Kemenag Sleman Selenggarakan Kursus Calon Pengantin Integratif‬

Sleman – Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Sleman menyelenggarakan program khusus calon pengantin integratif guna menurunkan angka perceraian.‬

‪Kepala Kantor Kemenag Sleman, Lutfi Hamid mengatakan program ini akan dilaksanakan pada 16 Mei 2016.‬

‪”Program ini merupakan upaya kami untuk mencapai proyek perubahan bagi kepentingan masyarakat Sleman,” kata Litfi Hamid, Rabu (11/5).‬

‪Menurut Lutfi Hamid, dalam program khusus calon pengantin integratif ini, peserta akan dibekali berbagai keterampilan, bukan hanya pengetahuan mengenai fiqh pernikahan.‬

‪”Setiap pengantin membutuhkan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, dalam program ini pihaknya juga melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan keterampilan khusus bagi calon pengantin.‬

‪”Meskipun tema besar program ini adalah revitalisasi peran KUA yang diangkat oleh Kementerian Agama, penyelenggaraannya melibatkan berbagai SKPD,” kata Lutfi Hamid.‬

‪Lutfi Hamid mengatakan, pengantin harus punya lifeskill. Sehingga tidak ada lagi alasan pengantin Kabupaten Sleman tidak siap dalam menjalani kehidupan berumah tangga.‬

‪”Melalui program ini diharapkan angka perceraian di Sleman dapat ditekan. Berdasarkan data 2013 sampai 2015, jumlah perceraian di Sleman berkisar sampai kasus. Bahkan separuh di antaranya dipengaruhi oleh masalah ekonomi,” katanya.‬

‪Lutfi Hamid mengatakan, pihaknya belum menargetkan angka penurunan perceraian yang hendak dicapai, karena program ini belum dimulai.‬

‪”Tahap pertama tidak kurang dari 30 pasang. Nanti terus berlanjut sampai program ini bisa jadi sistem di Sleman,” katanya.‬

‪Sementara itu, berdasarkan data Pengadilan Agama Sleman, pada 2014 terdapat kasus perceraian. Angka tersebut terdiri dari cerai talak (pengajuan cerai oleh suami) sebanyak 402 dan cerai gugat (pengajuan cerai oleh istri) 987 kasus.‬

‪Sedangkan pada 2015 jumlahnya meningkat menjadi kasus. Angka tersebut terdiri dari cerai talak 464 dan cerai gugat kasus.‬

‪”Sedangkan pada 2016 dari Januari hingga Februari kasus cerai yang masuk berjumlah 170 perkara. Sebanyak 59 merupakan cerai talak, dan sisanya cerai gugat,” katanya.




Peningkatan Kinerja PNS Untuk Geser Paradigma Birokrasi

Wabup Sleman Bacakan SK PengangkatanSleman – Peningkatan kualitas dan kapasitas kinerja PNS merupakan upaya pemerintah dalam menggeser paradigma masyarakat terhadap birokrasi dan layanan publik pemerintah yang selama ini dirasa kurang.

“Kredibilitas selama bekerja akan memperluas peluang PNS untuk meningkatkan jenjang karir,” kata Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes disela-sela penyerahan SK PNS di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (11/5).

Dijelaskan Sri Muslimatun, PNS terikat oleh aturan-aturan kepegawaian dan kode etik yang jelas. Konsekuensi tentu ada, sehingga nantinya PNS benar-benar berorientasi pada peningkatan pelayanan dan pembangunan masyarakat.

Sri Muslimatun juga berpesan pada para PNS yang hadir dalam pengambilan sumpah untuk membangun dan menjaga citra positif PNS dengan bekerja sebaik-baiknya menunjukkan figur PNS yang berkualitas dan profesional. Pasalnya, menjadi PNS di masa sekarang ini menurutnya haruslah memiliki kemampuan belajar dan senantiasa mengembangkan diri, memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan serta tanggap terhadap dinamika tuntutan masyarakat.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa dalam pengambilan sumpah tersebut diikuti oleh 549 orang PNS yang terdiri dari 497 orang penerima SK Pengangkatan menjadi PNS dan 52 orang yang belum pernah diambil sumpah/janji PNS.

