Masyarakat Berperan Cegah Kekerasan terhadap Anak‬

Sleman – Peningkatan kasus kekerasan anak salah satunya dipengaruhi minimnya peran aktif masyarakat. Sebagai upaya mewujudkan kesadaran warga, Badan KBPMPP Sleman melaksanakan kampanye di Desa Mororejo, Kecamatan Tempel yang merupakan daerah percontohan pengembangan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM).‬

‪Menurut salah satu aktivis PATBM Mororejo, Eko Yulianto, strategi perlindungan anak dapat dilakukan melalui berbagai cara. Selain sosialisasi, upaya lain dengan menyediakan sarana prasarana yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.‬

‪“Pemerintah juga perlu diberi masukan untuk merumuskan kebijakan. Kami sudah menyusun peta potensi permasalahan anak, dan data pilah anak,” kata Eko, Jumat (25/11).‬

‪Dalam pelaksanaan sosialisasi, pihaknya merangkul kelompok masyarakat seperti PKK dan pihak sekolah. Seluruh padukuhan juga dilibatkan dalam kegiatan yang menyangkut perlindungan anak.‬

‪Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengingatkan, anak usia 0-18 tahun rentan mengalami masalah sosial, dan menghadapi resiko kekerasan di lingkungan rumah, sekolah maupun tempat umum. Resiko yang mungkin terjadi diantaranya kekerasan dalam pola asuh, atau tontonan komersial yang kurang mendidik.‬

‪Kasus kekerasan fisik dan psikis juga masih banyak dijumpai seperti trafiking, eksploitasi anak, pelecehan seksual, anak bermasalah dengan hukum, hingga terjerat masalah narkoba.‬

‪“Saya berharap keberadaan desa ramah anak sebagai bagian dari kabupaten layak anak tidak hanya sekedar menjadi label. Jangan sampai ada kesenjangan antara kebijakan dengan realita yang ada di lapangan,” tandasnya.‬

‪Dia meminta kepada para aktivis PATBM, dan stakeholder terkait untuk bersinergi secara nyata mewujudkan lingkungan yang ramah terhadap anak. Kendati di lain sisi, upaya itu kerap menghadapi kendala terutama mengingat laju pertumbuhan migrasi di wilayah Sleman yang tinggi sehingga mendorong perubahan dinamika sosial dengan sangat cepat.




Objek Wisata Sleman Bersiap Sambut Libur Akhir Tahun‬

Sleman – Walaupun masih terhitung lebih dari satu bulan lagi, saat ini berbagai obyek wisata di Kabupaten Sleman sudah bersiap menyambut kunjungan wisatawan saat libur Natal dan akhir tahun. Libur Natal yang biasa berlanjut ke Tahun Baru biasanya dimanfaatkan oleh para pelancong untuk berwisata disejumlah obyek wisata

‪”Untuk menghadapi libur Natal  dan akhir tahun 2016, secara umum sudah kita siapkan, termasuk atraksi di obyek wisata dan hotel-hotel untuk penginapan,” kata Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman dikantornya, Jumat (25/11).‬

‪Dikatakan Ayu, sejumlah obyek wisata yang siap menyambut wisatawan tersebut seperti wisata candi, Jogjabay, dan Sindu Kusuma Edupark (SKE) yang telah memiliki program khusus akhir tahun bagi para pengunjung. Begitu pula dengan objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Sleman, yakni Kawasan Wisata Kaliurang.‬

‪Untuk menyemarakkan agenda malam, seperti tahun-tahun sebelumnya, Disbudpar Sleman akan mengadakan Festival Lampion di area Gardu Pandang, Kaliurang. Selain itu, desa wisata di Sleman juga siap menampung kunjungan wisatawan akhir tahun.‬

‪Ayu menyampaikan, saat ini banyak desa wisata yang sudah dipesan untuk agenda keluarga pada libur Natal. Bahkan ada yang sudah menutup pendaftaran kunjungan, lantaran agenda pada libur akhir tahun nanti sudah padat. “Seperti di Desa Wisata Pentingsari, sekarang sudah tidak terima pendaftaran kunjungan lagi,” kata Ayu.‬

‪Melihat kebiasaan berwisata yang semakin marak, Ayu pun menargetkan peningkatan kunjungan libur akhir tahun 2016 sebanyak 10 persen dari tahun sebelumnya, yaitu wisatawan. Target tersebut dibuat dengan pertimbangan kondisi cuaca pada musim hujan.‬

‪Ayu optimistis realisasi kunjungan wisata nanti dapat melebihi target jika cuaca selama libur akhir tahun cerah. Sementara jumlah kunjungan di berbagai objek wisata diperkirakan akan merata.

“Sekarang masyarakat mulai menyebar, tidak terkonsentrasi lagi di objek-objek besar seperti Prambanan. Tapi sudah mulai ke Candi Ijo dan lokasi lain,” tutur Ayu.‬

‪Karena itu Ayu berharap waktu tinggal wisatawan pada akhir tahun juga dapat ditingkatkan. Jika biasanya hanya berkunjung sehari atau dua hari, menjadi empat atau lima hari sehingga pendapatan daerah dari sektor wisata bisa bertambah.‬

‪”Agar hari kunjungan bisa meningkat kami sudah berupaya membuat atraksi malam,” ujar Ayu.

Namun demikian, ia menyampaikan, penambahan atraksi malam akan dilakukan secara bertahap sebab sarana dan prasarana wisata di Kabupaten Sleman masih terbatas.‬