Harga BBM Turun, Sembako Tak Terpengaruh‬

Sleman – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai hari Selasa (5/1) tidak serta merta berpengaruh pada penurunan harga komoditas bahan pokok makanan (sembako) di Sleman. Seperti diungkapkan beberapa pedagang di Pasar Sleman.

Para pedagang memang mengetahui harga BBM turun namun untuk harga jual kebutuhan pokok masih cukup tinggi.

“Ya saya tahu mulai hari ini harga BBM turun, tapi saya tidak berani menurunkan harga jual dagangan saya karena kalau diturunkan saya malah rugi,” kata Ny Wajin pedagang kebutuhan pokok di Pasar Sleman, Selasa (5/1).

Menurutnya, harga jual akan diturunkan kalau dari distributor juga turun. Namun demikian Wajin merasa senang jika pemerintah menurunkan harga BBM.

“Kalau sudah turun ya harapannya jangan naik lagi,” katanya.

Belum merasakan dampak penurunan BBM juga diakui Wasiyo, salah seorang PKL di Jalan Kaliurang KM 13 Sleman. Wasiyo yang membuka usaha warung makan ini mengatakan jika penurunannya baru sehari belum terasa dampaknya. Berbeda kalau BBM naik, pasti akan langsung diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok dan dalinnya.

“Saya tadi belanja kebutuhan pokok seperti telur, daging ayam dan beras harganya masih sama dan cukup tinggi,” kata wasiyo.

Untuk harga telur mencapai Rp 25 ribu per kg, daging ayam harganya Rp 32 ribu per kg dan beras Rp per kg. Munurut Wasiyo, dari melihat harga tersebut baginya tidak ada untung lebih dari penurunan BBM sebab kebutuhan yang dibeli untuk dijual harganya tetap tinggi.




‪PN Sleman Diharap Semakin Prima Dalam Melayani Masyarakat

Sleman – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sleman menerima sertifikasi ISO 9001 2008 dari lembaga sertifikasi PT NQA Indonesia atas sistem pelayanan yang sesuai standarisasi. Penyerahan sertifikasi tersebut telah dilakukan di  PN Sleman, Selasa (5/1).

‪Terkait penerimaan sertifikasi ISO oleh PN Sleman tersebut Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi menyampaikan harapannya agar PN Sleman semakin prima dalam melayani masyarakat. Apalagi menurut Gatot, pengadilan adalah instansi paling disoroti terutama karena masyarakat bukan mencari komoditas melainkan keadilan. ‬

‪”Sertifikasi ini bukan untuk gagah-gagahan atau persaingan layaknya dunia bisnis. Namun, sertifikasi ini adalah merupakan tantangan berat bagi Pengadilan Negeri Sleman agar bisa semakin berintegritas dalam sistem dan tata kelola instansi,” kata Gatot. ‬

‪Untuk itu lanjut Gatot, Pemkab Sleman  mengharapkan sertifikasi yang diperoleh PN Sleman bisa menginspirasi dan mendorong instansi lain di Kabupaten Sleman.
“Harapan kedepan tentunya perolehan sertifikasi  ini bisa mendorong instansi lain di Sleman untuk meningkatkan pelayanan dan menyusul mendapatkan sertifikasi,” tutur Gatot. ‬

Sementara ‪ Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, ‪Heri Swantoro SH MH mengatakan bahwa sertifikasi ini merupakan yang pertama kali didapatkan oleh Pengadilan Negeri di Indonesia.

Harapannya pelaksanaan peradilan di Sleman bisa menjadi contoh bagi pengadilan di seluruh Indonesia terutama dalam mutu pelayanan karena saat ini standarisasinya sudah internasional. ‪Sertifikasi tersebut berlaku selama satu tahun terhitung 31 Desember 2015 hingga 31 Desember 2016.

Ketua PN Sleman, Yanto SH MH mengatakan pihaknya menggandeng lembaga NQA Indonesia untuk melakukan sertifikasi Pengadilan Negeri Sleman. Menurut Yanto, segenap jajaran PN Sleman telah menerima pelatihan dan audit internal dari lembaga tersebut hingga akhinya dinyatakan lulus pada Desember 2015. ‬

‪”Sertifikasi ini sifatnya menyeluruh mulai dari sistem hingga akuntabilitas dan transparansi publik. Kami merasa bersyukur bisa meraih sertifikasi ISO 9001 2008,” kata Yanto. ‬

‪Akuntabilitas dan sistem dalam pengadilan negeri merupakan tonggak utama untuk pelayanan publik terutama dalam hal keadilan.

