Tiga Pasar Tradisional Sleman Direvitalisasi‬

Sleman – Selain penataan toko modern, Pemkab Sleman juga melakukan revitalisasi dan relokasi sejumlah pasar tradisional. Tahun ini ada tiga pasar tradisional yang direvitalisasi yakni Pasar Sleman, Prambanan, dan Cebongan.‬

‪“Jumlah pasar tradisional cukup banyak tapi kondisinya masih perlu dibenahi. Revitalisasi ini perlu dilakukan agar keberadaan pasar tradisional dapat memberi manfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra  Tri Endah Yitnani MSi, Minggu (24/1).‬

‪Untuk Pasar Sleman dan Prambanan, pembangunannya dilakukan secara multi years, dan tahun ini merupakan tahap akhir. Beberapa fasilitas pasar tersebut yang dibenahi antara lain drainase, dan area parkir.‬

‪Sebab selama ini, keadaan drainasi di Pasar Sleman dan Prambanan dirasa masih kurang memadai. Akibatnya, saat tiba musim hujan sering muncul kubangan. Demikian halnya dengan keberadaan parkir kendaraan yang acap kali semrawut, dan menimbulkan kemacetan sehingga perlu ditata.‬

‪Sementara untuk Pasar Cebongan, karena menjadi salah satu objek penilaian Adipura maka perlu dilakukan pembenahan fasilitas terutama saat pasaran Kliwon.

“Yang jadi prioritas adalah masalah pedagang klithikan. Agar tertata dengan baik, mereka akan direlokasi di lapangan dekat Pasar Cebongan, termasuk pasar hewan unggas. Pengelolaan pasar klithikan dan unggas itu nantinya diserahkan ke pemerintah desa,” kata Endah.‬

‪Untuk pedagang klithikan yang berada di seputaran Pasar Sleman, akan dipindah ke bekas penampungan pedagang pasar yang berada di sebelah timur pasar. Relokasi ini dimaksudkan agar jalan yang ada di sekitar Pasar Sleman tidak macet.***




Pemkab Akan Evaluasi Penutupan Toko Modern Berjejaring

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan bertindak lebih tegas lagi menyikapi kenekatan beberapa toko modern berjejaring yang sudah ditutup karena melanggar aturan namun buka kembali dengan berganti nama.

“Penertiban toko modern berjejaring yang melanggar akan terus dilakukan namun saat ini baru menuntaskan 6 toko modern yang sudah ditutup tetapi berganti nama dan buka kembali,” kata Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Sleman, Jumat (22/1).

Menurut Gatot, dirinya tetap pada keputusannya untuk melakukan penertiban toko modern bermasalah.

“Tidak bisa toko sudah ditutup karena menyalahi aturan langsung berganti nama, tidak bisa itu enak saja. Kalau mau buka toko baru yang harus mengajukan izin lagi dari awal,” kata Gatot.

Menyikapi masih adanya toko modern yang sudah disegel dan berganti nama untuk buka kembali, Gatot menyatakan akan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait untuk melakukan evaluasi.

“Kami akan melakukan evaluasi dulu, sejak awal saya sudah bilang untuk penertibannya bertahap tidak bisa langsung ditutup semua. Makanya 6 toko yang ditutup ini saya jadikan sample dulu dan akan dievaluasi sampai tuntas,” tambah Gatot.

Gatot juga tidak menutup kemungkinan untuk penanganannya bisa dilanjutkan melalui proses hukum.

“Kalau melanggar Perda tentunya bisa diproses secara pidana, tetapi hal ini belum akan dilakukan, sehingga masih menunggu hasil evaluasinya,” tutur Gatot.




Bank Sleman Luncurkan Tabungan Simpanan Pelajar

Peluncuran SimpelSleman – Mengawali tahun 2016 BPR Bank Sleman mempersiapkan produk Simpanan Pelajar (Simpel) sebagai salah satu upaya memberikan edukasi pengelolaan keuangan sejak dini dan menciptakan budaya gemar menabung bagi pelajar. 

Kegiatan ini untuk mendukung dan berperan aktif dalam pengembangan produk simpanan pelajar (Simpel) sejalan dengan program pemerintah dan amanat strategi nasional literasi keuangan Indonesia yakni memperluas akses keuangan pada prioritas sasaran dan kegiatan literasi dan inkulisi keuangan tahun 2015 yakni pelajar.

