Wantimpres Kunjungi Sleman

Sleman – Kunjungan kerja anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Kabupaten Sleman yang dipimpin Ketua Wantimpres, Sri Adiningsih diterima Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di ruang rapat sekda B, Rabu (23/3).

Ikut mendampingi Bupati Sleman antara lain Penjabat Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno, Plt. Asekda Bidang Pemerintahaan Jasim Sumirat SH, Kepala Kantor SDEAM Ir Sapto Winarno, Camat Sleman Iriansya, Kepala Desa Pendowoharjo.

Sri Adiningsih menyampaikan bahwa kunjungannya di Kabupaten Sleman dalam rangka penyerapan aspirasi dan melihat langsung apa yang dilakukan dan harapan petani dan peternak di Kabupaten Sleman khususnya di Desa Pendowoharjo Sleman.

Lebih lanjut disampaikan bahwa karena pangan merupakan sektor utama bagi pemerintah, maka pemerintah harus mendorong para petani agar lebih maju lagi untuk menuju swasembada pangan. Kalau pemerintah/masyarakat sudah swasembada pangan tentunya tidak perlu lagi import beras.

Untuk mewujutkan swasembada pangan tentu tidah hanya melibatkan satu departemen saja, akan tetapi multi departemen yang harus terlibat, seperti Kementerian pertanian, Pengairan, bahkan kalangan akademisi seperti IPB, ITB.

Sementara Sri Purnomo menyampaikn bahwa pada tahun 2015 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak yang mencapai 23,01% dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai jiwa. Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 13,15% pada tahun 2015.

Untuk hasil pertanian padi, pada tahun 2015 mengalami surplus hasil produksi. Dimana tercatat pada tahun 2014 hasil produksi sebesar ton gabah kering giling dengan luas panen Ha dan produktivitas 60,17 ku/ha, meningkat pada tahun 2015 menjadi ton gabah kering giling dengan luas panen Ha dan produktivitas 66,91 ku/ha.

Walaupun luas panen pada tahun 2015 menurun dari tahun 2014 namun produksi padi yang dihasilkan justru mengalami peningkatan karena produktivitas yang meningkat.

Sedangkan untuk sasaran luas panen padi pada tahun 2016 tercatat pada bulan Oktober – Maret 2015/2016 sebesar Ha dan pada bulan April – September 2016 sebesar Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada bulan Oktober hingga September sebesar Ha. Kami optimis produksi padi pada tahun 2016 dapat kembali mengalami surplus.

Dalam kunjungan tersebut rombongan Wantimpres juga mengunjungi kelompok tani  Sari Bumi padukuhan Plalangan Pendowoharjo Sleman , dan meninjau Dam  Setalang di padukuhan Krandon, serta kelompok ternak Sumber Ayu di Brayut Pandowoharjo Sleman dilanjutkan dialog dengan kelompok Tani dan Ternak di  Java Village Resort.




782 Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK di Sleman Siap Laksanakan Ujian Nasional

Sleman – Sebanyak 782 sekolah baik itu tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK di wilayah Kabupaten Sleman siap melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2015/2016. Dari jumlah sekolah tersebut terdiri dari 528 SD/MI, 136 SMP/MTs , 61 SMA/MAN dan 57 SMK. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahaga Sleman, Arif Haryono SH di pres room Pemkab Sleman, Rabu (23/3).

Dijelaskan Arif, untuk SD dari 528 sekolah tersebut 516 merupakan sekolah penyelenggara dan 12 sekolah gabung UN. Sedang jumlah siswa SD yang akan mengikuti UN sebanyak siswa.

Untuk SMP sekolah yang menyelenggarakan UN sebanyak 131 sekolah dan 5 sekolah gabung, jumlah siswa yang mengikuti UN siswa. Untuk SMA sekolah yang menyelenggarakan UN ada 53 sekolah dan 8 sekolah gabung, peserta ujian sebanyak siswa dan untuk SMK sekolah yang menyelenggarakan ujian 54 sekolah dan 3 sekolah gabung, peserta ujian SMK sebanyak siswa.

