Target Pendidikan Bukan Hanya Untuk Peroleh Nilai Tinggi

Bupati SlemanSleman – Target dari proses pendidikan bukan hanya untuk memperoleh nilai tinggi atau meluluskan anak didik  saja, akan tetapi juga bagaimana mempersiapkan anak didik menjadi anak yang pandai serta memiliki moral serta budi pekerti yang baik.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan hal tersebut disela-sela  puncak  peringatan HUT PGRI ke 71 dan hari Guru Nasional Kabupaten Sleman tahun 2016  di Gedung Serbaguna Denggung Tridadi Sleman, Rabu (30/11).

”Nilai-nilai etika, nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, optimisme yang perlu terus disuntikkan kepada anak didik. Berbagai bidang mata pelajaran eksak dan sains sangat penting namun berbagai nilai moral juga ditanamkan sejak dini,” kata Sri Purnomo.

Dalam acara yang dihadiri  lebih dari orang  guru dan kepala sekolah tingkat SD hingga SLTA/Sederajat se Kabupaten Sleman tersebut  Sri Purnomo juga menyampaikan saat ini bersama DPRD terus mengupayakan perbaikan  kesejahteraan  bagi orang GTT, PTT, dan pamong PAUD yang ada di Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo berharap Peringatan HUT PGRI dan hari Guru Nasional ini dapat menjadi cambuk pendorong bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sleman, dan khususnya para guru sendiri, untuk lebih meningkatkan lagi pembangunan sumber daya manusia melalui bidang pendidikan.

”Kepada para guru, kami berharap agar senatiasa dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya sehingga mampu mewujudkan cita-cita bersama yakni terwujudnya generasi yang cerdas, berahklak mulia serta berkepribadian. Saya percaya satu orang hebat bisa melahirkan beberapa karya hebat. Tapi satu guru hebat bisa melahirkan ribuan orang hebat,” tutur Sri Purnomo.

Sementara Ketua PGRI Sleman, Sudiyo SAg MPd mengatakan bahwa pengurus PGRI Kabupaten Sleman telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Peringatan HUT PGRI ke 71 dan hari Guru Nasional antara lain pengumpulan dana bantuan untuk anggota yang sedang sakit, donor darah, sosialisasi dan pemeriksaan kanker serviks, dan ziarah ke makam ketua umum PGRI di Banjarnegara serta melakukan pelatihan senam PGRI.




Industri Las di Ngaglik Tetap Eksis

Sleman – Persaingan industri rumah tangga sekarang ini cukup kompetitip. Karena itu produsen harus pintar-pintar menjaga kualitas produknya. Begitu juga dengan industri atau bengkel las harus bisa menjaga kualitas jika ingin eksis ditengah persaingan saat ini.

Karena itu, untuk terus menjaga kualitas mutlak dimiliki oleh mereka agar tetap eksis di pasaran. Salah satunya dirasakan Rolis Noverta (25) pemilik usaha bengkel las di Dusun Donolayan Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik Sleman yang membuka usaha bengkel las sejak 2012 lalu. Apalagi di sekitar tempat tinggalnya terdapat lima bengkel las, belum lagi bengkel las di daerah lain.

Untuk pemesanan lebih banyak didominasi perseorangan. Ada juga instansi pemerintah, namun jumlahnya belum seberapa. Pagar, kanopi dan teralis merupakan tiga orderan yang paling banyak masuk.

“Sekarang sedang mengerjakan pesanan tiang baliho untuk banner dari Pemkab Sleman. Ada 75 buah dengan ukuran 2×1 meter2. Masih proses karena baru 50 persen,” kata Rolis, Rabu (30/11).

Diakui Rolis ada waktu-waktu tertentu usaha bengkel las miliknya cukup ramai. Seperti saat menjelang lebaran merupakan saat banyak pesanan. Karena banyak warga yang ingin merehab rumahnya. Pagar dan terlaris merupakan yang paling banyak dipesan.

