48 Koperasi di Sleman Non Aktif

Sleman – Perkembangan koperasi di wilayah Sleman menunjukkan tren positif. Tiap tahun selalu terbentuk lembaga baru yang mengusung semangat ekonomi kerakyatan itu. Di sisi lain, jumlah koperasi tidak aktif juga meningkat. Saat ini tercatat sedikitnya 48 koperasi bermasalah.‬

‪Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Sleman, Drs Pustopo mengatakan, koperasi bermasalah disebabkan bebeberapa hal yang lebih bersifat internal. Diantaranya, buruknya sistem manajemen, komunikasi antara pengurus dan anggota tidak sinkron, hingga masalah penggelapan uang anggota.‬

‪Pustopo mengakui, peningkatan jumlah koperasi tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas lembaga. Langkah awal yang ditempuh dinas untuk mengurai benang kusut koperasi dengan mediasi. Kecuali, kasus penyelewengan keuangan.

“Kalau itu kami serahkan ke jalur hukum. Kami hanya menertibkan koperasi yang bermasalah (manajemen),” kata Pustopo, Jumat (11/11).‬

‪Disebutkan, pada 2015 jumlah koperasi di Sleman sebanyak 646 lembaga. Dibanding tahun sebelumnya terjadi penambahan 17 unit. Meski banyak koperasi bermasalah, Pustopo menilai pertumbuhan jumlah lembaga ekonomi skala kecil itu menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.‬

‪Menurut Pustopo, koperasi merupakan aset penting dalam peningkatan perekonomian. Bertambahnya unit berdampak juga pada peningkatan jumlah keanggotaan koperasi.

Sedang perkembangan koperasi  di Kabupaten Sleman cukup menggembirakan hingga semester pertama tahun 2016 saat ini tercatat ada 654 koperasi dengan jumlah anggota orang.

Sedangkan jumlah aset yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 1,1 trilyun dan SHU yang terkumpul dan dibagikan anggota sebesar Rp 32,2 miliar meningkat 11% dari tahun sebelumnya.

“Kami masih telusuri permasalahan di beberapa koperasi. Termasuk mendalami bila ada laporan penyelewengan keuangan,” tutur Pustopo.‬




Pemkab Salurkan Bantuan Anak Asuh 2016

DSC_0941Sleman – Pendidikan wajib belajar sangat penting bagi generasi penerus bangsa Indonesia. Pendidikan yang semakin tinggi akan meningkatkan kemandirian daerah yang memiliki pengaruh besar terhadap pelaksanaan pembangunan. Sehingga  berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien.

Untuk mewujudkan hal tersebut Pemkab Sleman bekerjasama dengan Lembaga Orang Tua Asuh (L-OTA) DIY melakukan penyaluran bantuan anak asuh di Kabupaten Sleman yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (11/11).

Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp 33,720 juta, bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada 274 siswa. Bantuan dari Pamela Supermarket sebanyak 60 siswa SD/MI dan 4 anak MTs, serta bantuan dari PT Sari Husada Generasi Mahardhika sebanyak 200 siswa SD/MI dan 10 siswa SMP/MTs.

Dengan alokasi bantuan masing-masing sebesar Rp untuk SD/MI, sedangkan alokasi bantuan sebesar Rp untuk SMP/MTs. Bantuan beasiswa tersebut secara simbolis diserahkan oleh Bupati Sleman.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengapresiasi bantuan semua pihak melalui  L-OTA DIY yang telah memberikan sumbangan positif bagi pendidikan anak-anak di Kabupaten Sleman.

Menurut Sri Purnomo bantuan tersebut sebagai salah satu wujud kepedulian bersama terhadap kesinambungan pendidikan, melihat kendala yang dihadapi adanya masalah biaya.

Sri Purnomo berharap agar anak-anak yang menerima bantuan dapat termotivasi untuk terus giat belajar dengan meraih prestasi di berbagai bidang, serta berusaha sekuat tenaga mengejar cita-cita demi masa depan yang gemilang. Sehingga dapat menjadi anak-anak yang berkualitas dan berdaya saing, yang mempunyai keimanan dan intelektual yang baik sebagai modal untuk membangun daerah, bangsa dan negara.




Pengurus Korpri Sleman Kunjungi Anggotanya Yang Sakit

IMG_0109Sleman – Jajaran pengurus Korpri Kabupaten Sleman melakukan kunjungan ke rumah 6 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman yang sedang sakit, Jumat (11/11). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka bhakti sosial memperingati HUT Korpri ke 45 Kabupaten Sleman.
Kunjungan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Kelompok pertama dipimpin oleh Pj Sekda Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno, kelompok kedua dipimpin oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi, R Djoko Handoyo SH dan kelompok ketiga dipimpin oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, drg Intriati Yudatiningsih MKes.
Menurut Iswoyo, kunjungan tersebut sebagai wujud perhatian Korpri Kabupaten Sleman pada anggotanya yang saat ini masih aktif sebagai PNS namun tidak dapat menjalankan tugasnya karena sakit. Harapannya melalui kunjungan yang dilakukan dapat mempererat silaturahmi serta dapat memotivasi anggota Korpri yang dikunjungi.
Dalam kunjungan tersebut Korpri Kabupaten Sleman memberikan bantuan masing-masing uang tunai sebesar Rp 1 juta kepada Dra Dwi Retno Hartuti (Guru SMPN 1 Pakem), Fitriyani (Perawat Puskesmas Prambanan), Sutaryono (Dinas Kesehatan), Arkomah (Guru SDN Banyurejo 1 Tempel), Drs Iriyanto (Guru Madya SDN Jambon 2 Gamping), dan Sri Murdiyati (SDN Mejing 2 Gamping).