Dijelaskan Arif, untuk tahun ini sekolah yang melaksanakan ujian berbasis komputer atau UNBK di Sleman mengalami peningkatan yang cukup siknifikan dibanding tahun lalu.

“Jika tahun lalu hanya ada 6 SMK saja yang melaksanakan UNBK tahun ini setelah mendaftar dan diverifikasi penambahannya cukup banyak yang diikuti SMP, SMA dan SMK,” kata Arif.

Tahun ini lanjutnya ada 6 SMP dengan peserta 618 siswa yang melaksanakan UNBK, untuk SMA sebanyak 5 sekolah dengan peserta ujian 747 siswa dan SMK ada 25 sekolah dengan peserta ujian siswa. Sedang pelaksanaan ujiannya untuk SMA/MAN/SMK yang UNBK mulai 4 hingga 9 April ditambah 11 hingga 12 April.

“Untuk ujian SMA/MAN yang tidak UNBK dilaksanakan tanggal 4 hingga 6 April, dengan 2 mata pelajaran tiap hari,” kata Arif.

Sedang untuk SMK yang melaksanakan UNBK dijadwalkan tanggal 4 sampai 7 April. Untuk SMK yang tidak UNBK jadwalnya sama. Sementara untuk UNBK SMP dilaksanakan tanggal 9 hingga 12 Mei mendatang, jadwal yang sama juga untuk ujian SMP yang tidak melaksanakan UNBK.

“Jika UNBK SMA/SMK dilaksanakan dua sif, untuk UNBK SMP dilaksanakan 3 sif,” tutur Arif.

Untuk jadwal ujian SD dilaksanakan tanggal 16 hingga 18 Mei mendatang. Ketika ditanya tentang sekolah yang gabung dikatakan Arif, untuk sekolah yang berlum terakreditasi memang belum bisa menyelenggarakan ujian sendiri.

“Sekarang ini meski siswanya kurang dari 20 kalau sudah terakreditasi bisa menyelenggarakan ujian sendiri. Namun kalau belum terakreditasi harus menggabung ke sekolah lainnya,” kata Arif.




Finalis Dimas Diajeng Sleman 2016 Bebas Narkoba

Salah satu peserta yang ikut test urine di hari kedua di   BNN Sleman 2 (1024 x 768)Sleman – Semua semi finalis dalam Pemilihan Dimas Diajeng Sleman (PDDS) 2016 yang telah mengikuti tes urine pada hari Senin dan Selasa (21-22/3) yang dilakukan atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan BNN Kabupaten Sleman semuanya dinyatakan bebas narkoba.

Sebagaimana test urine yang dilaksanakan pada hari Senin (21/3) di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman terdapat 1 orang peserta yang diindikasikan positif Benzodiazeplin.

Namun setelah datang untuk periksa ulang pada hari berikutnya Selasa (22/3) di Kantor BNN Kabupaten Sleman yang bersangkutan telah dinyatakan bebas narkoba. Demikian dinyatakan oleh Kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi dikantornya, Rabu (23/3) .

Kuntadi menambahkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman yang telah turut mensukseskan program bebas narkoba melalui ajang Pemilihan Dimas Diajeng Sleman. Diharapkan hal seperti ini dapat dilakukan oleh instansi-instansi yang lain di Kabupaten Sleman.

Sebenarnya pihak BNN Kabupaten Sleman saat ini belum memprogramkan untuk test urine yang ditujukan ke instansi-instansi. Hal tersebut dikarenakan masih terbatasnya test kit yang dimilikinya, yang saat ini masih diprioritaskan untuk mendukung operasi pemberantasan di tempat-tempat yang diindikasikan ada penyalahgunaan narkoba.

Oleh karenanya diharapkan instansi-instansi yang ingin melaksanakan test urine untuk dapat menfasilitasi test kit sendiri, sedangkan BNN Kabupaten Sleman akan mendukung personilnya. Dengan demikian program sharing antar instansi seperti ini akan mempercepat program anti narkoba khususnya di Kabupaten Sleman.

