2015, Di Sleman Ditemukan 520 Kasus DBD, 9 Orang Meninggal

Sleman – Sepanjang tahun 2015 di Kabupaten Sleman telah ditemukan 520 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan kasus 9 orang meninggal dunia. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, dr Mafilindati Nuraini MKes di Sleman, Jumat (29/1).
“Sedangkan sampai tanggal 27 Januari 2016 ini di Kabupaten Sleman sudah ditemukan 12 kasus DBD dengan catatan 1 orang meniggal dunia di Kecamatan Seyegan, Kecamatan Kalasan 5 kasus, Kecamatan Sleman 1 kasus, Kecamatan Godean 3 kasus, Depok 2 kasus,” kata Linda panggilan Mafilindati.
Guna mengantisipasi berkembangnya kasus DBD ini dikatakan Linda, pada awal tahun 2016 dikatakan Linda, Tim Kelompok Kerja Operasaional DBD ( Pokjanal DBD ) mulai mengaktifkan gerakan Jumat bersih dan monitoring utamanya kegiatan pemberantasan Sarang Nyamiuk (PSN) untuk menanggulangi dan mengurangi kasus DBD di Kabupaten Sleman.
Dan pada hari Jumat (29/1) Tim Kelompok I dan II yang beranggotakan dari Dinas Kesehatan, TNI/POLRI, Dinas Pendidikan, Bapeda, Bagian Pemdes, Bag Kesra serta Camat, kades dibantu Kader ibu-ibu melaksanakan pemantauan jentik berkala. Untuk Kelompok I meninjau dan monitoring di Padukuhan Ngemplak Caban, Desa Tridadi di Wilayah Puskesmas Sleman,
Pemantauan dengan melihat langsung pekarangan/halaman bak mandi, tempat penampungan air, disspenser dan sangkar 114 rumah / titik menemukan 18 rumah/titik positif ada jentik sehingga ABJ baru mencapai 84 % masih dibawah angka Bebas Jentik yaitu 95 %.
Selanjutnya untuk kelompok II melaksanakan monitoring dan pemantauan langsung di Kecamatan Kalasan Desa Purwomartani, Dusun Juwangan oleh Tim, Camat, Kades, dibantu ibu-ibu kader Padukuhan melihat langsung bak mandi, penampungan air dan sangkar burung serta air minum / dispenser, kulkas, ban bekas dari 196 rumah/titik menemukan 39 positif rumah warga /tempat yang positif ada jentik.
Dari hasil pemantuan langsung oleh tim bersama camat dan kader padukuhan menemukan tampungan air kulkas, dispenser dan Ban Bekas ada positif jentik sehingga wilayah tersebut masih sering terjadi penderita DBD. Sesuai angka bebas jentik (ABJ ) yang yang baru mencapai rata rata 80,1 b% jauh di bawah standar yaitu 95 %.
Evaluasi dari Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman bersama Camat dan Aparat Desa Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar masyarakat dapat menjaga lingkungan dengan gerakan 3 M. Setiap 5 hari sekali dapat masing-masing kader bisa melibatkan anak-anak usia sekolah untuk dapat terlibat langsung dengan pendampingan Kader, serta melestarikan gerakan kebersihan melalui gotong royong atas kesadaran bersama demi kesehatan bersama.