Potensi Pertanian Wilayah Pakem Merata

DSC_1735Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI berharap agar petani melakukan inovasi dan menambah pemahaman informasi terhadap teknologi pertanian untuk meningkatkan produk lokal serta memberikan nilai tambah. Hal tersebut disampaikan Sri Purnomo disela-sela pengukuhan dan gelar potensi produk Pertanian, Perikanan dan Kehutanan UPT BP3K V Pakem, Selasa (31/5).

“Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini kemajuan sektor pertanian sangat ditentukan oleh kemampuan adopsi dan inovasi teknologi masyarakat dalam budidaya pertanian dan budidaya pasca panennya,” kata Sri Purnomo.

Pemanfaatan teknologi dan hasil penelitian akan memberikan nilai tambah dan efisiensi dalam bekerja di sektor pertanian. Ini merupakan langkah kita untuk bergerak cepat mengikuti perkembangan jaman sehingga pemanfaatan teknologi dan hasil penelitian akan memberikan keuntungan yang lebih besar kepada masyarakat, tambah Sri Purnomo.

Berkaitan dengan hal tersebut Sri Purnomo berharap agar UPT BP3K Wilayah V Pakem dapat memacu dan mendukung masyarakat untuk menerapkan berbagai teknologi dan hasil penelitian di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Menurut Sri Purnomo  penyuluh hendaknya menjadi jembatan tersampaikannya informasi dan pengetahuan tentang perkembangan teknologi dan hasil penelitian pertanian, perikanan dan kehutanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu para penyuluh harus dapat mengikuti perkembangan teknologi dan hasil penelitian terbaru. Banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya dapat memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat dan dapat menjangkau seluruh dunia.

“Dengan adanya kegiatan ini saya mengajak masyarakat untuk terus berinovasi mengembangkan produk lokal. Untuk para penyuluh saya berharap dapat terus meningkatkan pendampingan terhadap masyarakat agar dapat meningkatkan potensi dan nilai tambah,” tutur Sri Purnomo.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi menjelaskan bahwa pertanian secara luas baik di bidang perikanan, peternakan, pertanian dan perkebunan di wilayah Kecamatan Pakem mempunyai potensi merata.

Menurut Widi meratanya potensi pertanian di wilayah Pakem dikarenakan kondisi geografis wilayah Pakem yang subur serta didukung kondisi iklim di dataran tinggi yang menunjang untuk mengembangkan pertanian.

“Kondisi geografis di Pakem ini di Sleman termasuk salah satu yang spesial sehingga potensi pertanian di Pakem ini merata, seperti produk hortikultura baik tanaman sayur maupun hias, peternakan, serta pelaksanaan tani terpadu dengan mina padi ,“ ungkap Widi.

Senada dengan Widi, Supriyanto SP, selaku ketua panitia mengatakan bahwa potensi produk pertanian, perikanan dan kehutanan di wilayah UPT BP3K V Pakem memiliki nilai jual yang sangat bagus dengan produk utamanya adalah tanaman holtikultura seperti salak, sayuran, buah semusim dan tanaman hias.

Menurutnya selain tanaman holtikultura, bidang peternakan seperti sapi perah, kambing PE, dan ternak kelinci juga menjadi unggulan wilayah Pakem.

“Kegiatan gelar potensi pertanian ini membuka 70 stand yang menampilkan produk dan teknologi pertanian yang bertujuan untuk memberikan apresiasi pada kelompok tani dan sarana promosi produk pertanian di wilayah Pakem serta sebagai sarana untuk menyampaikan informasi teknologi dan produk kreatifitas petani,” kata Supriyanto.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman juga melakukan pengukuhan 33 kelompok tani yang terdiri dari kelas pemula sebanyak 19 kelompok, kelas lanjut 13 kelompok, dan kelas madya 1 kelompok.




Gladi Lapang dan Penandatangan MOU Sister Village

DSC_0288 BernasSleman – Penandatangan MOU Sister Vilage  antara Desa Umbulharjo Cangkringan dengan Desa Umbulmartani Ngemplak telah dilakukan di Barak Pengungsian Brayut Wukirsari Cangkringan Selasa (31/5).

