Masyarakat Diminta Waspada Sleman Utara Rawan Angin Kencang

Sleman – Masyarakat Kabupaten Sleman khususnya yang tinggal di wilayah Sleman bagian utara, dihimbau untuk mewaspadai  bencana angin kencang. Pasalnya beberapa hari terakhir, kawasan tersebut sering dilanda hujan disertai angin.

Bahkan peristiwa pada Minggu (18/1) sore lalu mengakibatkan kandang ayam milik Jayeng Tirtamartana (45), warga Dusun Tapansari, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, roboh total karena tertimpa pohon. Dari berbagai informasi yang diperoleh, di dalam kandang itu terdapat ekor ayam potong siap jual. Selain kandang ayam, peristiwa itu juga merusak dua rumah warga di Desa Candibinangun. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

“Ada dua rumah yang rusak akibat tertimpa pohon tapi tidak parah. Total nilai kerugiannya belum dihitung,” kata Kepala BPBD Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito ketika ditemui dikantornya, Senin (18/1).

Pada hari yang sama lanjut Julisetiono juga terjadi musibah kebakaran rumah di Dusun Ngepring, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem. Rumah yang terbakar masing-masing milik Ny Minuk (40), dan Yulianto (33).

Bertepatan kejadian hujan disertai angin kencang, aliran listrik di daerah itu padam. Dari laporan yang diterima BPBD, penyebab kebakaran adalah lilin yang menyala kemudian jatuh menyambar bagian rumah. Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang, dia menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Berdasar informasi BMKG, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung sepanjang bulan Januari dan Februari.

“Kami selalu mendapat info peringatan dini, dan langsung disebarkan ke masyarakat. Tapi kondisi memang sulit diperkirakan bahkan prediksinya cuaca seperti sekarang berlangsung sampai April,” kata Julisetiono.

Dari pemetaan BPBD, jumlah daerah rawan angin kencang bertambah. Awalnya hanya ada empat kecamatan yang masuk zona rawan yakni Kalasan, Sleman, Seyegan, dan Mlati. Namun data terakhir per tahun 2015 ada 15 kecamatan di Sleman yang disinyalir rawan angin kencang.

“Saat ini hampir seluruh wilayah kecamatan di Sleman rawan angin kencang,” tutur Julisetiono.




Pemkab Terbitkan Instruksi Penutupan Toko Modern

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menerbitkan instruksi penutupan toko modern yang dinilai melanggar aturan. Menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) itu, pihak Satpol akan segera menjalankan eksekusi di lapangan.

“Kami sudah memiliki landasan hukum untuk melakukan eksekusi. Untuk lokasi dan waktunya akan disampaikan dalam waktu dekat,” kata Kasi Operasional Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Sleman, Rusdi Rais, Minggu (17/1).

Sesuai ketentuan dalam surat instruksi, penindakan dilakukan terhadap tempat usaha yang terbukti melanggar peraturan daerah (Perda) Nomer 18 Tahun 2012 tentang Izin Toko Modern.

Sementara secara terpisah, Kepala Satpol PP Sleman, Drs Joko Supriyanto mengatakan, langkah penutupan toko modern ini bukan merupakan kali pertama. Tahun lalu, pihaknya telah menutup empat toko modern yang ada di wilayah Godean, Jombor, Jalan Kaliurang, dan Jalan Magelang. Keempat toko itu ditutup karena belum mengantongi izin namun nekat beroperasi.

Dia menambahkan, tindakan penutupan ini tidak dilakukan secara serta-merta namun melalui rangkaian prosedur sebagaimana diatur dalam UU Nomer 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Sebab menurut Joko, jika melanggar prosedur, resikonya Pemkab dapat digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Upaya penertiban tidak boleh menyalahi aturan, dan harus memiliki kekuatan hukum. Sebelumnya, rangkaian prosedur telah dijalankan mulai dari pembinaan oleh Disperindagkop, hingga meminta pemilik untuk menutup tempat usahanya sendiri,” kata Joko.

Selain itu, pengelola toko juga telah diberi surat peringatan sebanyak tiga kali. Namun karena masih melanggar, Pemkab akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menutup tempat usaha mereka.




Pantau Lahar Merapi, Sabo Dam di Sleman Dipasangi Lampu Sorot‬

Sleman – Sebanyak 20 unit lampu sorot masing-masing berdaya pancar 250 watt, dipasang Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, pada sejumlah jembatan serta sabo dam di aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi.‬

‪Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishubkominfo Sleman, Mursid Kunjana menjelaskan, pemasangan lampu sorot yang bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu bertujuan untuk membantu tugas para relawan dalam melakukan pantauan aliran banjir lahar, yang berpotensi terjadi ketika berlangsung curah hujan dengan intensitas tinggi.‬

‪Melalui upaya yang dilakukan itu Mursid berharap, bisa memberi informasi secara lebih cepat kepada masyarakat, sehingga ketika banjir lahar hujan menerjang pemukiman warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai seperti kawasan Sungai Code, tidak akan menimbulkan korban jiwa terlalu banyak.‬

‪”Hasil pantauan itu akan disebarluaskan kepada masyarakat umum, karena relawan itu punya alat komunikasi sehingga informasi bisa sampai dengan cepat,” kata Mursid, Minggu (17/1).‬

