‪Disbudpar Genjot Promosi Wisata Melalui “Amazing Sleman”‬

logoslemanSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan terobosan untuk mempromosikan potensi wisata yang semakin berkembang melalui sistem aplikasi mobile “Amazing Sleman” berbasis Android.‬‪”Aplikasi mobile City ini bekerja sama dengan PT Gamatechno Indonesia (Gamatechno),” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Senin (30/5).‬

‪Menurut Ayu, pemanfaatan teknologi di era digital seperti sekarang ini telah mengubah perilaku dan cara pandang kebanyakan orang untuk mendapatkan informasi.‬

‪”Akses internet semakin mudah didapat, penggunaan perangkat mobile semakin banyak digunakan oleh masyarakat di berbagai kalangan,” kata Ayu.‬

‪Ayu menambahkan aplikasi “Amazing Sleman” merupakan aplikasi yang dapat memberikan panduan wisata seputar Kabupaten Sleman dengan lengkap, aktual, serta mudah diakses kapan pun dan dimanapun.‬

‪”Wisatawan dapat mengakses informasi seputar tujuan wisata yang akan dikunjunginya yang meliputi wisata alam, budaya, religi dan kuliner bahkan sebelum mereka berangkat,” katanya.‬

‪Ayu mengatakan, selain itu juga sarana dan fasilitas pendukung sepertinya hotel, restoran, travel dan lainnya.‬

Sementara ‪Wakil Bupati Sleman Dra Sri Muslimatun MKes mengatakan, dengan adanya aplikasi mobile “Amazing Sleman” ini diharapkan akan dapat mengoptimalkan upaya-upaya promosi wisata, dan melengkapi upaya-upaya promosi yang telah dilakukan selama ini dengan berbagai program kegiatan.‬

‪”Melalui aplikasi ini wisatawan akan dapat dengan mudah mengakses lokasi-lokasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman, yang meliputi wisata alam, wisata budaya, wisata religi maupun wisata kuliner,” kata Sri Muslimatun.‬

‪Dijelaskan Sri Muslimatun, untuk mengetahui potensi wisata di Kabupaten Sleman, wisatawan tidak perlu bersusah payah, cukup mengoperasionalkan perangkat androit dalam genggamannya.‬

‪”Mereka akan dapat mengetahui jenis dan cara menjangkau destinasi wisata yang diinginkan,” katanya.‬

‪Aplikasi “Amazing Sleman” dapat diunduh di Play Store secara gratis dengan Link Image:

‪”Diharapkan melalui cara ini wisatawan yang datang ke Kabupaten Sleman di masa-masa mendatang akan semakin meningkat dan pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan bagi warga masyarakat khususnya dikawasan destinasi wisata,” kata Sri Muslimatun.‬***




Bromonilan Miliki Potensi Budaya Yang Perlu Dikembangkan

IMG-20160530-WA0002Sleman – Padukuhan Bromonilan Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Sleman memiliki potensi seni dan budaya yang perlu dikembangkan dan dilestarikan.

“Karena banyak memiliki potensi seni dan budaya tradisional Padukuhan Bromonilan telah ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman sebagai salah satu kantong budaya yang perlu dikembangkan,” kata Kepala dukuh Bromonilan Maryono kepada Harian Bernas, Senin (30/5).

Menurut Maryono Arti kantong budaya banyak seni dan budaya yg perlu dikembangkan dan diuri-uri‬ atau dilestarikan. Seperti pada kirab pusaka ‘Kanjeng Kyai Sinjang Kertas’ yang menjadi bagian dari festival pengembangan desa dan kantor budaya Desa Purwomartani Kalasan pada hari Minggu (29/5) potensi seni dan budaya Padukuhan Bromonilan ditampilkan dalam kegiatan tersebut yang berlangsung di Pendopo Jiwangga Spiritual Restort Kalasan.

