Masyarakat Diminta Jaga Sumber Air

1-6Sleman – Direktur PDAM Sleman, Drs Dwi Nurwata menghimbau kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dan sumber air bersih.

“Di sekitar Tirtoadi ini ada beberapa embung baru yang sangat bermanfaat untuk pertanian, perikanan, dan menjaga kandungan air tanah. Mohon kerjasamanya supaya dirawat dengan baik. Air adalah kebutuhan hidup yang tak tergantikan maka dari itu jagalah lingkungan agar air bisa selalu tersedia,” kata Dwi Nurwata disela-sela kegiatan senam massal Minggu (30/10) di lapangan Tirtoadi, Mlati.

Senam massal diadakan untuk memperingati hari bakti ke-24 PDAM Sleman. Diikuti ratusan warga, senam massal ini diadakan gratis dan berhadiah sepeda gunung, kompor gas, dispenser, dan lainnya.

Senam sekaligus kampanye air ini juga dihadiri Camat Mlati dan Kades Tirtoadi. Sesudah senam Dinas Kesehatan Sleman memberikan penyuluhan mengenai pentingnya air bersih.

Selain itu pada saat sama PDAM Sleman juga membuka stand pendaftaran sambungan rumah (SR) PDAM. Di usianya yang menginjak 24 tahun, PDAM Sleman menekankan kinerjanya pada 2 program prioritas yakni peningkatan pelayanan dan menekan tingkat kehilangan air.




Siaga Penanganan Bencana, RS se-DIY Gelar Gladi Bersama

IMG_9892Sleman – Raungan sirine sebanyak 20 mobil ambulan menggegerkan Sleman wilayah utara pada Sabtu siang (29/10). Dengan membawa 20 korban, ambulan-ambulan tersebut satu persatu berpusat menjadi satu menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sleman.

Aktivitas ini merupakan rangkaian acara gladi lapang dan seminar Implementasi Hospital Disaster Plan, Code Blue, dan Sistem Triase yang diselenggarakan oleh RSUD Sleman bekerjasama dengan Pusbankes 118 dan PERSI DIY.

Direktur RSUD Sleman, dr Joko Hastaryo MKes menyampaikan bahwa Hospital Disaster Plan (HDP) sebagai suatu perencanaan penyiagaan bencana menyangkut tugas pokok unit terkait serta petugas penanggung jawab baik internal maupun eksternal saat bencana terjadi.

Menurut Joko rumah sakit menjadi salah satu unsur penting dalam penanggulangan bencana terutama pada kegiatan tanggap darurat bencana dengan IGD sebagai unit terdepannya.

“Para petugas tersebut tentunya juga harus dibekali pemilahan terhadap korban bencana (Triase) berdasarkan keadaan ABC (Airway, Breathing, dan Circulation),” kata Joko.

Sementara  Ketua Pusbankes 118 DIY, dr Hendro Wartatmo menjelaskan bahwa Pusbankes 118 sebagai organisasi ambulan gawat darurat se-DIY melaksanakan kegiatan gladi rutin dua kali setahun sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kapasitas SDM.

Berkaca dari kejadian erupsi Merapi tahun 1994 dimana dalam penanganan bencana pada waktu itu respon penanganan medis rumah sakit se DIY kurang terkoordinasi.

Sehingga pada tahun 1996 dibentuk Pusbankes 118 sebagai upaya kerjasama untuk mempermudah koordinasi seluruh rumah sakit di DIY jika bencana terjadi.

Hendro menambahkan bahwa HDP menentukan kualitas pelayanan rumah sakit pada masa respon bencana. Menurutnya respon pelayanan yang bagus akan menghasilkan dampak yang bagus pula seperti menurunnya morbiditas dan mortalitas korban bencana.

“Dalam gladi tersebut kami mensimulasikan penanganan jika bencana terjadi bagaimana proses evakuasi pasien dari lapangan ke rumah sakit melalui ambulan. Kami juga mengecek fasilitas yang ada dalam mobil ambulan peserta, apakah sudah sesuai standar yang ditentukan atau belum dan kami lombakan. Hal ini untuk memotivasi para peserta agar selalu meningkatkan pelayanan ambulan sesuai standar,” jelas Hendro.

