Pemkab Sleman Tanda Tangani MOU dengan STTKD

IMG_1374Sleman – Upayakan kemajuan dan minat Kedirgantaraan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tanda tangani MOU dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Pengukuhan komitmen kerjasama melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dengan STTKD Jogja tersebut di pesawat praktikum berjenis Boeing 737-200 yang terparkir di Halaman kampus STTKD pada Senin (5/12).

Penandatanganan naskah kesepakatan merupakan amanah PP No. 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Kerja Sama Daerah serta Permendagri No. 22 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis Kerja Sama Daerah.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI  menyampaikan bahwa ruang lingkup kerjasama yang termaktub dalam nota kesepatan bersama meliputi pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengkajian dan pengembangan sumber daya, pengabdian kepada masyarakat, praktek kerja lapangan, kuliah kerja nyata atau kegiatan dengan nama lain yang sejenis.

Dimana lingkup kerja sama tersebut diharapkan dapat merepresentasikan kebutuhan masing-masing institusi sehingga kerja sama ini dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Menurut Sri Purnomo di zaman mendatang, transportasi udara merupakan suatu hal yang sangat penting dan vital dimana menjadi bagian dari urat nadi transportasi di Indonesia.

Anggapan masyarakat di Indonesia yang dahulunya menganggap pesawat sebagai alat transportasi yang tidak efisien kini mulai hilang. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat  sekarang sudah mulai beralih menggunakan pesawat dibanding menggunakan alat transportasi lainnya.

“Bandara-bandara mulai padat dan tidak dapat menampung jumlah penumpang pesawat yang terus meningkat. Saya menaruh harapan besar bahwa pembangunan wilayah Kabupaten Sleman akan semakin baik dan mantab berkat kontribusi aktif dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan khususnya di sektor penerbangan. Semoga pada kesempatan ini, menjadi momentum dalam sinergitas pembangunan wilayah di Kabupaten Sleman,” jelas Sri Purnomo.

Sementara Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, Marsda (purn) Udin Kurniadi SE MM menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini dapat menambah ketertarikan dari para pemuda Sleman untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kedirgantaraan misalnya saja bandara.

Menurutnya bandara merupakan suatu hal yang terus berkembang di Indonesia baik lokal maupun internasional dan sudah seharusnya pemuda-pemuda di Indonesia yang mengisi tenaga kerja di sekor tersebut.

”STTKD sebagai sekolah tinggi yang berfokus pada kedirgantaraan siap untuk mendidik para pemuda yang ada di Sleman untuk bekerja maupun berkarya di bidang penerbangan,” kata Udin.

Udin juga menambahkan bahwa diera persaingan dunia kerja yang semakin ketat, negara ASEAN seperti Vietnam yang saat ini mempunyai kurang lebih karyawan penerbangan dibekali pelatihan bahasa indonesia.

”Apabila kita tidak mensiasati hal ini maka ini bisa menjadi suatu ancaman apabila bandara-bandara yang ada di Indonesia justru dikuasai oleh tenaga kerja asing,” jelasnya.

Melalui kerja sama dengan Pemkab Sleman, Udin berharap agar mendorong para pemuda di Sleman untuk belajar dan berkarya di penerbangan.

”Mudah-mudahan dengan MOU ini dapat meningkatkan semangat dan minat pemuda di Sleman dalam bekerja dan berkarya di bidang penerbangan,” tambahnya.




Tingkatkan Daya Saing‬, Sleman Renovasi Pasar Tradisional

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pembangunan dan renovasi sejumlah pasar tradisional guna meningkatkan daya saing seiring maraknya pasar-pasar modern.‬

‪”Pembangunan pasar tradisional diharapkan mampu menciptakan kondisi pasar yang bersih dan mampu meningkatkan daya saing dengan hadirnya pasar-pasar modern,” kata Drs H Sri Purnomo MSI, Bupati Sleman, Senin (5/12).

‪Dikatakan Sri Purnomo, kedepan diharapkan dengan fasilitas yang memadai barang-barang yang dijual di pasar bisa lebih higienis.‬

‪”Pembangunan Pasar Sleman dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman dan keinginan konsumen. Hal tersebut ditujukan untuk mempertahankan eksistensi pedagang tradisional di tengah pertumbuhan pasar modern yang semakin pesat,” kata Sri Purnomo.‬

‪Saat ini proses pembangunan Pasar Sleman telah memasuki tahap akhir, Sri Purnomo menargetkan agar pasar tersebut bisa segera dibuka pada akhir tahun ini. Sehingga awal tahun nanti, pedagang bisa direlokasi ke pasar yang baru.‬

‪”Harapannya tahun baru pedagang sudah bisa berjualan di pasar yang baru juga,” tutur Sri Purnomo.‬

‪Selain Pasar Sleman, Pemkab Sleman juga mempercepat penyelesaian proses pembangunan Pasar Prambanan. Ke depannya pasar-pasar lain di wilayah Sleman juga akan dikembangkan dan diperbaiki secara bertahap.‬

