Bupati Prihatin dengan Perilaku Generasi Muda

Bupati Sleman Pukul BedugSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan keprihatinannya terhadap perilaku dan akhlaq generasi muda saat ini. Menurutnya kasus tindakan kriminal yang melibatkan remaja pria maupun perempuan, anarkisme, sex bebas, sampai dengan penyalahgunaan narkoba sering menjadi sorotan diberbagai media.

“Dari kejadian-kejadian tersebut, tentunya menggugah kesadaran kita untuk menekankan kembali ajaran Al Qur’an terutama di kalangan generai muda. Nilai-nilai Al Qur’an diharapkan bisa menjadi dasar pembangunan karakter generasi muda kita,” kata Sri Purnomo disela-sela lomba MTQ tingkat Kabupaten Sleman tahun 2016 yang diselenggarakan di Pendopo Kantor Kecamatan Seyegan, Sabtu (19/11).

Sri Purnomo juga berharap melalui ajang MTQ tersebut diharapkan dapat menjadi sarana internalisasi nilai-nilai luhur Al Qur’an di kalangan generasi muda. Dikatakan Sri Purnomo penyelenggaraan MTQ ini merupakan salah satu ben­tuk pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah umat Islam khususnya generasi muda, dalam membaca, memahami dan menghayati Kitab Suci Al-Qur’an.

“Saya berharap pelaksanaan MTQ tidak berhenti hanya sebatas sebagai proses seleksi qori-qoriah, namun juga dapat dijadikan ajang pengembangan kepribadian dan karakter untuk membentuk generasi Qur’ani,” tambah Sri Purnomo.

Antusiasme peserta MTQ tingkat Kabupaten Sleman tahun 2016 mengalami peningkatan. Tercatat dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesra  Kabupaten Sleman diikuti oleh 483 kafilah dan official dari seluruh kecamatan se Kabupaten Sleman.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman, Drs Hery Sutopo MM MSc mengatakan bahwa jumlah peserta tersebut meningkat lebih dari 20% dibanding tahun sebelumnya.

”Dengan peningkatan peserta ini diharapkan dapat memberikan motivasi pada calon qori dan qori’ah dalam rangka meningkatkan kualitas membaca dan menghafal Al Quran  serta menggali potensi qori dan qori’ah Kabupaten Sleman untuk mengikuti MTQ ditingkat yang lebih tinggi,” kata Hery.

Dalam ajang MTQ Kabupaten Sleman 2016  tersebut Kecamatan Tempel keluar sebagai juara umum. Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes yang hadir dalam penutupan acara berpesan pada para juara agar jangan sampai terlena dengan kerberhasilan yang telah diraih.

”Saya berharap agar para peserta terus berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk ajang MTQ tingkat DIY Tahun 2017 yang rencananya akan dilaksanakan di Kulonprogo,” pesan Sri  Muslimatun.***




Bank Sleman Adakan Khitanan Massal Untuk Warga Kurang Mampu

Kunjungi Kegiatan KhitanSleman – Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat kurang mampu, Bank Sleman dalam rangkaian kegiatan HUT ke-35 tahun 2016, melaksanakan kegiatan Bank Sleman Peduli dalam bentuk Khitanan massal. Hal tersebut disampaikan Dirut Bank Sleman, Muh Sigit SE MSi disela-sela Khitanan massal yang dilaksanakan di halaman Bank Sleman, Sabtu (19/11).

Menurut Sigit  kegiatan khitanan massal dilaksanakan setiap tahun dan animo masyarakat dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga bagi masyarakat yang akan mengkhitankan putranya bisa mendaftar lebih awal ke Bank Sleman untuk mengikuti kegiatan tahun depan. Untuk tahun 2016 ini peserta yang  dikhitan mencapai 91 anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Kabupaten Sleman.

Kegiatan lain yang telah dilaksanakan dalam rangkaian HUT Bank Sleman yang ke-35 pada 28 November mendatang yakni pembagian sembako, bedah rumah, pembagian sarana prasarana di sekolah untuk mendukung kegiatan sekolah ramah anak dan kepada desa untuk mendukung kegiatan Sleman layak anak, serta pemberian bantuan bagi usaha mikro.

Kegiata khitanan massal diawali dengan pemberian motivasi kepada  anak-anak peserta khitan yang didampingi orangtua masing-masing oleh dr Dirwan Suryo MSC SP. F, perwakilan dari RS Queen Latifa selaku pelaksana kegiatan khitanan massal. dr Dirwan memberikan motivasi agar anak tidak takut dikhitan dan menyampaikan pentingnya khitanan bagi kesehatan anak.

Untuk melaksanakan khitanan massal ini didukung oleh 14 tenaga medis dengan menggunakan peralatan laser sehingga anak tidak merasakan sakit, dua hari anak sudah bisa pulih kembali dan Senin (21/11) bisa masuk sekolah seperti biasa. Pelaksanaan khitan dilakukan di 6 bad dan pelaksanaannya dilakukan selama kurang lebih 10 menit.

Ternyata tidak mudah dalam pelaksanaannya karena tidak sedikit setelah memasuki ruang khitan anak-anak ada yang takut sehingga perlu upaya untuk membujuk agar anak tidak takut dan mau dikhitan.

Namun berkat ketelitian dan kepandaian dari tim medis dibantu dengan segenap karyawan Bank Sleman anak-anak kesemuanya dapat dikhitan. Ada 3 anak yang tidak jadi dikhitan karena adanya kelainan pada alat kelamin anak.

Menurut dr Saifudin yang memimpin jalannya Khitan dari RS Queen Latifa 3 anak tersebut mengalami Hipospadia yakni kelainan bawaan pada alat kelamin anak yakni posisi saluran kencing tidak pada tempatnya sehingga diperlukan tindakan operasi di RS.

Kelainan ini tidak disadari oleh anak dan tidak diberitahukan pula kepada orangtua sehingga keadaan seperti ini memerlukan perhatian dari orangtua untuk mengetahui kelainan pada anak sejak dini sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI serta Badan Pengawas Bank Sleman ,Dra Suyamsih berkenan mengunjungi kegiatan khitan memberikan motivasi kepada anak-anak yang dikhitan.