“Tugas kami semakin berat dengan disandangnya sertifikasi ini, semoga kedepan seluruh elemen PN Sleman bisa meningkatkan kinerja untuk lebih baik melayani masyarakat,” tuturnya.‬




Penjabat Bupati dan Sekda Monitoring Kantor Baru BPMPPT

Monitoring PelayananSleman – Mulai hari Senin 4 Januari 2016 Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Sleman secara resmi menempati kantor baru, meskipun sarana dan prasarananya belum 100 % siap namun untuk pelayanan kepada masyarakat secara resmi bisa dilayani di kantor yang baru. Hanya saja letak kantor yang agak masuk dan belum familier bagi masyarakat, namun kedepan akan lebih disempurnakan termasuk papan nama, petunjuk arah, dan penyempurnaan aksesnya.

Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten  Sleman, Drs  Iswoyo Hadiwarno melakukan pantauan pelayanan di kantor baru BPMPPT Sleman yang lokasinya di kantor eks SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Beran Lor Tridadi Sleman, Senin (4/1).

Gatot yang diterima Kepala BPMPPT, Drs Purwatno Widodo  langsung memberikan arahan kepada pimpinan dan seluruh karyawan-karyawati BPMPPT dan dilajutkan peninjuan ruangan, termasuk melihat pelayanan yang telah berjalan dan juga sejumlah aktivitas pegawai yang berbenah-benah dan menata berkas-berkas arsip yang ada.

Gatot menyampaikan agar seluruh karyawan-karyawati BPMPPT secara konsisten dapat memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat dan terus dapat melakukan perbaikan sistem dalam pelayanan terutama terkait dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan maupun administrasi yang lain.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat harus sesuai dengan perundang undangan yang berlaku/jangan menabrak ketentuan yang berlaku, dan yang tidak kalah pentingya adalah proses pelayanan yang sederhana tapi sesuai dengan regulasi, sehingga menghilangkan kesan proses yang berbelit-belit. Dan beberapa kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk pelayanan segera dipenuhi agar pelayanan dapat berjalan dengan optimal.

Sementara Penjabat Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno juga memberi arahan agar seluruh karyawan karyawati untuk dapat segera menyesuaikan diri dan dapat segera menata menejemen pelayanan untuk diterapkan dikantor yang baru.

Untuk efisiensi dan mempercepat kinerja personil pengolah berkas, pemohon cukup menyerahkan berkas di petugas front office, agar petugas pengolah berkas dapat lebih fokus mengerjakan ketugasannya. Prinsipnya seperti sistem ban berjalan dengan masing-masing fungsi menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya tetapi saling terintegrasi dengan baik.

Selain itu Iswoyo  juga menyampaikan pentingnya berkoordinasi dengan POKJA dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Sleman terkait dengan pengendalian tata ruang.

Hal ini selaras dengan ketugasan BKPRD yaitu melakukan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang sesuai arahan kebijakan rencana tata ruang wilayah yang telah ada.




Liburan, Wisata Sleman Dikunjungi 532.877 Wisatawan

Sleman – Selama libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman  setidaknya dikunjungi sebanyak wisatawan. Jumlah tersebut melampaui target sebesar 152,25% dari target yang ditetapkan sebanyak wisatawan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA  Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Senin (4/1).

Menurut Ayu, pencapaian tersebut dicatat selama 15  hari sejak tanggal 20 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016.

“Capaian ini  cukup menggembirakan, dikarenakan saat-saat liburan Natal dan tahun baru 2016 tidak banyak terjadi hujan. Ini tentu memberikan pengaruh yang positif terhadap angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman,” kata Ayu.

Akumulasi angka kunjungan wisatawan selama libur Natal dan tahun baru 2015 silam dihitung selama 15 hari sejak tanggal 20 Desember 2015 – 3 Januari 2016 di berbagai destinasi wisata. Persebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak wisatawan, Candi Prambanan ( wisnus dan wisman), Candi Ratu Boko ( wisnus dan 75 wisman).

Kunjungan Museum wisatawan, yang meliputi MGM , Monjali , Museum Dirgantara Mandala , Museum Affandi , Museum Pendidikan Indonesia (MPI) 298, Museum Gempa Prof Sarwidi 172), serta desa wisata wisatawan, yang meliputi Desa Wisata Pulesari , Rumah Domes . Pentingsari , Grogol 775, Brayut 333. Selain itu juga Sindu Kusuma Edupark dan Agrowisata Bhumi Merapi 886.

“Dari data kunjungan tersebut Candi Prambanan, Kaliurang, menjadi destinasi favorit disusul Monjali, Sindu Kusuma Edupark, MGM dan desa wisata,” kata Ayu.

Pada tahun ini lanjutnya beberapa desa wisata sudah menjadi alternatif pilihan yang cukup menggembirakan yaitu desa wisata Pulesari, Pentingsari dan rumah Domes. Kedepan diharapkan desa wisata akan lebih banyak lagi menarik wisatawan baik untuk aktivitas MICE, outbond maupun aktivitas belajar seni dan budaya lokal setempat.

Angka kunjungan wisatawan selama libur Natal dan tahun baru 2015 selama 15  hari sejak 21 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015 Sleman dikunjungi wisatawan dengan perincian Kaliurang sebanyak wisatawan, Candi Prambanan ( wisnus dan wisman), Candi Ratu Boko ( wisnus dan 171 wisman), Monumen Jogja Kembali , MGM  , Museum Affandi ( wisnus 136 wisman).

Dan ke desa wisata sebanyak wisatawan, yang diantaranya berkunjung ke desa wisata Pulesari (termasuk pengunjung dalam agenda pentas seni dalam upacara adat Pager Bumi), Pentingsari 433, Tanjung 287, Gamplong 150, dan Grogol 300 wisatawan.

Diungkapkan Ayu, pencapaian yang menggembirakan tersebut diantaranya dikarenakan adanya daya tarik wisata malam di Kaliurang yang dikemas dalam “Festival of Lights”, dan beberapa destinasi baru yaitu Sindu Kusuma Edupark dan Agrowisata Bhumi Merapi.

Meskipun liburan Natal dan tahun baru 2016 telah usai, namun bagi wisatawan yang belum sempat menikmati “Festival of Lights” yang menyajikan aneka ragam lampion, masih ada kesempatan pada setiap malamnya mulai pukul hingga WIB hingga 31 Januari 2016 dengan harga tiket pada hari biasa dan pada akhir pekan.




Disbudpar Lirik Wisata Minapadi di Seyegan

Pengunjung Memberi MakanSleman – Meski baru saja dikembangkan di Sleman, sektor pertanian minapadi mulai dilirik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman untuk dijadikan destinasi wisata baru di Sleman.

“Metode pertanian minapadi di wilayah Seyegan ini memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bidang pariwisata,” kata Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Senin (4/1).

Ada unsur rekreatif dan dikembangkan potensi wisata terapi dari keberadaan pertanian mina padi itu. Namun perlu pendukung lain seperti penyediaan fasilitas gazebo dan olahan kuliner ikan yang‬ dibudidayakan.‬

Ayu juga mengatakan metode pertanian yang menggabungkan cocok tanam padi dengan budidaya ikan itu belum banyak ditemui di daerah lain. Dengan demikian, minapadi dinilai dapat menarik minat wisata di Kabupaten Sleman.

“Potensi minapadi sebagai lokasi wisata sangat besar. Sebab budidaya ikan serta padi cukup jarang ditemui, sehingga masyarakat cukup antusias melihat sistem bercocoktanam ini,” tutur Ayu.

Menurut Ayu  ketika masyarakat mengunjungi minapadi, akan mendapatkan pemandangan hamparan sawah dan gerombolan ikan yang berenang di antara tanaman padi. Dengan demikian, wisata ini dinilai ampuh untuk dijadikan rujukan untuk melepas stres setelah disibukkan dengan rutinitas kerja setiap hari.

Selain itu, minapadi juga dapat menjadi wisata edukasi bagi anak-anak sekolah  agar lebih dekat dengan profesi petani.

“Melihat sawah dan memberikan makan ikan ini bisa jadi penghilang stres. Tanpa menganggu lahan budidaya, perlu juga ada pelibatan petani yang berinteraksi dengan pengunjung untuk edukasi,” papar Ayu.

Sementara menurut Ketua Kelompok Tani Murakabi Cibuk Kidul yang menerapkan minapadi, Sigit, hasil panen meningkat dengan sistem minapadi. Pada pertanian padi biasa, ia mampu menghasilkan gabah kering sebanyak 7 kuintal/hektar. Namun dengan minapadi,  panen padi mencapai 9,3 kuintal/hektar. Untuk ikan sekali panen 5,4 kuintal nila/1000 meter persegi.‬

‪”Panen padi meningkat. Ada panen ikan juga yang bisa dijual,” kata Sigit yang telah menerapkan minapadi sejak 2011 itu.‬

‪Dia menuturkan penebaran ikan harus dilakukan pada waktu yang benar-benar ideal yakni setelah tangkai padi cukup kuat dan besar pada usia 17 sampai 20 hari. Jika lahannya diberi air dan ikan saat usia padi masih sangat muda, padi bisa terserang hama. Dicontohkan saat dikejar waktu proyek ujicoba dari FAO, penebaran ikan saat padi usia 10 hari, akibatnya ada serangan hama keong. Namun kini sudah dapat diatasi.‬