Menteri Sosial Harapkan Sinergitas TAGANA dan Sahabat TAGANA dalam Penanganan Bencana

Sleman – “Semangat kalian yang melekat dan pengorbanan yang senyap dari sanjung dan puji, merupakan inspirasi dan motivasi bagi kami agar lebih arif dan bijaksana menyikapi alam yang sedang berbenah diri, sehingga alam dan kita tercipta harmonisasi. Teriring doa semoga kalian tenang disana”.

Itulah barisan kalimat pada prasasti yang ditanda tangani Menteri Sosisal RI, Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X  pada peringatan Hari Relawan Internasional tahun 2016, Minggu (4/12) di Museum Gunung Merapi (MGM) sebagai penanda gugurnya lima korban Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam menjalankan tugas saat erupsi Merapi 2010 lalu.

Kelima korban yaitu Slamet Ngatiran, Jupriyanto, Samiyo, Ariyatno Prasetyo, dan Supriyadi masing-masing juga diabadikan dalam pahatan patung yang akan menjadi koleksi MGM untuk mengenang pengorbanan mereka sebagai relawan dalam menghadapi bencana.

Menteri Sosial,  Khofifah Indarwati Parawansa dalam acara tersebut menyampaikan bahwa prasasti dan patung kelima TAGANA yang gugur menjadi tanda penguatan semangat bersama.

“Perjuangan TAGANA tidak hanya keringat dan air mata saja, akan tetapi juga mempertaruhkan nyawa.  Mudah-mudahan ini mampu menjadi inspirasi untuk merajut kesetiakawanan dan kepedulian sosial bagi penguatan TAGANA untuk bersinergi dengan relawan dalam pelayanan dikala bencana terjadi,“ jelas Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 323 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi .Dirinya juga mengapresiasi pembentukan Sahabat TAGANA yang dilakukan di DIY.

Menurutnya sinergitas antar relawan sangat penting dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana. Khofifah dalam acara tersebut juga menyematkan pin pada perwakilan Sahabat TAGANA dan menyerahkan bantuan pada keluarga kelima TAGANA yang gugur.

Sementara Untung Sukaryadi menyampaikan bahwa gugurnya kelima TAGANA dalam erupsi Merapi lalu tidak membuat takut masyarakat Yogyakarta menjadi relawan, justru menjadi inspirasi dan motivasi masyarakat karena semangat masyarakat Jogja adalah semangat kesetiakawanan.

Hal ini dibuktikan dengan jumlah relawan di Jogja yang terus berkembang. Untung menjelaskan bahwa pada tahun 2010 jumlah TAGANA aktif sebanyak 350 orang, sedangkan tahun 2016 sudah mencapai orang.

Sahabat TAGANA terlatih sebagai relawan yang bersinergi dengan  TAGANA, menurut Untung terdiri dari Kampung Siaga Bencana (KSB) 310 orang, SAR orang, PMI 500 orang, Mahasiswa Pecinta Alam Siaga Bencana (MAPAGANA) orang, Pramuka Siaga Bencana (PRAGANA) 150 orang, Radio Antar Penduduk Indonesia Siaga Bencana (RAPIGANA) 150 orang, Difabel Siaga Bencana (DIfagana) 100 orang.




Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Sleman Tumbuh Baik‬

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman mulai tahun 2015 tumbuh cukup baik dengan menunjukkan angka pertumbuhan sekitar 5,28 persen.‬

‪”Hasil upaya menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian masyarakat dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Sleman atas dasar harga berlaku selama lima tahun terakhir setiap tahun mengalami peningkatan cukup stabil,” kata Sri Purnomo, Minggu (4/12).‬

‪Menurut Sri Purnomo, pada 2015 tumbuh sebesar Rp 21,417 trilyun. Demikian pula PDRB atas harga konstan rata-rata meningkat Rp trilyun pada 2015.‬

‪Peningkatan tersebut menurut Sri Purnomo secara langsung meningkatkan pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp juta pada 2015. Sedangkan PDRB perkapita harga konstan pada 2015 sebesar Rp 6,79 juta.‬

‪Sementara lanjut Sri Purnomo,  perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir, baik investasi PMA, PMDN, dan non-PMA/PMDN mengalami peningkatan baik jumlah unit usaha maupun nilai investasi.‬

“Jumlah unit usaha PMDN pada 2015 sebanyak 57 unit,” katanya.‬

‪Sri Purnomo menambahkan untuk nilai investasi pada 2015 menjadi 233 juta dolar Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen dibanding 2014.‬

‪”Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja PMDN, pada 2015 sebanyak orang, yang sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal Sleman,” tutur Sri Purnomo.