Dari jumlah tersebut 517 PNS diantaranya berada di Dinas Pendidikan, 20 diantaranya di RSUD Sleman dan sisanya tersebar di Dinas Kesehatan, BKBPMPP, BKD, RSUD Prambanan, Dinas Nakersos, Dishubkominfo, BPBD dan Kantor Perpustakaan Daerah.

“Pengambilan sumpah ini kami lakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa setiap PNS wajib mengucapkan sumpah atau janji PNS,” kata Iswoyo.***




Selama Libur Kenaikan Isa Al Masih dan Isra Mi’raj, Sleman Dikunjungi 122.747 Wisatawan

Slema – Selama liburan panjang tanggal 5 – 8 Mei 2016 dalam rangka Kenaikan Isa Al Masih dan Isro Mi’raj, destinasi wisata Kabupaten Sleman dikunjungi setidaknya wisatawan yang terdiri atas wisatawan nusantara (wisnus) dan  wisatawan mancanegara (wisman). Angka tersebut tersebar dibeberapa destinasi, yaitu Kaliurang, museum, candi dan desa wisata.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Rabu (11/5).

Menurut Ayu, secara rinci distribusi wisatawan ke berbagai destinasi tersebut adalah Kaliurang yang dikunjungi oleh wisatawan (diantaranya Museum Ullen Sentalu yang terdiri atas wisnus dan 62 wisman), kunjungan ke museum sebanyak yang terdiri atas Museum Gunungapi Merapi (MGM) , Monjali , Museum Affandi 416.

Sedangkan kunjungan ke candi sebanyak wisatawan yang terdiri dari Candi Prambanan ( wisnus, wisman) dan Candi Ratu Boko ( wisnus, 122 wisman).

Sedangkan kunjungan ke desa wisata sebanyak wisatawan yang secara berurutan jumlah kunjungannya meliputi Desa Wisata Pulesari 915, Desa Wisata Rumah Domes 615 (607 wisnus dan 8 wisman), Desa Wisata Pentingsari 604.

Dan, Desa Wisata Garongan 480, Desa Wisata Sidoakur 325, Desa Wisata Grogol 300, Desa Wisata Kelor 282, Desa Wisata Gamplong 260, Desa Wisata Pancoh 120, Desa Wisata Tunggularum 70, Desa Wisata Brajan 35, Desa Wisata Tanjung 27 wisatawan.

Selain itu juga kunjungan ke Agrowisata Bhumi Merapi sebanyak 948 serta Jogja Bay Water Park wisatawan. Ayu menambahkan bahwa angka kunjungan wisatawan selama libur panjang dalam rangka Kenaikan Isa Al Masih dan Isro Mi’raj tersebut dihitung selama 4 hari mulai tanggal 5 hingga 8 Mei 2016.

Sebelumnya kunjungan selama periode tersebut diprediksikan sebanyak wisatawan, sehingga dengan akumulasi wisatawan berarti pencapaian target sebesar 123%.

Hal tersebut cukup menggembirakan karena aneka ragam potensi wisata Sleman mampu memberikan daya tarik dan menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke DIY. Kehadiran wisatawan tentunya berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel di Sleman yang mencapai 100% untuk hotel bintang dan 75% untuk hotel non bintang.

Khusus pengunjung ke desa wisata ternyata sebagian besar sudah memesan jauh hari sebelum liburan panjang tiba. Hal ini menunjukkan bahwa desa wisata Sleman sudah menjadi alternatif prioritas tujuan wisata yang diminati. Bahkan sebagian besar memesan program live-in atau tinggal bersama warga untuk melepaskan kepenatan dengan menikmati suasana desa.

Tentunya hal ini diharapkan akan menjadi motivasi bagi pengelola dan masyarakat sekitar destinasi wisata Sleman untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanan dan kualitas produk wisata di masa-masa mendatang. Khususnya saat-saat libur nasional yang bersambungan dengan libur akhir pekan, sehingga menjadi momen yang efektif untuk berwisata.