Joko Anggono SKep. Ners selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti 37 Ambulan dari Rumah Sakit se DIY dan sebagian Jateng dengan peserta lebih dari 250 orang tersebut  berlangsung selama dua hari 29-30 Oktober di RSUD Sleman diawali dengan seminar di Auditorium RSUD Sleman dan hari kedua dilanjutkan di Huntap Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan Sleman.

“Diharapkan melalui seminar ini para peserta dapat bersama-sama mengetahui dan berdiskusi pengalaman dalam membuta dan mengembangkan HDP,” kata Anggono.




Disbudpar Gelar Lomba Mendongeng Berbahasa Jawa

attachment_1477811396335_DSC_0041Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman menggelar lomba mendongeng berbahasa Jawa tingkat anak dan guru yang berlangsung di Museum Gunungapi Merapi (MGM) Hargobinangun Pakem Sleman, Sabtu (29/10).

Menurut Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM bahwa  lomba mendongeng tingkat anak diikuti oleh 32 peserta dan tingkat guru diikuti oleh 22 orang.

Disampaikan Ayu bahwa bahasa Jawa sampai saat ini  masih digunakan secara lisan dan tulis. Namun hal tersebut tidak berarti  bahasa Jawa jauh  dari ancaman kepunahan.

“Saat ini bahasa Jawa dicitrakan sebagai bahasa pinggiran dan secara nilai ekonomi bahasa Jawa dianggap tidak lainnya bahasa Jawa dianggap sulit menjelaskan masalah masalah modern, karena kekurangannya itu, tanpa upaya pelestarian  yang terencana, bahasa Jawa tentu akan ditinggalkan  penuturnya,” kata Ayu.

Ayu juga mengatakan bahwa  menjadi tugas  semua pihak agar bahasa Jawa tidak menempati posisi pinggiran dan tidak hanya digunakan orangtua.

“Termasuk juga tugas kita  agar adanya tulisan Jawa yang terpampang untuk nama jalan tidak hanya bisa dibaca oleh orangtua. Berbahasa Jawa itu tidak sekedar bersuara dan mendengarkan  tetapi juga dapat belajar dari nilai yang terkandung dalam kata atau bahasa Jawa. Dengan demikian belajar bahasa Jawa  sekaligus juga belajar tentang nilai-nilai lihur budaya lokal,” tutur Ayu.

Ayu juga berpesan kepada para guru agar model pembelajaran bahasa jawa harus kreatif dan tidak membosankan, misalnya dengan meminimalkan bentuk ceramah dan mengedepankan keterlibatan murid sebanyak dan seaktif mungkin. Apapun bentuk modelnya, model itu haarus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Disampaikan pula bahwa lomba tersebut bukan semata ajang untuk meraih juara , akan tetapi lomba tersebut sebagai ajang  pembelajaran terutama dalam hal  olah pikir, olah hati dan olah rasa serta pengembangan  sikap daan kepribadian yang terkandung dalam bahasa sebagai bagian budaya Jawa.

Sedangkan Kepala Bidang PBNT Dinas Budpar Drs Siswanto menyampaikan bahwa  maksud dan tujuan lomba tersebut  untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas masyarakat dalam kesusastraan dan seni suara khususnya mendongeng berbahasa Jawa kepada anak dan guru, juga menunjukkan pada masyarakat bahwa Indonesia kaya akan budaya.

Dan bahwa mendongeng merupakan saalah satu cara  untuk menjalin kedekatan antara anak dan orang tua, serta untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam serat-serat, kitab-kitab, dan naskah-naskah  kuno, upacara adat dan tradisi sebagai modal untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

Disampaikan pula  bahwa peserta lomba dongeng untuk anak diikuti 32 peserta pendidikan SD/MI dan untuk peserta guru sebanyak 22 orang dari guru PAUD/TK/SD dan MI. Bertindak sebagai yuri antara lain Tutik Renggani SE MM dari RRI Jogja, Prof Suwardi Endraswara dari FBS UNY Jogja dan  dari Dikpora Sleman. Lomba ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp 10 juta.