Dan Desa Kepuharjo Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak, Desa Wukirsari Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak, dan Desa Argomulyo Cangkringan dengan Desa Tirtomartani Klasan telah dilakukan di Barak Pengungsian Kiyaran Wukirsari Cangkringan, dengan disaksikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, dan sebagai saksi Kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs Julistiono Dwi Wasito SH MM dan Camat Cangkringan Edy Harmana SH.

Perjanjian kerjasama tersebut tentang penampungan bila terjadi bencana erupsi merapi, sebagai desa yang berdampak erupsi Merapi baik Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Wukirsari dan Argomulyo Cangkringan, maka sebagai desa penyangga/penampung pengungsi bila terjadi bencana erupsi merapi adalah Desa Umbulmartani, Bimomartani dan Tirtomatani.

Disamping penandatangan MOU antara desa tersebut juga dilakukan gladi lapang penanggulangan bencana baik yang ditampung di barak pengungsian Brayut maupun Kiyaran.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa  mengingat upaya mitigasi bencana tidak bisa berhasil tanpa kesatuan langkah semua unsur yang terlibat.

“Karenanya saya ingin mengajak seluruh jajaran untuk dapat terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam upaya mitigasi bencana di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Memastikan semua unsur memiliki kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menjalankan peran dan fungsinya saat mengahadapi bencana menjadi tujuan yang harus diwujudkan.

Sehingga dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan kerugian oleh bencana. Gladi lapang menjadi media yang sangat strategis dalam mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman dalam mitigasi bencana.

Kegiatan tersebut juga menjadi moment dalam menggali secara lebih dalam apa saja yang harus dipersiapkan baik oleh masyarakat, relawan maupun Unit Operasional Penanggulangan Bencana Kecamatan dan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Desa ketika dihadapkan pada kondisi nyata.

Disamping itu, kegiatan tersebut juga menjadi media koordinasi bagi seluruh unsur yang terlibat, sehingga dapat semakin solid sebagai satu kesatuan dalam upaya mitigasi bencana.

Oleh karena itu, Sri Purnomo berharap seluruh jajaran yang terlibat pada Gladi Lapangan ini dapat benar-benar memanfaatkan moment ini untuk meningkatkan dan memantapkan kesiapsiagaan masing-masing sesuai peran dan fungsinya. Sehingga tujuan dalam pelaksanaan Gladi Lapang ini dapat benar-benar terwujud.

Lebih lanjut disampaikan bahwa  jajaran Unit Operasional Penanggulangan Bencana Kecamatan dan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Desa untuk dapat mengoptimalkan peran dan fungsinya.

Mengingat kedua unit ini yang akan membantu ketugasan BPBD Sleman dalam penanggulangan bencana saya berharap keberadaannya mampu  memperkuat jajaran aparatur dalam pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sleman, khususnya di wilayah Kecamatan Cangkringan.

Agar mitigasi dapat memberi manfaat secara optimal, maka mitigasi harus mengadopsi dan mem­per­hatikan nilai-nilai kea­rifan lokal yang terproyeksi dalam semangat gotong royong dan kebersamaan.

Karenanya pada kesempatan yang berbahagia ini, kita bersama juga akan menyaksikan penandatanganan MOU antara Desa Umbulharjo Cangkringan dengan Desa Umbulmartani Ngemplak, dilanjutkan penandatanganan MOU antara Desa Kepuharjo Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak, Desa Wukisari Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak serta Desa Argolumyo Cangkringan dengan Desa Tirtomartani Kalasan.

“Semoga melalui penandatangan MOU ini dapat semakin memperkuat jajaran, dalam upaya mitigasi bencana di Kabupaten Sleman,” tambah Sri Purnomo.




