Aset Koperasi di Sleman Capai Rp 1,1 Trilyun

IMG_0005Sleman– Perkembangan koperasi di Kabupaten Sleman cukup menggembirakan hingga semester pertama tahun 2016 saat ini tercatat ada 654 koperasi dengan jumlah anggota orang.

Sedangkan jumlah aset yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 1,1 trilyun dan SHU yang terkumpul dan dibagikan anggota sebesar Rp 32,2 miliar meningkat 11% dari tahun sebelumnya.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman, Drs Pustopo disela-sela Pameran Hari Koperasi Internasional yang digelar di halaman Disperindagkop Sleman, Senin (7/11). ‪Pameran Hari Koperasi Internasional berlangsung selama 5  hari mulai Senin hingga Jumat (7-11/11) mulai pukul hingga WIB.

Dikatakan Pustopo bahwa tujuan diselenggarakannya Pameran Hari Koperasi Internasional selain untuk memperkenalkan Koperasi kepada masyarakat luas juga memacu para pelaku usaha mikro untuk dapat bermitra dengan sesama pengusaha dalam bentuk wadah koperasi sehingga menjadi kelompok usaha yang kuat dan mandiri.

”Dengan tergabungnya usaha mikro dalam koperasi diharapkan mereka dapat bekerjasama untuk meningkatkan produknya, saling bertukar pengetahuan, mempunyai permodalan yang kuat dan dapat meningkatkan jalinan kerjasama dalam pemasaran,” kata Pustopo.

Menurutnya pameran yang  mengangkat tema ”Koperasi Sleman menuju ekonomi global” diikuti oleh 60 Koperasi dan UMKM di wilayah Kabupaten Sleman dengan menampilkan produk-produk koperasi dan UKM yang layak jual seperti produk fashion, kuliner, dan kerajinan kepada masyarakat.

Sementara  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI berharap koperasi harus dikembangkan, tidak hanya berbasis simpan pinjam, melainkan juga berperan di sektor riil, yang mampu memfasilitasi UMKM tidak hanya di sisi permodalan tapi juga dalam hal meningkatkan pengetahuan dan wawasan bisnis, akses pasar domestik dan internasional, serta distribusi produk UMKM untuk tujuan domestik maupun internasional.

“Saya mengajak para pembina, pengurus, pengelola, seluruh anggota koperasi serta pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam perdagangan global dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Diharapkan nantinya koperasi dan UMKM di Sleman dapat menuju koperasi dan UMKM yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh, serta berdaya saing tinggi. Sehingga, ke depan, koperasi-koperasi dan UMKM di Sleman mampu berdaya saing mengikuti pasar modern,” kata Sri Purnomo.

Guna menarik pengunjung pameran juga  dimeriahkan oleh hiburan musik, antara lain Band S’Kara dari Polres Sleman, Band BRI Sleman, Band Bank Sleman dan peragaan busana batik pewarna alam hasil produksi pengrajin batik Sleman yang mengangkat tema ” Batik seindah alam ”.

Pada pembukaan pameran tersebut juga dibagikan susu gratis kepada tamu undangan dan pengunjung pameran yang merupakan hasil produksi Koperasi peternak yang ada di Kabupaten Sleman yaitu Kopnak UPP Kaliurang, Kopnak Warga Mulya dan Kopnak Sarono Makmur.




