Sleman – Guna merealisasikan rencana pembangunan smart regency di Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman belajar dari Pemerintah Kota Batam. Pasalnya salah satu daerah di Kepulauan Riau itu telah menerapkan smart city lebih awal.
Namun Sleman hanya mempelajari bagaimana tahap-tahap pengaplikasian smart city di Batam. Sementara tahap pengembangan smart regency sendiri akan dilakukan secara mandiri.
Pasalnya dua daerah ini memiliki karakter yang berbeda. Sehingga tahap-tahap pengaplikasiaanya pun tidak sama. Misalnya, Batam merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sementara Sleman tidak.
Pemkab Sleman sendiri menargetkan penerapan smart regency mulai tahun 2020. Saat ini, konsep kebijakan itu sedang digodok dengan melibatkan tim lintas sektoral, dan ahli dari ITB.
Untuk mematangkan konsep smart regency ini, Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengajak sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Sleman dan sejumlah wartawan mengadakan studi banding program smart city di Kota Batam Kepulauan Riau, pada hari Rabu hingga Jumat tanggal 6-8 April 2016.
“Tim ini sifatnya terpadu. Perencanaan ada di Bappeda sedangkan teknis dari Dishubkominfo, Disdikpora, dan Dinkes,” kata Sri Purnomo saat memimpin studi banding program smart city di Kota Batam Kepulauan Riau.
Menurut Sri Purnomo implementasi smart regency diyakini bakal memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Semisal di bidang kesehatan, data mengenai ketersediaan kamar dapat dipantau melalui layanan interkoneksi. Sehingga warga tidak akan merasa diping-pong saat membutuhkan kamar rawat inap.
Di sektor pendidikan, penerapan smart education sudah dirintis di beberapa sekolah. Semisal melalui penerimaan peserta didik baru dengan sistem online, dan ujian nasional berbasis komputer.
Selain itu, konsep kabupaten cerdas juga diterapkan dengan memberikan fasilitas free wifi di seluruh kawasan Taman Denggung, dilengkapi dengan sarana CCTV.
Rencana pengembangan area publik itu telah disiapkan di wilayah Tridadi dan Pendowo yang saat ini tengah diupayakan pembebasan lahannya.
“Selama ini, kita masih menyewa tanah kas desa. Kalau dibeli nanti bisa dibangun lebih luas, dan di lokasi itu dijadikan pusat smart regency lengkap dengan segala fasilitas,” kata Sri Purnomo, Minggu (10/4).
Proses pembebasan lahan sudah dibicarakan dengan pihak pemerintah desa. Sri Purnomo juga optimistis upaya tersebut tidak akan menghadapi kendala.
“Kalau tidak ada masalah, tahun ini ganti rugi lahan bisa langsung dibayar,” imbuhnya.
Dijelaskan Sri Purnomo, konsep smart regency tidak bisa serta-merta direalisasikan karena masih banyak infrastruktur yang perlu diperbaiki.
“Di tahap awal, konsep tersebut disusun untuk jangka waktu lima tahun. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap penjabaran,” katanya.
Kabid Kurikulum Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Sleman, Drs Ery Widaryana MM yang juga ikut kunjungan mengatakan pihaknya mendukung implementasi smart regency.
Ke depan akan dirancang agar penggunaan IT di sekolah dapat lebih meningkat. Contohnya, pihak sekolah menerapkan laporan nilai maupun absensi kepada wali siswa secara online. Konsep ini sudah mulai ditumbuhkan di SMPN 1 Sleman namun dinilai belum efektif.
“Pelan-pelan kita akan menuju ke smart education menyasar semua sekolah. Sekarang sudah dimulai dengan mengupload sejumlah info di website,” ujarnya.
Namun sejauh ini, program itu dirasa belum dapat diterapkan di urusan menyangkut perizinan seperti mutasi siswa. Sebab masih banyak faktor teknis yang menjadi kendala.
Sementara menanggapi hasil kunjungan ke Batam ini Sri Purnomo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berusaha melihat apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam terkait dengan smart citynya.
“Meraka sudah ada kerja sama dengan berbagai negara di luar negeri. Kita akan kaji segi apa positifnya. Ini yang kita pelajari dan kita berharap ada kelanjutan dengan pertemuan saya selaku Bupati dan Walikota Batam,” kata Sri Purnomo.
Diungkapkan Sri Purnomo, Kota Batam sudah merintis smart city atau smart regency jadi akan di undang ke Sleman untuk membuat blue print bersama. Kedepan kaitannya dengan smart city dan regency di Indonesia.
“Untuk Sleman smart regencynya mencakup segala aspek mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, pariwisata, pemerintahan sehingga masyarakat dapat terlayani secara cepat, mudah transparan dan terukur,” tambah Sri Purnomo.
Targetnya lanjut Sri Purnomo mewujudkan smart regency Sleman secepatnya dan saat ini langsung dilakukan pemetaan atau mapping, untuk jangka waktu dekat, menengah dan panjang.
Bahkan Sleman akan melakukan diskusi dengan mengundang para ahli, termasuk Bupati dan Walikota yang memiliki program sama di Indonesia untuk melakukan suatu perumusan smart regency di Sleman dan berbagai daerah di Indonesia.
Sedang Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman, Drs Agoes Soesilo Endiarta menyampaikan domain besar yang berkaitan dengan smart regency adalah harapan seluruh Kabupaten.
“Simplifikasi antara Kabupaten Sleman dan Kota Batam adalah perbedaan kondisi. Batam berbatasan dengan negara lain, dan masuk jajaran kota dengan pulau. Beda dengan Sleman yang seluruhnya daratan tapi sisi SDM lebih tinggi Batam mengingat kota pelajar,” kata Agoes.
Batam dari dulu lanjutnya sudah dibangun lewat otoritas Batam. Namun Sleman diuntungkan dengan peringkat penilaian nasional sebagai the best champion dari IDSA (Indonesian Digital Social Award). Sleman juga sudah dapat pengakuan dari Menpan dimana pengukuran kinerja secara instansi dapat peringkat BB plus.
Batam memang lebih maju dulunya dari smart city tapi yang dilakukan Sleman sebenarnya sudah cukup maju. Sehing oleh beberapa pakar yang tergabung dalam dewan detik pakar nasional, Sleman jadi Kabupaten yang dapat perhatian.
“Nanti akan ada tindak lanjutnya, tanggal 29 April akan ada pertemuan yang diinisiasi oleh beberapa pakar TIK nasional di Sleman dengan menghadirkan beberapa pembicara dari kalangan pakar akademisi maupun praktisi,” kata Agoes.
Beberapa Kabupaten/Kota yang hadir akan ikut konsern. Denggung adalah layanan yang berkaitan dengan e-learning, e-health, e-tourism, dan akan munculkan juga UKM digital tanggal 21 April akan launching.