam permodalannya. Melihat hal seperti ini Bank Sleman berkomitmen membantu usaha mikro kecil yang selama ini belum tersentuh perbankan.

“Di Sleman usaha mikro kecil ini jumlahnya sangat banyak dan perlu dibantu untuk mengangkat produk-produk lokal. Kalau usaha dalam skala besar, itu sudah menjadi segmennya bank-bank besar. Kami lebih suka membantu usaha-usaha mikro yang selama ini kesulitan mendapat akses perbankan,” kata  Dirut PD BPR Bank Sleman, Muh Sigit di sela-sela kunjungan  ke usaha mikro di Sleman, pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut melihat usaha pembuatan kerajinan aksesoris kuda di Ngawen Sidokarto Godean dan usaha anyaman mendong di Dusun Plembon Sendangsari Minggir.

Dikatakan Sigit, usaha kecil mikro di Sleman jumlahnya mencapai lebih dari 26 ribu unit usaha mikro. Namun yang tersentuh perbankan belum ada separohnya. Hal ini bisa terjadi karena mereka sulit mengakses perbankan. Salah satunya terkendala segala macam perizinan, seperti izin usaha dan tidak adanya jaminan kredit.

“Kami memberi solusi dengan memberi kredit khusus dari Bank Sleman yang tidak mensyaratkan banyak perizinan dan jaminan. Para pelaku usaha mikro itu mendapat kredit Rp 1 juta saja sudah bersyukur dan bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Untuk itulah Bank Sleman hadir dan membantu mereka,” tutur Sigit.

Diungkapkan Sigit, Bank Sleman sudah menyalurkan kredit untuk usaha mikro dan kecil menengah sekitar Rp 486 miliar. Kredit tersebut diberikan tidak hanya untuk usaha yang sudah punya izin usaha, tetapi diberikan untuk pelaku usaha yan tak berizin usaha cukup surat keterangan dari desa.

“Dan alhamdulillah, kredit macet dari dana yang kami salurkan tersebeut masih di bawah 1 persen,” kata Sigit.

Hal itu dibenarkan oleh Dwiyanto yang menekuni usaha mendong di Minggir. Melalui kredit murah dari Bank Sleman, produk kerajinan mendong di Dusun Plembon Sendangsari tersebut semakin eksis dan diminati pembeli dari Jerman dan Jepang.




Pemkab Sosialisasi Satu Juta Domain Gratis

IMG_9964Sleman – Pemberian domain gratis bagi komunitas dan UKM di Kabupaten Sleman oleh Kemenkominfo RI mendapat apresiasi Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI.

Dalam sosialisasi satu juta domain gratis yang diselenggarakan, Selasa (4/10) di The Sahid Rich Hotel, Sri Purnomo menyampaikan bahwa di era teknologi informasi yang berkembang pesat, program tersebut tentunya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mempublikasikan usaha sehingga mendorong pergerakan ekonomi local ke arah yang lebih baik.

Dalam Visi Kabupaten Sleman 2016-2021, peningkatan aplikasi dan integrasi system e-Government merupakan salah satu poin penting yang terus digalakkan di berbagai bidang. “Tugas tersebut tidak mudah mengingat perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat tidak dapat dijangkau semua lapisan masyarakat,” kata Sri Purnomo.

Hal tersebut lanjut Sri Purnomo, membawa konsekuensi bagi pemerintah untuk memberikan kemudahan akses teknologi informasi bagi masyarakat. Program Satu Juta Domain Gratis tersebut menjadi solusi untuk mendorong pertumbuhan e-commerce local, menumbuhkan konten positif dalam negeri sekaligus melokalisir akses internet dalam negeri. Mempercepat akses internet serta mewujudkan akses internet yang lebih terjangkau.

Disampaikan pula bahwa Data domain yang telah terdaftar dalam program satu juta domain hingga hari ini baru mencapai domain dari total target sebesar domain di DIY.

Sri Purnomo berharap melalui sosialisasi ini dapat memacu masyarakat Sleman yang memiliki usaha kecil untuk segera mendaftarkan diri untuk memiliki domainnya. Terlebih saat ini tuntutan kemudahan transaksi online menjadi syarat wajib bisnis e-commerce. Kepada seluruh peserta sosialisasi Sri Purnomo berharap, peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkup komunitas.

