TK Grogolan Adakan Manasik Haji Kecil

Manasik HajiSleman – Manasik Haji Kecil TK PKK Grogolan yang dilaksanakan  di Lapangan Grogolan, Kamis (27/10) berlangsung sangat meriah karena juga diikuti semua wali murid TK tersebut. Latihan Manasik Haji yang dipandu  oleh Ustadz Ja’far dari bimbingan Manasik  haji kecil Kotagede Jogja.

“Manasik Haji ini  dimaksudkan untuk melatih dan menanamkan kepada anak tentang kegiataan keagamaan dengan harapan semoga anak-anak nantinya bisa menjadi anak-anak yang sholih dan sholikah dan beraklah mulia,” kata Desi Kurniawati SE,  Kepala Sekolah TK PKK Grogolan disela-sela manasik.

Menurut Desi   manasik Haji tersebut sudah berlangsung untuk yang ketujuh kalinya dan secara rutin berlangsung setiap tahun dengan harapan bila nanti mereka betul-betul menunaikan Ibadah haji paling tidak sudah mengetahui dasar dan rukunnya, hingga bila nanti melaksanakan tidak mengalami kesulitan.

Untuk manasik Haji tahun 2016 ini diikuti oleh 46 siswa, guru, komite sekolah  serta para orangtua/ wali, hingga lapangan Grogolan yang cukup luas dengan rumput yang hijau tersebut terlihat sangat indah, karena ditaburi Jilbab Putih dari para calon Haji kecil.

Proses manasik Haji tersebut diawali dari para calon jamaah Haji keluar dari ruangan sekolah menuju lapangan Grogolan yang ada didepannya, lapangan yang hijau tersebut layaknya di Tanah Suci, hanya bedanya di lapangan Grogolan meskipun cuaca panas, tetapi karena rumputnya yang hijau membuat udara cukup segar dan sejuk. Terlebih dengan semangatnya siswa dan wali murid mengikuti prosesi manasik Haji tersebut.

Sedangkan perwakilan dari Kecamataan Ngemplak mengatakan bahwa dengan digelarnya latihan Manasik Haji tersebut membuat siswa lebih tahu akan prosesi Ibadah haji, yang kelah diantaranya akan menunaikan ibadah Haji. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan manasik Haji tersebut diharapkan akan menambah iman dan Taqwa bagi siswa maupun wali siswa.




Masyarakat Prambanan Terima Bantuan dari PNPM Mandiri Perdesaan

Serahkan SepedaSleman – Sebanyak 100 orang pemanfaat dana sosial dari dana PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Prambanan, menerima penyaluran berbagai sarana produksi dan sarana usaha yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

Menurut Agus Pudiyanto, Ketua PNPM Prambanan  penyaluran dana sosial diberikan dalam bentuk sepeda 8 buah, timbangan kodok 7 buah, etalase 16 buah, kambing 16 ekor, angkong, serta peralatan produksi dan memasak juga dibagikan reward dana simpan pinjam kepada 12 anggota masing-masing Rp 500 ribu. Serta pemberian dana untuk bedah rumah tidak layak huni di 6 desa masing masing Rp 10 juta. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Prambanan, Kamis (27/10).

Agus menambahkan bahwa perkembangan pengelolaan dana PNPM Mandiri Kecamatan Prambanan sejak 2006 dengan modal hanya Rp 328 juta sampai saat ini mencapai Rp 5,6 miliar, dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat bagi KK miskin sebanyak 1875 pemanfaat, 651 Rumah Tangga Miskin (RTM) serta 212 kelompok.

Agus menambahkan di samping memberi bantuan modal bagi KK miskin juga diberikan pengarahan dan pendampingan sehingga pemanfaatan sarana dapat berhasil mengembangkan usahanya.

Sementara Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengatakan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Sleman adalah meningkatkan kemandirian ekonomi, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan penanggulangan kemiskinan.

Upaya yang dapat dilakukan guna mensukseskan misi tersebut adalah mencanangkan program penanggulangan kemiskinan. Penyerahan Dana sosial UPK-PNPM Mandiri Perdesaan merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Sleman.

Pada permulaan kegiatan PNPM-MP, modal dana awal saat itu sebesar sekitar Rp3 miliar, dan pada perkembanganya melalui unit-unit asset kelembagaan dan asset SDM hingga 21 Agustus 2016 aset produktif dari UPK di Kabupaten Sleman sebesar Rp 30,60 miliar.