“Teralis terutama karena rumahnya akan ditinggal lama untuk mudik. Jadi mereka ingin rumahnya aman,” kata Rolis.

Saat disinggung untuk bahan baku, Rolis tidak merasakan kendala berarti. Karena besi dapat dia peroleh dengan mudah di toko-toko bangunan. Dengan harga bervariasi menyesuaikan tebal tipisnya besi. Namun rata-rata Rp – Rp perbatang ukuran enam meter.




Bupati Serahkan SK Pensiun dan Karip bagi PNS Calon Purna Tugas

SK PensiunSleman – Sebanyak 224 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima Surat Keputusan (SK) pensiun calon purna tugas Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari hingga 1 Juni 2017 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Senin (28/11).

Dalam acara peneyerahan SK pensiun dan KARIP tersebut dilakukan oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dan didampingi Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes kepada PNS calon purna tugas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan pada PNS calon purna tugas telah dibangun komitmen dengan BKN, PT Taspen, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Komitmen tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu dalam hal pengurusan SK pensiun dan dokumen pendukungnya, sehingga para calon purna tugas tidak direpotkan untuk mengurus sendiri.

Iswoyo juga menyampaikan bahwa mengenai pelayanan pensiun bagi PNS calon purna tugas sesuai dengan dasar hukum Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2014 tentang Pemberhentian PNS yang Mencapai Batas Usia Pensiun bagi Pejabat Fungsional.

Dan, Peraturan Pemerintah No.9 tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah tahun 2009.

Iswoyo menambahkan bahwa selain penyerahan SK Pensiun juga dilakukan penyerahan KARIP bagi PNS calon purna tugas TMT 1 Desember 2016 sebanyak 35 orang oleh Kepala PT Taspen Cabang Jogja yang diagendakan pada Rabu (30/11) di Kantor BKD Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo mengapresiasi atas prestasi dan pengabdian para PNS yang telah berhasil melaksanakan amanah tugas dan tanggungjawab dengan sangat baik sebagai abdi Negara dan masyarakat.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa pensiun merupakan fase yang pasti akan dialami oleh setiap PNS yang seharusnya menjadi kesempatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Berkenaan dengan hal tersebut, Sri Purnomo berharap adanya pengalaman yang telah diperoleh dapat menjadi modal untuk berkarya di tengah masyarakat, juga dapat melakukan kegiatan yang produktif untuk menjaga ketajaman pikir dan kesehatan fisik, serta dapat menikmati kehidupan yang berkualitas, sehat, juga bahagia.




Kelompok Berprestasi Penerima Hibah DPM Terima Penghargaan

Serahkan PeghargaanSleman – Sebanyak 51 kelompok usaha berprestasi menerima penghargaan program pemberdayaan masyarakat tahun 2014  di Aula Lantai III Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (29/11).

Dalam acara penyerahan penghargaan kelompok berprestasi penerima hibah Dana Pemberdayaan Masyarakat (DPM) tersebut, secara simbolis dilakukan oleh Dra Suyamsih MPd, Asisten Sekda Bidang Pembangunan kepada 5 penanggung jawab kelompok, yakni Sri Wahyuni (Koperasi Simpan Pinjam Mbangun Warga), Supriyadi (Kelompok Ternak Domba Sapi Suka Makmur).

Dan, Sri Lestari (Masyarakat Peduli Sampah Mandiri), Tuwuh (Kelompok Ternak Sapi Sedya Makmur), dan Yulitawati (Kelompok Wanita Pembudidaya Ikan Mina Nila Asri). Masing-masing kelompok menerima uang pembinaan sebesar Rp1juta.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman, Ir CC Ambarwati MM menyampaikan bahwa penyerahan dana pemberdayaan masyarakat dimaksudkan agar mampu melangsungkan kehidupannya dan menanggulangi segala hambatannya. Salah satu kegiatan pendukung tersebut adalah terlaksananya pemberian hibah bagi kelompok ekonomi produktif.

