Fasilitas Kesehatan di Sleman Siap Sambut Natal dan Tahun Baru

Bu LindaSleman – Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman  siap menyambut libur Hari Natal dan Tahun Baru 2017.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman siap memberikan pelayanan dalam rangka libur lebaran dan Tahun Baru pelayanan disiapkan mulai tanggal 22 Desember 2016 sampai 4 Januari 2017,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes di Sleman, Rabu (21/19).

Menurut Linda pelayanan yang disiapkan diantaranya seluruh Puskesmas pada tanggal 24 hingga 27 Desember 2016 buka 24 jam di lanjutkan tanggal 31 Desember hingga 2 Januari 2017 juga buka 24 jam.

Selain itu dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan Dinas Kesehatan Sleman juga telah mendata ibu hamil yang diperkirakan melahirkan antara tanggal 24 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017.

“Dari data yang ada telah teridentifikasi  jumlah ibu yang diperkirakan  melahirkan pada tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2017 tercatat 325 ibu hamil dengan 83 ibu hamil yang memiliki resiko tinggi dan 8 Ibu memiliki komplikasi saat melahirkan sehingga perlu diantisipasi terhadap kesehatan ibu yang melahirkan dan bayi yang dilahirkan,” kata Linda.

Dikatakan Linda, Dinas Kesehatan juga mewaspadai KLB (Kejadian Luar Biasa) keracunan makanan dan kewaspadaan juga pada KLB penyakit yang potensial menimbulkan wabah penyakit.

Dinas Kesehatan lanjut Linda juga sudah mengeluarkan sudar edaran  Nomor 14 9/1 554 9/111.1 tanggal 13 Desember 2016 tentang kesiapan Natal 2016 dan tahun baru 2017.

Sehubungan dengan hal tersebut dihimbau seluruh sarana pelayanan kesehatan di wilayah Sleman untuk melakukan hal-hal antara lain meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya pelayanan pada tanggal 22 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017 termasuk menyiapkan ambulan dan pengemudi siaga 24 jam untuk rujukan maupun untuk bantuan evakuasi korban jika diperlukan.

Menyiapkan  semua unit gawat darurat untuk menerima rujukan menyiapkan tim Ponek dalam penanganan obstetri neonatus. Jika terjadi kegawatdaruratan Maternal perinatal agar segera dirujuk ke rumah sakit Ponek RSUD Sleman atau RSUP dr Sardjito.

Dan melaporkan rekapan kejadian kasus kecelakaan lalu lintas pada tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2017 ke bidang pelayanan medis Dinas Kesehatan Sleman.

Sementara menurut Direktur RSUD Sleman, dr Joko Hastaryo MKesn dalam libur Natal dan Tahun Baru RSUD Sleman tangga 25 dan 26 Desember 2016 dan tanggal 1 dan 2 Januari 2017 poliklinik umum libur. Namun untuk pelayanan IGD buka 24 jam dengan dokter jaga.

Selain itu untuk konsultasi spesialis juga sial dengan on call 24 jam, kamar bersalin, kamar operasi, rawat inap, ICCU, pemeriksaan radiologi, Farmasi tetap memberikan pelayanan 24 jam. Pelayanan yang sama juga dilakukan di RSUD Prambanan.




Sleman Lanjutkan Bantuan Gamelan ke Kecamatan‬

Bupati Sleman Serahkan GamelanSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman  kembali melanjutkan program penyerahan bantuan perangkat gamelan ke Pemerintah Kecamatan guna mendukung upaya Kecamatan sebagai pusat pengembangan kebudayaan masyarakat.‬

‪”Seperangkat gamelan pelogsendro kembali diserahkan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, kali ini untuk Kecamatan Ngemplak pada Senin (19/12) lalu,” kata Kabag Humas Setda Kabupaten Sleman, Dra Sri Winarti di Sleman, Rabu (21/12).

