Menpora Ajak Manfaatkan Bonus Demografi Untuk Percepatan Pembangunan

Sleman – Diperkirakan tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dalam sambutan yang dibacakan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Denggung, Sleman,Kamis (28/10).
“Jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa,” jelas Menpora.
Menurutnya data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014), secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar.
Bonus demografi menjadi peluang yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Akan tetapi jumlah yang besar saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik.
”Tugas kita semua untuk menjadikan Bonus Demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia,” tandasnya.
Menpora mencontohkan pada pidato Bung Karno yang berbunyi ‘Beri aku orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia.
Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia.
Dalam momen Peringatan Sumpah Pemuda yang dihadiri oleh Forkompimda, PNS, Siswa-siswi tingkat SMP-SMA, Perwakilan pemuda, dan unsur TNI-Polri tersebut Menpora mengajak pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia.
“Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia,” ajak Menpora.
Upacara ditutup dengan penyerahan trophy kejuaraan lomba baris-berbaris ‘Kreasi Putra Bangsa” tingkat SMP-SMA/Sederajat. SMPN 2 Mlati dan SMK N 2 Depok meraih juara umum dalam perlombaan tersebut.