Demikian antara lain disampaikan  Direktur Utama PD BPR Bank Sleman, Moh Sigit SE MSi pada peluncuran Simpel di Pendopo Parasamya Sleman, Jumat (22/1). Hadir dalam kesempatan ini Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, Pj Sekda, Assekda, Kepala Perwakilan BI Arie Budi Santosa, perwakilan dari OJK DIY Probo Sukesi dan lainnya.

Dijelaskan Sigit, syarat Simpel sangat mudah dan ringan dengan setoran awal minimal Rp 5000 dan setoran selanjutnya Rp 1000. Saat ini pelajar yang telah tergabung mencapai anak. Sigit juga menyampaikan tahun 2016 bertepatan dengan peringatan satu abad Kabupaten Sleman Bank Sleman akan memberikan bea siswa kepada 100 pelajar kurang mampu.

Dan tahap pertama disampaikan bersamaan dengan peluncuran Simpel ini yakni untuk 25 pelajar yakni 5 pelajar SDN Ledoknongko, 5 pelajar SDN Semarangan 2, 3 pelajar SDN Bhakti Karya, masing-masing Rp 750 ribu,  juga untuk 7 pelajar SMPN I Seyegan, masing-masing Rp 1 juta dan 5 pelajar SMK N I Tempel masing-masing Rp 1,250 juta.

“Bank Sleman juga akan memberikan kepedulian berupa pinjaman tanpa bunga kepada 100 UKM yang berdomisili di Sleman,” kata Sigit.

Sigit dalam kesempatan  ini juga menyampaikan perkembangan kinerja Bank Sleman akhir 2015 yakni total aset Rp 630 miliar, Dana masyarakat Rp 455 miliar, Kredit yang disalurkan Rp 478 miliar dan laba yang diperoleh Rp 23,18 miliar.

Sementara itu Gatot menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik peluncuran tabungan yang dikhususkan bagi pelajar ini. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mendidik generasi muda untuk dapat mengendalikan diri dan bijak membelanjakan uang yang dimiliki.

Dengan berbagai karakteristik dan fitur yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pelajar, produk tabungan “Simpel” ini merupakan salah satu layanan untuk memancing minat pelajar dalam menabung. Tercatat bahwa jumlah populasi pelajar SD hingga SMA di Indonesia mencapai 20% dari total populasi di Indonesia. Kondisi ini merupakan peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan yang masih sangat.

Dalam acara peluncuran ini juga dimeriahkan dengan dongeng tentang menabung oleh Dominique Naura Ilari Namorin beserta gerak lagu siswa-siswi SD serta tari Gareng dari Sanggar Sakura.

Bank Sleman juga membagikan tabungan kepada 15 anak Siswa SDN Dukuh 2 sejumlah masing-masing  Rp .




Sleman Sementara Siap Menerima Limpahan Eks Gafatar DIY

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi menyatakan setelah dilakukan koordinasi tingkat Provinsi bersama semua Kabupaten yang difasilitasi Kesbanginmas Provinsi, TNI dan Polri disepakati Kabupaten Sleman siap  menerima sementara limpahan eks Gafatar DIY setelah dipulangkan dari Mempawah Kalimantan Barat.

“Setelah dilakukan koordinasi pada Kamis (21/1) sore disepakati Sleman siap menerima limpahan temen-temen eks Gafatar di DIY, ya intinya menampung sementara setelah dipulangkan dari Mempawah Kalimantan Barat melalui Semarang,” kata Gatot di Sleman, Jumat (22/1).

Setelah mereka sampai di Sleman dikatakan Gatot tentunya akan dipikirkan langkah selanjutnya dengan melakukan koordinasi berbagai pihak bagaimana mensosialisasikan mereka kepada masyarakat. Untuk sementara eks anggota Gafatar DIY tersebut akan ditampung di asrama haji. Namun kepastiannya belum diputuskan.

Menurut Gatot memang ada dua kemungkinan masyakarat menyikapi kepulangan eks anggota Gafatar ini. Dan kemungkinan itu masyarakat ada yang menolak atau menerima eks anggota Gafatar tinggal bersama masyarakat.

“Hal ini tentu menjadi menjadi pemikiran tersendiri dan diperlukan  koordinasi  bersama,” kata Gatot.

Gatot juga menyampaikan harapannya jika eks anggota Gafatar itu masih ber KTP Sleman tentunya warga Sleman sama-sama masih akan menerima mereka, sepanjang eks anggota Gafatar itu tidak melakukan aktifitas ilegal.