Terkait dengan peserta yang terindikasi Benzodiazeplin, Ahmad Yusro Arifin selaku staf Seksi Pemberantasan BNN Sleman menyatakan bahwa yang bersangkutan sebelum diperiksa terbukti telah mengkonsumsi obat dokter. Yang bersangkutan telah melakukan periksa ulang pada hari Selasa (22/3) pukul WIB dengan membawa bukti resep doker. Yang bersangkutan mengkonsumsi obat tersebut karena sakit tenggorokan.

Menurutnya Benzodiazeplin tergolong psikotropika atau obat yang beredar secara umum yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk menyembuhkan sakitnya. Berdasarkan pemeriksaan salah satu semi finalis Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2016 dinyatakan positif Benzodiazeplin karena sebelumnya telah mengkonsumsi obat dokter, bukan positif narkoba.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan rasa syukur dan puas atas hasil pelaksanaan test urine untuk membuktikan para finalis Pemiihan Dimas Diajeng 2016 bebas narkoba.

“Ternyata dari hasil pemeriksaan semua peserta yang sudah melaksanakan test urine dinyatakan bebas narkoba oleh BNN Kabupaten Sleman,” kata Ayu.

Ayu menyampaikan ucapan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BNN Kabupaten Sleman yang telah mendukung penuh terselenggaranya test urine dalam ajang pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2016.

Dari hasil yang diperoleh ini menunjukkan dan mengindikasikan bahwa generasi muda khususnya yang diwakili oleh para semifinalis PDDS 2016 ini memiliki sikap dan perilaku yang positif. Harapannya mereka nantinya kedepan dapat benar-benar menjadi suri tauladan dan contoh yang positif bagi generasi muda pada umumnya.




Kondisi Perkembangan Perpustakaan Desa di Sleman Masih Memprihatinkan

Sleman – Penjabat Sekda Sleman, Dra Iswoyo Hadiwarno mengatakan  kondisi perkembangan perpustakaan desa di Kabupaten Sleman saat ini masih terbilang cukup memprihatinkan, dimana perpustakaan desa dengan kriteria aktif/baik hanya berjumlah 12 perpustakaan desa atau sebesar 13,95%, kriteria sedang berjumlah 23 perpustakaan desa atau sebesar 26,75%.

Sementara perpustakaan desa dengan kriteria kurang berjumlah 51 buah atau sebesar 59,30%.

“Karena itu dalam upaya meningkatkan fungsi serta tujuan keberadaan perpustakaan desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah melakukan serangkaian upaya, seperti pembinaan Perpustakaan Desa,” kata Iswoyo ketika menghadiri sosialisasi perpustakaan bagi Kepala Desa di Sleman, Selasa (22/3).

Menurut Iswoyon dari 86 desa di Kabupaten Sleman, 40 desa diantaranya telah memperoleh pembinaan pengelolaan Perpustakaan Desa. Selain itu adanya saluran bantuan koleksi buku atau bahan pustaka kepada 50 perpustakaan desa dari Perpustakaan Nasional, 36 Desa lainnya memperoleh bantuan buku dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY.

“Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung terlaksananya pengembangan perpustakaan di Desa, sepanjang telah melalui mekanisme musyawarah di Desa,” tutur Iswoyo.

Dan hal ini lanjutnya dapat dialokasikan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) khususnya pada kegiatan pembangunan yang mendukung pemberdayaan masyarakat desa, dimana besaran ADD untuk operasional perpustakaan desa disesuaikan dengan kemampuan keuangan dalam APBDesa.

Dengan kondisi perpustakaan desa yang ada saat ini, diperlukan upaya dan usaha dari seluruh jajaran Pemerintah Desa dalam optimalisasi keberadaan perpustakaan desa. Untuk itu, Iswoyo berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam upaya mengoptimalkan fungsi dari keberadaan perpustakaan desa, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat secara penuh bagi masyarakat.