Dana bergulir tersebut dimanfaatkan oleh kelompok Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) di 10 Kecamatan di Kabupaten Sleman, yakni Kecamatan Minggir,  Seyegan,  Godean,  Gamping,  Mlati,  Depok, Berbah, Kalasan, Prambanan dan Kecamatan Cangkringan dengan jumlah pemanfaat sebanyak orang. Dimana kelompok awal dari SPP sebanyak 680 kelompok dengan pemanfaat berjumlah orang.

Sri Muslimatun juga  mengapresiasi pelaksana PNPM Mandiri yang walaupun saat ini dana PNPM Mandiri sudah tidak ada tetapi modal awal masih terus dapat bergulir dan dapat berkembang dari waktu-ke waktu.

Penyerahan dana sosial ini, diharapkan semakin memantapkan pelaksanaan program PNPM didalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Prambanan khususnya dan di Kabupaten Sleman pada umumnya.

“Oleh karena itu saya mengharapkan masyarakat penerima dapat  memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai modal untuk kegiatan ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Sri Muslimatun.




PHRI Sleman Angkat Kearifan Lokal Melalui Desa Wisata

Anggota BPC PHRI Sleman Menyusuri JalanSleman – ‪Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC-PHRI) Kabupaten Sleman memperingati HUT ke-6. Untuk memperingati HUT tersebut BPC PHRI Sleman mengadakan kegiatan yang dikemas dalam keceriaan dan santai dengan tema mengangkat kearifan lokal. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Desa Wisata Grogol Margodadi Seyegan Sleman, Kamis (27/10).

Ketua BPC PHRI Sleman, Asteria T Hesty mengungkapkan kegiatan peringatan HUT PHRI Sleman ini sengaja dipilih di lokasi desa wisata seperti di Desa Wisata Grogol dimaksudkan untuk mengangkat potensi pariwisata di Sleman khususnya desa wisata.

“Kami berharap dengan kegiatan ini anggota PHRI Sleman akan tergerak untuk membantu mempromosikan pariwisata maupun industri kecil yang banyak berkembang di Sleman,” kata Asteria.

Dikatakan Asteria yang juga Director of Operations (DOP) Grand Tjokro Hotel bahwa PHRI Sleman ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat tidak hanya bagi anggota PHRI namun juga bagi masyarakat, termasuk pengembangan wisata di Sleman seperti di Desa Wisata Grogol ini.

Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah tracking menyusuri jalan dusun dan sawah, ramah tamah diakhiri fun game dengan doorprize lanjut Asteria, anggota PHRI akan mensuport para pelaku industri kecil maupun industri rumah tangga, tidak terkecuali pengembangan potensi wisata di Sleman.

Sementara Ketua Panitia HUT BPC PHRI Sleman ke 6, Joko Supriyono mengatakan kegiatan yang dilaksanakan di Desa Wisata Grogol ini hanya untuk anggota PHRI dan diikuti sebanyak 80 orang. Dipilihnya Desa Wisata Grogol dikatakan Joko, salah satunya adalah untuk membantu mempromosikan desa wisata di Sleman.

“Kita melihat Desa Wisata Grogol ini sudah layak dikunjungi sehingga kami dari PHRI ingin membantu mempromosikan agar wisatawan berkunjung ke desa Wisata Grogol dengan kearifan lokalnya,” kata Joko.

Dan kegiatan semacam ini akan diselenggarakan rutin setiap tahun oleh PHRI Sleman sebagai bentuk komitmen membantu potensi pariwisata di Sleman. Ketika ditanya jumlah anggota PHRI Sleman, Joko mengatakan hingga saat ini ada jumlah anggotanya ada 52 hotel, 38 restoran dan beberapa institusi pendidikan yang memiliki laboratorium untuk praktek hotel dan restoran.




KPPD Sleman Terus Tekan Laju Alih Fungsi Lahan

IMG_20161026_142256 (1)Sleman – Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Jogja, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati turut merasakan laju pertumbuhan daerah dari dulunya merupakan pedesaan kini berkembang menjadi perkotaan. Daerah yang tadinya persawahan kemudian berganti menjadi bangunan-bangunan beton.

Saat ini dari 18 pedukuhan yang ada di desa Sinduadi, hanya tersisa 8 pedukuhan yang masih memiliki kawasan persawahan. Dari 8 pedukuhan tersebut terhitung hanya Dusun Ngaglik dan Gedongan yang persawahannya relatif masih luas.

Kantor Pengendalian Pertanahan Daerah (KPPD) Kabupaten Sleman dalam mempertahankan ruang hijau dan mengendalikan laju alih fungsi lahan melakukan pemasangan papan informasi di 6 desa yang masuk dalam kategori urban.

Selain Sinduadi, desa urban lainnya yang dipantau KPPD Sleman adalah Sinduharjo, Minomartani (Ngaglik), Balecatur, Banyuraden (Gamping), dan Wedomartani (Ngemplak). Dengan harapan menekan laju alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan, KPPD Kab. Sleman menargetkan alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah Sleman kurang dari 100 Ha/tahun.

“Untuk tahun ini sudah terpasang 12 papan informasi di 6 desa. Total sudah lebih dari 200 yang kita pasang di seluruh Sleman,” kata Hendri Setiawan, Plt Kepala KPPD Sleman, Rabu (26/10). Menurut Hendri, pemasangan papan informasi tersebut tidak hanya di wilayah zona aman tetapi memang untuk mengamankan lokasi atau konservasi lahan.

Di papan informasi tersebut tertulis “Kawasan Budidaya Pertanian, Pertahankan Demi Anak Cucu” dilengkapi keterangan Perda Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman 2011-2031. Pemasangan papan informasi tersebut sejauh ini terbilang efektif, setidaknya menurut Kepala Desa Sinduadi, H Senen Haryanto.

“Pemasangan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama kelompok tani. Di wilayah Sinduadi sampai sekarang masih belum ada pelanggaran, karena orang-orang yang mau membeli tanah juga jadinya mikir dan mundur teratur. Karena tadinya mereka niatnya membelikan untuk didirikan bangunan,” jelas Senen di Balai Desa Sinduadi, Rabu (26/10).

Tak hanya menekan laju alih fungsi lahan, pemasangan papan informasi itu juga meyakinkan perusahaan pupuk untuk memberi bantuan kepada gapoktan. Kelompok Tani Dusun Ngaglik mendapatkan bantuan dari PT Pusri berupa pupuk organik 8 kuintal, urea 2,5 kuintal, dan NPK 2,5 kuintal setelah PT Pusri meyakini lahan pertanian di Dusun Ngaglik tidak akan beralih fungsi.




Tingkatkan Serapan Kerja Lulusannya, SMK N 2 Depok Gelar Job Fair

Wabup Sleman Pukul GongSleman – Sebanyak 48 perusahan bidang usaha dan industri hadir dalam acara job fair ‘Job Matching 2016’ yang diselenggarakan oleh SMK N 2 Depok. Jobfair yang digelar selama dua hari 26-27 Oktober 2016 di halaman sekolah SMK N 2 Depok, Mrican Caturtunggal, Depok Sleman menurut Kepala Sekolah, Drs Aragani Mizan bertujuan untuk mempertemukan para pencari kerja lulusan SMK dengan para penyedia lapangan kerja.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap maupun peluang bagi lulusan SMK di dunia kerja,” jelas Aragani.

Antusiasme pencari kerja terlihat cukup tinggi, terpantau lebih dari 1000 alumni SMK menghadiri jobfair tersebut. Argani berharap even tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, mengingat kegiatan job fair untuk lulusan SMK termasuk “langka” di Jogja. Selain perekrutan tenaga kerja, pada kegiatan tersebut juga direncanakan akan mengadakan berbagai acara yaitu Seminar dan Pameran Lowongan Kerja.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes  menyampaikan bahwa berbagai kendala masih dihadapi oleh sebagian para pencari kerja di Sleman, baik kendala teknis kemampuan dan akses pemanfaatan teknologi informasi maupun jangkauan lokasi.

”Berkaitan dengan hal tersebut, saya mengharapkan melalui job fair ini, masyarakat khususnya para pencari kerja memiliki  kesempatan yang sama untuk mengakses informasi peluang kerja dari berbagai perusahaan, baik perusahaan di Sleman maupun diluar wilayah Sleman dan langsung mendaftar di bursa kerja ini juga,” jelas Sri Muslimatun.

Dikatakan Sri Muslimatun, Pemerintah sangat menghargai dukungan pihak swasta, yang telah membuka peluang berkarya bagi masyarakat Sleman.

“Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus memacu sektor swasta agar dapat lebih berkontribusi dalam upaya pengurangan pengangguran,” katanya.

Upaya membuka peluang kerja tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah secara langsung, tetapi memerlukan kerjasama dan kebersamaan seluruh perusahaan khususnya yang berada di wilayah Sleman.

Namun demikian harus tetap sesuai dengan kebijakan Pemkab Sleman  bahwa perusahaan  yang berada di Sleman paling tidak harus menggunakan 70% tenaga kerja yang dibutuhkan berasal dari tenaga kerja lokal Kabupaten Sleman.

”Berkenaan dengan hal tersebut, saya berharap agar lulusan SMK tidak hanya mencari pekerjaan namun harus dapat menciptakan pekerjaan sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar berkontribusi dalam pengurangan pengangguran,” tambah Sri Muslimatun.