‪BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Angin Kencang Pancaroba‬

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai potensi angin kencang pada musim pancaroba saat ini.‬

‪”Selama peralihan musim hujan ke kemarau ini, potensi terjadinya angin kencang masih cukup tinggi,” kata BPBD Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MH, Selasa (24/5).‬

‪Menurut Julisetiono, masyarakat harus tetap waspada terhadap kondisi peralihan cuaca yang ekstrim.‬

‪”Perubahan dari panas ke mendung dapat menyebabkan angin kencang. Karena itu, di masa pancaroba ini masyarakat tetap perlu berhati-hati apalagi kejadiannya mendadak,” katanya.‬

‪Julisetiono mengatakan, potensi angin kencang biasanya ditandai kondisi cerah dan panas pada pagi hari, namun tiba-tiba siangnya berubah menjadi mendung pekat.‬

‪”Perbedaan tekanan udara secara mendadak ini yang berpotensi menimbulkan angin kencang. Bahkan jika suhu udara berubah dingin dapat memunculkan kejadian hujan es,” katanya.‬

‪Julisetiono mengatakan, mengingat potensi angin kencang masih relatif tinggi, pihaknya menyarankan warga untuk memangkas pohon di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dirasa terlalu rimbun atau rawan roboh.‬

‪”Ini untuk langkah antisipasi agar saat terjadi peristiwa angin kencang, tidak ada kerugian materiil maupun korban jiwa akibat pohon tumbang,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, dalam hal ini butuh kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan.‬

‪”Perlu diingat bahwa bencana tidak mungkin bisa dihindari tapi setidaknya ancaman dapat diminimalisir,” katanya.‬

‪Sementara Koordinator Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca BMKG Jogja, Joko Budiyono mengatakan pada umumnya kondisi cuaca di DIY lebih dominan berawan.‬

‪”Secara umum penyebab hujan dalam beberapa hari karena beberapa faktor seperti faktor global yakni menguatnya angin pasat timuran yang berdampak pada penambahan massa uap air dari samudera pasifik menuju ke wilayah Indonesia,” katanya.‬

‪Selain itu faktor regional yakni aktifnya “madden julian oscilator” (MJO) di wilayah Indonesia yang menyebabkan suhu permukaan laut di pesisir selatan jawa cukup hangat dengan anomali.‬

Kemudian faktor lokal yakni faktor topografi utamanya untuk dataran tinggi akan lebih cepat dan mudah dalam proses pembentukan awan. Melihat faktor-faktor itulah maka potensi pembentukan awan hujan masih akan terjadi di wilayah DIY hingga beberapa hari ke depan.




178 UKM Dilibatkan Dalam Operasional Joglo Kembar Monjali

Kepala Dinas Pasar Tinjau Galeri Joglo KembarSleman – Sebanyak 178 Usaha Kecil Menengah (UKM) dilibatkan dalam opersional galeri Joglo Kembar Monjali. Dari 178 UKM tersebut merupakan binaan yang terdiri dari UKM kerajinan dan kuliner.

“Kita tahu bahwa pangsa pasar terhadap kuliner dan kerajinan sangat tinggi karena Jogja sebagai salah satu destinasi wisata. Maka dari itu Joglo Kembar Monjali kedepan diharapkan mampu mewadahi UKM yang ada untuk mengenalkan produknya,” kata Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi disela-sela peresmian galeri UKM Joglo Kembar Monjali yang terletak di timur area wisata Monumen Jogja Kembali (Monjali) Sariharjo Ngaglik, Selasa (24/5).

Menurut Tri Endah, pembangunan galeri tersebut merupakan program revitalisasi Pasar Monjali yang merupakan pasar tradisional menjadi pasar bagi para UKM Sleman yang dikelola secara modern dan profesional melalui Usaha Masyarakat Kecil Menengah Development Center (UMKM DC).

“Revitalisasi pasar dibagi menjadi tiga hal yaitu pertama adalah pasar besar yang potensial diupayakan dikelola oleh BUMD. Kedua, untuk pasar sedang dipertahankan dan dikembangkan agar mampu bersaing dengan toko modern. Sedangkan yang ketiga adalah pasar kecil direvitalisasi dengan dialihfungsikan, dikerjasamakan, atau bahkan dihapus,” ungkap Tri Endah.

Dicontohkan Tri Endah, seperti Pasar Monjali ini termasuk pasar kecil, dan bekerjasama dengan UMKM DC dan  PT  Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk direvitalisasi agar membantu dan mengangkat potensi UKM disekitar DIY khususnya di Sleman.

Sementara Denny Praditya selaku Direktur PT PGN mengungkapkan sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pengelolaan gas bumi berkomitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

Joglo Kembar ini sebagai salah satu wujud komitmen  dalam program kemitraan dan bina lingkungan untuk memberdayakan masyarakat serta memberikan stimulan untuk mengembangkan kewirausahaan.




TMMD Sleman Berhasil Selesaikan Pengaspalan Jalan 400 Meter

Sleman – Upacara Penutupan TMMD dilaksanakan di Lapangan Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Senin (23/5) dengan inspektur upacara Dandim 0732 Sleman Letkol Arm Joko Sujarwo ditandai dengan  penyerahan peralatan kerja dan penandatangan berita acara oleh Dandim 0732 Sleman  dan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.

Sambutan  tertulis Panglima Kodam IV/Diponegoro yang dibacakan Dandim 0732 Sleman Joko Sujarwo  mengatakan sehubungan dengan telah akhirnya kegiatan TMMD ini, diminta agar segala hasil pembangunan atau pemngembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dibangun, dapat dimanfaatkan secara maksimal serta dipelihara dengan baik pleh Pemda beserta segenap warga masyarakat di wilayah ini untuk kepentingan rakyat banyak.

