Hujan Deras, Beberapa Titik Jalan dan Talud di Sleman Longsor

IMG-20161110-WA0009Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman, Kamis (10/11) siang mengakibatkan beberapa titik jalan dan talud longsor. 

Bahkan tebing disebelah barat terminal Jombor tepatnya di dusun Mraen RT 4 RW 10 Sendangadi Mlati Sleman longsor, mengakibatkan bangunan rumah yang digunakan untuk angkringan nderek ngopi  longsor separo bagian belakang.

Selain tebing longsor, sayap jembatan kali Denggung di ruas Jalan Samirin, Beran, Tridadi Sleman juga mengalami longsor sekitar pukul WIB. ‪Akibatnya akses jalan alternatif menuju kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tersebut kini ditutup sementara waktu.‬

‪”Longsor terjadi akibat gerusan air luapan dari drainase,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan.‬

Akibat ambrol, badan jalan hilang selebar satu meter sepanjang sekitar empat meter. Dari titik ambrol, tampak lubang menganga sedalam sekitar empat meter. Air masih mengalir luapan dari sungai.‬ ‪Wilayah Sleman pada Kamis siang diketahui telah diguyur hujan lebat sejak selepas tengah hari.‬

Akibat kejadian tersebut, untuk sementara waktu arus lalu lintas dari jalan Magelang menuju jalan Samirin ke Pemkab ditutup, begitu juga arah sebaliknya.‬
Jalan Samirin merupakan jalan alternatif menuju kompleks Pemkab Sleman serta menuju wilayah Sleman bagian Barat.‬
Tidak ada laporan korban jiwa.

Ditambahkan Makwan, talud longsor juga terjadi di jalan timur jembatan Mriyan Kecamatan Seyegan. Sedang komplek perumahan Jombor Kidul Mlati tergenang air banjir akibat gorong-gorong tersumbat sehingga air tidak masuk Kali Buntung.

Banjir juga menggenang perumahan Amerta barat Monumen Jogja Kembali, jalan-jalan kampung juga terkena luapan air. Longsor juga terjadi di wilayah Desa Purwomartani Kalasan yaitu pinggir Kali Kuning menutup saluran irigasi Sambisari Kalasan.




PNS Sleman Diminta Mengubah Pola Pikir

DSC_1069 (1)Sleman – Etika profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjabarkan secara jelas dalam Panca Prasetya Korpri. Panca Prasetya Korpri ini harus ditaati dan dilaksanakan oleh setiap PNS karena bertujuan untuk menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala korupsi, kolusi, nepotisme dan berjiwa sosial.

“Dalam era reformasi birokrasi, semua PNS Kabupaten Sleman harus mengubah pola pikir sebagai PNS yang  proaktif memberikan pelayanan, mampu berpikir kedepan dan bekerja secara profesional,” kata Dra Hj Sri Muslimatun MKes disela-sela penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Kamis (10/11).

Citra negatif yang sering ditujukan kepada PNS, hanya akan hilang jika para PNS mampu memperlihatkan kinerja yang baik, bekerja secara profesional dan pribadi yang mengedepankan etika profesi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, tambahnya.

Menurut Sri Muslimatun  pemberian penghargaan tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun merupakan sebuah pemacu untuk terus maju, sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, PNS juga dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan.

“Pemberian penghargaan ini sebagai motivasi agar PNS dapat meningkatkan pengabdian dan prestasinya. Tugas dan tanggungjawab sebagai PNS semakin berat, karena dituntut untuk lebih berprestasi dan meningkatkan pengabdian, serta mampu memberikan keteladanan kepada para PNS yang lain,” katanya.

Pencapaian prestasi atau achievement dalam melakukan pekerjaan akan mengge­rakan aparat untuk melakukan tugas-tugas berikutnya dengan lebih baik lagi.