Gadis Sleman Juarai Pemilihan Model Cover Tabloid

IMG-20161030-WA0036Sleman – Gadis cantik asal Sleman yang juga mahasiswi jurusan pendidikan matematika UNY, Yudita Rasma Aminati yang akrab dipanggil Yuta berhasil menjadi juara 1 dalam lomba pemilihan cover tabloid modis 2016 se DIY-Jateng.
Tabloid modis merupakan tabloid yang berisi mode dan gaya hidup islami. Sementara, penyelenggara acara ini adalah Hijabie Community yang merupakan komunitas hijabers yang ada di wilayah Jogjakarta dan Jawa Tengah.
Menurut Yuta, acara tahunan ini diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu, 29-30 Oktober 2016 lalu di Hartono Mall, terdiri dari dua babak yaitu babak penyisihan yang diikuti oleh 41 peserta pada hari Sabtu (29/10). Kemudian diambil 10 finalis terbaik yang masuk ke babak final yang tampil pada hari Minggu (30/10).
“Pada babak penyisihan, maupun babak final, masing-masing peserta dinilai ketika melakukan fashion show selama 2 menit. Selain acara inti pemilihan cover majalah modis, rangkaian acara ini meliputi fashion parade, beauty class, lomba make up, dan lomba fashion show anak,” kata Yuta yang tinggal bersama kedua orangtuanya di Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman, Minggu (6/11).
Diungkapkan Yuta dari hasil penilaian dewan juri yang terdiri dari Nur Lela dan Ahmad Cholid, fashion designer memutuskan Yuta menjadi juara 1 dan berhak menjadi model cover tabloid modis setahun ke depan. Sementara itu, juara 2 dan juara 3 masing-masing diraih oleh Nurul Hidayah dari Solo dan Allamanda Maytri Eka Sari dari Pati.
Dalam dunia model dan fashion show, gadis kelahiran Sleman, 10 Januari 1995 ini memang sangat berbakat. Hal ini juga terbukti dari prestasi Yuta sebelumnya yang menjadi The Best Performance Muslimah Model 2016. Dengan keberhasilannya ini Yuta berharap prestasi barunya dapat menjadi awal yang baik untuk karirnya di dunia model.
“Saya juga berharap, ke depan saya bisa menginspirasi muslimah lain supaya tetap bisa berkarya dan berprestasi dengan menggunakan hijab yang tentunya sesuai dengan syari’at Islam,” kata putri dari pasangan suami istri, Marsudi dan Retno Dumilah.
Yuta juga mengungkapkan keberhasilannya ini juga tidak lepas dari doa orangtua dan keluarganya yang tetap mendukung kegiatannya didunia modeling.
“Alhamdulillah keluarga mendukung tetapi saya tidak boleh lupa untuk tetap menuntut ilmu agama dan tidak mengesampingkan kuliah,” katanya.



Lakukan Inovasi, PDAM Sleman, Produksi Air Minum Kemasan

IMG_9951Sleman – Menjawab kebutuhan air minum ditengah masyarakat yang semakin meningkat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman melakukan soft launching Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Sabtu (5/11) di Kantor PDAM Sleman bersamaan Puncak Acara Bulan Bakti PDAM Sleman.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang melaunching produk baru PDAM tersebut menyampaikan bahwa AMDK PDAM bermerk DAXU. Pemilihan nama DAXU sebagai merk brand air kemasan bukan tanpa alasan, menurutnya merk tersebut merupakan kepanjangan ‘Dari Air Kaliurang’ dan sumber air yang digunakan memang diambil dari wilayah Kaliurang.

“Harapannya dengan nama tersebut bisa mendukung branding  Kabupaten Sleman karena Kaliurang berada di wilayah Sleman. Kedepan kami juga akan mendukung langkah PDAM dalam pemasaran air kemasan ini dilingkup Pemkab Sleman,” kata Sri Purnomo.

Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwanta SE MM mengatakan bahwa AMDK yang diberi merk DAXU tersebut ditargetkan memproduksi 20 hingga 25 ribu karton pada produksi tahun pertamanya.

“Kami memproduksi empat jenis AMDK yaitu cup, botol ukuran 330ml dan 600 ml, serta galon. Khusus untuk target kami tersebut untuk produksi kemasan cup dan botol 330 ml yang kami pasarkan dalam karton isi 48 cup, sementara untuk lingkungan sendiri,” kata Dwi.

Disampaikan Dwi  bahwa untuk pemasaran sendiri rencananya dalam jangka waktu satu hingga dua tahun kedepan masih dilingkup lokal Kabupaten Sleman, namun tidak menutup kemungkinan jika permintaan pasar meningkat maka PDAM akan meningkatkan produksi dan melakukan ekspansi keluar wilayah Kabupaten Sleman.

“Kami berharap proses perizinan selesai tahun depan. Sementara kami hanya memproduksi cup dan botol karena kedua produk tersebut potensial di pasarkan di lingkup instansi Pemkab Sleman. Untuk kemasan galon rencananya akan kami produksi tahun depan,” kata Dwi.