“Sosialisasi program ini tidak hanya berhenti disini namun harus kembali disebarluaskan oleh masing-masing peserta sehingga dapat mengundang lebih banyak pengguna domain ‘.id’ (baca: dot id),” katanya.

Namun yang perlu digarisbawahi adalah upaya maintenance domain itu sendiri. Banyak pengguna web yang hanya bersemangat di awal pembuatan domain namun justru lupa memperbaharui konten domain sehingga tidak menarik user untuk mengakses domain tersebut.

Terkait hal tersebut, Sri Purnomo minta kepada dinas terkait untuk mengawal proses ini dengan membekali dan meningkatkan kemampuan para pengguna domain serta secara berkala melakukan evaluasi sehingga domain-domain yang telah terdaftar dapat terus berkembang dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Sleman.

Sedangkan Kepala Dinas Hubkominfo Kabupaten Sleman Drs Agoes Soesilo Endiyarto SE mengatakan bahwa  peserta sosialisasi sebanyak 200 orang yang terdiri dari Desa se Kabupaten Sleman, UKM, Sekolah dan komunitas pelaku pariwisata.




Festival Anggrek Tricolor Digelar di Sleman

Sleman – Kabupaten Sleman merupakan kawasan wilayah dilereng Gunung Merapi yang memiliki potensi dan kecocokan lahan untuk budidaya anggrek. Namun pada saat ini anggrek Tricolor khususnya Tricolor Merapi dinilai semakin langka.

Untuk mengantisipasi keprihatinan tersebut Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DIY dan Fakultas Biologi UGM didukung Pemkab Sleman menyelenggarakan Festival Vanda Tricolor Var Suavis.

Demikian diungkapkan  Ketua Panitia Festival Vanda Tricolor, Ir Kadarso MS ketika melakukan  koordinasi persiapan acara tersebut di Taman Anggrek Tiri Orchids Jl Boyong Harjobinangun Pakem Sleman, Selasa (4/10).

Kadarso menambahkan bahwa Festival Anggrek Tricolor tersebut selain dimaksudkan untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan tanaman anggrek Vanda Tricolor juga untuk meningkatkan apresiasi terhadap tanaman anggrek secara umum. Festival akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 Oktober 2016 di Taman Anggrek Tiri Orchids. Peserta terbuka untuk umum dari berbagai daerah.

Selain itu panitia juga menggelar pameran dan bursa anggrek, demo merangkai anggrek Vanda Tricolor, dan pelatihan budidaya anggrek. Peserta yang dinyatakan sebagai pemenang akan memperoleh sertifikat dan bantuan stimulan pemeliharaan.

Bagi calon peserta festival ini diharapkan untuk mengirimkan tanaman anggrek yang difestivalkan paling lambat pada tanggal 13 Oktober 2016 di Taman Anggrek Tiri Orchids Sleman.

Sementara Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA mengatakan bahwa Festival Anggrek Tricolor ini merupakan event yang strategis yang diharapkan dapat mendukung kepariwisataan daerah.

Oleh karenanya diharapkan event ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, sehingga menjadi event pariwisata yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh masyarakat umum dari berbagai daerah.

Diharapkan para peserta selain nantinya mengikuti event festival anggrek ini juga sekaligus dapat mengeksplore destinasi lain dikawasan lereng Merapi dan destinasi lain di Jogja secara umum.




‪Wisata Tebing Breksi Tetap Aman Dikunjungi

Sleman – Tempat wisata Taman Tebing Breksi di kawasan perbukitan Prambanan, Kabupaten Sleman, pada musim hujan seperti saat ini tetap aman dikunjungi wisatawan meskipun berada di wilayah rawan longsor.‬

‪”Kami telah menyiapkan berbagai upaya antisipasi dan fasilitas untuk pendukung keamanan wisatawan,” kata Ketua Desa Wisata Sambirejo, Prambanan, Kholiq Widiyanto, di Sleman, Senin (3/10).‬