Bank Sleman Peduli Berikan Kredit Modal Kerja Untuk 100 UKM

Sleman – Bertepatan dengan peringatan satu abad Kabupaten Sleman, Bank Sleman sebagai Bank milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mempersembahkan bentuk kepedulian terhadap para pelaku usaha mikro dengan memberikan fasilitas kreditf modal kerja tanpa bunga kepada 100 UKM. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pembiayaan dalam usaha agar dapat terus maju, berkembang dan berkesinambungan dalam usahanya.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Sleman, Moh Sigit SE MSi, Selasa (31/5). Selain itu Bank Sleman juga melaunching Kredit Usaha Bank Sleman (KUBS) dengan bunga 9 %/tahun, serta beberapa produk kredit Bank Sleman berupa Krisan (Kredit Sepisan) dan Krido (Kredit Kepindo) yang cukup menarik.

Sebagai wujud peduli dalam bidang pendidikan  juga dibagikan beasiswa dan telah diserahkan oleh Wakil Bupati Sleman Dra Sri Muslimatun MKes didampingi Dewan Pengawas Bank Sleman, serta Dirut Bank Sleman.

Beasiswa untuk 100 pelajar, tahap pertama telah diserahkan bagi 25 siswa saat peluncuran tabungan SIMPEL dan untuk tahap kedua dibagikan untuk pelajar SD 35 siswa @ Rp , SMP 25 siswa @ Rp , dan SMA 15 siswa @ Rp ,.

Moh Sigit juga menyampaikan perkembangan kinerja Bank Sleman posisi April 2016 yakni total aset Rp 631 miliar, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 458 miliar, Kredit yang disalurkan Rp 493 miliar dan laba catur wulan I 2016 Rp 8,3 miliar.

“Prestasi yang telah berhasil diraih pada awal tahun 2016 yakni dalam Event TOP BUMD Award 2016 yang diselenggarakan Majalah Business News sebagai TOP BPR 2016 dan Bupati Sleman juga dipilih sebagai TOP Pembina BUMD 2016,” kata Moh Sigit.

Sementara Sri Muslimatun mengatakan  kredit modal kerja bagi 100 UKM dan pemberian beasiswa ini merupakan wujud kepedulian Bank Sleman kepada usaha mikro dan dunia pendidikan, sehingga kegiatan ini dapat menjadi contoh dan pendorong semua pihak untuk sama-sama mendukung dan memajukan usaha mikro serta dunia pendidikan.

Pemberian kredit kepada 100 pelaku usaha mikro merupakan langkah nyata Bank Sleman dalam mempermudah akses permodalan bagi UMKM. Ke depan kemudahan akses permodalan bagi UMKM dapat ditingkatkan lagi sehingga usaha mikro semakin berkembang. Dan kepada para pelaku usaha mikro diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan kredit tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kemajuan usahanya.

Sementara dalam pembangunan bidang pendidikan Pemkab Sleman mengupayakan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan non formal yang berkualitas.

Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat dilakukan dengan penyediaan sarana prasarana pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga kependidikan dan  pengembangan sistem pendidikan.




Gubernur Resmikan­ Lava Bantal

DSC_1662 (1)Sleman – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan obyek wisata Lava Bantal yang berada di Dusun Watuadeg Desa Jogotirto Berbah Sleman, Senin (30/5).

Penjabat Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno  menjelaskan bahwa Lava Bantal merupakan destinasi wisata baru di Sleman yang dikembangkan dari bantuan Pemerintah Provinsi DIY dan telah ditetapkan sebagai Geoheritage. Menurutnya objek wisata Lava Bantal nantinya akan menjadi menjadi kawasan wisata ilmu pengetahuan, wisata alam, dan wisata budaya.

”Kami berharap, kehadiran Gubernur, dapat memotivasi masyarakat Sleman, khususnya masyarakat Berbah untuk senantiasa memelihara, dan menjaga dengan baik, kawasan lava bantal sebagai warisan budaya, warisan geologi, warisan ilmu pengetahuan, yang telah ditetapkan menjadi geoheritage ini,” jelas Iswoyo.

