Pembangunan Hotel Beresiko Krisis Air
Sleman – Maraknya pembangunan hotel dan apartemen di wilayah Sleman beresiko menimbulkan ancaman krisis air. Dampak ini tidak hanya akan dirasakan oleh warga yang tinggal disekitar lingkungan hotel, tapi juga pengguna jasa perusahaan daerah air minum (PDAM) secara umum. Sebab, investasi hotel maupun apartemen itu kebanyakan menggunakan sumber air dari PDAM. Padahal PDAM sendiri belum bisa optimal melayani kebutuhan masyarakat.
“Ke depan justru akan timbul semacam kompetisi antara warga dengan investor. Ujung-ujungnya, masyarakat yang dirugikan karena suplai air lebih banyak tersedot untuk kebutuhan hotel,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jogja, Halik Sandera kepada wartawan, Senin (22/2).
Semestinya, lanjut Halik, PDAM lebih mengutamakan kepentingan warga terlebih dulu. Jika ada sisa, baru digunakan untuk keperluan dunia usaha. Ancaman krisis ini diperparah dengan penurunan air tanah dalam sebesar 20-30 cm setiap tahun. Ditambah lagi adanya resiko pencemaran limbah hotel, terlebih jika lokasi berada di dekat sungai.
“Meski pihak investor menyampaikan limbah sudah melalui proses IPAL (instalasi pengolahan air limbah-red), tapi tetap harus diperhatikan akumulasinya. Apalagi persoalan limbah domestik saja belum bisa diselesaikan oleh pemerintah,” tandas Halik.
Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan limbah perhotelan itu dapat dilakukan melalui kajian daya tampung. Jika sungai yang digunakan untuk tampungan dinyatakan tercemar, seharusnya tidak boleh ada lagi pembuangan limbah khususnya dari sektor usaha.
Di lain sisi, survei BLH menyatakan sungai-sungai yang melewati Jogja, kondisinya jauh di atas ambang baku mutu. Mengacu data itu, semestinya izin pembangunan hotel maupun apartemen tidak dikeluarkan.
Sementara itu, Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata mengklaim suplai air di wilayahnya masih mampu memenuhi kebutuhan warga. Saat ini, PDAM memiliki 32 titik sumber air terdiri dari mata air, air permukaan, sumur dalam, dan sumur dangkal.
“Pelanggan kami ada sekitar dengan debit 290 liter per detik. Sedangkan hotel dan apartemen yang telah menjalin kerjasama ada 15 dengan rata-rata kebutuhan air satu sampai dua liter per detik,” papar Dwi.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, tahun ini PDAM berencana menambah sumber lima titik sumur dangkal. Jika terealisasi, akan ada penambahan debit sebesar 60 liter per detik.