Dusun Pendulan Dievaluasi Tim LBS tingkat DIY

Tim Evaluasi Lingkungan BersihSleman – Dusun Pendulan Desa Sumberagung Kecamatan Moyudan Sleman dievaluasi oleh  tim Evaluasi Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkaty DIY di Aula Dusun Pendulan, Kamis (1/12).

Tim sebanyak 4 orang yang mewakili anggota tim evaluasi LBS yang terdiri dari Penggerak PKK dan Dinas Kesehatan DIY. Dalam kesempatan evaluasi tersebut, Dusun Pendulan juga menampilkan hasil kerajinan dan industri rumah tangga yang dihasilkan oleh gerakan PKK. Ajang evaluasi tersebut merupakan salah satu strategi yang ditempuh Pemkab Sleman dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat.

Acara tersebut juga merupakan media evaluasi dan motivasi dari pemerintah dalam menerapkan LBS diseluruh daerah di DIY. Dengan adanya kegiatan evaluasi ini maka diharapkan tingkat kesehatan masyarakat terus meningkat dan juga Desa Sumberagung, Moyudan juga dapat menjadi inspirasi dan role model bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Sleman dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kepala Badan KBPMPP Sleman, dr Nurulhayah MKes menyampaikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat Sleman sampai dengan akhir tahun 2015 telah membaik, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal tersebut tergambar dari beberapa indikator dalam bidang kesehatan, antara lain usia harapan hidup yang dapat dipertahankan pada angka 76,13 tahun, angka kematian dapat ditekan menjadi 3,82 dari 4,65 per kelahiran hidup, angka kematian ibu melahirkan dapat diturunkan menjadi 23,30 dari 83,30 per kelahiran hidup.

Dan, Persentase balita gizi buruk menurun dari 0,44% menjadi 0,40%, cakupan rumah tangga sehat meningkat dari 86,78% meningkat menjadi 89,60%, cakupan air bersih mencapai 100%, cakupan jamban keluarga menjadi 94,80% meningkat dari 92,94%, dan cakupan saluran pembuangan air limbah dari 77,46% menjadi 81,20%.

Kondisi tersebut harus terus ditingkatkan mengingat program yang didukung oleh pemerintah ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya peran aktif keseluruhan masyarakat di suatu wilayah.

Hal tersebut tidak akan berpengaruh signifikan apabila hanya dilakukan oleh 1 orang saja. Untuk itu diperlukan kepedulian dari seluruh masyarakat dalam mencipatkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ketua tim evaluasi LBS DiY, dr Siswatiningsih juga menyampaikan terdapat beberapa hal yang masih harus diperbaiki, seperti perilaku merokok didalam rumah yang sangat sulit untuk diubah.

Padahal kebanyakan dari rumah-rumah warga hampir selalu tertutup dan seluruh anggota keluarga banyak melakukan aktifitas didalam rumah. Tentu saja hal tersebut dapat mengancam kesehatan anggota keluarga. Dimana lingkungan yang sehat berawal dari masyarakat yang sehat.

Apabila pada setiap keluarga masih banyak terdapat ancaman kesehatan yang disebabkan oleh perilaku merokok di dalam rumah maka tidak akan terwujudlah lingkungan yang sehat seperti yang diidamkan bersama.




BPBD Himbau masyarakat Prambanan Tingkatkan Kewaspadaan Longsor‬

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman  menghimbau masyarakat di perbukitan Kecamatan Prambanan Sleman untuk meningkatkan kewaspadaan tanah longsor karena curah hujan semakin meningkat dan mengakibatkan longsor pada Senin (28/11) malam lalu.‬

‪Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan kucuran hujan deras pada Senin (22/11) memang lebih banyak terfokus di wilayah Sleman bagian timur.‬

‪”Sebagaian kawasan Prambanan itu kontur wilayahnya berupa perbukitan dan dekat dengan pemukiman warga. Sejumlah tebing tidak mampu menahan debit air hujan yang besar sehingga terjadi longsor di 22 titik,” kata Makwan, Kamis (1/12).‬

