Sektor Pertanian Masih Jadi Unggulan di Sleman

Sleman – Sektor pertanian di Kabupaten Sleman masih menjadi salah satu unggulan perekonomian.  Berdasarkan struktur perekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,6% dalam PDRB atas harga berlaku Tahun 2015 bahkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2015 dicapai sektor pertanian sebesar 8,26%.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Sleman,  Ir Widi Sutikno disela-sela tanam bibit cabai di Dusun Wonolelo, Kelurahan Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Selasa (26/4).

Sedangkan berdasar struktur mata pencaharian penduduk Widi mengungkapkan, bahwa terdapat sekitar 23,56% masyarakat Sleman bergerak pada sektor pertanian.

“Untuk rencana pembangunan daerah ke depan, Pemkab Sleman telah menetapkan pembangunan sektor pertanian menjadi prioritas sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal,” kata Widi.

Penanaman cabai tersebut dilakukan  kelompok tani ‘Taruna Bumi” Desa Widodomartani dan cabai yang ditanam jenis Baskara sebanyak 18 ribu batang per 1 hektar. Sedangkan rencana penanaman akan dilakukan secara tersebar di areal tanah seluas total 40 hektar di wilayah  Ngemplak.

“Tanaman cabai merupakan salah satu bahan pangan yang kebutuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya cabai sangat diminati konsumen tidak hanya di kalangan masyarakat namun juga di industri pengolahan pangan. Tentunya hal ini merupakan peluang menjanjikan bagi para petani cabai. Harapannya di wilayah Ngemplak nantinya para petani  mampu panen 7 ton per hektarnya sehingga mampu menjadi sentra produksi cabai di Sleman,” kata Widi.

Selain melakukan penanaman cabai, kelompok tani dusun Wonolelo  juga mendapat bantuan satu unit traktor dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

Widi berharap bahwa bantuan sarana dan prasarana pertanian yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan oleh semua anggota kelompok tani di Wonolelo sehingga kedepan dapat meningkatkan hasil komoditi pertanian para petanai wilayah setempat.

Kepala Desa Widodomartani, Heruyono ST mengungkapkan bahwa wilayah Ngemplak cocok untuk pengembangan tanaman cabai. Menurutnya pihak Pemerintah Desa Widodomartani sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sleman dan berharap penanaman cabai tersebut mampu memperoleh hasil produksi yang maksimal.




Jumlah Pemandu di MGM Belum Ideal‬

Operator wisata Johor Bahru saat berfoto di depan Museum   Gunungapi Merapi (1024 x 684)Sleman – Jumlah pemandu atau edukator Museum Gunungapi Merapi (MGM) Pakem, Kabupaten Sleman belum ideal sehingga terkadang tidak mencukupi untuk memandu wisatawan. Demikian diungkapkanKepala Unit Pelaksana Teknis MGM Sleman, Suharno, Selasa (26/4).

‪Menurut Suharno, meski sudah mendapatkan tambahan pemandu, jumlahnya masih belum ideal untuk MGM. Karena jumlah pengunjung yang semakin banyak datang setiap harinya ke kawasan wisata edukatif ini.‬

‪Diungkapkan pada tahun 2016 ini, pihaknya mendapatkan tambahan edukator atau pemandu dari Dinas Kebudayaan Provinsi DIY dua orang.‬

‪”Dengan begitu, jumlah total edukator yang dimiliki menjadi empat orang. Namun, meski sudah ada tambahan tetap saja masih belum ideal. Idealnya satu orang memandu 10 wisatawan. Tapi sekarang masih belum. Satu pemandu bisa lebih dari 25 orang,” katanya.‬

‪Suharno menambahkan jumlah pengunjung ke MGM saat ini terus meningkat. Satu harinya bisa mencapai 400 sampai 600 orang.‬

‪”Setiap tahunnya peningkatan pengunjung MGM terus signifikan,” kata Suharno.‬

‪Karena itu Suharno  optimistis target pengunjung pada 2016 bisa mencapai 250 ribu wisatawan.‬

‪”Tahun ini kami optimistis pengunjung bisa mencapai target sebanyak 250 ribu wisatawan, atau meningkat dibandingkan pada 2015,” katanya.‬

‪Ia mengatakan pada 2015 jumlah pengunjung MGM tercatat 213 ribu orang.‬

‪”Kalau melihat tren beberapa bulan terakhir ini pasti tercapai targetnya sampai 250 ribu. Jumlah pengunjung MGM pada 2016 terhitung dari Januari hingga Maret sudah dikunjungi 60 ribu wisatawan,” katanya.




12 Negara Akan Unjuk Gigi Dalam Ultra Marathon

Sleman – Sebanyak  12 negara akan unjuk gigi di Ultra Marathon 1 Abad Sleman. Kurang lebih 2000 peserta akan berpartisipasi dalam ajang lomba lari Ultra Marathon dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-100. Hal tersebut diungkapkan ketua KONI Sleman Ir Pramana usai melakukan  audiensi dengan Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSI di ruang rapat Bupati, Senin (25/4).

Menurut Pramana meskipun dibeberapa daerah lain sudah pernah diselenggarakan lomba lari serupa namun lomba lari yang rencananya diadakan tanggal 7-8 Mei ini merupakan event cukup langka di DIY karena jarak tempuh terjauh yang akan dilalui para pelari adalah sejauh 100 km yang dimulai dari Kantor Bupati Sleman dan berakhir di Tlogo Putri Kaliurang.

“Selain ultra marathon 100k, kami juga membuka kelas marathon  50km, 20km, 13km, dan 5km yang tiap kelasnya terbagi untuk umum dan pelajar”, ungkap Pramana.