‪Sementara itu, titik-titik yang dipasangi lampu sorot oleh Dishubkominfo Sleman beberapa diantaranya meliputi Sabo Dam Mlesen di wilayah Kecamatan Tempel, kemudian Jembatan Padasan Kalikuning serta Sabo Dam Bronggang di wilayah Kecamatan Cangkringan, hingga Jembatan Rogobangsan Bimomartani Kecamatan Ngemplak.




ahasiswi Banjarmasin Miliki Asrama di Sleman

Asrama BanjarmasinSleman – Banyaknya mahasiswa yang kuliah di Jogja mendapatkan perhatian yang besar dari Pemerintah Kota Banjarmasin untuk segera menyediakan tempat tinggal yang nyaman. Hal itu disampaikan Penjabat Walikota Banjarmasin Drs HM Thambrin MSI ketika  meresmikan Asrama Mahasiswi Galuh Banjarmasin di Jl Karanggayam Caturtunggal Depok Sleman, Sabtu (16/1).

Yang mendesak saat ini untuk para mahasiswi karena untuk para mahasiswa telah banyak bergabung di asrama mahasiswa Kalimantan yang telah ada. Dikatakan Thambrin keberadaan asrama mahasiswi ini diharapkan ada korelasi positif terhadap peningkatan prestasi mahasiswa yang kuliah di Jogja.

Para mahasiswi diharapkan dapat memanfaatkan asrama selain untuk tempat tinggal dan belajar juga silaturahmi antar para mahasiswa, serta sebagai ajang promosi budaya dan wisata kota Banjarmasin.

Dalam peresmian ini mantan Walikota Banjarmasin H Muhidin sebagai penggagas pendirian asrama mahasiswi juga ikut hadir bersama dengan Ketua DPRD H Iwan Rusmadi, Walikota terpilih  H Ibnu Sina dan Wakil Walikota terpilih Hermawan, Sekda Banjarmasin, Kepala SKPD serta Camat di Banjarmasin. Sementara  Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi juga hadir bersama Penjabat Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno.

Gatot Saptadi menyambut baik keberadaan asrama mahasiswi Banjarmasin dengan harapan para mahasiswi selain dapat belajar juga dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Diharapkan masyarakat sekitar juga dapat pula mengajak para mahasiswi dalam kegiatan kampung baik kegiatan sosial, keagamaan maupun kegiatan yang lain. Dengan interaksi yang positif ini akan tercipta suasana yang harmonis sehingga ke depan dapat pula saling mengenalkan potensi budaya dan wisata daerah masing-masing.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Penjabat Walikota Banjarmasin serta pengguntingan buntal oleh mantan Walikota Banjarmasin dilanjutkan dengan peninjauan lokasi.

Asrama mahasiswa ini dibangun diatas tanah seluas 901 m2, luas bangunan 741 m2 dengan kontruksi bangunan 2 lantai dengan 20 kamar tidur untuk kapasitas 40 mahasiswi, dibangun menggunakan dana APDB Kota Banjarmasin tahun 2015 dimulai April hingga November 2015 senilai Rp 2,7 miliar.




Waspadai Penyakit Pada Saat Pancaroba

Sleman – Musim pancaroba yang terjadi secara tidak menentu menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringat hingga yang berat. Ketika pancaroba banyak masyarakaat yang terserang berbagai penyakit. Tidak jarang penyakit tersebut  berakibat kematian  bila tidak ditangani dengan baik.

Seandainya tidak menimbulkan kematian, penyakit tersebut bisa mengganggu aktivitas kesehatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (15/1).

Disampaikan Linda panggilan Mafilindati, bahwa beberapa penyakit yang perlu diwaspadai di musim pancaroba tersebut  antara lain Diare, dimana gejalanya biasanya buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Diare tersebut biasanya disebabkan oleh virus tetapi juga seringkali akibat dari acun bakteri.

Sedang untuk ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) gejalanya badan pegal-pegal (Myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit pada tenggorokkan. Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur.

“Sementara penyakit yang lain disaat pancaroba adalah Demam  Berdarah Dengue (DBD), yaitu penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk peredaraan manusia dan melalui gigitan nyamuk  Aedes Aegypti,” kata Linda.

Termasuk penyakit Chikungunya, biasanya terjdi pada musim pancaroba yang disebabkan oleh virus alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Gejala utama terkena penyakit chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu dipersendian. Bahkan karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga rasa sakit pada tulang-tulang.

Yang jelas, tambah Linda penyakit yang lain di saat pancaroba tersebut Leptospirosis, Typhoid dan Hepatitis A. Karena itu diharapkan masyarakat  selalu waspada pada saat pancaroba seperti saat ini, karena penyakit pada musim pancaroba tersebut dapat berulang seiring dengan perubahan musim.

Upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengantisipasi meningkatnya penyakit saat pancaroba tersebut dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui perilaku hidup bersih daan sehat (PHBS) diantaranya dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, melakukan aktivitas fisik setiap hari dan yang lebih penting adalah memberantas jentik secara rutin.

Disamping itu memperkuat daya tahan tubuh dengan cara mengkomsumsi makanan yang sehat dan bergisi. Sedangkan kasus DBD pada tahun 2015  ada 520 kasus, dengan 9 diantaranya meninggal dunia, untuk tahun 2016 sampai dengan tanggal 15 Januari 2016 terjadi 7 kasus dengan meninggal 1 anak berusia 6 tahun dari Seyegan.