Alumni STPDN Angkatan 07 Adakan Bakti Sosial Serahkan Pohon Penghijauan

Berikan Bibit PohonSleman – Sebanyak 1000 batang bibit tanaman jambu Dalhari, mangga, sirsat ratu dan rambutan telah diserahkan kepada Kepala BLH Sleman yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup Sugeng Riyanta ST MM dari Dragon Sunardi Sinaga mewakili Bhakti Purna Praja STPDN angkatan 07.

Dragon Sinaga juga sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Transportasi Provinsi DKI Jakarta, penyerahan dilakukan di Museum Gunungapi Merapi (MGM) Pakem Sleman, Sabtu (22/10).

Penyerahan bantuan bibit tanaman tersebut sebagai bentuk kepedulian Alumni STPDN angkatan 07 yang tersebar di seluruh Indonesia untuk penghijauan di Kabupaten Sleman khususnya di wilayah Pakem. Disamping sebagai penghijauan , juga merupakan tanaman buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat kelak kalau sudah berbuah.

Sugeng Riyanta menyampaikan bahwa bantuan tersebut  akan disalurkan kepada masyarakat khususnya di wilayah Pakem. Dan diharapkan bantuan serupa bisa disampaikan lagi dimasa mendatang.

Sementara itu alumni STPDN angkatan 07 yang ada di Kabupaten Sleman hanya ada 4 orang yaitu Widodo yang bertugas DPKAD Sleman, Heri Kuntadi bertugas di BKD Sleman, Bambang Kuntoro di Kecamatan Prambanan dan Rohmiyanto, menyampaikan bahwa bakti sosial tersebut merupakan agenda kegiatan alumni STPDN angkatan 07 meskipun penyelenggaraannya tidak setiap tahun.

Tetapi paling tidak dua tahun sekali dan bahkan pernah setahun sekali dengan tempat bergantian mencakup seluruh Indonesia. Ditambahkan pula bahwa Bakti Purna Praja STPDN/alumni STPDN angkatan 07 di seluruh Indonesia ada 700-an orang dan tersebar di semua Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia.

Untuk kegiatan bakti sosial tahun 2016 ini juga melibatkan alumni STPDN seluruh Indonesia, meskipun yang hadir hanya 150-an orang, tetapi sudah mewakili semua Provinsi di Indonesia. Beberapa daerah yang telah dikunjungi sebagai ajang bakti sosial antara lain di Bali, Malang, dan daerah lainnya.




Sleman Launching Desa Melek Politik

Wabup Sleman Serahkan Modul Vocal PointSleman – Pendidikan politik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar melek politik perlu dilakukan. Demikian antara lain diungkapkan Dr Sigit Pamungkas, anggota KPU Pusat ketika menghadiri Sarasehan dan Launching Desa Melek Politik di Balai Desa Sendangsari Minggir Sleman, Sabtu (22/10). Sigit juga menyampaikan bahwa selama ini masyarakat mempersepsikan politik sebagai sesuatu hal yang kotor.

“Dengan hadirnya Desa Melek Politik diharapkan makna politik kembali pada esensinya. Karena politik itu menyangkut kehidupan masyarakat dan bukan merupakan sesuatu yang kotor,” tutur Sigit.

Program Desa Melek Politik lanjutnya, penting untuk bisa dikembangkan didaerah lain. Jika hal tersebut dilakukan maka kesadaran politik masyarakat akan meningkat sehingga bisa mengontrol politik secara baik untuk kepentingan masyarakat luas. Kesadaran politik tersebut menurut Sigit juga akan menghindarkan masyarakat pada praktek money politic yang sering terjadi menjelang pemilihan.

“Politik uang bisa merusak demokrasi, jika masyarakat melek politik tentunya mereka bisa mengontrol aktivitas elite atau calon yang memobilisasi praktek tersebut sehingga politik menjadi lebih bersih,” tambah Sigit.

Launching secara simbolis ditandai dengan penyerahan Modul Vocal Point oleh Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes pada 14 Vocal Poin Desa Sendangsari.

Sri Muslimatun juga menyampaikan  bahwa partisipasi politik akan berlangsung terus menerus dalam kehidupan sehari-hari, karena kebijakan yang dibuat pemerintah terpilih akan berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat.

