Hujan Deras Akibatkan Longsor Di Prambanan

IMG-20161129-WA0007 (1)Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan  Kecamatan Prambanan pada hari Senin (28/11) sore mengakibatkan tebing perbukitan longsor disejumlah titik di wilayah Desa Wukirharjo dan Gayamharjo.

“Ada 18 titik yang terjadi longsor di Desa Gayamharjo Prambanan dan mengakibatkan 11 rumah warga terkena dampak longsor tersebut,” kata Makwan, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Sleman, Selasa (29/11).

Menurut Makwan, tebing longsor di  18 dusun di Gayamharjo tersebut mengakibatkan rumah 11 warga rusak dan juga mengakibatkan menutup jalan Kabupaten dan jalan kampung.

Adapun rumah yang terdampak longsor tersebut adalah milik Hardi Jiman (warga dusun Lemahbang), Wagimin (Klumprit 1), Witodimejo (Candisari), Wagiran (Losari), Parman (Pakel), Sagimin (Dayakan), Lasiyo (Kalingongko Kidul), Wagiman (Kalinongko Kidul), Arjo Sugito (Kalinongko Lor), Yatno Miharjo (Kalinongko Lor) dan Adirejo (Kalinongko Kidul).

Sementara longsor yang mengakibatkan akses jalan kabupaten tertutup terjadi di dusun Kalinongko Lor, longsor di dusun Jali mengakibatkan akses jalan kampung tertutup. Selain itu ada longsong yang menutup badan jalan dan menutup jalan di dusun yaotu di Jalan Wukirharjo dan Kalinongko Lor.

Dikatakan Makwan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan warga juga tidak ada yang diungsikan. Pada Selasa (29/11) pagi masyarakat dibantu relawan dan aparat di Prambanan melakukan gotong royong membersihkan tanah longsor yang menutup jalan.

“Karena diperkirakan intensitas hujan masih tinggi masyarakat yang tinggal di perbukitan Prambanan diminta terus meningkatkan kewaspadaannya bila terjadi hujan deras dalam waktu yang cukup lama,” kata Makwan.

Ditambahkan Makwan, dalam mengantisipasi longsor di Prambanan ini Pemerintah Kabupaten sudah melakukan beberapa tindakan dengan memasang sedikitnya 30 Early Warning Sitem (EWS) di sejumlah titik. Selain itu juga telah melakukan mitigasi bencana pada masyarakat di Perbukitan Prambanan.

Diungkapkan Makwan, berdasarkan surat dari BMKG DIY kondisi dinamika atmosfir laut beberapa hari ke depan meliputi peningkatan suhu permukaan laut diperairan Selatan Jawa 1-2 derajat Celcius dari kondisi normalnya. Kandungan uap air diatan wilayah Jogja relatif lembab, adanya belokan dan pertemuan angin disekitar pulau Jawa akibat munculnya pusat tekanan rendah disekitar ekuator Indonesia.

Kondisi tersebut dijelaskan Makwan dapat menyebabkan peningkatan potensi hujan lebat di wilayah DIY dengan curah hujan diatas 50 mm/hari disertai petir dan angin kencang dan dapat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Prediksi curah hujan 1 minggu ke depan 29 November hingga 5 Desember 2016, kategori tinggi dan berpotensi terjadi di Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Depok, Berbah dan Prambanan.




Masyarakat Berperan Cegah Kekerasan terhadap Anak‬

Sleman – Peningkatan kasus kekerasan anak salah satunya dipengaruhi minimnya peran aktif masyarakat. Sebagai upaya mewujudkan kesadaran warga, Badan KBPMPP Sleman melaksanakan kampanye di Desa Mororejo, Kecamatan Tempel yang merupakan daerah percontohan pengembangan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM).‬

‪Menurut salah satu aktivis PATBM Mororejo, Eko Yulianto, strategi perlindungan anak dapat dilakukan melalui berbagai cara. Selain sosialisasi, upaya lain dengan menyediakan sarana prasarana yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.‬

‪“Pemerintah juga perlu diberi masukan untuk merumuskan kebijakan. Kami sudah menyusun peta potensi permasalahan anak, dan data pilah anak,” kata Eko, Jumat (25/11).‬