Dikatakan Maryono, dalam kirab tersebut Bromonilan  menampilakan potensi budaya yg ada diawali dengan kesenian Srandul, Pameran Tosan aji (keris dan tombak), sarasehan tosan aji, kethoprak, karawitan dan jathilan.

Kegiatan diakhiri pengarakan Pusaka Sinjang Kertas dari wakil masyarakat diserahkan ke Camat Kalasan Drs Samsul Bachri,  kemudian  dari Camat diserahkan ke Dukuh Bromonilan.




Desa Banyuraden Dikukuhkan Sebagai Rintisan Desa Gemar Membaca

InfoPublik – Rintisan desa gemar membaca Desa Banyuraden Gamping telah dikukuhkan di Balaidesa Bayuraden Senin (30/5). Disamping pengukuhan desa gemar membaca pada kesempatan tersebut juga diadakan lomba mewarnai yang diikuti oleh 150 siswa TK se Kecamatan Gamping. 

Hasil lomba mewarnai tersebut Juara I Sofia Fifta Asahra dari TK ABA Temuwuh, Juara II Nadina Meysa dari TK ABA Temuwuh Lor, Juara III Haito Putifa Raihana dari TK ABA Temuwuh Lor, Juara Harapan I Alfitra Hr Asjam dari TK ABA Temuwuh Kidul, Juara Harapn II Sita Sofi Mufanidhah dari TK ABA Pereng Dawe, dan Juara Harapan III Johanes Adheo Tirta dari TK Hidriyasana.

Sedangkan Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatn Sri Murni Rahayu SH  menyampaikan bahwa “Membaca merupakan jendela dunia. Dengan membaca kita dapat meningkatkan kemampuan kita tidak hanya secara kognitif namun juga afektif. Membaca tidak hanya meningkatkan intelektualitas kita namun juga meningkatkan kualitas emosional kita agar menjadi pribadi yang matang.

Namun masalah yang kita hadapi adalah rendahnya minat baca masyarakat. Harus kita akui dalam masyarakat kita budaya membaca belum dianggap sebagai kebutuhan. Padahal melalui membaca kita dapat menjelajahi dunia dan melihat segala sesuatunya dari sudut padang yang berbeda. Pengetahuan, pengalaman dan pendidikan kita akan menentukan sudut pandang kita, sehingga semakin luas pengetahuan kita maka semakin luas pula sudut pandang kita.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan rendahnya minat baca masyarakat. Terdapat 8 lokasi Rintisan Desa Gemar Membaca di Sleman. Semoga kedepan jumlah ini semakin bertambah lagi sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Sleman. Dorongan agar setiap desa menggerakan perpustakaan desa agar dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Sementara Kepala Kantor Perpustakaan Dra Sri Hartati menyampaikan bahwa  Rintisan Desa Gemar Membaca memiliki maksud dan tujuan yaitu menumbuhkan minat baca bagi warga masyarakat desa Banyuraden dengan memanfaatkan perpustakaan desa, mewujudkan perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran bagi warga masyarakat, mewujudkan desa gemar membaca dilingkungan Kecamatan Gamping.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan percontohan bahan perpustakaan berupa Buku dan Rak perpustakaan, disertai pengukuhan pengurus Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kecamatan Gamping.




Belanja Berhadiah Promosikan Pasar Tradisional

DSC_5136 Bernas (1)Sleman – Untuk mempromosikan pasar tradisional serta menarik minat masyarat berbelanja di pasar tradisional, Dinas Pasar Sleman melaksanakan program “Belanja Berhadiah di Pasar Tradisional”.

Menurut Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi,  kegiatan belanja berhadian di Pasar Tradisional ini dilaksanakan di 7 pasar yaitu Pasar Prambanan, Pasar Gamping, Pasar Godean, Pasar Sleman, Pasar Cebongan, Pasar Pakem, Pasar Tempel.

