Fenomena Angin Kencang Masih Harus Diwaspadai Masyarakat Sleman
Sleman– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman masih memberikan peringatan cuaca ekstrim yang melanda Sleman, setidaknya sampai dengan pertengahan bulan April. Hal Ini karena adanya musim pancaroba yang tengah melanda.
“Dampak dari pancaroba yang harus diwaspadai masyarakat fenoma angin kencang yang diprediksi melanda sejumlah titik di Sleman,” kata Kepala BPBD Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MM, Minggu (27/3).
Menurut Julisetiono, angin kencang akan terjadi di sejumlah kawasan di Sleman sampai dengan akhir pancaroba pada April mendatang.
“Masyarakat diminta untuk tetap waspada. Dari catat BPBD Sleman angin kencang terjadi diwaktu siang dan sore hari,” jelas Julisetiono.
Data terbaru BPBD Sleman peda 24 Maret tercatat angin kencang di kawasan Sleman melanda tiga titik yakni Kragilan Kecamatan Kasalan, Beji Desa Sidoarum Kecamatan Godean dan Jambon Kidul Desa Sindumartani Kecamatan Ngempak.
“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja sebuah truk tertimpa pohon di Jambon Kidul,” tutur Julisetiono.
Sebelumnya pada 23 Maret tercatat angin kencang terjadi di tempat yang sama padukuhan yang sama Beji Sidoarum Kecamatan Godean. Kawasan lain yang diterpa angin kencang terjadi di Sendangsari Kecamatan Minggir.
“Tidak ada korban jiwa, angin kencang hanya menumbangkan pepohonan dan merusak sawah,” jelasnya.
Julisetiono memaparkan jelang akhir Maret, angin kencang mencapai 9 kejadian. Rata-rata, angin kencang melanda kawasan Sleman Utara (lereng Merapi), Sleman Timur (Prambanan dan Kalasan) serta Sleman Barat (Minggir dan Moyudan).
“Sebagai antisipasi warga bisa menghindar dari pohon besar dan tiang yang rawan bila terjadi mendung cukup tebal,” tutur Julisetiono.
Sementara Kabid Kebersihan dan Pertamanan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman, Indra Darmawan mengatakan sesuai dengan rekomendasi BPBD pihaknya telah melakukan pemangkasan pohon di sejumlah titik yang dianggap rawan. Pemotongan pohon dilakukan seperti di Jalan Magelang dan Jalan Gejayan.
“Sejak Oktober sudah lebih dari 500 pohon yang kami tebang dan 80-an diantaranya karena rapuh dan rawan tumbang,” jelasnya.