Family Gathering HUT Korpri ke 45

Sleman – Family Gathering dalam rangka HUT KORPRI ke-45 berlangsung di Dusun Kemiri Purwobinangun Pakem, Minggu (4/12).  Hadir pada kesempataan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Plt Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno, dan para pejabat dilingkungan Pemkab Sleman. Dalam family Gathering tersebut juga diisi berbagai kegiatan antara lain senam massal, susur jalan dan penanaman pohon.

Sri Purnomo berharap kegiatan tersebut semakin mempererat tali silaturahmi antara anggota Korpri pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Sleman sehingga ke depan berdampak pada semakin meningkatkan kekompakan anggota Korpri.

“Korpri harus kompak, Korpri harus solid. Kekompakan dan soliditas anggota Korpri sangat penting. Dengan adanya kekompakan dan soliditas anggota Korpri maka akan terbentuk kekuatan besar yang diharapkan akan semakin optimal dalam melaksanakan amanah pembangunan di negeri ini dan juga dalam melayani masyarakat. Bila hal ini terwujud maka Insya Allah kemakmuran masyarakat yang menjadi tujuan pembangunan terus dapat ditingkatkan,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan pula bahwa disamping HUT Korpri juga memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Kegiatan tersebut merupakan momen yang baik untuk membangun kesadaran serta membentuk kecintaan terhadap puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari.

Melalui momen Sri Purnomo mengingatkan  keberadaan puspa dan satwa yang ada di alam untuk dipertahankan agar mereka tidak mengalami kepunahan, tambah bupati sleman.

“Puspa dan satwa di alam yang kita miliki merupakan daya dukung lingkungan yang menjadi salah satu modal pembangunan kita,” tuturnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Sri Purnomo mengajak kepada semua pihak baik anggota Korpri, maupun seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesinambungan puspa dan satwa yang merupakan kekayaan alam .

Sedangkan Dra Tri Endah Yitnani yang juga panitia HUT Korpri ke 45 melaporkan bahwa maksud dan tujuan Family Gathering tersebut  sebagai sarana hibauran dan rekreasi bagi anggota Korpri dan keluarganya, sebagai bentuk kepedulian Korpri kepada masyarakat dan sebagai sarana promosi potensi desa diwilayah Kabupaten Sleman, serta sebagai sarana kegiatan pelestarian lingkungan hidup.

 Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon sebagai penghinjauan berupa Pohon Manggis sebanyak 600 batang, Apokat 550n batang, Jambu biji maerah 600 batang,Sirsat 550 batang,  Beringin 50 bataang, Preh 50 batang dan Asem Jawa 50 batang, penanaman di lahan 5 hektar di wilayah Purwobinangun Pakem.

Kegiatan lain yang dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis, serta basar/pasar murah. Penyerahan hadiah kejuaraan dalam rangka HUT Korpri ke 45, yaitu Lomba ponpes berwawasan lingkungan hidup juara I Ponpes Taruna Al’Quran Lempongsari Sariharjo Ngaglik. Lomba kampung iklim juara I Dusun Salam, Trumpon Merdikorejo Tempel.

Lomba Sekolah Adiwiyata kategori SD/MI  juara I SD Islam Al-Azhar 31. Kategori SMP/Mts juara I SMP N 1 Ngemplak, kategori SMA/SMK/MA juara I SMKN 1 Kalasan.

Selanjutnya lomba kebersihan dan keteduhan kota (green & Clean) predikat Emas/Gold antara lain Dusun Wonosari Padukuhan wonosari, Bangunkerto Turi, predikat Perak/Silver antara lain Padukuhan Wonorejo Sariharjo Ngaglik, Predikat Biru/Blue antara lain padukuhan Kebur Lor Argpomulyo Cangkringan.

Sedang untuk pertandingan bulutangkis juara I UPT Yandik Sleman, pertandingan bola voli putra juara I PDAM Sleman, Juara bola voli putri juara I UPT Yandik Depok.

Pertandingan futsal putra juara I PDAM Sleman, Pertandingan Futsal Putri juara I UPT Yandik Seyegan. Pertandingan Tenis lapangan juara I UPT Yandik Depok, Pertandingan Catur juara I Agus Dwi S (Kecamatan Turi) Pertandingan tenis meja Putra juara I PDAM Sleman, pertandingan tenis meja Putri juara I PD BPR Bank Sleman.