Untuk hasil kegiatan non fisik yang berupa penyuluhan kesehatan, hukum, hak asasi manusia, pembekalan pengetahuan praktis, keagamaan, kejuangan, bela Negara, benar-benar dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat serta tumbuhnya rasa cinta tanah air. Program TMMD bertujuan untuk mewujudkan ruang juang, alat juang, kondisi juang dan kemanunggalan.

TNI-rakyat serta dalam rangka membantu Pemda untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik bersifat fisik maupun non fisik dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif bagi terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri.

Disampaikan pula bahwa sasaran pelaksanaan kegiatan operasional TMMD antara lain, untuk menumbuh dan berkembangnya kesamaan visi, misi antara aparatur pemerintah di daerah dan para tokoh masyarakat secara terpadu dan melembaga dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungannya.

Disamping itu  agar semakin meningkatnya kesejahteraan dan kehidupan social masyarakat di daerah menuju masyarakat yang semakin sejahtera dan mandiri serta memiliki ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi setiap hakikat ancaman, juga  agar  semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang tercermin adanya tertib hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan pancasila san UUD 1945.

Sementara itu Pasiter Kodim 0732 Sleman melaporkan bahwa sasaran kegiatan TMMD terdiri sasaran fisik  dan non fisik. Sasaraan fisik terdiri dari Pengaspalan jalan panjang 400m , lebar 3m  selesai 100%, corblok jalan panjang 300m, lebar 2,5m. selesai 100%, dan bedah rumah 2 unit selesai 100 %.

Dan sasaran non fisik berupa penyuluhan PPBN / wawasan kebangsaan, Penyuluhan kamtibmas dan nabza, penyuluhan kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian, penyuluhan lingkungan hidup, penyuluhan radikalisme, Dan penyuluhan penangulanggan bencana alam. Disamping itu ada sasaran tambahan berupa Pengaspalan jalan 250m selesai 100%, Lantainisasi rumah 1unitselesai 100%.

Dana yang dipergunakan untuk kegiatan TMMD tersebut dari APBD DIY sebesar Rp 75 juta, dan Kabupaten Sleman Rp 150 juta. Dan  swadaya masyarakat Rp 50 juta.




Jumlah PAUD di Sleman Meningkat

Sleman – Selama kurun lima tahun terakhir, perkembangan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Sleman meningkat cukup signifikan.‬ 

‪Pada tahun 2010 tercatat ada 185 kelompok bermain, 87 taman penitipan anak (TPA), dan 542 satuan PAUD sejenis. Sedangkan 2015, jumlah kelompok bermain meningkat menjadi 243 lembaga dengan total peserta didik sebanyak anak.‬

‪Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes mengungkapkan, data terakhir tahun 2015 mencatat jumlah anak usia 0-6 tahun sebanyak jiwa. Dari jumlah tersebut, menjadi peserta didik di 87 lembaga TPA sedangkan anak diikutsertakan di 243 kelompok bermain.‬

‪Sementara jumlah peserta didik satuan PAUD sejenis tercatat anak tersebar di 290 lembaga, dan siswa dilayani melalui lembaga PAUD formal TK dan Radhatul Authfal.‬

‪“Banyaknya warga belajar itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memberikan pendidikan yang terbaik. Sebab pada usia emas akan lebih mudah menstimulasi kreativitas dan pembentukan karakter,” ujar Sri Muslimatun, Senin (23/5).




Masyarakat Didorong Konsumsi Singkong

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mendorong konsumsi singkong untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan gandum. Salah satu upayanya melalui penyelenggaraan lomba masak pangan lokal berbahan dasar singkong oleh TP PKK.

Menurut Kabag Humas Setda Sleman, Dra Sri Winarti, dari perlombaan itu terlihat antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 102 tim  peserta mampu menghasilkan ragam olahan pangan basah maupun kering.

“Ini merupakan kegiatan yang positif dalam hal inovasi pangan. Peserta mampu mencipta banyak kreasi yang menarik,” kata Sri Winarti, Senin (23/5).

Lewat lomba ini diharapkan masyarakat lebih familier dengan pangan lokal. Selain bahan singkong mudah diperoleh di lingkungan sekitar tempat tinggal, jika diolah ternyata bisa menghasilkan produk bergengsi dan berdaya saing dengan olahan pangan berbahan gandum.

Dari lomba tersebut, dapat dipelajari setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh olahan singkong berkualitas yakni kreativitas, citarasa, packing, higienitas, dan penampilan.

“Peserta diharuskan menggunakan bahan dasar singkong minimal 50 persen. Tingkat kesulitannya memang cukup tinggi tapi itu bisa menumbuhkan kreativitas yang jika ditekuni serius dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Sri Winarti.

Meski demikian, ada tantangan yang dihadapi dalam menciptakan produk pangan lokal yang berkualitas. Diantaranya cara mengolah yang benar sesuai standar kesehatan, aman dikonsumsi, dan menarik minat konsumen.

Sri Winarti menambahkan, manfaat lain dari konsumsi singkong adalah kandungan vitamin, mineral, dan serat di dalamnya. Selain itu, singkong juga bebas gluten sehingga dapat dikonsumsi bagi pasien penyakit celiac (alergi kandungan protein).

Manfaat lain, singkong merupakan sumber utama mineral penting bagi tubuh seperti magnesium, tembaga, besi, mangan dan kalium yang dapat membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah.