Family Gathering HUT Korpri ke 45

Sleman – Family Gathering dalam rangka HUT KORPRI ke-45 berlangsung di Dusun Kemiri Purwobinangun Pakem, Minggu (4/12).  Hadir pada kesempataan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Plt Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno, dan para pejabat dilingkungan Pemkab Sleman. Dalam family Gathering tersebut juga diisi berbagai kegiatan antara lain senam massal, susur jalan dan penanaman pohon.

Sri Purnomo berharap kegiatan tersebut semakin mempererat tali silaturahmi antara anggota Korpri pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Sleman sehingga ke depan berdampak pada semakin meningkatkan kekompakan anggota Korpri.

“Korpri harus kompak, Korpri harus solid. Kekompakan dan soliditas anggota Korpri sangat penting. Dengan adanya kekompakan dan soliditas anggota Korpri maka akan terbentuk kekuatan besar yang diharapkan akan semakin optimal dalam melaksanakan amanah pembangunan di negeri ini dan juga dalam melayani masyarakat. Bila hal ini terwujud maka Insya Allah kemakmuran masyarakat yang menjadi tujuan pembangunan terus dapat ditingkatkan,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan pula bahwa disamping HUT Korpri juga memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Kegiatan tersebut merupakan momen yang baik untuk membangun kesadaran serta membentuk kecintaan terhadap puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari.

Melalui momen Sri Purnomo mengingatkan  keberadaan puspa dan satwa yang ada di alam untuk dipertahankan agar mereka tidak mengalami kepunahan, tambah bupati sleman.

“Puspa dan satwa di alam yang kita miliki merupakan daya dukung lingkungan yang menjadi salah satu modal pembangunan kita,” tuturnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Sri Purnomo mengajak kepada semua pihak baik anggota Korpri, maupun seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesinambungan puspa dan satwa yang merupakan kekayaan alam .

Sedangkan Dra Tri Endah Yitnani yang juga panitia HUT Korpri ke 45 melaporkan bahwa maksud dan tujuan Family Gathering tersebut  sebagai sarana hibauran dan rekreasi bagi anggota Korpri dan keluarganya, sebagai bentuk kepedulian Korpri kepada masyarakat dan sebagai sarana promosi potensi desa diwilayah Kabupaten Sleman, serta sebagai sarana kegiatan pelestarian lingkungan hidup.

 Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon sebagai penghinjauan berupa Pohon Manggis sebanyak 600 batang, Apokat 550n batang, Jambu biji maerah 600 batang,Sirsat 550 batang,  Beringin 50 bataang, Preh 50 batang dan Asem Jawa 50 batang, penanaman di lahan 5 hektar di wilayah Purwobinangun Pakem.

Kegiatan lain yang dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis, serta basar/pasar murah. Penyerahan hadiah kejuaraan dalam rangka HUT Korpri ke 45, yaitu Lomba ponpes berwawasan lingkungan hidup juara I Ponpes Taruna Al’Quran Lempongsari Sariharjo Ngaglik. Lomba kampung iklim juara I Dusun Salam, Trumpon Merdikorejo Tempel.

Lomba Sekolah Adiwiyata kategori SD/MI  juara I SD Islam Al-Azhar 31. Kategori SMP/Mts juara I SMP N 1 Ngemplak, kategori SMA/SMK/MA juara I SMKN 1 Kalasan.

Selanjutnya lomba kebersihan dan keteduhan kota (green & Clean) predikat Emas/Gold antara lain Dusun Wonosari Padukuhan wonosari, Bangunkerto Turi, predikat Perak/Silver antara lain Padukuhan Wonorejo Sariharjo Ngaglik, Predikat Biru/Blue antara lain padukuhan Kebur Lor Argpomulyo Cangkringan.

Sedang untuk pertandingan bulutangkis juara I UPT Yandik Sleman, pertandingan bola voli putra juara I PDAM Sleman, Juara bola voli putri juara I UPT Yandik Depok.

Pertandingan futsal putra juara I PDAM Sleman, Pertandingan Futsal Putri juara I UPT Yandik Seyegan. Pertandingan Tenis lapangan juara I UPT Yandik Depok, Pertandingan Catur juara I Agus Dwi S (Kecamatan Turi) Pertandingan tenis meja Putra juara I PDAM Sleman, pertandingan tenis meja Putri juara I PD BPR Bank Sleman.




Pemkab Gelar Pembinaan Rohani Natal 2016

Sleman – Menyongsong peringatan Natal 2016 Panitia Peringatan Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman menyelenggarakan pembinaan rohani bagi PNS, TNI, POLRI, GTT, GTY, PTY, PTT dan karyawan BUMN/BUMD, baik yang beragama Katolik maupun Kristen. Acara dilaksanakan di Gereja Katolik Santo Yohanes Chrisostomus Sendangagung Minggir, Jumat (2/12).

Aji Wulantoro SH, selaku Ketua Panitia mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan menjelang Natal dan lokasi tiap tahun selalu berpindah dari satu gereja ke gereja yang lain. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada jamaat dapat bertemu dengan teman/kerabat yang tempat tinggalnya berjauhan, mengingat tempat tinggal para pegawai tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.

Ditambahkan oleh Aji Wulantoro ternyata jauhnya tempat pembinaan rohani tidak menurunkan semangat para jamaat terbukti dengan kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 orang, sehingga gereja dipenuhi jamaat dan dilakukan penambahan kursi di luar gereja.

Sementara itu Paroki Klepu Romo Johanes Wegig Hari Nugroho, PR dalam pesannya menyampaikan dengan tema Jadilah Terang dan Garam Dunia dapat diambil maknanya yakni  sebisa mungkin kita membahagiakan diri sendiri hingga dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain sehingga orang lain juga ikut merasa bahagia.

Orang Kristiani identik dengan penderitaan jadi adalah hal yang biasa apabila seseorang Kristiani selalu mendapatkan banyak cobaan dalam hidupnya. Namun cobaan inilah yang dapat menjadi pelajaran berhargai bagi  umat  Kristiani untuk dapat melewatinya sehingga  akhirnya memperoleh kebahagian hidup.

Dalam kesempatan ini dana kolekte yang terkumpul dalam kegiatan ini mencapai Rp 5,23 juta, kesemuanya akan digunakan untuk pembangunan gereja Katolik Santo Yohanes Chrisostomus Sendangagung Minggir.

Sedangkan untuk perayaan Natal bagi PNS, TNI, POLRI, GTT, GTY, PTY, PTT dan karyawan BUMN/BUMD, di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan, tanggal 20 Desember 2016 bertempat di Gedung Serbaguna Sleman.




Dua Hari Longsor dan Angin Kencang Terjadi di Sleman

IMG-20161202-WA0009Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman sejak Kamis hingga Jumat (1-2/12) pagi mengakibatkan tebing di dua lokasi longsor. Kedua lokasi yang longsor tersebut adalah wilayah Kecamatan Gamping dan Kecamatan Godean.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengatakan longsor terjadi di Dusun Trini RT04/RW16 Trihanggo Gamping Sleman.

“Kejadiannya rumpun bambu ori longsor (panjang 10 m, tinggi 10 m, lebar 3 m) menimpa 2 rumah, memutus jaringan listrik dan material rumpun bambu menutup alur Sungai Denggung. Tidak ada korban jiwa,” kata Makwan, Jumat (2/12).

Atas kejadian tersebut pada Jumat pagi warga dan relawan melakukan kerja bakti pembersihan rumpun bambu yg menyumbat aliran sungai Denggung.

“Untuk menutupi tebing yang longsor sementara direkomendasikan akan ditutup dengan terpal,” kata Makwan.

Sementara rumah yang rusak akibat longsornya rumpun bambu tersebut adalah rumah milik Guno Prayitno (74) yang tinggal  2 KK, 6 jiwa, 1 balita Laki-laki.

Dampak rumah tertimpa rumpun bambu bagian dampur dan kamar mandi rusak. Kedua adalah rumah milik  Iwan (46) yang terdiri dari 1 KK, 4 jiwa, 2 balita laki-laki. Rumah tertimpa rumpun bambu bagian dapur.

Sementara rumah warga yang terancam longsor milik Eko Wantoro (32) dengan 2 KK, 5 jiwa, balita 1 laki-laki dan 1 perempuan. Rumah terancam longsor bagian dapur. Kemudian rumah Ngatijo (60) terdiri 2KK, 6 jiwa. Rumah terancam longsor bagian dapur. Rumah milik Dulhadi (65) terdiri dari 1KK, 3 jiwa. Rumah kondisi pondasinya paling dekat dengan bibir pereng kurang dari 1 meter.

Dikatakan Makwan, laporan selanjutnya adalah talut jalan ambrol di Padukuhan Kwagon RT 03 RW 02 Sidorejo Godean.

“Kejadian pukul 23 00 WIB tanggal 1 desember 2016. Dimensi  longsor panjang 15 m, lebar 1.5 m dan tinggi 3 m. Longsor akibat banjir dan upaya masyarakat jalan ditutup untuk kendaraan roda 4,” kata Makwan.

Menurut Makwan, kejadian longsor di dua lokasi ini dipicu hujan hari Kamis (1/12) siang dan malam kemudian hujan Jumat (2/12) pagi. Hingga Jumat siang masyarakat masih melakukan kerja bakti mengevakuasi rumpun bambu yang menutup alur sungai Denggung.

Sementara lanjut Makwan kejadian bencana angin kencang dan longsong pada hari Kamis (1/12) melanda di 7 titik lokasi dan kejadian Longsor di 1 titik lokasi. Angin kencang terjadi di Karanganjir RT 01 Sumberarum Kecamatan Moyudan, dahan pohon johar  diameter  15cm patah menutup akses jalan.

Di Dukuh Butuh, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman (utara Pasar Butuh), pohon tumbang menimpa dan memutus jaringan listrik dan menutup akses jalan. Penanganan oleh Komrel dan TRC Sleman, dan di Bronggang RT 03/ RW 28, Argomulyo, Cangkringan pohon tumbang menimpa pekarangn rumah Pardi‬.

Masih di Bronggang RT 03/ RW 28, Argomulyo, Cangkringan, pohon tumbang menimpa rumah bagian atap kamar dan dapur (200 genting pecah) rumah milik Rahmad. Penanganan oleh komrel Agromulyo  dan bantuan BPBD Sleman berupa terpal menutup atap yang rusak.‬

‪Selanjutnya di  Jl Boyong, Kaliurang Barat RT 4/RW 18 Hargobinangun, Pakem, pohon Akasia diameter 15 cm tumbang menutup akses jalan dan menimpa   jaringan listrik.

Penanganan pohon oleh relawan   dan warga serta pembenahan jaringan listrik oleh PLN‬. Di Wonokerso, RT 2/RW33 Cangkringan 2 Pohon tumbang menimpa rumah (pohon mindi diameter 40 cm dan pohon  akasia diameter 30 cm)  Sugiyo (54 th) 1 KK 4 jiwa (bapak, ibu, 2 anak putri remaja)

“Penanganan oleh warga, FPRB Argomulyo dan TRC BPBD, dibantu terpal‬,” kata Makwan.

Kemudian di Dusun Brongkol RT 4/RW 20 Argomulyo, Cangkringan pohon diameter 30 cm tumbang menimpa  Wito. Penanganan dikondisikan oleh Unitlak Argomulyo.

Sedang longsor di Dusun Kalitengah Kidul RT 4/RW 18 Glagahrjo, Cangkringan berupa tebing longsor panjang 5 m, lebar 1,5 m, tinggi 4 m dan rumpun bambu longsor menutup akses jalan. Semuanya sudah dikondisikan oleh warga sekitar dan TRC‬ BPBD Sleman.




Bupati Tinjauan Proyek Proyek Anggaran 2016

Bupati Sleman Tinjau Pasar SlemanSlemam – Mengingat anggaran 2016 sudah akan berakhir, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI didampingi sejumlah pejabat Sleman mengadakan peninjauan ke beberapa proyek pembangunan fisik di Sleman, Kamis (1/12).

Peninjauan diawali dari pembangunan pasar Sleman tahap 3. Pembangunan pasar Sleman dilaksanakan 3 tahun mulai tahun 2014 dengan anggaran untuk 2014 sebesar Rp 7,96 miliar, tahun 2015 sebesar Rp 13,6 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 11,23 miliar.

Proyek akan berakhir 5 Desember dan saat dilakukan peninjauan sudah 99 % tinggal ada beberapa ruang yang perlu penyempurnaan acian pada keramik serta pembersihan sisa-sisa bangunan. Menurut Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani,  kapasitas dasaran ukuran los 2 x 2.