‪Menurut Sri Winarti, bantuan seperangkat gamelan tersebut secara simbolis diterima oleh Camat Ngemplak, Drs Subagyo dan kemudian diberikan kepada perwakilan pengurus paguyuban kesenian Kecamatan Ngemplak.‬

‪”Penyerahan seperangkat gamelan di Kecamatan Ngemplak tersebut adalah bantuan Pemerintah Kabupaten Sleman yang ke 12 dari 17 kecamatan yang direncanakan mendapat seperangkat gamelan pelogsendro di Kabupaten Sleman,” katanya.‬

‪Dikatakan Sri Winarti pada saat penyerahan gamelan tersebut Bupati Sri Purnomo menyampaikan bahwa bantuan seperangkat gamelan ini diberikan dengan tujuan dapat melestarikan kebudayaan dan kesenian masyarakat serta juga dapat memberi hiburan kepada masyarakat.‬

‪”Sebagaimana diketahui budaya asing pada saat ini tidak bisa dipungkiri masuk dan mudah mempengaruhi masyarakat sehingga tidak sedikit masyarakat yang mulai melupakan kebudayaan sendiri,” kata Sri Purnomo.‬

‪Ia mengatakan melalui penyerahan gamelan ini dapat semakin meningkatkan minat dan bakat masyarakat di Kecamatan Ngemplak dalam berkesenian. Bantuan ini juga merupakan wujud dukungan pemerintah bagi para seniman dalam upaya pelestarian dan pengembangan serta dalam rangka menjaga eksistensi kesenian yang ada di Kecamatan Ngemplak. ‬

‪”Diharapkan agar bantuan gamelan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan harapan kesenian di Kecamatan Ngemplak dapat berkembang dengan lebih baik, sehingga pengembangan budaya dan wisata di Kabupaten Sleman semakin merata. Pengembangan budaya lokal baik itu untuk keberlangsungannya dalam kehidupan masyarakat, maupun untuk pengemasan wisata menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.‬

‪Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan bahwa kebudayaan dan kesenian yang dapat berkembang dan lestari merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap keistimewaan DIY.‬

‪”Dimana keistimewaan yang dimiliki merupakan rahmat sekaligus aset bagi masyarakat DIY itu sendiri, salah satunya adalah kayanya ragam kesenian yang dimiliki. Dengan demikian menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikannya,” kata Ayu.




Sleman Gelar Festival Salak Pondoh Untuk Dicatatkan Dalam Rekor Muri

IMG_1116Sleman – Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) bekerjasama dengan Asosiasi Petani Salak Sleman “Prima Sembada” akan menggelar festival Salak Pondoh. Kegiatan ini juga dirangkai dengan festival Mbok Jamu Gendhong dalam bentuk fashion show. Rangkaian event digelar pada Minggu (25/12) berpusat di Lapangan Denggung.

Ketua panitia, Ocky Tri Putra mengatakan, festival ini diadakan sebagai wujud syukur karena bertepatan waktu panen raya salak pondoh di bulan Desember.

“Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas panen raya yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa. Kami ingin berbagi bersama masyarakat dengan ikut mengajak mereka terlibat dalam acara,” kata Ocky kepada wartawan di Sleman , Rabu (21/12).

Menurut Ocky, setidaknya ada 11 kegiatan yang ditampilkan dalam festival tersebut. Beberapa diantaranya akan dicatatkan dalam Rekor MURI. Salah satunya adalah replika elang Jawa setinggi 6 meter dan berdiameter 10 meter yang seluruh bagiannya terbuat dari buah salak. Dipilih elang Jawa karena merupakan ikon Kabupaten Sleman.

“Untuk membuat replika itu dibutuhkan sekitar 10 ton salak pondoh. Kami harap keunikan yang ada di festival bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, dan ini momen yang tepat karena bertepatan masa libur akhir tahun,” ujarnya.

Agenda lain dalam festival ini adalah makan salak gratis yang disediakan bagi pengunjung. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Asosiasi Petani Salak telah menyiapkan 3,5 ton buah salak segar. Acara makan gratis ini juga akan dicatatkan dalam MURI.

Festival juga akan diisi agenda karnaval petani salak yang melibatkan petani dari 34 kelompok. Masing-masing kelompok akan menampilkan kreasi salak pondoh kemudian diusung dari Lapangan Tenis Tridadi sampai Lapangan Denggung untuk dipertontonkan kepada masyarakat. Selain buah segar, pada festival ini pengunjung juga bisa membeli aneka olahan salak yang ditampilkan dalam 40 stan.

Ketua Asosiasi Petani Salak Sleman, Maryono berharap melalui event tersebut, keberadaan salak pondoh bisa semakin dikenal masyarakat khususnya yang berasal dari luar DIY.

“Kami ingin membiasakan petani untuk berbagi. Tahun kemarin sebanyak 3 kuintal salak yang dibagikan ke masyarakat, dan tahun ini meningkat menjadi 3,5 ton. Tiap petani rata-rata menyumbang 2-5 kilogram salak,” ujarnya.