‪Kholiq mengatakan fasilitas pendukung keamanan, di antaranya satu penangkal petir dengan radius jari-jari 150 meter. Di atas tebing pada tepinya juga sudah dikelilingi dengan pagar pengaman.‬

‪”Harapan kami dengan persiapan pengamanan ini semoga tidak ada kejadian apa-apa, terutama terhadap pengunjung Taman Tebing Breksi,” kata Kholiq.‬

‪Objek wisata Taman Tebing Breksi yang mulai dikelola warga setempat sejak beberapa tahun lalu itu, berada di daerah perbukitan Prambanan, tepatnya di Desa Sambirejo dengan memanfaatkan tebing, yang dahalu merupakan kawasan penambangan batu oleh warga setempat.‬

‪”Sudah bertahun-tahun dulu dijadikan tambang batu, lalu jadi seperti itu. Sebagian warga masih melakukan aktivitas penambangan batu. Selain ada juga yang beralih untuk menjadi pelaku wisata,” katanya.‬

‪Kholiq menambahkan  Taman Tebing Breksi yang berada satu jalur dengan situs sejarah Budaya Candi Ijo ini dalam beberapa waktu terakhir mulai banyak dikunjungi wisatawan.‬

Wisatawan sudah cukup banyak yang datang ke Taman Tebing Breksi, apalagi beberapa waktu terakhir banyak `event` seni, budaya, maupun olahraga yang diselenggarakan di kawasan Taman Tebing Breksi.




Sleman Optimalkan Pariwisata Melalui Kepramukaan

Penyerahan Bendera Saka Pariwisata kepada Ketua Majlis    Pembimbing Saka PariwisataSleman – Kabupaten Sleman telah memiliki Saka Pariwisata sejak tahun 2014. Keberadaan Saka Pariwisata ini dimaksudkan untuk mendidik generasi muda yang berkualitas sekaligus mendukung dan mengoptimalkan pemasaran pariwisata. Hal tersebut dikarenakan Pramuka merupakan akar budaya yang kuat dan memiliki peran yang strategis untuk membangun bangsa.

Demikian disampaikan  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pramuka Pariwisata Kwarcab Sleman periode 2014 – 2019, usai membuka Pendidikan Dasar Saka Pariwisata di Sleman, Senin (3/10).

Menurut Ayu  bahwa Saka Pariwisata memiliki peran yang signifikan dalam upaya mendukung perkembangan kepariwisataan Kabupaten Sleman melalui aktivitas nyata yang dilakukan oleh para generasi muda.

“Program ini akan memberikan manfaat ganda yaitu pembinaan generasi muda sekaligus upaya promosi dan pemasaran pariwisata. Hal ini dinilai penting karena Kabupaten Sleman memiliki potensi pariwisata yang sangat prospektif untuk dikembangkan,” kata Ayu.

Dengan adanya Saka Pariwisata yang terbagi atas 3 krida, yaitu krida penyuluh wisata, krida kuliner wisata dan krida pemandu wisata diharapkan kedepan perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Sleman dapat semakin baik.

“Dengan demikian semakin banyak komunitas yang peduli dan berkontribusi nyata terhadap kepariwisataan Sleman maka sektor ini akan dapat tergarap dengan baik dan didukung oleh banyak pihak,” tuturnya. Ujungnya destinasi wisata di Sleman dapat menjadi acuan dan pilihan utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja.

Pendidikan dasar Saka Pariwisata Cabang Sleman lanjutnya akan dilaksanakan ditiga lokasi, yaitu di Kecamatan Depok, Kecamatan Godean dan Kecamatan Kalasan. Pendidikan dasar Saka Pariwisata yang dilaksanakan di SMK PI Ambarukmo, kemarin merupakan yang pertama kalinya dan diikuti oleh 30 peserta.

Adapun materi yang disampaikan dalam pendidikan dasar tersebut meliputi “Saka Pariwisata” oleh Bambang Pamungkas dan Tri Muryanti, “Sadar Wisata” oleh Niana Rochma SS, “Ekowisata” oleh Wijaya SHut MSc dari Pusat Studi Pariwisata UGM dan “Paket Wisata Ekowisata” oleh Guntur Eka dari ASITA.