Persaingan kompetitor yang semakin ketat dari brand lain dalam bisnis air mineral tidak menjadi ancaman. Pasalnya Dwi menilai hadirnya DAXU sebagai brand baru air mineral kemasan ditengah masyarakat merupakan bentuk sinergi pemenuhan kebutuhan air minum yang semakin meningkat sehingga masyarakat secara fleksibel bebas memilih brand air kemasan yang tersedia saat ini.

Namun pihaknya yakin dengan harga, kualitas, dan pelayanan yang kompetitif didukung dengan jumlah pelanggan PDAM Sleman mencapai unit terdiri dari instansi, rumah tangga, kran umum, dan sosial yang tersebar di 16 Kecamatan se Kabupaten Sleman, produk air kemasan tersebut dapat diterima masyarakat.

“Produk AMDK kami hadir sebagai mitra brand yang sudah ada dipasaran sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat,” jelas Dwi.

Dalam acara soft launching tersebut juga diadakan acara jalan santai dan pemberiaan bantuan bibit pohon pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.  Dwi menambahkan bahwa bantuan bibit pohon tersebut sebagai langkah nyata PDAM Sleman dalam usaha konservasi air di Kabupaten Sleman.

Menurutnya kelestarian air di Sleman perlu dijaga karena Sleman sebagai daerah resapan yang menjadi penyangga air bagi wilayah Kota Yogyakarta.




Seluruh Pejabat Sleman Akan Dilakukan Tes Urine

Sleman – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman akan melakukan tes urine bagi seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.  Dilakukannya tes urine bagi pejabat tersebut dimaksudkan untuk meneguhkan kepeloporan aparatur sipil negara dalam pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba.

Rencana tes urine bagi pejabat lingkungan Pemkab Sleman tersebut diungkapkan kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi di Sleman, Jumat (4/11).

Terkait dengan upaya mewujudkan  kepeloporan aparatur sipil negara, terhadap pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba maka  tes urine oleh BNN Kabupaten Sleman tersebut, akan dilakukan menyeluruh mulai pejabat eselon dua, tiga dan empat, yang pelaksanaannya dipastikan dilakukan akhir tahun 2016 ini.

Aparatur sipil negara menurut Kuntadi, harus menjadi contoh dan pelopor bebas narkoba. Apalagi dalam kiprahnya dimasyarakat mereka juga harus secara nyata memberikan pemahaman ke masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kasus penyalahgunaan narkoba di Sleman dikatakan Kuntadi ada kecenderungan menurun tetapi kasusnya masih tinggi, yaitu mencapai sekitar 28 ribu orang dari 60 ribu penyalahguna narkoba di DIY.

Karena itu ntuk mengeliminasi kasus narkoba, Kuntadi masih memprioritaskan langkah preventif.  Sedang bagi korban atau pengguna terus dilakukan langkah rehabilitasi.




Razia Miras di Sleman akan Ditingkatkan‬

Sleman – Demi menegakkan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang peredaran Miras, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman akan meningkatkan razia miras di wilayah Kabupaten Sleman. Pasalnya target pengamanan miras ilegal di Sleman masih jauh dari target yang telah ditetapkan.‬

‪”Kami targetkan botol miras disita selama operasi tahun 2016 ini,” kata Rusdi Rais, Kepala Seksi Penegakan Perda Bidang Penegakan Perda Satpol PP Sleman, Jumat (4/11).

Namun hingga saat ini petugas baru menyita sekitar botol miras. Baik miras tipe A dengan kandungan alkohol kurang dari lima persen, B dengan alkohol lima sampai 20 persen, dan C dengan kandungan alkohol lebih dari 20 persen.‬

‪Menurut Rusdi, para penjual miras ilegal akan diseret ke pengadilan dengan kasus tipiring. Adapun tempat sasaran razia miras meliputi warung, rumah makan, dan restoran. Selain itu Satpol PP juga akan merazia rumah-rumah warga yang terbukti melakukan transaksi penjualan miras tanpa izin.‬

‪”Masih ada tiga kali operasi lagi yang akan kami lakukan sampai akhir tahun nanti,” kata Rusdi.

Di sisi lain Rusdi mengemukakan, maraknya keberadaan miras ilegal disebabkan oleh sanksi tipiring yang sangat ringan. Antara lain berupa denda dengan nilai rata-rata di bawah Rp 5 juta.