Tiga Calon Sekda Sleman Sedang Dikonsultasikan ke Gubernur

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan proses pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman terus berjalan. Bahkan setelah dilakukan seleksi telah dipilih tiga orang.

“Setelah dilakukaj seleksi calon Sekda sudah dipilih tiga orang dan ketiganya sudah diumumkan. Selanjutnya dari tiga calon tersebut akan dipilih satu orang.

Saat ini nama ketiga calon Sekda sedang dalam proses dikonsultasikan dengan Gubernur,” kata Sri Purnomo, Rabu (14/12).

Diharapkan akhir tahun 2016 sudah terpilih dan awal tahun 2017 Sekda baru sudah dilantik.

“Harapannya terhadap Sekda baru nantinya Sekda merupakan jajaran birokrasi administrasi di Kabupaten harus punya prinsip atau filter yang kuat untuk mengendalikan   birokrasi di Sleman. Hal ini karena Sekda merupakan birokrasi tertinggi yang mengetahui seluk beluk ASN di Sleman,” kata Sri Purnomo.

Disinggung tentang ketiga calon Sekda Sleman, Sri Purnomo mengaku, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam usulan yang diterimanya itu, pansel juga memberikan penilaian terhadap ketiga calon Sekda tersebut.

“Nilai-nilai selama proses seleksi itu nanti akan jadi pertimbangan kami dalam memilih Sekda. Soalnya mereka memiliki plus dan minus,” tuturnya.

Adapun Panitia seleksi (Pansel) hanya memilih tiga nama untuk diusulkan ke Bupati Sleman, yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Nakersos) Kabupaten Sleman Drs Untoro Budiharjo, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Sleman Purwatno Widodo SH dan Kepala Inspektorat Pemda DIY Sumadi SH.




Pemkab Sleman Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

IMG_1619Sleman – Untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman yang merata dan menyeluruh sebagai upaya dalam peningkatan derajat kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman  menandatangani MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS Kesehatan tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (14/12).

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa dalam kerjasama tersebut Pemkab Sleman mendaftarkan jiwa warganya untuk peserta PBI APBD. Sedangkan untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif sebanyak jiwa.

Menurut Sri Purnomo, komitmen kerjasama melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan BPJS Kesehatan tentang Integrasi Pelayanan Jaminan Kesehatan di Kabupaten Sleman ini berdasar pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Peraturan tersebut menyebutkan bahwa kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia, dan penduduk yang belum termasuk sebagai Peserta Jaminan Kesehatan dapat diikutsertakan dalam program Jaminan Kesehatan pada BPJS kesehatan oleh pemerintah daerah provinsi atau pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Saya berharap kerjasama ini dapat menjadi media strategis dalam meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui integrasi penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi penduduk Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VI dr Aris Jatmiko MM AAK menyampaikan bahwa warga yang didaftarkan sebagai peserta PBI APBD Kabupaten Sleman adalah warga miskin dan tidak mampu yang belum mendapatkan jaminan kesehatan baik dari Jamkesmas (PBI APBN) maupun kepesertaan JKN non PBI.

Sedangkan warga yang didaftarkan sebagai peserta PBPU kolektif adalah dari unsur kader, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, perangkat desa diluar Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri, dan anggota keluarga,” jelas Aris.

‪Aris menjelaskan bahwa kepesertaan di wilayah Kabupaten Sleman per 31 Oktober 2016 telah mencapai jiwa atau telah mencakup 66% dari total  penduduk Kabupaten Sleman sebanyak jiwa.

Rincian jumlah peserta PBI APBN  sebanyak jiwa, PPU Pemerintah jiwa, Bukan Pekerja (BP) jiwa, PPU non pemerintah jiwa dan Peserta Mandiri (PBPU) jiwa.

Menurut Aris jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Sleman yang saat ini telah bekerjasama yaitu 25 Puskesmas, 48 dokter umum, 17 dokter gigi, 19 klinik pratama, 3 faskes milik TNI Polri. Sedangkan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang telah bekerjasama yaitu 5 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta.

“Menindaklanjuti kerjasama yang disepakati  antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, kami akan terus melakukan koordinasi secara lebih intensif dengan Pemkab Sleman baik dalam hal pelayanan maupun kepesertaan sehingga kami berharap dengan kerjasama ini dapat mengakselerasi tercapainya cita-cita bersama yaitu Indonesia Universal Health Coverage pada tahun 2019,” jelas Aris.




Sleman Perluas Program Mina Padi

Mina PadiSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan terus mengembangkan program mina padi, guna percepatan mewujudkan kesejahteraan petani.

“Program mina padi, akan terus dikembangkan diwilayah Sleman. Karena selain model budidayanya cocok juga banyak mendapatkan respon dari masyarakat,” kata Supramono, Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Rabu (14/12).

Menurut Supramono, budidaya mina padi berdasarkan kalkulasi bisnis budidaya perikanan terbukti sangat menguntungkan. Bahkan untuk lahan seribu meter mina padi  hasilnya akan mencapai empat hingga lima kali lipat dibanding jika hanya ditanami padi secara konvensional.

Pengembangan mina padi di Sleman saat ini lanjut Supramono, mendapatkan respons yang sangat baik dari kalangan petani ikan. Bahkan hingga saat ini luasan lahan mina padi untuk  udang galah dan nila merah sudah mencapai lebih dari seratus hektar.

“Kawasan pengembangan mina padi di Sleman masih diutamakan untuk sejumlah wilayah yang mendapatkan kecukupan air.  Seperti wilayah Kecamatan Seyegan, Minggir, Moyudan, Gamping serta Berbah,” katanya.

Untuk itu  melalui program mina padi ini, Supramono berharap selain akan mampu mewujudkan program pembangunan pertanian berkelanjutan dengan  produk organik. Juga semakin meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara terkait program mina padi di Sleman, Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI juga berharap mampu menjadi daya tarik lapangan kerja baru masyarakat. Sehingga para generasi muda di Sleman tidak perlu pergi jauh keluar daerah bahkan keluar negeri dalam mencari pekerjaan.