Untuk Bangunan A 536 dasaran, bangunan B 212 dasaran. Jumlah pedagang kios dan los 775, pedagang plataran pasar induk 696, pedagang pasaran pasar ledok 386. Pasar akan difungsikan Awal tahun 2017 dan untuk bangunan lantai III dilengkapi open space rencana untuk pasar kuliner sore hingga malam hari yang akan dioperasikan oleh pihak Kecamatan Sleman.

Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemkab Sleman akan terus merenovasi pasar-pasar tradisional yang ada diwilayah Sleman. Dengan demikian kondisi pasar tradisional akan menjadi bersih dan tertata rapi untuk dapat menarik masyarakat berbelanja di pasar tradisional.

Tinjauan dilanjutkan ke pembangunan peningkatan jembatan Mrisen Caturharjo Sleman dengan alokasi dana Rp 3,15 miliar sudah selesai 100 % karena proyek telah berakhir Oktober 2016 lalu. Di Sleman saat ini terdapat 385 jembatan dengan kondisi baik 279 jembatan, kondisi rusak sedang 78 jembatan, kondisi rusak berat 27 jembatan. Tahun 2016 pembangunan peningkatan jembatan sebanyak 3 Jembatan.

Selanjutnya tinjauan diteruskan ke pembangunan Kantor Kecamatan Mlati dengan alokasi dana Rp 3,69 miliar berakhir 7 Desember 2016 kondisi bangunan mencapai 96 % dan optimis sampai dengan akhir proyek bisa selesai.

“Kecamatan yang telah terbangun 10 kantor kecamatan dan yang belum tinggal Gamping, Seyegan, Pakem, Turi, Ngemplak, Moyudan dan Minggir,” kata Sri Purnomo. Untuk Kantor Kecamatan Cangkringan telah dibangun dengan dana Rehab Rekon Provinsi DIY.

Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke Mangsel Margomulyo Seyegan pada bantuan rehab rumah tidak layak huni, penerima bantuan  Sutaryanto pekerjaan buruh harian dengan bantuan Rp 12 juta dan swadaya gotong royong masyarakat mencapai Rp 7 juta dilaksanakan selama 7 hari, tenaga dari gotong royong masyarakat sekitar.

Peninjauan ke 5 ke TPU Margodadi Seyegan dengan proyek penataan lingkungan pengembangan TPU. Alokasi dana Rp 1,21 miliar pekerjaan berakhir 14 Desember 2016, telah mencapai 90 % tinggal pengerasan jalan lingkungan dan pengaspalan dengan hot mix. Pelaksana optimis bisa meyelesaikan proyek pada tanggal 14 Desember.

Luas areal TPU 5 ha dengan daya tampung 4 ribu jenazah. Sampai dengan bulan Oktober 2016 jumlah yang dimakamkan di TPU Seyegan sebanyak 311 orang terdiri muslim 166 dan non muslim 34 serta campuran 11 jenazah. Juga korban merapi 2010 sebanyak 124 jenazah. Retribusi makam diatur dengan Perda 15 tahun 2011.

Selanjutnya rombongan meninjau proyek peningkatan Puskesmas Godean I menjadi rawat inap dengan kapasitas 14 ruang. Alokasi dana mencapai Rp 3,53 miliat telah selesai tanggal 23 November 2016 tinggal pemasangan instalasi alat-alat kesehatan.

Pada tahun 2016 Pemkab Sleman mengembangkan Puskesmas menjadi rawat inap 4 unit yakni Godean I, Seyegan, Berbah dan Tempel I. Target tahun 2021 setiap kecamatan mempunyai Puskesmas Rawat Inap.

Bupati juga meninjau pengadaan kolam penampungan hasil panen Sleman Barat alokasi dana Rp 508,5 juta dengan 6 paket lokasi. Untuk sampel yang ditinjau di KPI Sumber Mina Sumberan Sumberagung Moyudan dengan 10 kolam untuk menampung ikan gurami.

Untuk Tahun 2016 Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan telah membangun kolam penampungan hasil panen di 12 lokasi di wilayah Sleman Timur dan Sleman Barat dengan total dana Rp 1,04 miliar. Jumlah kelompok perikanan 517 kelompok dan yang telah berbadan hukum mencapai 228 kelompok.

