Pertahankan Daerah Resapan, Turi Batasi Investor Yang Masuk
Sleman – Untuk mempertahankan wilayah Kecamatan Turi sebagai daerah resapan air, karena itu ruang hijau di Turi banyak dipertahankan. Salah satunya Kecamatan Turi menerapkan kebijakan membatasi investor yang akan masuk.
“Kami tidak menutup investor yang akan masuk ke Turi tetapi hanya membatasi untuk investor yang akan masuk ke Turi harus yang berwawasan lingkungan,” kata Camat Turi, Siti Wahyu Purwaningsih, Minggu (6/3).
Dikatakan Siti, selama dirinya bertugas sebagai Camat di Turi belum ada investor perumahan maupun hotel yang masuk. Dan atas kesepakatan bersama para Kades bahwa untuk investor di Turi harus selektif khususnya untuk bangunan fisik.
“Jika ada investor yang akan masuk ke Turi kalau berwawasan lingkungan dan tetap mendukung Turi sebagai daerah resapan air tentu akan dipertimbangkan,” tutur Siti.
Diakui Siti, masih banyak ruang hijau di Turi dan diruang hijau itu bangunan sangat terbatas dan itu ada di Desa Wonokerto dan Girikerto. Namun demikian ada dua desa yang menjadi tempat pemukiman yaitu Desa Donokerto dan Bangunkerto.
Turi juga menerapkan daerah yang menjadi kawasan hijau dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dengan perbandingan 60 berbanding 40 untuk bangunan.
“Kita juga akan terus memperketat bangunan fisik di Turi sebab kalau bangunan tidak diperketat akan mempengaruhi resapan air,” kata Siti.
Apalagi lanjutnya, Turi sebagai daerah penyangga air untuk Kota Yogyakarta dan Bantul kalau banyak bangunan airnya akan cepat hilang. Disisi lain Siti juga menjelaskan untuk mempertahankan lingkungan yang baik, Turi juga memerangi adanya penambangan pasir.
Meski demikian diakui masih ada beberapa orang yang melakukan penambangan pasir disungai Tunggularum. Namun untuk penambangan di lahan kampung menggunakan alat berat seperti banck goe sudah dilarang dan tidak ada.
Kecamatan Turi saat ini juga sedang melakukan pendataan sumber air yang ada di daerah tersebut. “Dari empat Desa di Turi sumber air cukup banyak baik yang besar maupub kecil, dan diperkirakan lebih dari 50 sumber air,” tutur Siti.***