Sementara  Sri Sultan HB X mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Lava Bantal rencananya tahun ini pihak pemerintah akan mengupayakan akses jalan langsung yang menghubungkan Gunungkidul melalui Kecamatan Pathuk dari Obyek Wisata Nglanggeran langsung menuju Lava Bantal.

”Tujuan akses langsung menghubungkan antar obyek wisata ini agar mobilitas wisatawan di Jogja lebih lama sehingga pariwisata di Jogja dapat merata yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan juga menghimbau pada masyarakat agar tidak merusak endapan lava yang sudah membatu baik mencungkil maupun melakukan corat-coret karena obyek wisata ini menurutnya memiliki nilai sejarah geologis yang tinggi.

Sementara Iswoyo menambahkan bahwa untuk pengembangan destinasi obyek wisata Sleman antara lain telah dilakukan melalui festival seni di berbagai obyek wisata, pemberdayaan dan pembinaan pelaku wisata, sosialisasi sadar wisata pada masyarakat sekitar obyek wisata, termasuk salah satunya masyarakat di sekitar kawasan Lava Bantal  serta pelatihan manajemen desa wisata.

”Berbagai program dan kegiatan yang telah kami laksanakan tersebut, telah berhasil meningkatkan jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman sebesar 20,65% dari orang lebih, pada tahun 2014 menjadi orang lebih, pada tahun 2015,” tambah Iswoyo.




Festival Budaya dan Kuliner Sleman Berlangsung Semarak

Bali 2Sleman – Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 telah berlangsung semarak selama 3 hari mulai tanggal 27-29 Mei 2016 dengan berbagai sajian atraksi dan sajian kuliner tradisional khas Sleman. 

Seluruh rangkaian kegiatan Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 ditutup secara resmi oleh Penjabat Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno di Taman Kuliner Condongcatur Depok Sleman, Minggu (29/5). Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Senin (30/5).

Dalam festival tersebut diambil para penampil terbaik untuk masing-masing kategori, yaitu penampil terbaik Langen Carito dari SD Kanisius Sengkan Kecamatan Depok, Penampil terbaik Dolanan Anak SD Sinduadi Mlati, penampil terbaik Seni Kerakyatan Kethek Ogleng dari Gadingan Ngaglik, dan Penampil Favorit Langentaya dari Surowangsan Turi.

Sedangkan penampil terbaik kelompok Jathilan adalah Turonggo Pancawisesa dari Sidokarto Godean, dan penampil terbaik Kesenian Religius Kuntulan Bekti Rosul dari Sendangagung Minggir.

Sedangkan untuk festival kuliner “Kangen Sleman” dengan kategori lauk terbaik 1 RM Bonda Merapi, terbaik 2 Kurabu Angkringan Kichen, terbaik 3 Sego Wiwit dari Desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik.

Untuk kategori jajanan pasar terbaik 1 Jadah Tempe Kaliurang, terbaik 2 Susu Kambing Etawwa, terbaik 3 Sagon. Dan untuk lomba foto kuliner terbaik 1 karya Etty Karya Pertiwi, terbaik 2 Surono Tri Anggodo, terbaik 3 Rahadian Jati, dan Foto Favorit karya Rizqi Kusuma Putri.

Untuk lomba logo Kangen Sleman terbaik Kuncoro Ari Prabawa, dan Lomba Logo Sleman Temple Run terbaik Surono Tri Anggodo. Para prestator dalam Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 tersebut memperoleh penghargaan yang berupa tropy dan uang pembinaan.

Penjabat Sekda Iswoyo Hadiwarno mengatakan bahwa ajang Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 merupakan sarana yang efektif untuk upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya. Melalui event tersebut dapat menjadikan wahana apresiasi bagi para pelaku seni budaya, serta masyarakat pada umumnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipentaskan pertunjukan tari KRT Pringgodiningrat dan tari eksibisi dari Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Riau, Provinsi Bali serta Grup Band “Rubah di Selatan” dari ISI Jogja dan Sendratari Ramayana dari Sanggar “Sekar Jagad” Mutihan Sambirejo Prambanan.