Jumlah kolam yang sudah terbangun 197 buah dan rata-rata produksi ikan ton/thn dan mampu mensuplai 60 % dari kebutuhan ikan DIY. Terakhir Bupati meninjau Pembangunan Kantor Pemadan Kebakaran di Sleman Barat yang berada di sebelah Timur Kantor Kecamatan Godean. Pembangunan telah mencapai 98% tinggal pemasangan con blok halaman dan pembersihan bangunan.

Keberadaan kantor ini menurut Sri Purnomo untuk mendekatkan unit pemadam kebakaran ke lokasi kejadian sehingga bila terjadi kebakaran di wilayah Sleman barat dapat diatasi oleh unit kantor ini. Sehingga dapat segera mencapai sasaran dengan cepat untuk dapat memadamkan kebakaran untuk mengurangi resiko kerugian.

Sri Purnomo  juga menyampaikan berdasarkan hasil tinjauannya semua proyek tidak mengalami hambatan dan semua dapat selesai tepat pada waktunya.

“Untuk kekurangan-kekurangan hanya pada bagian kecil saja sehingga dapat diselesaikan oleh pelaksana proyek,” katanya.




Wabup Ajak Hilangkan Diskriminasi Pada ODHA

Sambutan Wabup SlemanSleman – Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengajak masyarakat Sleman untuk menghilangkan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Apalagi situasi kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sleman sampai Maret 2016 secara kumulatif sebanyak 766 kasus dari kasus yang ada di DIY.

”Faktor resiko tertinggi berasal dari heteroseksual, disusul dengan homoseksual dan pengguna narkoba suntik. Sedangkan dari kelompok umur yang paling rentan pada kelompok umur 20-29 tahun,” kata Sri Muslimatun disela-sela  acara Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2016 Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (1/12).

Menurut Sri Muslimatun berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS di Sleman telah dilakukan, baik oleh SKPD terkait, lembaga swasta, LSM, maupun oleh masyarakat dan komunitas.

Pencegahan tersebut diantaranya dilakukan dengan melatih petugas di 25 Puskesmas di Kabupaten Sleman untuk bisa melakukan screening HIV dan mendorong terselenggaranya layanan HIV – IMS secara komprehensif berkesinambungan (LKB).

Setiap RSUD Sleman untuk bisa memberikan layanan Care Support and Treatment bagi pasien HIV, pembentukan warga peduli AIDS (WPA) yang hingga saat ini sudah ada di 12 desa, membentuk desa sadar HIV, serta peningkatan peran pokja lokasi.

Sri Muslimatun juga menyampaikan bahwa HIV dan AIDS merupakan permasalahan global yang tidak hanya tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia melainkan juga tengah dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia. Indonesia termasuk kedalam salah satu negara di Asia yang dilaporkan mengalami percepatan.

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1987 tercatat sudah 340 Kabupaten Kota atau sebesar 85% dari total Kabupaten/Kota melaporkan adanya kasus HIV dan AIDS, termasuk diantaranya Kabupaten Sleman.

“Melalui peringatan hari AIDS Sedunia ini saya berharap kedepan tidak ada lagi stigma atau pengucilan terhadap penderita HIV dan AIDS beserta keluarganya, sehingga ODHA dapat hidup berdampingan tanpa ada diskiriminasi, karena mereka tetap saudara kita yang membutuhkan bantuan dan dukungan untuk tetap dapat produktif dalam menjalani kehidupan,” kata Sri Muslimatun.

Sementara itu Dandim 0732 Sleman Letkol Arm Djoko Sudjarwo selaku ketua panitia menyampaikan bahwa ada  beberapa kegiatan yang dilakukan dalam Peringatan Hari AIDS sedunia Kabupaten Sleman., antara lain lomba cerdas cermat tentang HIV-AIDS antar SKPD dan TNI-Polri, sosialisasi, VCT, serta donor darah.

“Tujuan peringatan Hari AIDS Sedunia yang mengusung tema ‘Mari Berubah, Masa Depan Gemilang tanpa Penularan HIV’ untuk menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman tentang bahaya HIV AIDS yang saat ini telah menyebar diseluruh penjuru dunia,” jelas Djoko.