‪Makwan mengatakan, pihaknya kembali menghimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya.‬

‪”Kawasan Prambanan masuk kategori rawan longsor dan potensi bahayanya bisa meningkat di tengah kondisi cuaca musim hujan dengan intensitas tinggi seperti saat ini,” kata Makwan.‬

‪Koordinator Forum Pengurangan Resiko Bencana Bandung Bondowoso Prambanan (PRBP) Prawoto mengatakan warga yang rumahnya terkena longsor dan masih berpotensi bahaya, disarankan untuk mengungsi sementara waktu.‬

‪”Ini sebagai antisipasi jika longsor kembali terjadi dan membawa risiko. Hujan juga masih berpotensi turun lagi dengan deras,” imbuhnya.‬

“Selain beberapa rumah warga yang terkena longsor, sekitar tujuh ruas jalan juga terdampak hingga mengganggu akses kendaraan,” kata Camat Prambanan, Drs Abu Bakar.‬

‪Abu Bakar menambahkan, selain rumah warga, tanah longsor juga mengenai tiga tiang listrik yang menyebabkan sementara harus ada perbaikan jaringannya.

“Di Desa Wukirharjo, dan yang paling parah di Desa Gayamharjo,” katanya.




Target Pendidikan Bukan Hanya Untuk Peroleh Nilai Tinggi

Bupati SlemanSleman – Target dari proses pendidikan bukan hanya untuk memperoleh nilai tinggi atau meluluskan anak didik  saja, akan tetapi juga bagaimana mempersiapkan anak didik menjadi anak yang pandai serta memiliki moral serta budi pekerti yang baik.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan hal tersebut disela-sela  puncak  peringatan HUT PGRI ke 71 dan hari Guru Nasional Kabupaten Sleman tahun 2016  di Gedung Serbaguna Denggung Tridadi Sleman, Rabu (30/11).

”Nilai-nilai etika, nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, optimisme yang perlu terus disuntikkan kepada anak didik. Berbagai bidang mata pelajaran eksak dan sains sangat penting namun berbagai nilai moral juga ditanamkan sejak dini,” kata Sri Purnomo.

Dalam acara yang dihadiri  lebih dari orang  guru dan kepala sekolah tingkat SD hingga SLTA/Sederajat se Kabupaten Sleman tersebut  Sri Purnomo juga menyampaikan saat ini bersama DPRD terus mengupayakan perbaikan  kesejahteraan  bagi orang GTT, PTT, dan pamong PAUD yang ada di Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo berharap Peringatan HUT PGRI dan hari Guru Nasional ini dapat menjadi cambuk pendorong bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sleman, dan khususnya para guru sendiri, untuk lebih meningkatkan lagi pembangunan sumber daya manusia melalui bidang pendidikan.

”Kepada para guru, kami berharap agar senatiasa dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya sehingga mampu mewujudkan cita-cita bersama yakni terwujudnya generasi yang cerdas, berahklak mulia serta berkepribadian. Saya percaya satu orang hebat bisa melahirkan beberapa karya hebat. Tapi satu guru hebat bisa melahirkan ribuan orang hebat,” tutur Sri Purnomo.

Sementara Ketua PGRI Sleman, Sudiyo SAg MPd mengatakan bahwa pengurus PGRI Kabupaten Sleman telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka Peringatan HUT PGRI ke 71 dan hari Guru Nasional antara lain pengumpulan dana bantuan untuk anggota yang sedang sakit, donor darah, sosialisasi dan pemeriksaan kanker serviks, dan ziarah ke makam ketua umum PGRI di Banjarnegara serta melakukan pelatihan senam PGRI.




