Kaliurang Disiapkan Untuk Perayaan Malam Tahun Baru

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman siap mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya dalam perayaan Malam Tahun Baru 2017.  Karena itu, beragam agenda telah disiapkan di sejumlah lokasi dan destinasi wisata. Salah satu fokus penyelenggaraannya berada di kawasan wisata Kaliurang Sleman.‬

‪Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan  agenda yang sudah dilakukan adalah Festival of Light. Acara ini telah dibuka 8 Desember lalu dan akan berakhir 29 Januari 2017 mendatang. Kegiatan lainnya adalah festival lampion dan festival penjor di sepanjang kawasan Kaliurang.

“Untuk Festival of Light antusiasme sangat tinggi. Tahun ini konsep yang diangkat adalah Castle and Dragon. Beragam objek unik dengan hiasan lampu tersaji di Gardu Pandang Kaliurang,” kata Ayu, Jumat (30/12).

‪Menurut Ayu, agenda  Festival of Light ini sudah memasuki tahun kedua. Sajian yang diangkat tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. Objek-objek istana dan naga dihias menggunakan lampu. Begitu pula dengan area taman yang terhampar ribuan lampu hias.

Ayu menuturkan konsep ini untuk mendukung penggemar selfie. Wisatawan yang datang dapat mengabadikan momen ini. Atraksi wisata ini beroperasi menjelang sore, tepatnya pukul WIB hingga malam hari.

Paling pas menjelang senja sore hari untuk menikmati lampu-lampu ini. Saat langit cerah, langit tidak terlalu gelap. Jadi pas antara tata lampu dan kondisi langit di Kaliurang.‬

‪Sedangkan festival penjor dan lampion akan melibatkan warga Kaliurang. Nantinya, di sepanjang jalan menuju taman wisata Kaliurang akan dihiasi penjor dan lampion ini. Tepatnya selepas gerbang masuk Kaliurang, Hargobinangun, Pakem Sleman.‬

‪Ayu menjelaskan lampion dan penjor adalah inisiatif warga. Disbudpar Sleman hanya mendorong agar warga Kaliurang menyajikan suguhan unik. Konsep hiasan ini berlangsung hingga 7 Januari 2017 mendatang.

‪Untuk target wisata selama liburan, Disbudpar Sleman menargetkan 400 ribu wisatawan. Angka ini target kunjungan dari 18 Desember hingga 2 Januari 2017. Target ini turut melengkapi angka kunjungan wisata 2016 mencapai 4,1 juta wisawatan.




Pejabat Struktural Pemkab Sleman Dilantik Awal Tahun

Sleman– Sebanyak 801 orang PNS pejabat struktural lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan dilantik dan diambil sumpah awal tahun 2017 pada hari Selasa  tanggal 3 Januari 2017 di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman.

Pj Sekda Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menjelaskan bahwa pelantikan tersebut berdasarkan PP No. 18 tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang ditindak lanjuti dengan Perda tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

“Pelantikan dibagi menjadi tiga gelombang, pertama bagi  JPT Pratama seperti Sekda, Kepala Dinas, dan Kepala Badan sebanyak 29 orang. Gelombang dua bagi pejabat administrator dan sebagian  jabatan pengawas sebanyak 384 orang. Gelombang tiga bagi jabatan pengawas sebanyak 388 orang,” kata Iswoyo kepada wartawan, Jumat (30/12).

Menurut Iswoyo, pasca pelantikan nantinya dapat dipetakan adanya 7 JPT pratama yang kosong di lingkungan Pemkab Sleman. Rencananya akan diadakan seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan tersebut.

“Kekosongan ini terjadi karena pejabat sebelumnya pensiun. Sedangkan berdasar UU No. 8 Tahun 2015 mengatur Bupati tidak dapat melantik pejabat pada 6 bulan pertama kepemimpinannya,” kata Iswoyo.

Selain itu lanjutnya, konsekuensi dari PP tahun 2016 bulan Agustus lalu mengharuskan penataan OPD selesai bulan Oktober. Sehingga untuk efisiensi kita melakukan pelantikan bersamaan pada Januari 2017.

Sedangkan untuk para pegawai atau staff sudah menerima SK penempatan pada Jumat (30/12) sehingga pada Januari 2017 nanti masing-masing SKPD sudah terisi personil.

“Bagi para pegawai yang dirotasi sesuai SK yang telah diterima merupakan kesempatan untuk meniti karir kedepan karena dapat memberikan tambahan wawasan dilingkungan kerja yang baru,” kata Iswoyo.