Dijelaskan pula peserta yang telah mendaftar 90% dari luar DIY. Bahkan lomba lari ini menurutnya mendapat antusias yang sangat besar dari para atlit lari luar negeri.

Antusias peserta baik dalam maupun luar negeri sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan para peserta warga negara asing dari 12 negara telah melakukan konfirmasi untuk berpartisipasi dalam event yang memperebutkan total hadiah 104 juta rupiah ini.

Event lomba lari ini bersifat sport tourism yang harapannya mampu menyedot animo wisatawan untuk hadir langsung menyaksikan event ini.
Beberapa peserta yang berpartisipasi dalam event ini juga merupakan para juara gelaran lomba lari marathon yang diadakan beberapa daerah di Indonesia.

Ditambahkan pula  ada beberapa kampiun yang akan ikut di lomba lari Ultra Marathon ini, seperti juara trans Sumbawa sudah melakukan konfirmasi akan turut berpartisipasi.

Sementara Sri Purnomo  menyampaikan apresiasinya pada kegiatan lomba lari ini. Sri Purnomo berharap lomba lari sebagai rangkaian peringatan satu abad Kabupaten Sleman harus benar-benar  digarap secara professional dari segala lini baik dari persiapan sampai pelaksanaan termasuk dalam hal publikasi.

“Harapannya event ini selain sebagai rangkaian hari jadi Sleman ke 100 juga sebagai ajang promosi yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung langsung ke Sleman untuk secara langsung menyaksikan event ini,” ungkap Sri Purnomo.




Pengunjung Gua Jepang Kaliurang Diharapkan Perhatikan Cuaca

Sleman – Pengunjung yang berwisata di gua Jepang di kawasan Tamanan Nasional Gunung Merapi, Kaliurang, Kabupaten Sleman dihimbau untuk memperhatikan cuaca karena sering muncul kabut tebal.

“Cuaca yang masih tidak menentu diharapkan wisatawan yang berkunjung ke gua Jepang di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk bisa berhati-hati. Karena dengan kondisi seperti ini, kabut sering turun hingga menyebabkan kebingungan arah,” kata Koordinator Search and Rescue (SAR) Kaliurang, Kiswanta, Senin (25/4).

Menurut Kiswanta, beberapa kali pihaknya harus melakukan operasi pertolongan (rescue) kepada wisatawan dalam kondisi kabut tebal yang sedang turun.

‪”Medannya tidak terlalu berat. Tapi kadang wisatawan kesasar. Perasaan mau turun ke selatan tapi malah ke utara. Itu sudah sering terjadi,” katanya.‬

Kiswanta menambahkan bahkan kadang ada juga pengunjung yang tetap nekat naik ke atas dengan kondisi kabut yang sudah ada.

“Jarak pandangannya kan jadi terbatas, sehingga bisa salah arah,” katanya.

Kiswanta mengatakan, peringatan tersebut diberikannya karena saat ini mulai banyak wisatawan yang mengunjungi gua-gua peninggalan penjajahan Jepang yang banyak terdapat di lereng Merapi.

“Paling banyak yang meminatinya wisatawan domestik,” katanya.

Diatas Kaliurang tersebut setidaknya ada 25 gua maupun bunker yang dibuat Jepang. Saat menduduki Indonesia pada masa 1942 hingga 1945 silam.




163 Orang Ikuti Turnamen Golf Bupati Sleman Cup XV

Gubernur DIY Memukul Bola GolfSleman – Sebanyak 163 orang dari berbagai daerah ikut open golf turnamen Bupati Sleman Cup XV. Turnamen tersebut dibuka Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Minggu (24/4) di Merapi Golf Cangkringan Sleman yang juga dihadiri  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Muh Sigit SE, selaku Ketua Panitia turnamen. 

Sebanyak 163 peserta yang datang dari lokal Sleman, DIY dan seluruh Indonesia dengan 18 hole yang harus dilalui. Selanjutnya yang berhasil menjuarai turnamen ini yakni untuk Best Cross Overall  Sudaryono dan Best Nett overall Priyono Raharjo. Untuk A Flight best cross  Budi Waluyo dan best nett  Edy Hamulya.

Untuk B Flight best cross  Ricki, best nett Yusak, R/U nett 1  Yudi Yusan dan R/U nett 2  Joko Sunarko. Untuk C flight  best cross  Andi Novianto, best nett  D Rendra , R/U nett 1 Raihan , R/U nett 2  Bandoe.

Untuk Ladies Flight, best cross  Poppy, best nett  Ainun, R/U nett 1, Golfita. Untuk Ketrampilan nearest to the pin 16  Yusak, nearest to the line 9 Thomas Santoso, Longest drive man 18  Agus Saptanto dan longest drive ladies 18 Golfita Dinar. Sementara untuk hole in one tidak ada yang berhasil.

Menurut Sri Purnomo turnamen golf ini secara rutin digelar setiap tahun ini bertepatan sebagai upaya memeriahkan Hari Jadi ke 100  Kabupaten Sleman, 15 Mei.

Selain itu turnamen ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mencari pegolf andal di Indonesia sekaligus juga sebagai sarana untuk ajang silaturahmi diantara para pegolf karena peserta terdiri dari berbagai kalangan baik swasta maupun para pejabat baik di DIY maupun di luar DIY sehingga Sleman akan lebih luas lagi dikenal dari segi  potensi wisata maupun potensi unggulan lainnya.

Sementara   Muh Sigit, selaku Ketua Panitia Turnamen mengatakan hadiah hole in one yang disediakan berupa mobil Fortuner, CRV, Mercedes, kondotel namun tidak ada yang berhasil diraih oleh para pegolf.

Namun panitia juga menyediakan berbagai dorprice menarik yang diantaranya  Daihatsu  Aila , 2 unit sepeda motor, serta barang elektronik.