‪Petani Ikan di Sleman Berinovasi Kembangkan Sektor Wisata‬

Sleman – Petani ikan di Kabupaten Sleman mulai berinovasi mengembangkan usaha dengan menjadikan kawasan budi daya perikanan sebagai objek wisata terutama wisata kuliner.‬

Wakil Ketua Desa Wisata Minapadi Murakabi Dusun Cibuk Kidul Kecamatan Seyegan Sleman, Anung mengatakan masyarakat muda di Dusun Cibuk Kidul  juga telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Murakabi untuk mengembangkan potensi wisata yang ada.‬

‪”Selain pengunjung yang ingin belajar soal minapadi, kami juga mengembangkan minapadi ini sebagai wisata untuk masyarakat umum,” kata Anung, Minggu (13/11).‬

‪Dikatakan Anung, potensi yang ditawarkan di Desa Wisata Minapadi Murakabi yang belum lama diresmikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI ini diantaranya kuliner ikan, seni budaya, makanan khas, maupun panorama alam perdesaan.‬

‪”Pengunjung selain bisa belajar soal budi daya mina padi, juga bisa belajar seni karawitan, berkeliling desa dengan menggunakan sepeda onthel dan menikmati makanan khas yang hanya ada di dusun kami yakni jenang uli,” katanya.‬

‪Menurut Anung, untuk mendukung kunjungan wisatawan ini Pokdarwis Dusun Cibuk juga telah menyiapkan rumah warga untuk dijadikan “home stay” bagi wisatawan yang menginap.‬

‪”Saat ini sudah ada lima rumah warga yang siap untuk digunakan sebagai `home stay`, dengan daya tampung sekitar 50 wisatawan,” katanya.

‪Sementara terpisah Ketua Petani Ikan Mina Ngremboko Bokesan Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak, Saptono mengatakan saat ini para pembudidaya ikan sudah mulai bertahap melakukan pengembangan, seperti membuat suatu tempat yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dengan mengemas berbagai potensi yang dimiliki, baik dalam teknis budi daya maupun kuliner berbahan baku ikan.

‪Menurut Saptono, dengan mempunyai keunggulan dalam segi kuliner, pengunjung bisa melihat cara budi daya maupun berburu ikan langsung ke kolam yang telah disediakan khusus untuk wisatawan.‬

‪”Pengembangan lain yang dilakukan adalah menambah kolam khusus yang tidak dalam dan diisi beberapa ikan berukuran besar yang diperuntukkan untuk anak-anak yang tertarik menangkap ikan langsung dari kolamnya. Anak-anak nantinya bisa nangkapi ikan sendiri. Dari situ bisa menarik orangtuanya untuk membeli ikan langsung,” katanya.‬

‪Saptono mengatakan, selain itu pula pengolahan ikan dalam berbagai jenis masakan juga terus dikembangkan.‬

‪”Tidak hanya untuk dikonsumsi saja, tapi sisik ikan juga bisa dijadikan souvenir,” katanya.‬




Kirab Gunungan Buku untuk Tingkatkan Minat Baca‬

20161113_092132Sleman – Gemar membaca buku, pengetahuan dan informasi akan terbuka lebar. Bermula dari ide untuk mengajak masyarakat gemar membaca, warga Padukuhan Kwadungan Widodomartani Ngemplak Sleman memiliki kreatifitas dengan menggelar kirab gunungan buku. Kirab gunungan  buku yang berlangsung, Minggu (13/11) cukup menarik perhatian masyarakat yang dilalui kirab.

‪Dua gunungan yang disusun dari beragam buku diarak di sepanjang jalan desa menempuh jarak sekitar 3 kilometer yang dimulai dari halaman kantor lama Kecamatan Ngemplak menuju Taman Baca Masyarakat (TBM) Kerai di Kwadungan.‬ ‪Ada sekitar 300 buku yang disusun menjadi bentuk gunungan yang kebanyakan merupakan buku cerita dan ilmu pengetahuan umum.‬

‪Tampak pula sebuah replika buku berukuran besar dan gunungan hasil bumi turut diarak bersama bergada prajurit . Gunungan buku dan hasil bumi itu lalu jadi bahan rebutan oleh masyarakat, terutama anak-anak.‬

‪Menurut Dukuh Kwadungan, Nanang Sujatmiko, kirab ini digelar untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat. Apalagi saat ini minat baca masyarakat setempat masih rendah. Orangtua kurang aktif dalam menumbuhkan minat baca pada anak-anaknya.‬

‪Karena itu dikatakan Nanang perlu adanya rangsangan tertentu untuk membuat masyarakat khususnya kaum muda merasa haus pengetahuan dan membaca buku.‬ Di antaranya dengan mengaktifkan perpustakaan desa dan TBM. Saat ini, ada sekitar 2500 buah koleksi buku yang dimiliki.‬

‪Fungsi buku sebagai sumber informasi dan pengetahuan disebutnya tak bisa tergantikan meski kini anak-anak juga akrab dengan perangkat modern untuk akses informasi. Namun, ada fungsi sosial yang terkandung dalam kegiatan membaca buku dan tak bisa didapat dari gadget.‬

‪”Dengan membaca buku di TBM atau perpustakaan desa, kita juga turut bersosialisasi dengan masyarakat lain. Ini tentu tidak akan didapatkan dari gadget. Melalui kegiatan kirab buku ini, kami ingin  pola pikir masyarakat terhadap buku itu berubah. Karenaa membaca buku itu perlu,” tutur Nanang.‬