Dia optimistis penyelenggaraan festival ini bisa mengangkat kembali popularitas salak pondoh. Selama ini, buah unggulan Sleman itu banyak diincar untuk oleh-oleh karena kekhasan rasanya yang manis.




Sleman Terima Anugerah Bidang Industri 2016

anugerah-cinta-karya-bangsaSleman – Kabupaten Sleman kembali memperoleh penghargaan, penghargaan kali ini dari Menteri Perindustrian RI atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengembangkan dan mengangkat potensi lokal dibidang perindustrian.

“Penghargaan Anugrah Cinta Karya Anak Bangsa tersebut diserahkan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dan diterima langsung Bupati Sleman di Kantor Kementrian Perindustrian RI di Jakarta hari Selasa (20/12),” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti, Selasa (20/12).

Menanggapi penerimaan anugran ini Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa anugrah dibidang perindustrian ini  menunjukkan besarnya komitmen Kabupaten Sleman dalam memajukan dan mengembangkan industri lokal.

“Dengan begitu kedepan perekonomian di Sleman akan lebih maju. Penghargaan sebagai peringkat satu ini diraih tiga kali berturut turut sejak tahun 2013, 2014 dan tahun 2015 tidak diadakan. Kemudian tahun 2016 dan Sleman berhasil kembali mendapatkan anugrah ini,” kata Sri Purnomo.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Drs Pustopo yang ikut mendampingi Sri Purnomo menambahkan  Sleman terus galakkan penggunaan produk lokal bagi kemakmuran rakyat Sleman juga terus berupaya meningkatkan kualitas produk lokal untuk bisa bersaing dengan produk luar.




Geram Aksi Vandal, Warga Tangisan Percantik ‘Buk Renteng’

Sleman – Selokan Van Der Wijck yang berada di Dusun Tangisan Desa Banyurejo Kecamatan Tempel Sleman kini mulai ‘cantik’ lagi. Pasalnya warga setempat yang biasa menyebut selokan tersebut ‘Buk Renteng’ secara swadaya membersihkan dinding selokan dari aksi vandal dengan mengecat putih pada 27 November dan 4 Desember 2016 lalu. 

Camat Tempel, Wildan Solichin menegaskan bahwa aksi tersebut selain sebagai upaya mengampanyekan stop aksi vandal pada bangunan cagar budaya.

“Aksi vandalisme di ‘Buk Renteng’ ini tidak bisa ditolerir lagi, kami berupaya bersama warga setempat dan aparat berwajib menindak tegas para pelaku vandal jika mereka tertangkap tangan sedang melakukan aksinya,”  ungkap Wildan saat berkunjung di Kantor Sekda Kabupaten Sleman, Selasa (20/12).

Dalam upaya mengurangi dan mengantisipasi aksi kriminalitas, Wildan juga sudah menghubungi dinas terkait untuk menambahkan penerangan jalan. Rencananya akhir Desember ini akan ditambahkan dua titik lampu penerangan jalan di sekitar ‘Buk Renteng’. Tercatat hingga Oktober 2016 ada 16 kasus kriminalitas yang terjadi di kawasan rute jalan Tempel-Gendol-Balangan termasuk jalan yang melintasi Buk Renteng.

“Sebenarnya penambahan dua titik lampu masih sangat kurang mengingat kawasan ini cukup sepi dan minim lampu penerangan saat malam hari. Kami berharap kedepannya dapat ditambahkan lagi lampu penerangan,” jelas Wildan.

Sementara  Sekertaris Karang Taruna Dusun Tangisan, Dian Satma Putra menjelaskan bahwa pemuda dusunnya sudah memasang dua buah banner di Buk Renteng yang berisi tulisan mengajak masyarakat untuk melawan aksi vandalisme. Menurutnya pengecatan dinding selokan tersebut sudah kedua kalinya yaitu pada 2012 dan 2016 ini.

“Pada 2012 lalu kami pernah menangkap sekitar 20 orang pelaku vandal dan kami berikan opsi untuk mengecat seluruh dinding selokan atau kami laporkan ke pihak berwajib. Hal ini untuk memberikan efek jera bagi para pelaku vandal,”  jelas Dian.

Senada dengan Camat Tempel, Dian juga berharap kawasan Buk Renteng untuk ditambah penerangan agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang melintas di area tersebut.

“Saya juga berharap disamping sebelah timur dinding ‘Buk Renteng’ diberi taman agar mempersempit celah para pelaku vandal melakukan aksinya,” tutur Dian.