Industri Las di Ngaglik Tetap Eksis

Sleman – Persaingan industri rumah tangga sekarang ini cukup kompetitip. Karena itu produsen harus pintar-pintar menjaga kualitas produknya. Begitu juga dengan industri atau bengkel las harus bisa menjaga kualitas jika ingin eksis ditengah persaingan saat ini.

Karena itu, untuk terus menjaga kualitas mutlak dimiliki oleh mereka agar tetap eksis di pasaran. Salah satunya dirasakan Rolis Noverta (25) pemilik usaha bengkel las di Dusun Donolayan Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik Sleman yang membuka usaha bengkel las sejak 2012 lalu. Apalagi di sekitar tempat tinggalnya terdapat lima bengkel las, belum lagi bengkel las di daerah lain.

Untuk pemesanan lebih banyak didominasi perseorangan. Ada juga instansi pemerintah, namun jumlahnya belum seberapa. Pagar, kanopi dan teralis merupakan tiga orderan yang paling banyak masuk.

“Sekarang sedang mengerjakan pesanan tiang baliho untuk banner dari Pemkab Sleman. Ada 75 buah dengan ukuran 2×1 meter2. Masih proses karena baru 50 persen,” kata Rolis, Rabu (30/11).

Diakui Rolis ada waktu-waktu tertentu usaha bengkel las miliknya cukup ramai. Seperti saat menjelang lebaran merupakan saat banyak pesanan. Karena banyak warga yang ingin merehab rumahnya. Pagar dan terlaris merupakan yang paling banyak dipesan.

“Teralis terutama karena rumahnya akan ditinggal lama untuk mudik. Jadi mereka ingin rumahnya aman,” kata Rolis.

Saat disinggung untuk bahan baku, Rolis tidak merasakan kendala berarti. Karena besi dapat dia peroleh dengan mudah di toko-toko bangunan. Dengan harga bervariasi menyesuaikan tebal tipisnya besi. Namun rata-rata Rp – Rp perbatang ukuran enam meter.




Bupati Serahkan SK Pensiun dan Karip bagi PNS Calon Purna Tugas

SK PensiunSleman – Sebanyak 224 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima Surat Keputusan (SK) pensiun calon purna tugas Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari hingga 1 Juni 2017 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Senin (28/11).

Dalam acara peneyerahan SK pensiun dan KARIP tersebut dilakukan oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dan didampingi Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes kepada PNS calon purna tugas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan pada PNS calon purna tugas telah dibangun komitmen dengan BKN, PT Taspen, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Komitmen tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu dalam hal pengurusan SK pensiun dan dokumen pendukungnya, sehingga para calon purna tugas tidak direpotkan untuk mengurus sendiri.

Iswoyo juga menyampaikan bahwa mengenai pelayanan pensiun bagi PNS calon purna tugas sesuai dengan dasar hukum Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2014 tentang Pemberhentian PNS yang Mencapai Batas Usia Pensiun bagi Pejabat Fungsional.

Dan, Peraturan Pemerintah No.9 tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah tahun 2009.

Iswoyo menambahkan bahwa selain penyerahan SK Pensiun juga dilakukan penyerahan KARIP bagi PNS calon purna tugas TMT 1 Desember 2016 sebanyak 35 orang oleh Kepala PT Taspen Cabang Jogja yang diagendakan pada Rabu (30/11) di Kantor BKD Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo mengapresiasi atas prestasi dan pengabdian para PNS yang telah berhasil melaksanakan amanah tugas dan tanggungjawab dengan sangat baik sebagai abdi Negara dan masyarakat.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa pensiun merupakan fase yang pasti akan dialami oleh setiap PNS yang seharusnya menjadi kesempatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Berkenaan dengan hal tersebut, Sri Purnomo berharap adanya pengalaman yang telah diperoleh dapat menjadi modal untuk berkarya di tengah masyarakat, juga dapat melakukan kegiatan yang produktif untuk menjaga ketajaman pikir dan kesehatan fisik, serta dapat menikmati kehidupan yang berkualitas, sehat, juga bahagia.