Ziarah Ke Makam Mantan Bupati Dalam Rangka Seabad Sleman

Pj Sekda Ziarah MakamSleman – Untuk mengenang jasa dan pengabdian, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para Bupati Sleman yang telah wafat, maka  sebagai salah satu kegiatan dalam rangka Hari Jadi Ke 100 Kabupaten Sleman, dilaksanakan ziarah ke makam-makam mantan Bupati, Selasa (10/5). Ziarah diikuti oleh Pejabat Pemkab Sleman, unsur DPRD serta unsur Muspida.

Dalam acara Ziarah ke makam mantan Bupati ini dibagi 2 kelompok yaitu kelompok I dipimpin PJ Sekda Sleman  Drs Iswoyo Hadiwarno ke makam Pakuncen Jogja yaitu makam KRT Projodiningrat, KRT Murdodiningrat, KRT Tejodiningrat dan KRT Projosuyoto Hadiningrat dan Makam Hastorenggo Kotagede yaitu KRT Dipodiningrat dan KRT Prawirodiningrat.

Sementara kelompok II dipimpin oleh Assek II Dra Suyamsih MPd ke makam Bukhori S Pranotokusumo di Rejodani Sariharjo Ngaglik dan makam KRT Pringgodiningrat, Karongan Jogotirto Berbah Sleman.

Selain itu juga dilaksanakan penyerahan tali kasih dari Pemkab Sleman kepada para ahli waris dan diteruskan tabur bunga ke makam mantan Bupati.

Menurut Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti, maksud dan tujuan ziarah ke makam-makam mantan Bupati ini dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 100 Kabupaten Sleman.

Karena para mantan Bupati Sleman yang telah wafat memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah pembangunan di Kabupaten Sleman sehingga warisan para leluhur mantan Bupati ini dapat dilestarikan para penerus pemimpin Kabupaten Sleman selanjutnya, sehingga Kabupaten Sleman nanti bisa lebih maju dan sejahtera.




Sleman Targetkan Tambah Sepuluh Hektar Lahan Bambu

Sleman – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman menargetkan setiap tahunnya dapat menambah luasan tanaman bambu minimal sebanyak sepuluh hektar.

“Kami menargetkan per tahun ada tambahan lahan tanaman bambu seluas sepuluh hektar, terutama di lahan marjinal,” kata Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, Selasa (10/5).

Menurut Rofiq, sejak beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menetapkan komoditas bambu sebagai unggulan hasil hutan bukan kayu.

“Bambu ditargetkannya menjadi komoditas unggulan ke depannya, tidak sekadar kayu sengon dan jati. Saat ini sudah ada 525 hektar tanaman bambu di Kabupaten Sleman,” katanya.

Rofiq mengatakan, luasan lahan bambu tersebut tersebar di berbagai wilayah. Terutama di Kecamatan Godean, Turi, Pakem, dan Cangkringan.

“Kami ingin membawa budi daya bambu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Rofiq menambahkan, tanaman bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari segi ekonomisnya, karena banyak usaha-usaha kreatif yang berbahan dasar bambu.

“Semisal saja sabun arang bambu, usaha meubel, dan masih banyak lagi. Yang usaha kreatif tersebut berada di Sleman. Selama ini pasokan bahan baku mereka didapatkan dari luar Sleman,” kata Rofiq.

Ia mengatakan, hasil bambu dari Sleman saat ini hanya memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan saja, sedangkan sisanya didatangkan dari Tasikmalaya, Malang dan Purworejo.

“Melihat potensi tersebut, maka selain mendorong masyarakat agar menanam bambu, kami juga memberikan fasilitas diantaranya dengan mengumpulkan pemilik usaha kreatif dengan petani bambu,” katanya.

Sementara Penyuluh DPPK Kabupaten Sleman Sri Mundayati mengatakan keunggulan tanaman bambu dibandingkan lainnya, karena jenis ini sangat tahan terhadap penyakit.

“Kalau sengon, itu mudah kena kanker, selain itu tanaman bambu juga tidak terlalu memakan banyak tempat. Serta penanamannya hanya sekali dan selebihnya akan tumbuh sendiri, tunas-tunasnya,” katanya.