Diungkapkan Iswoyo, sesuai PP. No 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa bahwa salah satu kewenangan desa adalah kewenangan lokal berskala desa berupa pengelolaan perpustakaan desa dan taman bacaan.

Perpustakaan desa adalah contoh penyediaan bahan bacaan sebagai salah satu sumber belajar bagi masyarakat dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat.

Perpustakaan menjadi salah satu media pembelajaran yang baik ketika keberadaannya dapat difungsikan secara optimal. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar harus mempunyai potensi untuk membuat orang tergerak untuk belajar.

Sementara  Kepala Perpustakaan Daerah Sleman,  Dra Sri Hartati mengatakan maksud dan tujuan sosialisasi tersebut  untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan perpustakaan dalam rangka pengembangan perpustakaan desa sebagai sumber informasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Juga untuk mewujutkan desa gemar membaca dilingkungan Kabupaten Sleman.




Desa Wonokerto Kembangkan Ekowisata Untuk Konservasi Sumber Daya Air

MuslimatunSleman – Dalam rangka mempertahankan kawasan resapan air dan penyelamatan sumber daya air serta memperingati Hari Air Dunia, Pemerintah Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman melaksanakan Program Penyelamatan Mata Air, Daerah Aliran Sungai (DAS) serta lahan Kritis di wilayah Desa Wonokerto yang diresmikan oleh Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes, Selasa (22/3).

Menurut Djoko Soeprijadi SHut, MCs, selaku dosen Geometrika Fakultas Kehutanan UGM bahwa Desa Wonokerto menjadi Desa Konservasi Mandiri dalam penanganan sumber daya airnya. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil pemetaan air yang dilakukan Djoko bersama timnya menunjukkan bahwa semakin tinggi suatu kawasan maka kecenderungan intensitas air semakin langka.

Hal ini juga dialami kawasan Desa Wonokerto yang berada di dataran tinggi karena Turi masuk dalam wilayah lereng Gunung Merapi.

“Daerah dataran tinggi sebagai  kawasan tangkapan air sedangkan daerah bawah seperti Kota Yogyakarta sebagai tandonnya, karena air dari atas mengalir ke daerah yang lebih rendah,” ungkap dosen yang sekaligus menjadi tim ahli yang mendampingi penanganan sumber daya air Desa Wonokerto.

Djoko menambahkan bahwa skema penyelamatan mata air di Desa Wonokerto rencananya akan dilakukan penanaman berbagai jenis bambu disekitar daerah aliran sungai di Desa Wonokerto sebagai kebun botani atau arboretum, langkah tersebut diambil karena selain sebagai upaya konvservasi juga dapat dimanfaatkan untuk edukasi.

“Kami memilih bambu karena pertumbuhannya 30% lebih cepat dari kayu, berbagai jenis bambu di Indonesia akan kami datangkan dan rencananya akan kami buat arboretum dengan pengelompokan dan penamaan masing-masing bambu yang harapannya nanti kawasan ini mampu menjadi kawasan ekowisata, ” tambah Djoko.

Sementara Sri Muslimatun mengungkapkan bahwa Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga perlu dikelola untuk dimanfaatkan secara efisien, adil dan berkelanjutan.

Secara kuantitas, air hujan yang tersimpan dalam tanah cenderung semakin berkurang dan sebagian besar menjadi aliran permukaan yang akan beresiko terjadinya banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.

Kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya semakin banyaknya permukaan tanah yang ditutup dan perubahan fungsi daerah tangkapan air.

Sedangkan secara kualitatif, air yang tersedia juga telah mengalami pencemaran, sehingga semakin menurunkan tingkat ketersediaan air bagi masyarakat.

“Penurunan kualitas air ini diantaranya disebabkan perilaku tidak bertanggung jawab dari masyarakat seperti membuang sampah dan limbah rumah,” kata Sri Musimatun.

Dalam kesempatan tersebut Sri Muslimatun juga  melakukan penanaman pohon bersama Kapolsek, Camat, Kades setempat serta komunitas warga Tionghoa.***