Kebijakan-kebijakan tersebut akan selalu menyambungkan hubungan antara masyarakat dengan pemerintah sekaligus menunjukkan pentingnya control terhadap mereka yang terpilih.

“Satu hal yang penting dalam pendidikan politik di era modern seperti sekarang ini adalah bagaimana cara memfilter informasi. Media sosial sudah menjadi gaya hidup setiap orang. Jika tidak bisa memfilter tentunya dapat menimbulkan konflik secara horizontal karena biasanya menjelang pemilu, pilkada, pilkades banyak sekali postingan hujatan maupun hasutan untuk menyudutkan lawan politiknya,” jelas Muslimatun.

Sedang sarasehan dan launching Desa Melek Politik tersebut menurut Susilastuti Dwi N, selaku Ketua Tim peneliti Desa Melek Politik menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu output kegiatan penelitian Hibah Bersaing Kemenristek Dikti melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Jogja.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan dan menumbuhkan kesadaran dan perilaku politik yang cerdas dikalangan masyarakat dan meningkatkan partisipasi politik dalam proses pembuatan kebijakan publik.




Pemkab Akan Bertindak Tegas Menutup Paksa

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan toko modern yang sudah ditutup oleh Satpol PP tetapi kemudian nekad buka lagi akan ditutup paksa.

“Mereka sudah menyalahi aturan dan melanggar hukum yang tetap. Kalau mereka tidak taat hukum, kepada siapa mereka akan taat hukum. Karena itu Pemkab akan bertindak tegas dengan menyegel lagi toko modern yang nekad buka meski sudah ditutup,” kata Sri Purnomo, Jumat (21/10) ketika dimintai tanggapannya terkait tiga toko modern di Depok yang nekad buka setelah toko disegel Satpol PP Sleman.

Sri Purnomo menilai manajemen toko modern tersebut tidak menghargai hukum positif yang berlaku di Indonesia. Karena itu yang melanggar hukum harus mendapatkan sanksi yang berat karena sebagai warga negara yang baik harus taat hukum.

“Sudah jelas diputuskan salah kalau mereka nekad melanggar hukum berarti tidak akomodatif terhadap hukum positif di Indonesia,” kata Sri Purnomo.

Seperti diketahui tiga  toko modern berjejaring nasional, Alfamart yang berada di Kecamatan Depok kembali buka dan operasional hanya beberapa jam setelah disegel oleh Satpol PP Kabupaten Sleman pada hari Rabu (19/10) lalu. Satpol PP Kabupaten Sleman menilai manajemen Alfamart nekat dan melecehkan aturan hukum.

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Sleman, Rusdi Rais menegaskan apa yang dilakukan manajemen toko modern berjejaring nasional  Alfamart ini telah melecehkan hukum, yakni Peraturan Daerah Kabupaten Sleman yang jelas telah memiliki kekuatan hukum.

“Kami menyesalkan aksi ini, kami merasa tidak dianggap karena anjuran dan aturan tidak dipatuhi. Bahkan segel yang ditempelkan di Alfamart Ampel Gading Ringroad Utara dicopot oleh karyawan,” katanya.

Tindakan  mencopot segel tanpa hak, jelasnya, dapat dipidanakan sesuai dengan aturan yang termaktub dalam pasal 232 KUHP.

“Aparat kepolisian bisa langsung memproses karena sifatnya bukan delik aduan,” tegasnya lagi.




Sekolah Sehat Berkontribusi Tingkatkan Prestasi

Sleman – Untuk mewujudkan prestasi siswa secara maksimal salah satunya adalah melalui sekolah sehat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes disela-sela  penerimaan Tim Juri Sekolah Sehat Tingkat Provinsi DIY di TKIM Bhakti Mulia Condongsari, Condongcatur Depok Sleman, Jumat (21/10).

Sri Muslimatun juga menyampaikan bahwa sekolah sehat mengedepankan aspek kesehatan dengan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, indah, dan rindang, serta peserta didiknya  berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Sekolah sebagai tempat belajar tidak saja perlu memiliki lingkungan bersih dan sehat. Tapi juga diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik. Karena lingkungan sekolah sehat tentu akan mendukung mencapai tujuan pendidikan secara maksimal,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun juga menyampaikan bahwa dengan diadakannya lomba sekolah sehat yang diselenggarakan secara rutin bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan lingkungan sekolah, perilaku kesehatan dari siswa sekolah, memberikan motivasi serta bimbingan kepada pihak sekolah agar selalu meningkatkan kesehatan lingkungan sekolah.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Sleman melalui Badan Lingkungan Hidup memberi fasilitasi berupa komposter dan kompartemen tempat sampah pilah bagi sekolah maupun masyarakat yang memerlukan.

