Kurang Gizi Bayi Bisa Alami Stunting
Sleman – Persoalan gizi buruk pada bayi masih melanda Kabupaten Sleman. Akibatnya, ribuan balita di Sleman mengalami stunting atau tubuh pendek dikarenakan kurangnya gizi. Penyebab stunting pada bayi besar dipengaruhi asupan gizi dimasa kandungan. Sebab kebutuhan gizi bagi ibu hamil lebih besar dibandingkan dengan perempuan pada umumnya.
“Asupan gizi sangat menentukan kesehatan kandungan. Bila sejak kandungan bayi kekurangan gizi risiko bayi stunting cukup besar,”
kata Kepala Seksi Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Widi Harto, Selasa (23/2).
Menurut Widi, faktor kurangnya asupan gizi ibu hamil dilatarbelakangi berbagai hal sepeti faktor ekonomi dan ketidaktahuan ibu hamil atas kebutuhan asupan gizi selama mengandung. Sebab bayi stunting berisiko tetap pendek hingga usia remaja.
Data yang ada di Dinkes Sleman tercatat dari balita di 2015 sebanyak balita atau 12,86 persen terindikasi mengalami stunting. Meski di bawah angka nasional yaitu 34 persen, masalah ini dianggap sangat serius.
Hanya saja, bayi stunting dapat tumbuh normal. Hal yang harus diperhatikan yakni optimalisasi pertumbuhan selama hari pertama. Ini dihitung sejak awal masa kehidupan saat masih di dalam janin.
“Melalui perhitungan ini, bayi lahir yang diindikasi mengalami stunting, dilakukan optimalisasi asupan gizinya,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinkes Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes pengetahuan ibu akan pentingnya gizi kandungan sangat penting. Bahkan, kesibukkan ibu bisa menjadi faktor peyebab terjadinya stuting pada anak.
“Karena terlalu sibuk, sang ibu tidak mau memberi air susu ibu (ASI) secara ekslusif pada bayinya,” jelas Linda panggilan Mafilindati.
Untuk mendapatkan gizi yang ideal lanjutnya, bayi harus diberi ASI ekslusif selama enam bulan pertama. Setelah itu, baru bisa diberi makanan pendamping ASI. Penanganan stunting sendiri merupakan proses yang panjang.
Maka dari itu mempersiapkan proses kehamilan sangat penting. Terutama dengan memastikan kesehatan janin sejak awal. Linda juga menganjurkan agar ibu menjaga asupan gizi selama mengandung. Termasuk untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan terdekat.
Saat ini guna menurunkan angka stunting, Dinkes Sleman telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya melakukan penyuluhan tentang stunting di setiap Puskesmas. Bahkan saat ini, Dinkes telah memberikan pelatihan pada petugas Puskesmas untuk mengampanyekan pentingnya pemberian ASI ekslusif dan membentuk konselor inisiatif menyusui dini (IMD).
Selain itu, untuk mendukung program tersebut, Pemkab Sleman telah menetapkan Peraturan Bupati nomor 38 tahun 2015 tentang pemberian ASI ekslusif dan IMD. Melalui peraturan ini, seluruh instansi di Pemkab Sleman, baik swasta maupun pemerintah berkewajiban untuk mendukung pemberian ASI ekslusif dan IMD bagi para ibu.
“Minimal dengan menyediakan ruang laktasi di tempat umum,” tambahnya.