Hujan Deras, Beberapa Titik Jalan dan Talud di Sleman Longsor

IMG-20161110-WA0009Sleman – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman, Kamis (10/11) siang mengakibatkan beberapa titik jalan dan talud longsor. 

Bahkan tebing disebelah barat terminal Jombor tepatnya di dusun Mraen RT 4 RW 10 Sendangadi Mlati Sleman longsor, mengakibatkan bangunan rumah yang digunakan untuk angkringan nderek ngopi  longsor separo bagian belakang.

Selain tebing longsor, sayap jembatan kali Denggung di ruas Jalan Samirin, Beran, Tridadi Sleman juga mengalami longsor sekitar pukul WIB. ‪Akibatnya akses jalan alternatif menuju kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tersebut kini ditutup sementara waktu.‬

‪”Longsor terjadi akibat gerusan air luapan dari drainase,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan.‬

Akibat ambrol, badan jalan hilang selebar satu meter sepanjang sekitar empat meter. Dari titik ambrol, tampak lubang menganga sedalam sekitar empat meter. Air masih mengalir luapan dari sungai.‬ ‪Wilayah Sleman pada Kamis siang diketahui telah diguyur hujan lebat sejak selepas tengah hari.‬

Akibat kejadian tersebut, untuk sementara waktu arus lalu lintas dari jalan Magelang menuju jalan Samirin ke Pemkab ditutup, begitu juga arah sebaliknya.‬
Jalan Samirin merupakan jalan alternatif menuju kompleks Pemkab Sleman serta menuju wilayah Sleman bagian Barat.‬
Tidak ada laporan korban jiwa.

Ditambahkan Makwan, talud longsor juga terjadi di jalan timur jembatan Mriyan Kecamatan Seyegan. Sedang komplek perumahan Jombor Kidul Mlati tergenang air banjir akibat gorong-gorong tersumbat sehingga air tidak masuk Kali Buntung.

Banjir juga menggenang perumahan Amerta barat Monumen Jogja Kembali, jalan-jalan kampung juga terkena luapan air. Longsor juga terjadi di wilayah Desa Purwomartani Kalasan yaitu pinggir Kali Kuning menutup saluran irigasi Sambisari Kalasan.




PNS Sleman Diminta Mengubah Pola Pikir

DSC_1069 (1)Sleman – Etika profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjabarkan secara jelas dalam Panca Prasetya Korpri. Panca Prasetya Korpri ini harus ditaati dan dilaksanakan oleh setiap PNS karena bertujuan untuk menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala korupsi, kolusi, nepotisme dan berjiwa sosial.

“Dalam era reformasi birokrasi, semua PNS Kabupaten Sleman harus mengubah pola pikir sebagai PNS yang  proaktif memberikan pelayanan, mampu berpikir kedepan dan bekerja secara profesional,” kata Dra Hj Sri Muslimatun MKes disela-sela penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Kamis (10/11).

Citra negatif yang sering ditujukan kepada PNS, hanya akan hilang jika para PNS mampu memperlihatkan kinerja yang baik, bekerja secara profesional dan pribadi yang mengedepankan etika profesi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, tambahnya.

Menurut Sri Muslimatun  pemberian penghargaan tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun merupakan sebuah pemacu untuk terus maju, sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, PNS juga dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan.

“Pemberian penghargaan ini sebagai motivasi agar PNS dapat meningkatkan pengabdian dan prestasinya. Tugas dan tanggungjawab sebagai PNS semakin berat, karena dituntut untuk lebih berprestasi dan meningkatkan pengabdian, serta mampu memberikan keteladanan kepada para PNS yang lain,” katanya.

Pencapaian prestasi atau achievement dalam melakukan pekerjaan akan mengge­rakan aparat untuk melakukan tugas-tugas berikutnya dengan lebih baik lagi.

Dengan demikian prestasi yang dicapai dalam pekerjaan akan menimbulkan sikap positif, sikap yang selalu ingin melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

“Oleh karena itu sebagai PNS hendaknya selalu mengupayakan perkem­bangan dan kemajuan dirinya dari waktu ke waktu tidak bersifat statis atau beku, tetapi harus menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik,” tambah Sri Muslimatun.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pada setiap tahun menyampaikan tanda kehormatan bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) di jajaran pemerintahan daerah yang telah memasuki masa kerja 30, 20 dan 10 tahun dengan tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

Sebanyak 200 orang penerima Satyalancana Karya Satya berasal dari berbagai instansi dengan perincian 136 orang tanda kehormatan 30 tahun, 61 orang tanda kehormatan 20 tahun dan 3 orang tanda kehormatan 10 tahun yang diujudkan dalam bentuk piagam dan lencana. Penerima Satyalancana Karya Satya paling banyak sejumlah 159 orang yang berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.