Adanya program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam berwirausaha, meningkatkan pendapatan masyarakat dan perluasan lapangan kerja, serta meningkatkan kuantitas, kualitas, dan kontinyuitas produksi barang dan jasa.

Menurut Ambarwati, dana pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sleman bersumber dari APBD Pemda DIY tahun 2007-2014. Dana hibah ini diperuntukkan pengembangan kelompok usaha ekonomi produktif sebanyak kelompok usaha.

Sementara  Suyamsih menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dalam penyaluran bantuan tersebut dipergunakan dengan baik oleh kelompok masyarakat. Suyamsih juga mengatakan bahwa setiap tahun akan dilakukan evaluasi atau verifikasi lapangan apakah kelompok tersebut tetap eksis.

Suyamsih berharap bahwa dengan adanya DPM yang telah diberikan, masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan berkelanjutan.

Namun digarisbawahi oleh Suyamsih bahwa dengan berlakunya Permendagri No. 14 Tahun 2016 mengenai Pedoman Hibah dan Bansos dari APBD, maka kelompok masyarakat yang bisa diberikan bantuan adalah kelompok yang berbadan hukum Indonesia atau lembaga yang telah diakui oleh pemerintah.

Dapat diinformasikan pada kesempatan tersebut, diperoleh data hasil monitoring dan evaluasi dengan sampel kelompok dari kelompok tahun 2007-2014 sebagai berikut keanggotaan aktif dalam kelompok terdapat kelompok dari kelompok atau sebesar 93,27%.




Antisipasi Terjadi Perpecahan, Pemkab Gelar Silaturahmi Forkopimda

Sleman – Untuk mengantisipasi terjadi perpecahan didaerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar silahturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan SKPD, Muspika, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas dan Forum-forum mitra kerja pemerintah daerah Kabupaten Sleman di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Selasa (29/11).

Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Sleman, Drs  Ardani menyampaikan bahwa silaturahmi Forkopimda tersebut digelar dengan tujuan untuk mempererat persatuan dan keutuhan NKRI yang dimana belakangan ini persatuan Indonesia sempat terancam oleh beberapa kejadian yang diprovokasi serta disangkut-pautkan dengan ke Bhinekaan bangsa Indonesia.

Ardani menyampaikan bahwa  Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah dengan tingkat keberagaman yang cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan terjadi banyak permasalahan yang mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.

“Melalui  forum koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan tali persaudaraan, toleransi dan juga koordinasi bersama dalam rangka untuk mewujudkan kerukunan, keamanan dan ketertiban,” kata Ardani.

Disisi lain lanjutnya, para tokoh-tokoh masyarakat maupun ormas  dapat  memberikan masukan untuk mengantisipasi perpecahan maupun gesekan demi menjaga kelangsungan persatuan dan kesatuan NKRI, sekaligus mewujudkan Kabupaten Sleman menjadi contoh bagi daerah lain sekalipun tingkat keragaman masyarakat yang tinggi tetapi situasi dan kondisinya tetap kondusif.

Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengharapkan dengan koordinasi Forkopimda menjadi sarana mengantisipasi perpecahan dan menjaga persatuan masyarakat Sleman yang sangat dinamis. Sebagaimana permasalahan yang banyak terjadi akhir-akhir ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh perkembangan media baik itu Konvensional maupun media modern yang terus berkembang.

Menurut Sri Purnomo, Sleman menjadi salah satu daerah yang banyak ditinggali oleh berbagai macam masyarakat dari berbagai suku dengan kultur budaya yang beraneka ragam, dimana mayoritas bertujuan untuk menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi di Sleman.

Untuk itu dibutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga dan mencegah terjadinya masalah-masalah yang mengancam keutuhan NKRI, salah satunya dengan menggelar forum koordinasi ini.

“Dengan adanya koordinasi yang baik maka beberapa masalah dapat dicegah dan dicari solusi yang terbaik untuk kita bersama,” jelas Sri Purnomo.