Wakil Sleman Berhasil Mendominasi Kejuaraan

Dimas Diajeng Jogja terpilih diapit mantan Dimas Diajeng  tahun sebelumnyaSleman – Wakil Kabupaten Sleman berhasil mendominasi kejuaraan dalam gelaran Pemilihan Dimas Diajeng Jogja 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY. Pasalnya duta-duta Sleman mampu merebut 6 (enam) gelar, yakni 4 (empat) gelar utama dan 2 (dua) gelar atributif.

Gelar utama sebagai pasangan Dimas Diajeng Jogja 2016 dan pasangan Dimas Diajeng Wakil 1 kesemuanya berasal dari Sleman. Selain itu juga gelar atributif sebagai Dimas Persahabatan dan Diajeng Favorit. Ini sungguh membanggakan.

Demikian dinyatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP, MM dikantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman Yogyakarta, Jumat (28/10).

Ayu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada duta-duta Sleman yang telah mempersiapkan semaksimal mungkin sehingga dapat meraih prestasi yang luar biasa.

Adapun perolehan kejuaraan tersebut sebagai berikut Dimas Jogja 2016 Fariz Bimananta Saputra, Diajeng Jogja 2016 Lilis Arilia, Dimas Wakil 1 Bayu Hariesta Abdurahman Jambak, Diajeng Wakil 1 Anindwitya Rizqi Monica. Sedangkan untuk Dimas Persahabatan direbut oleh Bayu Hariesta Abdurahman Jambak dan Diajeng Favorit oleh Anindwitya Rizqi Monica.

Atas perolehan kejuaraan tersebut merupakan tantangan bagi Kabupaten Sleman untuk terus meningkatkan kualitas dalam proses seleksi ditahun-tahun mendatang. Demikian sehingga nantinya Dimas Diajeng asal Kabupaten Sleman benar-benar memiliki kualitas yang handal sebagai duta DIY dalam skala nasional bahkan internasional.

Terlebih dari itu diharapkan mereka dapat menjaga dengan baik atas perolehan prestasi tersebut dan menjadi “role model” bagi generasi muda pada umumnya.




Tiga Orang Bersaing Rebutkan Jabatan Sekda Sleman

Sleman – Pendaftaran Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman sudah ditutup Jumat (28/10). Pj Sekda Kabupaten Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan bahwa ada tiga pendaftar yang akan bersaing memperebutkan jabatan tersebut.

“Dua pendaftar dari Pemkab Sleman dan satu dari Pemda DIY,” kata Iswoyo dikantornya, Jumat (28/10).

Dua pendaftar dari Sleman yaitu Kepala BPMPPT Kabupaten Sleman Purwanto Widodo SH CN dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Drs Untoro Budiharjo MM. Sedangkan pendaftar dari Pemda DIY adalah Kepala Inspektorat DIY Sumadi SH MH.

Menurut Iswoyo pengisian jabatan dilakukan secara terbuka agar mendapatkan calon yang betul betul terbaik sesuai dengan ketentuan dan harapan. Pengumuman hasil seleksi administrasi sendiri menurutnya akan diumumkan tanggal 1 November 2016.

Pengisian jabatan Sekda tersebut sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Permenpan RB Nomor 13 tahun 2014 tentang Tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dilingkungan instansi pemerintah dan dilaksanakan melalui mekanisme terbuka bagi PNS yang memenuihi persyaratan.

Lebih lanjut Iswoyo menyampaikan bahwa tahap seleksi mencakup seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Untuk seleksi kompetensi dilaksanakan bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan administrasi, dengan unsur  kompetensi bidang dengan penulisan makalah, kompetensi manajerial menggunakan assessment centre, uji kesehatan, dan presentasi dan wawancara.

“Yang jelas setelah pendaftaran, panitia seleksi melakukan seleksi adminstrasi tanggal 26-28 Oktober 2016. Setelah lolos seleksi administrasi maka akan dilakukan  seleksi kompetensi tanggal 1-7 November 2016, pengumpulan karya tulis tanggal 14 November 2016, uji kesehatan tanggal 14 November 2016, penelusuran rekam jejak tanggal 8-11 November 2016, kemudian wawancara lagi pada 16 November 2016, dan terakhir pada tanggal 28 November 2016 pansel menyampaikan hasil kepada Pejabat Pembina Kepegawaian,” jelas Iswoyo.