‪”Saat pasar modern tumbuh, pasar tradisional juga harus dikelola dengan baik agar tidak ditinggalkan masyarakat. Sehingga persaingan ekonomi antara pedagang tradional dan modern bisa berjalan secara seimbang,” kata Sri Purnomo.‬

‪Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi mengatakan Pasar Sleman yang baru terdiri dari dua bangunan. Bangunan petama memiliki daya tampung sebanyak 536 pedagang. Sementara bangunan kdua 212 pedagang.‬

‪”Kapasitas totalnya untuk 711 pedagang. Penempatan kembali Pasar Sleman yang baru akan berjalan lancar. Pedagang telah memperoleh jatahnya masing-masing,” kata Tri Endah.‬

‪Bangunan Pasar Sleman yang baru memiliki dua lantai utama, ditambah dengan satu lantai bagian bawah. Selain itu ada pula kios khusus pedagang daging yang dilengkapi dengan keran masing-masing‬

‪Pembangunan Pasar Sleman dilaksanakan tiga tahun mulai 2014 dengan anggaran untuk 2014 sebesar Rp7,96 miliar, 2015 sebesar Rp13,6 miliar dan 2016 sebesar Rp11,23 miliar.‬

‪Proyek  berakhir 5 Desember 2016 dan  sudah 99 persen tinggal ada beberapa ruang yang perlu penyempurnaan acian pada keramik serta pembersihan sisa-sisa bangunan.‬

‪Tri Endah mengatakan bangunan lantai III dilengkapi “open space” rencana untuk pasar kuliner sore hingga malam hari yang akan dioperasikan oleh pihak Kecamamatan Sleman.




‪Pengadilan Anak Sleman Dilengkapi Fasilitas Telekonferensi‬

Sleman – Pengadilan Anak Kabupaten Sleman kini dilengkapi fasilitas telekonferensi. Pengadaan piranti teknologi ini merupakan hasil bekerjasama dengan Sustain Uni Eropa-UNDP.‬

‪Dengan adanya kelengkapan fasilitas itu, Sleman ditunjuk oleh Mahkamah Agung (MA) menjadi salah satu dari lima proyek percontohan pengadilan anak. Empat pilot project lainnya berada di Kupang NTT, Setabat Sumatra Utara, Manado Sulawesi Utara, dan Cibinong Jawa Barat.‬

‪“Ini adalah implementasi model pengadilan ramah anak di seluruh Indonesia. Ke depan, kami akan terus bekerjasama dengan pokja untuk mengembangkan pengadilan anak,” kata Gilles Blanchi, Manajer Proyek EU-UNDP Sustain dalam acara peresmian bantuan fasilitas di PN Sleman, Senin (5/12).‬

‪Gilles menegaskan, sudah saatnya peradilan Indonesia memprioritaskan kepentingan anak mengingat kasus kekerasan semakin genting. Belakangan, marak terjadi tindak kejahatan terhadap anak yang menempatkan mereka sebagai korban maupun saksi. Karena itu, perlu cara khusus untuk melindungi kepentingan anak dan perempuan.‬

‪Gilles menambahkan, ini bukan kali pertama Uni Eropa membantu mendorong reformasi peradilan di Indonesia. Sejak pertengahan tahun lalu, berbagai kegiatan telah dilakukan antara lain forum grup diskusi, sertifikasi hakim anak, dan pengembangan aplikasi monitoring evaluasi.‬

‪“Pembiayaan kegiatan semacam ini, rencananya akan dilaksanakan sampai Juni 2019. Tapi kami juga perlu mengingatkan bahwa perbaikan integritas hakim adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk aparat penegak hukum lain dan masyarakat,” kata Gilles.‬

‪Sementara Ketua PN Sleman, Andreas Purwantyo menjelaskan, gedung pengadilan anak Sleman diserahkan oleh Pemkab pada 8 Februari 2010 untuk dipinjam pakai. Luas bangunannya sekitar 200 meter persegi terdiri dari ruang sidang ramah anak, runggu tunggu anak, ruang telekonferensi, dan ruang diversi.‬

‪Dengan adanya bantuan fasilitas telekonferensi ini diharapkan penanganan terhadap anak bermasalah dengan hukum bisa lebih terakomodasi. Pemisahan pemeriksaan melalui metode telekonferensi bisa membantu menghindarkan korban atau saksi dari tekanan psikologis.‬

‪“Program ini sangat mendukung untuk menerapkan sistem peradilan anak terpadu. Kami akan terus berupaya menata fasilitas yang tersedia karena memang butuh penyempurnaan lebih lanjut,” kata Andreas.‬

‪Sedang Ketua Pengadilan Tinggi DIY, Haryanto mengatakan peralatan telekonferensi yang ada di gedung pengadilan anak didesaian dengan teknologi dan format yang sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Dengan pendekatan yang akurat itu diharapkan bisa lebih memanusiakan anak.‬

‪Terlebih, potensi anak yang  berkonflik dengan hukum di masa mendatang akan bertambah. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal antara lain perkembangan iptek, globalisasi, perubahan nilai, dan pengaruh budaya asing.




