Hujan Deras, Beberapa Titik Jalan dan Talud di Sleman Longsor

Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman, Kamis (10/11) siang mengakibatkan beberapa titik jalan dan talud longsor.
Bahkan tebing disebelah barat terminal Jombor tepatnya di dusun Mraen RT 4 RW 10 Sendangadi Mlati Sleman longsor, mengakibatkan bangunan rumah yang digunakan untuk angkringan nderek ngopi longsor separo bagian belakang.
Selain tebing longsor, sayap jembatan kali Denggung di ruas Jalan Samirin, Beran, Tridadi Sleman juga mengalami longsor sekitar pukul WIB. Akibatnya akses jalan alternatif menuju kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tersebut kini ditutup sementara waktu.
”Longsor terjadi akibat gerusan air luapan dari drainase,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan.
Akibat ambrol, badan jalan hilang selebar satu meter sepanjang sekitar empat meter. Dari titik ambrol, tampak lubang menganga sedalam sekitar empat meter. Air masih mengalir luapan dari sungai. Wilayah Sleman pada Kamis siang diketahui telah diguyur hujan lebat sejak selepas tengah hari.
Akibat kejadian tersebut, untuk sementara waktu arus lalu lintas dari jalan Magelang menuju jalan Samirin ke Pemkab ditutup, begitu juga arah sebaliknya.
Jalan Samirin merupakan jalan alternatif menuju kompleks Pemkab Sleman serta menuju wilayah Sleman bagian Barat.
Tidak ada laporan korban jiwa.
Ditambahkan Makwan, talud longsor juga terjadi di jalan timur jembatan Mriyan Kecamatan Seyegan. Sedang komplek perumahan Jombor Kidul Mlati tergenang air banjir akibat gorong-gorong tersumbat sehingga air tidak masuk Kali Buntung.
Banjir juga menggenang perumahan Amerta barat Monumen Jogja Kembali, jalan-jalan kampung juga terkena luapan air. Longsor juga terjadi di wilayah Desa Purwomartani Kalasan yaitu pinggir Kali Kuning menutup saluran irigasi Sambisari Kalasan.

