Bupati Sleman Raih Dua Penghargaan

Bupati Sleman Raih Dua Penghargaan

Sleman – Prestasi menggembirakan kembali diraih Kabupaten Sleman secara hampir bersamaan mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Prestasi pertama diraih Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam bulan November 2016 ini berupa penghargaan Sanitasi Award Kategori Pengelolaan Sanitasi berbasis Masyarakat di Gedung  Academic Activity Centre (AAC) Dayan Dawood Unsyiah Kuala Banda Aceh pada tanggal 24 November.

“Prestasi tersebut  diraih Kabupaten Sleman dalam pengelolaan sanitasi yang melibatkan masyarakat,” kata Dra Sri Winarti, Kabag Humas Sleman, Senin (28/11).

Selain Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul juga terpilih menjadi wakil  DIY menyisihkan 465 kabupaten di Indonesia, total ada 8 Kabupaten yang terpilih mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan diberikan oleh Akkopsi ( Asosiasi Kabupaten Peduli Sanitasi) dalam rangkaa City Sanitation Summit (CSS) XVI.

Sedang Bupati Sleman  menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha  pada Minggu (27/11) di Sentul International Convention Centre, Bogor dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 71 yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Sleman, Arif Suyono SH menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih oleh Bupati Sleman tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat pada pemerintah daerah yang telah berkomitmen nyata pada dunia pendidikan dan perhatiannya pada guru.

Arif menjelaskan bahwa Pengurus Besar PGRI sebelumnya telah melakukan verifikasi dokumen-dokumen dan kebijakan yang dilakukan Bupati Sleman terkait dunia pendidikan dan perhatiannya pada guru.

“Verifikasi dilakukan dari berbagai hal seperti bantuan biaya bagi siswa tidak mampu dan dana bos. Upaya Pemkab Sleman dalam memajukan dunia pendidikan juga tidak terlepas dari perhatiaanya pada GTT, PTT, dan K2 dengan memberikan insentif sebagai stimulan untuk meningkatkan semangat mengajar,” jelas Arif.

Arif menambahkan bahwa penghargaan Dwija Praja Nugraha tersebut diberikan pada 4 Gubernur dan 13 Bupati dari seluruh wilayah Indonesia.




Kemitraan Pengusaha Besar dan UKM Terus Dikembangkan

Sleman – Kemitraan antara pengusaha besar dan UKM di Sleman terus dikembangkan dengan tujuan untuk menjalin kerjasama yang menguntungkan. Kemitraan ini dituangkan dalam bentuk perjanjian kesepakatan/MOU.

Untuk merealisasikan kemitraan ini Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Sleman memfasilitasinya dalam bentuk penandatanganan perjanjian kerjasama antara pengusaha besar dengan UKM Kabupaten Sleman.

Hal itu disampaikan  Kepala BPMPPT Sleman, Drs Purwatno Widodo  disela-sela  penandatanganan perjanjian kerjasama antara pengusaha besar dengan UKM Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Rich Hotel disaksikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Senin (28/11).

Purwatno Widodo menyampaikan ada 4 PMDN yang bermitra dengan 15 UKM dan 2 PMA sebagai tamu peninjau. Yakni Gendhis Natural Bags bermitra dengan pengrajin tas dan pendukungnya sebanyak 8 UKM seperti jasa tenun, rajut, sablón sum dan jahit finisihng.

PT YOGYA Presisi Teknikatama Industri (YPTI) komponen logam dan injection plastik industria sparepart bermitra dengan pengrajin alat tepat guna 3 UKM yakni berupa casting, tungsten/pengelasan listrik, analog dengan komputer, pembuatan profil, radius, silindris, mur, baut, bubut las dan lainnya. PT Garuda Mitra Sejati/JCM bermitra dengan 3 UKM dengan memberikan space pada room pasar Jogja yakni batik Allusan, Jasa Dekor dan Kuliner.

PT PC GKBI Medari bermitra dengan UKM pengrajin mukeno dengan fasilitasi pengadaan bahan baku, bimbingan motivasi dan manajemen. Serta 2 PMA yakni PT Lesax Nesia Jaya Ind. Sarung tangan golf memiliki embrio mitra dengan pengrajin asesoris dan Hotel Easpacrk memiliki embrio bermitra dengan 2 tenan yakni gudeg Yu Jum dan Ayam Goreng Mbok Berek.

Sementara  Sri Purnomo mengatakan Sleman merupakan kawasan yang strategis sehingga  berpeluang bagi pengembangan investasi. Sleman juga memiliki prospek secara ekonomi, merupakan  pilihan tepat bagi tujuan pendidikan serta memiliki beragam obyek wisata. Sleman juga menyimpan beragam potensi yang siap untuk digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, Sleman sangat terbuka dan berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha kreatif.

Berbagai program kebijakan yang telah dikembangan adalah untuk menciptakan iklim usaha yang terbuka, kondusif dan aman. Berbagai regulasi telah disiapkan untuk mendukung upaya ini seperti pola pengaturan pajak dan restribusi yang berimbang, yang tentunya sangat mendukung dunia usaha. Keunggulan lain adalah karena Sleman juga merupakan tujuan pendidikan maka ketersediaan tenaga kerja dengan skill yang mendukung usaha selalu melebihi daerah lain.

Selain itu, infrastruktur pendukung usaha seperti sarana dan prasarana transportasi menjadikan Sleman mudah diakses. Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa kegiatan perekonomian masyarakat dari tahun 2015 tumbuh cukup baik. Pada tahun 2015 perekonomian daerah tumbuh 5,28%.

Hasil upaya menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian masyarakat, dilihat dari PDRB Kabupaten Sleman atas dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir setiap tahun mengalami peningkatan cukup stabil.

Pada tahun 2015  sebesar Rp 21,417 trilyun. Demikian pula PDRB atas harga konstan rata-rata meningkat Rp trilyun  pada tahun 2015. Peningkatan tersebut secara langsung meningkatkan  pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp juta pada tahun 2015. Sedangkan PDRB perkapita harga konstan pada tahun 2015 sebesar Rp 6,79 juta.

Dikatakan Sri Purnomo, perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sleman selama 5 tahun terakhir, baik investasi PMA, PMDN maupun Non PMA/PMDN mengalami peningkatan baik jumlah unit usaha maupun nilai investasi. Jumlah unit usaha PMDN pada tahun 2015 adalah 57 unit.

Sedangkan nilai investasi pada tahun 2015 menjadi US$ 233 juta mengalami kenaikan sebesar 0,68% dibanding tahun 2014. Demikian juga penyerapan tenaga kerja PMDN, pada tahun 2015 adalah orang.




Dinkes Siapkan Pelayanan Sleman Emergency Service

Sleman – Pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas di Kabupaten Sleman sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan lagi  secara terintegrasi. Selanjutnya dalam pelayanan kesehatan diharapkan membuat inovasi baru yang mudah dan cepat dan akurat dengan sentuhan Teknologi Informasi yang mudah diaksep oleh masyarakat. Dan yang jelas bisa membangun pelayanan publik yang lebih baik.

“Untuk maksud tersebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman akan membentuk SES ( Sleman Emergency Service) agar sistem informasi pelayanan kesehatan terintegrasi yang bisa diakses masyarakat,” kata dr Mafilindati Nuraini MKes, Kepala Dinkes Sleman disela-sela Worshop Sistem Penanggulangan Gawat Darurat (SPGDT) di Hotel Prima SR Sleman, Senin (28/11). Workshop berlangsung selama dua hari (28-29 November 2016).

Worshop diikuti oleh 52 peserta dari Rumah Sakit. Puskesmas Rawat Inap /Puskesmas Pra rawat Inap dan instansi terkait. Dijelaskan Linda panggilan Mafilindati SES akan dioptimalkan pada tahun 2021, dan mulai sekarang harus dipersiapkan.

Sedangkan alur pelayanan SES nantinya dibentuk Call Center yang ada di Dinas kesehatan Kabupaten Sleman, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan langsung menghubungi call center, di call center tersebut petugas jaga dan kesehatan stanbay 24 jam, apabila ada panggilan petugas jaga akan menghubungi ambulan terdekat yang ada di Puskesmas dan sampai lokasi panggilan/kejadian maksimal 30 menit.

Menurut Linda, untuk tahap awal Dinkes Sleman bekerjasama dengan 4 rumah sakit (RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RS PDHI dan RS PKU Gamping dan 6 Puskesmas rawat inap.

Bertindak sebagai nara sumber pada workshop tersebut  dr Mafilindati Nunaini Kepala Dinkes Sleman,  Kudiyana SKM MSc dari Dinkes DIY dengan materi  kebijakan dalam Implementasi SPGDT di DIY, dr Supriyantoro dengan materi Tahapan strategis  penerapan SPGDT di Kabupaten sleman.

Sedang pada hari kedua Selasa (29/11) dengan materi Praktek Manajemen Emergensi di Jofja, dr Bobi Prabowo   dengan materi  Penerapan SPGDT di Kabupaten Tulungagung dan dr Handoyo Pramusinto Sp.B dengan materi membangun SPGDT antar RS-Implementasi, kendala dan tantangannya.




Hujan Deras Akibatkan Longsor Di Prambanan

IMG-20161129-WA0007 (1)Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan  Kecamatan Prambanan pada hari Senin (28/11) sore mengakibatkan tebing perbukitan longsor disejumlah titik di wilayah Desa Wukirharjo dan Gayamharjo.

“Ada 18 titik yang terjadi longsor di Desa Gayamharjo Prambanan dan mengakibatkan 11 rumah warga terkena dampak longsor tersebut,” kata Makwan, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Sleman, Selasa (29/11).

Menurut Makwan, tebing longsor di  18 dusun di Gayamharjo tersebut mengakibatkan rumah 11 warga rusak dan juga mengakibatkan menutup jalan Kabupaten dan jalan kampung.

Adapun rumah yang terdampak longsor tersebut adalah milik Hardi Jiman (warga dusun Lemahbang), Wagimin (Klumprit 1), Witodimejo (Candisari), Wagiran (Losari), Parman (Pakel), Sagimin (Dayakan), Lasiyo (Kalingongko Kidul), Wagiman (Kalinongko Kidul), Arjo Sugito (Kalinongko Lor), Yatno Miharjo (Kalinongko Lor) dan Adirejo (Kalinongko Kidul).

Sementara longsor yang mengakibatkan akses jalan kabupaten tertutup terjadi di dusun Kalinongko Lor, longsor di dusun Jali mengakibatkan akses jalan kampung tertutup. Selain itu ada longsong yang menutup badan jalan dan menutup jalan di dusun yaotu di Jalan Wukirharjo dan Kalinongko Lor.

Dikatakan Makwan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan warga juga tidak ada yang diungsikan. Pada Selasa (29/11) pagi masyarakat dibantu relawan dan aparat di Prambanan melakukan gotong royong membersihkan tanah longsor yang menutup jalan.

“Karena diperkirakan intensitas hujan masih tinggi masyarakat yang tinggal di perbukitan Prambanan diminta terus meningkatkan kewaspadaannya bila terjadi hujan deras dalam waktu yang cukup lama,” kata Makwan.

Ditambahkan Makwan, dalam mengantisipasi longsor di Prambanan ini Pemerintah Kabupaten sudah melakukan beberapa tindakan dengan memasang sedikitnya 30 Early Warning Sitem (EWS) di sejumlah titik. Selain itu juga telah melakukan mitigasi bencana pada masyarakat di Perbukitan Prambanan.

Diungkapkan Makwan, berdasarkan surat dari BMKG DIY kondisi dinamika atmosfir laut beberapa hari ke depan meliputi peningkatan suhu permukaan laut diperairan Selatan Jawa 1-2 derajat Celcius dari kondisi normalnya. Kandungan uap air diatan wilayah Jogja relatif lembab, adanya belokan dan pertemuan angin disekitar pulau Jawa akibat munculnya pusat tekanan rendah disekitar ekuator Indonesia.

Kondisi tersebut dijelaskan Makwan dapat menyebabkan peningkatan potensi hujan lebat di wilayah DIY dengan curah hujan diatas 50 mm/hari disertai petir dan angin kencang dan dapat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Prediksi curah hujan 1 minggu ke depan 29 November hingga 5 Desember 2016, kategori tinggi dan berpotensi terjadi di Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Depok, Berbah dan Prambanan.