Menteri Sosial Harapkan Sinergitas TAGANA dan Sahabat TAGANA dalam Penanganan Bencana

Sleman – “Semangat kalian yang melekat dan pengorbanan yang senyap dari sanjung dan puji, merupakan inspirasi dan motivasi bagi kami agar lebih arif dan bijaksana menyikapi alam yang sedang berbenah diri, sehingga alam dan kita tercipta harmonisasi. Teriring doa semoga kalian tenang disana”.

Itulah barisan kalimat pada prasasti yang ditanda tangani Menteri Sosisal RI, Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X  pada peringatan Hari Relawan Internasional tahun 2016, Minggu (4/12) di Museum Gunung Merapi (MGM) sebagai penanda gugurnya lima korban Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam menjalankan tugas saat erupsi Merapi 2010 lalu.

Kelima korban yaitu Slamet Ngatiran, Jupriyanto, Samiyo, Ariyatno Prasetyo, dan Supriyadi masing-masing juga diabadikan dalam pahatan patung yang akan menjadi koleksi MGM untuk mengenang pengorbanan mereka sebagai relawan dalam menghadapi bencana.

Menteri Sosial,  Khofifah Indarwati Parawansa dalam acara tersebut menyampaikan bahwa prasasti dan patung kelima TAGANA yang gugur menjadi tanda penguatan semangat bersama.

“Perjuangan TAGANA tidak hanya keringat dan air mata saja, akan tetapi juga mempertaruhkan nyawa.  Mudah-mudahan ini mampu menjadi inspirasi untuk merajut kesetiakawanan dan kepedulian sosial bagi penguatan TAGANA untuk bersinergi dengan relawan dalam pelayanan dikala bencana terjadi,“ jelas Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 323 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi .Dirinya juga mengapresiasi pembentukan Sahabat TAGANA yang dilakukan di DIY.

Menurutnya sinergitas antar relawan sangat penting dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana. Khofifah dalam acara tersebut juga menyematkan pin pada perwakilan Sahabat TAGANA dan menyerahkan bantuan pada keluarga kelima TAGANA yang gugur.

Sementara Untung Sukaryadi menyampaikan bahwa gugurnya kelima TAGANA dalam erupsi Merapi lalu tidak membuat takut masyarakat Yogyakarta menjadi relawan, justru menjadi inspirasi dan motivasi masyarakat karena semangat masyarakat Jogja adalah semangat kesetiakawanan.

Hal ini dibuktikan dengan jumlah relawan di Jogja yang terus berkembang. Untung menjelaskan bahwa pada tahun 2010 jumlah TAGANA aktif sebanyak 350 orang, sedangkan tahun 2016 sudah mencapai orang.

Sahabat TAGANA terlatih sebagai relawan yang bersinergi dengan  TAGANA, menurut Untung terdiri dari Kampung Siaga Bencana (KSB) 310 orang, SAR orang, PMI 500 orang, Mahasiswa Pecinta Alam Siaga Bencana (MAPAGANA) orang, Pramuka Siaga Bencana (PRAGANA) 150 orang, Radio Antar Penduduk Indonesia Siaga Bencana (RAPIGANA) 150 orang, Difabel Siaga Bencana (DIfagana) 100 orang.




Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Sleman Tumbuh Baik‬

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman mulai tahun 2015 tumbuh cukup baik dengan menunjukkan angka pertumbuhan sekitar 5,28 persen.‬

‪”Hasil upaya menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian masyarakat dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Sleman atas dasar harga berlaku selama lima tahun terakhir setiap tahun mengalami peningkatan cukup stabil,” kata Sri Purnomo, Minggu (4/12).‬

‪Menurut Sri Purnomo, pada 2015 tumbuh sebesar Rp 21,417 trilyun. Demikian pula PDRB atas harga konstan rata-rata meningkat Rp trilyun pada 2015.‬

‪Peningkatan tersebut menurut Sri Purnomo secara langsung meningkatkan pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp juta pada 2015. Sedangkan PDRB perkapita harga konstan pada 2015 sebesar Rp 6,79 juta.‬

‪Sementara lanjut Sri Purnomo,  perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir, baik investasi PMA, PMDN, dan non-PMA/PMDN mengalami peningkatan baik jumlah unit usaha maupun nilai investasi.‬

“Jumlah unit usaha PMDN pada 2015 sebanyak 57 unit,” katanya.‬

‪Sri Purnomo menambahkan untuk nilai investasi pada 2015 menjadi 233 juta dolar Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen dibanding 2014.‬

‪”Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja PMDN, pada 2015 sebanyak orang, yang sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal Sleman,” tutur Sri Purnomo.