‪Dalam pelaksanaan sosialisasi, pihaknya merangkul kelompok masyarakat seperti PKK dan pihak sekolah. Seluruh padukuhan juga dilibatkan dalam kegiatan yang menyangkut perlindungan anak.‬

‪Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengingatkan, anak usia 0-18 tahun rentan mengalami masalah sosial, dan menghadapi resiko kekerasan di lingkungan rumah, sekolah maupun tempat umum. Resiko yang mungkin terjadi diantaranya kekerasan dalam pola asuh, atau tontonan komersial yang kurang mendidik.‬

‪Kasus kekerasan fisik dan psikis juga masih banyak dijumpai seperti trafiking, eksploitasi anak, pelecehan seksual, anak bermasalah dengan hukum, hingga terjerat masalah narkoba.‬

‪“Saya berharap keberadaan desa ramah anak sebagai bagian dari kabupaten layak anak tidak hanya sekedar menjadi label. Jangan sampai ada kesenjangan antara kebijakan dengan realita yang ada di lapangan,” tandasnya.‬

‪Dia meminta kepada para aktivis PATBM, dan stakeholder terkait untuk bersinergi secara nyata mewujudkan lingkungan yang ramah terhadap anak. Kendati di lain sisi, upaya itu kerap menghadapi kendala terutama mengingat laju pertumbuhan migrasi di wilayah Sleman yang tinggi sehingga mendorong perubahan dinamika sosial dengan sangat cepat.




Objek Wisata Sleman Bersiap Sambut Libur Akhir Tahun‬

Sleman – Walaupun masih terhitung lebih dari satu bulan lagi, saat ini berbagai obyek wisata di Kabupaten Sleman sudah bersiap menyambut kunjungan wisatawan saat libur Natal dan akhir tahun. Libur Natal yang biasa berlanjut ke Tahun Baru biasanya dimanfaatkan oleh para pelancong untuk berwisata disejumlah obyek wisata

‪”Untuk menghadapi libur Natal  dan akhir tahun 2016, secara umum sudah kita siapkan, termasuk atraksi di obyek wisata dan hotel-hotel untuk penginapan,” kata Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman dikantornya, Jumat (25/11).‬

‪Dikatakan Ayu, sejumlah obyek wisata yang siap menyambut wisatawan tersebut seperti wisata candi, Jogjabay, dan Sindu Kusuma Edupark (SKE) yang telah memiliki program khusus akhir tahun bagi para pengunjung. Begitu pula dengan objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Sleman, yakni Kawasan Wisata Kaliurang.‬

‪Untuk menyemarakkan agenda malam, seperti tahun-tahun sebelumnya, Disbudpar Sleman akan mengadakan Festival Lampion di area Gardu Pandang, Kaliurang. Selain itu, desa wisata di Sleman juga siap menampung kunjungan wisatawan akhir tahun.‬

‪Ayu menyampaikan, saat ini banyak desa wisata yang sudah dipesan untuk agenda keluarga pada libur Natal. Bahkan ada yang sudah menutup pendaftaran kunjungan, lantaran agenda pada libur akhir tahun nanti sudah padat. “Seperti di Desa Wisata Pentingsari, sekarang sudah tidak terima pendaftaran kunjungan lagi,” kata Ayu.‬

‪Melihat kebiasaan berwisata yang semakin marak, Ayu pun menargetkan peningkatan kunjungan libur akhir tahun 2016 sebanyak 10 persen dari tahun sebelumnya, yaitu wisatawan. Target tersebut dibuat dengan pertimbangan kondisi cuaca pada musim hujan.‬

‪Ayu optimistis realisasi kunjungan wisata nanti dapat melebihi target jika cuaca selama libur akhir tahun cerah. Sementara jumlah kunjungan di berbagai objek wisata diperkirakan akan merata.

“Sekarang masyarakat mulai menyebar, tidak terkonsentrasi lagi di objek-objek besar seperti Prambanan. Tapi sudah mulai ke Candi Ijo dan lokasi lain,” tutur Ayu.‬

‪Karena itu Ayu berharap waktu tinggal wisatawan pada akhir tahun juga dapat ditingkatkan. Jika biasanya hanya berkunjung sehari atau dua hari, menjadi empat atau lima hari sehingga pendapatan daerah dari sektor wisata bisa bertambah.‬

‪”Agar hari kunjungan bisa meningkat kami sudah berupaya membuat atraksi malam,” ujar Ayu.