“Saya katakan ilegal karena di Sleman, Gafatar sudah tidak ada,” katanya.

Ditambahkan Gatot, Pemkab Sleman juga akan melakukan ‪pembinaan dari segala aspek. Mulai sosialisasi dari psikologi, agama, hingga sisi keormasan. Dalam memberikan pembinaan, Pemkab Sleman bekerjasama dengan Pemda DIY dan pihak lainnya termasuk kepolisian. Pembinaannya sendiri akan dilakukan setelah kepulangan warga eks Gafatar.

Untuk warga Sleman yang menjadi anggota Gafatar, Gatot menyatakan belum menerima laporan pastinya. Namun diperkirakan ada 11 orang warga Sleman.

“Konsentrasinya saat ini menerima kedatangan eks anggota Gafatar itu dulu. Untuk penampungannya akan dikoordinasikan lebih lanjut,” tambah Gatot.

Masyarakat sendiri diharapkan Gatot tidak terpengaruh minoritas sehingga jangan terpengaruh informasi yang tidak jelas. Ketika ditanya apakah akan disiapkan lokasi khusus untuk eks Gafatar ini, Gatot menyatakan tidak setuju.

“Saya tidak setuju kalau untuk tinggal eks Gafatar tersebut dalam lokasi eksklusif atau tersendiri. Sebab yang lebih baik ya tinggal bersama masyarakat, kalau eksklusif bisa menimbulkan ekses-ekses lain,” tutur Gatot.




11 Calon Duta Besar RI Kunjungi Museum Ullen Sentalu

Sleman – Sebanyak 11 orang calon Duta Besar RI untuk 22 negara mengadakan kunjungan ke Museum Ullen Sentalu Kaliurang Sleman, Kamis (21/1). Rombongan calon Duta Besar RI tersebut diterima langsung Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi dan sejumlah SKPD di Sleman. 

Para calon Duta Besar tersebut langsung diajak berkeliling melihat keadaan Museum Ullen Sentalu dan mendapat penjelasan tentang museum oleh Humas Museum Ulleh Sentalu, Isti Yunaida. Para calon Duta Besar yang diwakili Bagas Hapsoro calon Dubes Kanada menyatakan sangat berkesan dengan potensi Sleman terutama Museum Ullen Sentalu.

Dikatakan Bagas, Sleman memiliki destinasi wisara yang memiliki roh dan itu jarang ditemukan di Indonesia.

“Dari Museum ini ada nilai sejarah dan filosofinya sehingga memberikan roh yang kuat, karena itu oleh para Duta Besar destinasi ini akan dibawa ke luar negeri sehingga bisa menarik orang luar untuk berkunjung ke Indonesia khususnya Sleman,” kata Bagas.

Di museum para calon Duta Besar tersebut juga disuguhi produk UMKM Sleman seperti kopi merapi, olahan kacang, kerajinan tas, jamu tradisional dan lainnya.

Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi menyampaikan harapannya kepada para calon Duta Besar untuk 22 negara ini agar turut mempromosikan potensi Sleman baik itu potensi UMKM maupun destinasi wisatanya. Apalagi Sleman dengan keistimewaannya ini memiliki 53 Perguruan Tinggi yang 7 diantaranya adalah Perguruan Tinggi negeri.

Menurut Gatot, dengan kondisi demikian bagi Sleman tentunya memiliki dampak aktifitas pendidikan yang cukup besar. Disisi lain Sleman juga menjadi tujuan wisata, ada beberapa destinasi wisata menarik yang layak dipromosikan di luar negeri. Keberadaan Gunung Merapi juga menjadi salah satu destinasi wisata menarik.

Sleman yang sangat heterogen banyak pendatang yang memilih tinggal di Sleman. Tepatnya banyak para pensiunan yang memilih tinggal di Sleman karena selain lokasinya nyaman, usia harapan hidup masyarakat Sleman juga cukup tinggi.

“Masyarakat Sleman miliki etos kerja yang tinggi dengan unggulan local wisdom seperti yang terjadi  pada saat bencana Merapi masyarakat saling bergandengan tangan, bahu membahu mengatasi bencana Merapi tahun 2010 lalu,” kata Gatot.

Dibidang Industri, Sleman tercatat memiliki 16 ribu UMKM dengan berbagai industri. Mulai dari kerajinan, produk pertanian, makanan dan lainnya. Destinasi wisata juga banyak dari desa wisata, Merapi, Candi, museum dan lainnya.