“Kegiatan ini telah dilaksanakan selama satu setengah bulan dengan kupon yang dibagikan sejumlah 25 ribu lembar,” kata Tri Endah di Sleman, Senin (30/5).

Hadiah yang disediakan terdiri dari hadiah utama dan hadiah hiburan. Hadiah utama terdiri dari hadiah utama I : 1 unit sepeda motor Honda Beat Pop diraih oleh Masirah,  hadiah utama II : 2 unit televisi LED 40 inch,  diraih oleh Saljiem dan Pairah dan hadiah utama III : 2 unit kulkas diraih oleh Hendi Siswanto dan Budi Sismanto, 2 sepeda gunung diraih oleh Pariyah dan Istiqomah.

Pengundian pemenang hadiah utama dilaksanakan pada event “Kangen Sleman” di Taman Kuliner Condongcatur Depok pada hari Sabtu (28/5) sekitar pukul WIB oleh Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes. Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangka mendukung peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman yang ke-100 tahun 2016.

Sedangkan Hadiah Hiburan sejumlah 75 unit berupa magicom, kompor gas, blender, dispenser, kipas angin diundi di masing-masing pasar.




Produk UKM Sleman Tembus Ritel‬

Sleman – Pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Sleman terus berbenah menjelang era perdagangan bebas. Berbagai upaya dilakukan untuk mengenalkan produk mereka termasuk dengan menggandeng kalangan ritel.‬

‪Salah satu yang tertarik adalah Parkson Ritel Asia. Sejak Desember 2015, department store di Hartono Mall milik perusahaan ritel asal Malaysia ini telah memajang beragam produk UKM Sleman.‬

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk. Sebab faktanya tidak mudah menembus segmen departement store,” kata Budi Utomo, Ketua Sleman Trade Center (STC) yang merupakan wadah lembaga bisnis bagi pelaku UKM Sleman.‬

‪Sejak STC didirikan pada November 2015 sampai saat ini sudah 25 kelompok UKM yang bergabung. Produk kerajinan dan kuliner dari sebagian besar kelompok itu telah dipasarkan di Parkson Department Store.‬

‪Selama hampir setengah tahun, Budi menilai penjualan produk STC di area ritel itu cukup bagus, dan terus menunjukkan tren peningkatan. Meski diakui butuh waktu agar produk mereka bisa diterima segmen menengah ke atas.‬

‪“Mengingat ketatnya seleksi produk di department store, tidak setiap UKM kami terima. Sebelumnya ada proses kurasi untuk menjamin mutu,” ujar Budi, Sabtu (28/5).‬

‪Supaya keberadaan Tourist Corner semakin familier, pihaknya bekerjasama dengan Parkson akan mengadakan expo launching STC pada 30 Mei-5 Juni mendatang. Pada sesi pembukaan akan ditampilkan fashion show batik Parijotho, dan grebeg gunung berisi handycraft yang bisa diperebutkan oleh pengunjung.‬

‪Selain itu juga diadakan berbagai lomba diantaranya fotografi, mewarnai kategori playgroup dan TK, foto selfie, serta zumba dance. Pengunjung juga dapat ikut berpartisipasi dalam workshop cara pembuatan handycraft.‬

Store Manager Parkson Hartono Mall, Emma Rosarin mengatakan, pemberian ruang bagi produk UKM merupakan bentuk dukungan ter pertumbuhan perekonomian di wilayah DIY. Program ini diharapkan bisa menjadi stimulus bagi pelaku UKM untuk mengembangkan kualitas produk.‬

‪“Hanya produk terpilih yang bisa ditampilkan di display mengingat sasarannya adalah kelas menengah atas. Karena itu kami minta rekan pengusaha UKM agar selalu menjaga mutu produk,” kata Emma.‬

‪Sebagai langkah promosi, pihaknya memanfaatkan link media sosial Parkson yang memiliki jejaring di negara Malaysia, China, Vietnam, dan Myanmar.