Pada tahun 2015 Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman telah menyediakan kompartemen tempat sampah pilah 100 unit, komposter 100 unit, mesin pencacah organik 6 unit dan menyediakan stimulan peralatan penanganan sampah 3R (Reuse, Reduse, Recycle) pada 17 kelompok masyarakat.

Sementara  Kepala Sekolah TKIM Bhakti Mulia, Esti Chasanah SPd menyampaikan bahwa untuk mewujudkan sekolah sehat dilingkungan sekolahnya digalakan gerakan Peka Sampah Itu Indah (PEKSI). Menurutnya dengan PEKSI mampu mendidik anak didik untuk berperilaku bersih dan sehat.

”Dibeberapa titik dilingkungan sekolah kami sediakan alat-alat kebersihan seperti serok, sapu dan tempat sampah. Ketika anak-anak melihat ada sampah atau kotoran mereka akan membersihkannya dengan alat-alat tersebut,” tutur Esti.

Esti menambahkan bahwa ada tiga hal dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan sekolah yang dipimpinnya. Yaitu promotif, peningkatan kesehatan melalui pendidikan dan penyuluhan kesehatan. Preventif atau pencegahan melalui pengenalan dini penyakit, pemeriksaan berkala, dan pola hidup sehat.

Ketiga yaitu kuratif, pengobatan melalui P3K dan P3P sederhana oleh guru UKS dan rujukan ke Puskesmas atau Rumah Sakit pada kondisi yang serius atau membutuhkan pelayanan intensif.




Petani Ikan Sleman Didorong Produksi Pakan Sendiri‬

ikanSleman – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman terus mendorong petani maupun kelompok petani ikan di Kabupaten Sleman untuk memproduksi pakan ikan sendiri guna menekan biaya produksi.‬

‪”Seiring perkembangan budi daya perikanan, pakan ikan menjadi salah satu kebutuhan yang tidak dapat dikesampingkan. Terlebih, harga pelet pabrikan terus naik. Padahal pakan menjadi komponen pokok produksi dengan porsi mencapai 70-80 persen,” kata Ir Widi Sutikno MSi, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Kamis (20/10).‬

‪Menurut Widi, untuk mengatasi persoalan tersebut sejumlah kelompok tani di Sleman kini mengembangkan pembuatan pakan secara mandiri.‬

‪”Ini juga menjadi salah satu unggulan. Dengan bantuan teknologi dan sarana mesin, bisa dihasilkan pakan mandiri yang memiliki kualitas baik,” kata Widi.‬

‪Widi menambahkan dengan dukungan produksi pakan mandiri ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman optimis sektor perikanan di Sleman dapat terus berkembang. Bahkan memiliki prospek dijadikan kawasan wisata.‬

‪”Sektor perikanan di Sleman tumbuh relatif pesat. Petani di sejumlah wilayah kecamatan telah mengembangkan sistem minapadi. Ke depan bukan tidak mungkin budi daya perikanan di Sleman ini bisa menjadi daya tarik wisata minat khusus,” tutur Widi.‬

‪Widi mengatakan, hasil panenan ikan maupun padi yang diperoleh dari pola pertanian minapadi cukup menggembirakan.‬

‪”Bahkan minapadi di Dusun Cibuk Kidul, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan menjadi kawasan percontohan yang diakui secara internasional,” katanya.‬

‪Widi mengatakan, nantinya pakan mandiri juga akan diregistrasi dan menerapkan standar nasional Indonesia (SNI).‬ Karena itu, petani harus memperhatikan kandungan gizi dalam pakan. Dicontohkan untuk pakan lele, kandungan proteinnya berkisar 24-28 persen, sedangkan ikan nila 26-30 persen.‬

‪Sedangkan untuk menjaga standar mutu, penyimpanan bahan baku pelet perlu diperhatikan terutama menyangkut higienitas, sehingga ikan yang diberi pakan pelet itu nantinya juga layak dikonsumsi.‬

‪”Selain itu dalam pembuatan pakan mandiri disarankan agar menggunakan bahan baku lokal,” kata Widi.