Retribusi yang Dikelola Disbudpar Lampaui Target

Sleman – Selama tahun 2016 ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman memberikan sumbangan terhadap PAD sebesar Rp 5,82 miliar dari beberapa retribusi yang dikelola secara langsung. Angka tersebut melampaui dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4,875 miliar atau pencapaiannya sebesar 119,50%.

Demikian dikatakan Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Jumat (30/12). Angka tersebut riilnya adalah yang terdiri atas fasilitas Kaliurang sebesar Rp 52,388 juta, Fasilitas Kios Kaliurang Rp 37,290 juta, retribusi tempat rekreasi dan hiburan Rp 5,09 miliar (terdiri atas parkir kawasan wisata Kaliurang Rp 3,01 miliar.

Dan, retribusi Museum Gunungapi Merapi Rp 1,10 miliar, Sinema MGM Rp 651,80 juta, Menara Pandang Rp 142,56 juta dan retribusi candi Rp 176,37 juta serta bagi hasil Candi Ratu Boko Rp 640,46 juta.

Sementara itu secara khusus selama libur akhir tahun sejak 18 hingga 29 Desember 2016 destinasi Kaliurang telah dikunjungi sebanyak wisatawan dengan pendapatan sebesar Rp 324,98 juta. Jumlah wisatawan libur akhir tahun akan dicatat tersendiri selama 16 hari mulai tanggal 18 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017 di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman.

Ayu mengharapkan berbagai atraksi wisata yang dikemas dipenghujung tahun 2016 akan dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Sleman.

Atraksi wisata tersebut diantaranya Festival of Light “Dragon Castle” yang diselenggarakan hingga 29 Januari 2017, Festival Lampion dan Penjor, gebyar malam tahun baru pada tanggal 31 Desember 2016 di Kaliurang dengan 3 titik atraksi dan pesta kembang api.

Ketiga titik tersebut adalah di Panggung Tlogoputri dengan atraksi Braves Boys Band, Niskala Band, Doubleman Band, Panggung Lap GOR Kaliurang Barat dengan atraksi Orkes Melayu Latansa Group.




Korpri Sleman Buka Toko AMAN Mart

Bupati SlemanSleman – Berbagai produk unggulan dengan kualitas tinggi dimiliki Sleman, namun masih terkendala dalam pemasarannya. Salah satu upaya mengatasi kendala tersebut Korpri Kabupaten Sleman membuka ’AMAN Mart’ yang diresmikan  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Rabu (28/12).

Sri Purnomo menyampaikan bahwa optimalisasi penggunaan produk lokal tidak cukup dilakukan dengan menjaga kualitas produk oleh pelaku usaha, perlu didukung publikasi dan partisipasi multisektoral sehingga memudahkan bagi pelaku usaha lokal dalam mengembangkan produknya.

Berada di selatan lapangan Pemda Sleman dan bersebelahan dengan kantor Korpri Kabupaten Sleman, kehadiran AMAN Mart dalam menjalankan usahanya selain menjual produk kebutuhan sehari-hari juga menjadi fasilitator produk pertanian seperti beras dan sayur organik hasil petani lokal Sleman serta produk UMKM Sleman.

”Saya mengapresiasi inisiatif Korpri Sleman dengan peluncuran AMAN Mart sebagai prototipe usaha yang mengedepankan produk-produk lokal Sleman. Mudah-mudahan keberadaan AMAN Mart dapat menjembatani kebutuhan konsumen dengan produsen. Untuk itu dibutuhkan peran aktif Korpri untuk jemput bola ke berbagai UMKM sehingga produk yang diperjualbelikan di AMAN Mart semakin beragam,”  kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menghimbau kepada para pegawai di Sleman untuk memanfaatkan AMAN Mart dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain mudah dan terjangkau berbelanja di AMAN Mart, secara tidak langsung membantu pemberdayaan UMKM dan memajukan perekonomian masyarakat Sleman.

Sementara  Ketua Peringatan HUT ke-45 Korpri Kabupaten Sleman, Retno Susiati SH MM menyampaikan bahwa puncak acara tersebut merupakan tahap akhir dari rangkaian acara peringatan HUT Korpri ke-45 yang dimaksudkan untuk mengapresiasi atas terselenggaranya berbagai kegiatan.

