KPU Adakan Pembelajaran Politik Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman mengadakan pembelajaran politik terhadap puluhan perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman.‬

‪Kegiatan yang diselenggarakan di aula Bappeda Sleman, Sabtu (10/12) merupakan kerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA),  HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) DIY dan Tim Penggerak PKK Sleman. ‬

‪Acara ini dikemas dalam bentuk lomba cerdas cermat. Beberapa orang dalam kelompok masing-masing berlomba menjawab pertanyaan seputar kepemiluan dan demokrasi di Indonesia. ‬

‪”KPU tidak puas dengan hanya angka kepesertaan yang bersifat kuantitatif. Kita ingin meningkatkan kualitas dan mutu partisipasi itu, terutama kaum perempuan agar melek dan cerdas terhadap politik,” kaya Ahmad Shidqi, Ketua KPU Sleman. ‬

‪Menurut Ahmad, Pemilu bukan hanya masalah pencoblosan saja. Tetapi ia berharap peserta kali ini dapat mengawal jalannya Pemilu dan mengawal kebijakan pasangan terpilih pasca Pemilu.‬ ‪Terutama mengawal kebijakan supaya tidak diskriminatif, terutama terhadap perempuan dan kaum disabilitas. ‬

‪Sebenarnya, berdasarkan data KPU Sleman jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada laki-laki.‬ Di setiap Pemilu tercatat jumlah pemilih perempuan unggul sekitar lima persen dari jumlah pemilih laki-laki.‬ ‪Oleh karena itu Ahmad mengharapkan perempuan semakin tergugah untuk mengambil peran dalam dunia perpolitikan.‬

‪Siti Mardiah, Kabid Perlindungan Hak Perempuan Dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus Kemen PPPA mengungkapkan, sampai saat ini perempuan terutama kaum disabilitas masuk dalam kelompok rentan mengalami diskriminasi. ‬

‪Sebagai contoh, saat Pemilu mereka sering memilih pasangan calon yang bukan pilihannya sendiri. Namun mereka memilih karena ada pengaruh orang lain. ‬

‪”Bahkan, mereka masih ada yang disembunyikan karena dianggap aib. Maka kita berusaha memberi peran lebih,” kata Siti.




SMAN I Prambanan Terima ISO

Sleman – Satu lagi SMA di Sleman menerima Sertifikat Sistem Manejeman Mutu ISO 9001:2008 akhir tahun 2016 ini yaitu SMAN I Prambanan.

Penyerahan dilakukan Sabtu (10/12)  di Gedung Sportarium SMAN I Prambanan, penyerahan dilakukan oleh Sapto Haryono dari PT TUV Rheinland Indonesia dan diterima Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mewakili Bupati Sleman.

Selanjutnya Sertifikat ISO 9001:2008 tersebut oleh Kepala Dikpora Sleman diserahkan kepada Kepala Sekolah SMAN I Prambanan H Darwito SPd.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Muspika Kecamatan Prambanan (Camat Prambanan Abu Bakar ), juga semua Guru dan staf SMAN I Prambanan.

Sapto Haryono  menyampaikan bahwa untuk mendapat Sertifikat ISO 9001:2008 bukan pekerjaan mudah, namun harus diraih dengan susah payah. Banyak yang harus disiapkan dan dilakukan, terutama untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di sekolah tersebut, mulai dari kepala sekolah, guru dan siswa harus punya komitken untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Sedangkan Arif Haryono menyampaikan bahwa dengan diterimanya Sertifikat ISO oleh SMA N I Prambanan tersebut  selain membuktikan peningkatan mutu sekolah, juga menunjukkan bahwa Pemkab Sleman serius menyediakan berbagai sarana pendidikan yang berkualitas  dan memberikan pelayanan pendidikan  kepada anak-anak sebaik mungkin.

Hal tersebut penting karena pelayanan dan kualitas  pendidikan di suatu daerah selain sebagai bagian untuk menciptakan suatu bangsa yang cerdas juga penentu terwujutnya Kabupaten Sleman untuk menuju Smaart Regency tahun 2021.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penerimaan sertifikat ISO 9001:2008 tersebut janganlah menjadi tujuan akhir dari pembangunan mutu sekolah, namun diharapkan menjadi cambuk baru untuk mencapai target mutu selajutnya yang lebih tinggi, pendek kata penerimaan ISO 9001:2008 tersebut merupakan awal untuk melangkah yang lebih baik.

Diharapkan pula dengan diterimanya sertifikat ISO 9001:2008 tersebut  justru menjadi cambuk bagi sekolah, Guru dan siswa untuk lebih baik lagi daalam berbagai aspek.

Disampaikan pula bahwa dengan doperolehnya sertifikat ISO 9001:2008 tersebut  menunjukkan standar pendidikan yang sudah ditetapkan, dan diharapkan akan berpengaruh pada output yang lebih baik yaitu lulusan dari SMAN I Prambanan tersebut merupakan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah lain untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ditambahkan Arif bahwa sebagian besar SMA di Kabupaten sleman sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008, hanya tinggal beberapa sekolah yang baelum mendaapatkan sertifikat tersebut, dan kedepan juga disiapkan untuk mendapatkan sertifikat serupa, agar mutu pendidikan di kabupaten sleman lebih berkualitas dan merata di semua tempat.

Sedang Kepala Sekolah SMAN I Prambanan, H Darwito SPd menyampaikan bahwa dengan diterima sertifikat ISO 9001:2008 tersebut sebagai cambuk untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN I Prambanan. Yang jelas Sertifikat ISO 9001:2008 tersebut  menjadi tonggak untuk meningkat visi dan misi SMAN I Prambanan yang sudah menjadi tekat sekolah, guru dan siswa.