Dengan demikian prestasi yang dicapai dalam pekerjaan akan menimbulkan sikap positif, sikap yang selalu ingin melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

“Oleh karena itu sebagai PNS hendaknya selalu mengupayakan perkem­bangan dan kemajuan dirinya dari waktu ke waktu tidak bersifat statis atau beku, tetapi harus menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik,” tambah Sri Muslimatun.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pada setiap tahun menyampaikan tanda kehormatan bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) di jajaran pemerintahan daerah yang telah memasuki masa kerja 30, 20 dan 10 tahun dengan tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

Sebanyak 200 orang penerima Satyalancana Karya Satya berasal dari berbagai instansi dengan perincian 136 orang tanda kehormatan 30 tahun, 61 orang tanda kehormatan 20 tahun dan 3 orang tanda kehormatan 10 tahun yang diujudkan dalam bentuk piagam dan lencana. Penerima Satyalancana Karya Satya paling banyak sejumlah 159 orang yang berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.




Perempuan Jadi Sumber Daya Yang Berharga bagi Kemajuan Pembangunan

IMG_0070Sleman – Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengatakan dilihat dari sisi demografis, penduduk Kabupaten Sleman pada tahun 2015 berjumlah orang, dengan komposisi laki-laki sebanyak orang (50,05%) dan perempuan sebanyak orang (49,95 %).

“Dengan jumlah tersebut perempuan menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi keberlangsungan dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Sleman apabila diberdayakan secara maksimal,” kata Sri Muslimatun disela-sela Evaluasi Program Terpadu P2WKSS Tingkat DIY di Balai Desa Balecatur, Gamping, Sleman, Kamis (10/11).

Sri Muslimatun juga berharap melalui program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tersebut mampu memberikan motivasi dan semangat hidup para perempuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dalam hal pendidikan, kesehatan dan ekonomi serta dapat menjadi motivasi untuk melaksanakan upaya pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sleman dengan lebih baik dan optimal.

“Tugas kita bersama memberikan bimbingan, penyadaran dan keterampilan agar kaum perempuan dapat diberdayakan secara maksimal,” kata Sri Muslimatun.

Sementara Ketua Tim Evaluasi P2WKSS DIY, Dra Endah Wahyuni mengatakan  peran serta warga masyarakat diberbagai sektor tidak terkecuali peran masyarakat perempuan sangat dibutuhkan.

Melalui program terpadu P2WKSS sebagai program peningkatan peran wanita dalam pembangunan berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia dengan perempuan sebagai penggeraknya.

Menurutnya Program Terpadu P2WKSS sebagai gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat dan telah terbukti meningkatkan kesehatan, tingkat pendidikan, usaha ekonomi produktif, keterlibatan dalam kelembagaan sosial kemasyarakatan, dan keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan bagi kaum perempuan di masyarakat.

“Diharapkan melalui program terpadu ini perempuan dapat menjadi pelaku aktif pembangunan di wilayahnya masing-masing,” kata Endah.




Pengumpulan Dana PMI Sleman Lampaui Target

Sleman – Dalam rangka memupuk jiwa kesetiakawanan masyarakat, PMI mengadakan Bulan Dana yang dilaksanakan sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2016, yang kemudian diperpanjang hingga 31 Oktober 2016. Sampai saat ditutup, dana yang terkumpul sebesar Rp. 1,085 miliar melampaui target sebesar Rp 750 juta.

“Dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk mendukung pelayanan PMI dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat,” kata R Djoko Handoyo SH, Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2016, Kamis (10/11).

Djoko Handoyo juga berharap tahun depan capaian ini bisa lebih ditingkatkan.

“Kalau di Sleman wajar terkumpul sebesar itu. Semoga tahun depan masih bisa ditingkatkan karena ada sektor-sektor yang masih bisa dimaksimalkan. Perusahaan-perusahaan yang belum ikut kemarin, bisa ikut di tahun depan karena Bulan Dana ini diselenggarakan setiap tahun,” tutur Djoko Handoyo.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes pada saat penutupan bulan bakti PMI Sleman pada hari Rabu (9/11) sore menyatakan apresiasinya dengan dana yang terkumpul.

“Kita patut bersyukur pengumpulan dana ini berhasil melampaui target yang telah ditentukan. Suatu prestasi luar biasa dan patut diacungi jempol. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” kata Sri Muslimatun.