Retno juga mengatakan bahwa pembangunan toko “AMAN Mart” tersebut bertujuan untuk lebih meningkatkan layanan kepada anggota Korpri dengan menyediakan kebutuhan yang lengkap berbagai keperluan. AMAN Mart merupakan pengembangan usaha dari Koperasi Aman sebagai badan usaha Korpri Kabupaten Sleman yang dibentuk tahun 2007 telah melaksanakan beberapa usaha untuk memenuhi kebutuhan anggota Korpri Sleman.

“Pembangunan AMAN Mart sekaligus bentuk partisipasi Korpri Kabupaten Sleman untuk berperan serta memberdayakan UMKM Sleman, oleh karena itu kami menyediakan produk lokal Sleman. Kami mengharapkan keberadaan AMAN Mart dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh anggota Korpri dengan meramaikan dan memenuhi kebutuhannya,” kata Retno Susiati.

Diinformasikan pula disela-sela peresmian AMAN Mart  juga dilakukan penyerahan trophy serta hadiah kepada para juara lomba pengibar bendera, pengucap Panca Prasetya Korpri, memasak nasi goreng, menyanyi kategori Eselon II dan III, menyanyi kategori Eselon IV dan staf, serta paduan suara dalam rangka HUT Korpri ke 45. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Bupati didampingi Wakil Bupati Sleman.




Pemkab Sosialisasikan Hasil Pemantauan Bahasa

Sleman – Sosialisasi hasil pemantauan bahasa di media luar ruang tersebut  tentunya akan menjawab fenomena yang ada tersebut dengan berdasar pada hasil pantauan yang komprehensif sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

Pantauan tersebut kedepannya juga dapat menjadi bahan referensi bagi SKPD terkait penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan tata bahasa, kaidah bahasa baku baik lisan maupun tulisan.

Disamping itu saya harapkan kedepannya kegiatan ini mampu menjadi media strategis untuk menggugah kembali kesadaran masyarakat dan generasi muda untuk dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes usai membuka sosialisasi hasil pemantauan bahasa di lantai III Pemkab Sleman, Rabu (28/12).

Menurut Sri Muslimatun kegiatan tersebut  mampu menjadi media bagi seluruh peserta yang hadir untuk dapat memunculkan ide dan gagasan mengenai langkah strategis dalam upaya merevitalisasi penggunaan bahasa Indonesia baik dalam ruang publik maupun dalam keseharian.

Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan bahwasanya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar baik diruang publik maupun administrasi masih terbilang lemah. Hal ini dapat terlihat dari seringnnya penggunaan istilah dalam bahasa asing. Padahal istilah-istilah asing tersebut memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yang dapat digunakan.

“Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sendiri dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya dan yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar,” kata Sri Muslimatun.

Ditambahkan jika merujuk pada Undang-Undang No 24 Tahun 2009 pasal 30 menyatakan bahwasanya Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pelayanan administrasi publik di instansi Pemerintah.

Tentu hal ini harus menjadi perhatian kita bersama jajaran Pemerintah, bukan berarti penggunaan bahasa asing dilarang tapi hendaknya dapat disesuaikan dengan kedudukan dan fungsinya. Jika sasarannya adalah orang Indonesia maka penggunaan bahasa Indonesia tentu lebih tepat.

“Hal yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan semangat dan kecintaan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan sampai fenomena jaman justru menggerus kekayaan bahasa yang kita miliki. Perlu kita ingat bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang menjadi alat pemersatu bangsa ditengah beragamnya bahasa daerah yang kita miliki,” tambah Sri Muslimatun.

Hal ini tentu harus dijaga dan dilestarikan dengan cara menerapkan penggunakaan bahasa Indonesia sesuai tata bahasa dan kaedah yang berlaku. Sedangkan Mulyanto dari Balai Bahasa Jogja menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi tersebut untuk memasyarakatkan pemakaian bahasa Indonesia sesui dengan amanat UU nomor 24 tahun 2009 dan Pergub Nomor 39 tahun 2015 dan untuk mewujutkan bahasa Indonesia  media luar ruang lebih bermartabat.

Disampaikan pula  bahwa sosialisasi tersebut agar lebih bermanfaat dalam meningkatkan mutu penggunaan dan sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia meningkat, sehingga dapat mengembangkan budaya cinta bahasa Indonesia.

Peserta dalam sosialisasi tersebut pada kepala SKPD, camat, dan pejabat dilingkungan Pemkab Sleman. Bertindak sebagai nara sumber Kepala Balai Bahasa Jogja Dr Cipto Suwondo, Sulton Fathoni dari Dishubkominfo, Ir Rin Andriani dari BPMPPT  dan Sri Wantini dari Dikpora Kabupaten Sleman.