Pariwisata Dapat Sokong Pertumbuhan UKM
Sleman – Keberadaan desa wisata di Kabupaten Sleman dapat meningkatkan produktivitas karena dipadukan dengan berbagai kegiatan bidang pertanian, perikanan dan perindustrian.
”Sleman mempunyai beberapa keuntungan lain dalam menunjang pariwisata. Selain karakter alam yang kuat, Kabupaten Sleman juga didukung kebudayaan dan kepurbakalaan serta infrastruktur yang memadai,” kata Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes, Selasa (15/3).
Menurut Sri Muslimatun objek yang menjadi kekuatan daya tarik adalah Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di dunia.
”Dengan modal di bidang pariwisata, dapat ikut menyokong pertumbuhan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM),” kata Sri Muslimatun.
Sri Muslimatun menambahkan saat ini di Sleman terdapat usaha skala kecil menengah tersebar pada berbagai sektor, seperti pertanian, kehutanan, industri, perdagangan jasa, pariwisata, dan ESDM.
Sejumlah produk lokal Sleman bahkan telah merambah pasar ekspor dengan tujuan utama Jepang, Amerika, dan Korea Selatan. Produk tersebut antara lain pakaian jadi, sarung tangan, tas kulit dan, furniture.
“Pariwisata dan UKM merupakan dua sektor yang saling bersinergi. Di satu sisi dapat memberdayakan masyarakat, di sisi lain mempromosikan daerah,” katanya.
Disisi lain Sri Muslimatun menyampaikan bahwa kunjungan ke desa wisata di Sleman semakin meningkat Pengunjung sejumlah desa wisata di Kabupaten Sleman menunjukkan jumlah yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
”Sepanjang 2015, kunjungan ke berbagai desa wisata mencapai 5,21 juta wisatawan. Jumlah itu meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 4,13 juta wisatawan,” kata Sri Muslimatun.
Saat ini lanjutnya di Kabupaten Sleman sudah ada 38 desa wisata yang dikembangkan. Beberapa yang cukup dikenal masyarakat antara lain Garongan sebagai desa wisata pertanian, Kelor sebagai wisata agro, Gamplong sebagai wisata kerajinan, dan Pulesari yang menawarkan keindahan lereng Merapi.
”Wilayah Sleman memiliki karakteristik yang potensial untuk dikembangkan pariwisata sekaligus pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.