Namun demikian, ia menyampaikan, penambahan atraksi malam akan dilakukan secara bertahap sebab sarana dan prasarana wisata di Kabupaten Sleman masih terbatas.‬




10 Ribu Pengunjung Ditargetkan Penuhi “Merapi Night Festival”‬

Sleman – Gelaran “Merapi Night Festival” akan digelar akhir pekan ini di Lapangan Hutap Pager Jurang, Kepuharjo, Cangkringan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM menuturkan, acara tersebut diselenggarakan hari Minggu (27/11).

“Pertunjukkan ini sangat baik untuk mendukung pariwisata di Kabupaten Sleman,” kata Ayu di Pemkab Sleman, Kamis (24/11). ‬

Oleh karena itu, Ayu berharap ke depannya acara yang terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY ini dapat dijadikan agenda tahunan.‬ Merapi Night Festival dikemas dalam bentuk sajian musik dengan genre Jazz Etnik.

Dalam kesempatan tersebut akan dimeriahkan oleh Iga Mawarni dan Gitaris Kadek Mahardika serta komunitas musik Jazz Etnik dari Yogyakarta. Selain komunitas Jazz Etnik, Merapi Night Festival juga akan dimeriahkan oleh 51 komunitas dari Yogyakarta dan sekitarnya.

‪Kepala Seksi Objek Tujuan Wisata Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo menyampaikan, Merapi Night Festival akan menyuguhkan pagelaran musik jazz etnik dengan bintang-bintang ternama. Di antaranya Iga Mawarni, gitaris Kadek Rahardika, dan Purwanto and friend.‬

‪Selain itu, acara ini juga akan diisi dengan agenda “night coffee and comunity” dengan menghadirkan Kopi Merapi dari Warung Kopi Sumijo. Wardoyo berharap pagelaran di kawasan Lereng Merapi ini bisa menarik banyak pengunjung. ‬

‪”Target kami 10 ribu pengunjung. Kemarin surat undangan yang disebar juga cukup banyak. Kami yakin target itu tercapai,” katanya.‬

Menurut Wardoyo, “Merapi Night Festival” akan dikembangkan sebagai ikon kegiatan DIY, sebagaimana Jazz Gunung Jawa Timur, Jazz Hutan Bogor, dan Jazz di Atas Awan Dieng.‬

‪Wardoyo berharap, ke depannya agenda ini dapat dimasukkan ke dalam kalender event nasional milik Kementerian Pariwisata. Dengan catatan sudah memiliki tanggal dan lokasi pelaksanaan yang jelas. ‬

‪Selain “Merapi Night Festival”, Dinas Pariwisata DIY juga akan mengembangkan pertunjukan ikonik lainnya di Gunungkidul. ‬

“Di Gunungkidul kita gelar orkestra dengan tajuk Geopark Night Specta tanggal 7 Desember,” kata Wardoyo.




Hujan Deras Akibatkan Banjir dan Longsor di Sleman‬

Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman sejak Rabu (23/11) malam hingga Kamis (24/11) dini hari menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Godean dan Gamping Sleman.‬

‪”Bahkan akibat hujan deras terrsebur di wilayah Kecamatan Gamping sebuah tanggul ikut longsor,” kata Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Kamis (24/11) siang.‬

‪Menurut Makwan, tanggul yang longsor digerus air hujan terjadi di Perumahan Green Madani, Jitengan Desa Balecatur Kecamatan Gamping.‬ Tanah lonsor yang menyertai jebolnya tanggul terjadi pada Rabu (23/11) malam, sekitar pukul WIB.‬

‪Tanah longsor tersebut dikatakan Makwan mengakibatkan satu rumah warga milik Surahman (52) rusak parah, sehingga keluarga yang terdiri dari lima jiwa yakni empat dewasa dan satu balita diungsikan untuk sementara waktu sambil menunggu perbaikan rumah yang rusak.‬

‪Sedang panjang tanggul yang longsor sekitar 50 meter dengan ketinggian tiga meter. Selain itu, satu tiang pal listrik ikut roboh.